The Emperor's Father Was Selfish

The Emperor's Father Was Selfish
bab 20



Pada pagi yang cerah dan cahaya matahari mulai merambah masuk melalui tirai.


sinarnya indah dan menghangatkan badan kita diujung timur sana.


Ada ayam berkokok yang bertugas membangunkan Semua orang yang terlelap tidur Dengan Selimut Yang Membalut Tubuh Mereka, Menunjukkan kalau hari Yang Malam sudah Berganti pagi.


Awan di atas sana sangat cerah.


Tumbuhan tumbuhan hijau pun tampak segar dan hijau karena terkena cahaya matahari.


Burung burung pun berterbangan diatas sana. Ohhh......


inilah yang dinamakan suasana pagi yang cerah.


Di Sebuah Paviliun, Terlihatlah Gadis Cantik Yang Masih Menikmati Alam Mimpi Yang Indah Menurutnya.


Cahaya Matahari Yang Merembah Masuk Melalui Tirai, Membuat Gadis Bersurai Pink Bercampur Violet Itu Pun terbangun.


Mengucek Matanya dengan Tangan Putih Polosnya, Sambil Menyesuaikan Keadaan Di Sekitar.


"Aku Terlambat," Ucapnya Bergegas Turun dari Kasur King Size Miliknya, Dan Berjalan Dengan Santai Menuju Tempat Pemaindian Air Hangat Miliknya.


''Sial, Seharusnya Aku Menyisakan beberapa pelayan untuk melayani ku,'' Gumamnya Yang sekarang Sudah Masuk Ke dalam Kolam Yang Di hamburi Banyaknya Kelompak mawar merah.


20 Menit Kemudian.......


Lily Yang sudah Selesai Dengan Acara Ritual Mandinya Pun, Bergegas Memakai Pakaiannya Yang Sudah Di Letakkan Pelayan,


Waktu Ia mandi.


Setelah Selesai Mamakai Pakaiannya, Lily Pun Pergi Menuju Aula Utama, di Mana Pesta Di Adakan.


Saat Di Jalan, Lily Bertemu dengan Bella Yang Sedang Bicara Dengan Seorang Gadis Seumuran dengannya.


"Hai Queen," Sapa Bella.


"Kenapa," Sahut ku.


Aku Pun Berjalan Menuju Bella Dengan Gaya Anggun.


"Perkenalkan ini Dewi Bunga," Ucap Bella Memperkenalkan Gadis di sampingnya.


"Hallo, Aku Ayuna florum, Kau Bisa Memanggil Ku Yuna," Ucapnya Menjabat Tangan Ku.


"Kimberly De Hezel, Panggil Saja Lily," Ucap Ku dengan Datar, Sambil Menjabat Tangannya.


"Kau Tidak Pernah Memberi Tahukan Nama Asli Mu Kepada Ku, Kau Memberi tahu ku nama palsu mu," Tukas Bella Menyilang kan Tangannya di Dada.


"Kau tidak Pernah Bertanya," Sela Ku, Sedangkan Yuna Hanya Terkekeh Mendengar Pertengkaran Kami.


"Ngomong Ngomong, Kenapa Gaun Yang di Pakai Kita Sama?" Tanya Yuna Bingung .


"Tentu Saja Aku Yang Melakukannya," Jawab Bella Dengan Nada Imut.


"Ayo Kita Pergi" Ucapnya Menyeret Ku dan Yuna.


Kami Juga Memiliki Bakat Spesial Sebagai Dewi, Yuna Dapat Mengendalikan Bunga, Bella Dapat Berbicara Dengan Hewan dan juga dapat Mengubah Tubuhnya Menjadi Bagian Dari Hewan, Dan Aku Dapat Menumbuhkan Tumbuhan Apa Saja Dari Tangan Ku, Aku Juga Dapat Berbicara Dengan Hewan, Tapi Tidak Sepintar Bella.


Setiap Dewa Dan Dewi Memiliki Tanda Di Antara Alisnya, Sesuai Dengan Tugas Yang Mereka Kerjakan. Aku Memiliki Tanda Bunga Krisan Yang Menandakan aku adalah Ratu Para Alam, Dan Aku Di Juluki Sebagai Queen of Nature. Bella Memiliki tanda Rubah Putih Berekor Sembilan, Dengan Julukan Queen of Beasts.


Yuna Denagan Tanda Bunga Mawar Merah Di Keningnya, Dan Mendapat Julukan Queen of flowers.


Kami Masuk Ke dalam Aula Dengan anggun, Semua Orang Menatap Ke arah kami.


"Itu Para Dewi Cilik,"


"Apa!! mereka sudah menjadi Dewi di umur Yang masih muda,"


"Mereka cantik,"


"Aku harus berteman dangan mereka,"


"Cantikan aku,"


Bisik Bisik Semua orang Yang aku acuhkan.


'Baru Bella, Sekarang ada Yuna Juga, Tingkahnya Sama sama konyol, Aku harus Segera Pulang Setelah ini' Batin Ku bergidik Ngeri.


Kami Duduk Di Kursi Yang sudah Di siapkan, Aku Hanya Menikmati Secangkir teh, Sedangkan Bella dan Yuna Sedang Berbincang bincang Di Kerumunan.


Tepuk Tangan Mengelar


Setelah Pengantin Sudah Mengucapkan Janji Suci, Aku Pun Langsung Pergi Tanpa Pamit Kepada Bella Dan Yuna Yang Sedang Asik Berdansa


Lily


.



Bella



Yuna



Dewi Awan (amare)



Dewa Hujan (Pluviam)



Tbc