The Emperor's Father Was Selfish

The Emperor's Father Was Selfish
bab 14



Kami Sudah Berada di dalam Ruang VIP Nomor 5.


'Tidak ada barang yang menarik・_・' batin ku. "Apa kau tidak ingin membeli sesuatu" tanya ku saat Bella hanya diam menonton.


"emmm... aku ingin Sisir Perak itu" ucap Bella.


Ku lihat pembawa acara itu sedang menawarkan harga Sisir perak yang di ingin kan Bella


"Ini adalah sisir perak sihir, jika kalian memakainya untuk menyisir rambut, maka rambut kalian akan bertambah indah dan lembut. Di mulai dari 30 koin emas" ucapnya, para wanita kelas atas sedang menawarkan harga sedangkan para laki laki hanya menatap malas.


"40 Koin emas"


"55 Koin emas"


"59 koin emas"


"70 koin emas" ucap salah satu gadis, sepertinya berasal dari keluarga bangsawan.


Muka yang di penuhi bedak tebal seperti badut. aku menahan tawa sekuat tenaga.


perhiasan yang sangat banyak menempel di badannya, kalo ini di zaman modern pasti di kira perhiasan keliling (◕...◕)


"80 koin emas" ucap ku membuat gadis badut itu geram


"wah wah... berani sekali anak itu menentang Putri dari keluarga Duke Patrick" ucap salah satu pengunjung


"kau tidak tau aku siapa... aku adalah Vieira Stuarrt Patrick. Dan tunagan Putra Mahkota Kerajaan Bintang. Lihat saja aku akan menghukum mu" Deg deg. Apa dia bilang? tunagan kakak ku. Tak akan ku biarkan. Ucapnya membuat ku Jengkel, kenapa selalu saja ada yang menyobongi diri mereka sendiri di depan ku, Apa lagi dengan kata katanya kalau dia adalah tunagan kakak ku, tak akan ku biarkan kerajaan bintang memiliki ratu seperti ini. dari toko baju sampai ke rumah lelang masih saja ada semut yang membuat ku Jengkel.


"Ekhemm.... Karna tidak ada yang Menawarkan harga lagi, sisir perak ini akan aku serahkan kepada nona yang berada di ruang VIP Nomor 5" ucap Pembawa acara itu dan menyerahkan sisir perak itu ke pada ku.


"Ini Koinnya" ucapku. ku serahkan sekantong koin emas pada pembawa acara itu.


"ini Bella. barang yang kau mau" ucap ku menyerahkan Sisir Perak itu kepada Bella


Kami pun hendak pergi tapi, gadis badut itu tidak terima dan menyerang ku menggunakan pisau angin Level rendah yang membuat lengan ku mengeluarkan darah.


"Cepat serahkan atau kau akan mati" ancam gadis badut yang bernama Vieira


"Jangan Serang Lotus Rosea" Ucap ku Saat Teratai Pink itu ingin menghancurkan semua yang ada di rumah lelang.


"Ayo Lawan Aku Bodoh" ucap Vieira.


Bella yang sudah tidak tahan lagi pun maju untuk melawan Vieira.


"Jangan menggunakan sihir yang terlalu kuat di sini, masih banyak orang yang bisa terluka"


ucap ku mengingatkan pada Bella.


"baik" ucap Bella.


"Cihh... kau terlalu sombong hanya untuk seorang semut" ucap Bella Mengejek


"apa kau bilang!!" ucapnya yang sekarang naik pikam. 'gawat, jika ia mengamuk tempat ini akan hancur' batin ku. ku buat Pola Pelindung


Yang tak kasat mata untuk melindungi pertempuran mereka.


"Aku tidak ingin menghabiskan tenaga untuk hal tidak berguna seperti ini" Bella pun bersiul


Dan datanglah burung dan tikus yang menyerang Vieira, tidak tidak, bukan menyerang tapi merobek seluruh pakaian yang di kenakan Vieira sampai tak tersisa.


Sekarang semua orang melotot menatap Vieira Yang tanpa busana.


"apa yang kalian lihat. cepat kembalikan pakaian ku seperti semula Jal*ng" ucapnya berapi rapi.


"Pemandangan yang indah...... hahahaha" tawa jahat ku "bagus Bella, pertunjukan mu sungguh bagus" ucap ku menepuk nepuk pundak Bella. " tentu saja" ucap Bella tersenyum.


"mana mungkin Putra Mahkota masih ingin Menikah dengan mu yang sudah banyak di lihat orang" ucap ku.


"Kalian yang ada di sini, tolong sebarkan tentang kejadian ini. jika tidak.." ucap ku mengarahkan tangan ke leher dan menariknya.


"Ayo kita pergi" ucap ku dan menghilang dengan Bella menggunakan sihir teleportasi.