The Emperor's Father Was Selfish

The Emperor's Father Was Selfish
bab 5



Sudah Empat tahun sejak kejadian itu terjadi dan kini usia ku sudah berumur Lima tahun,


aku tidak pernah mengadakan pesta ulang tahun lagi karna tidak ingin kejadian itu terjadi lagi.


Sekarang aku tidak punya teman lagi di istana karna Hemillton sudah masuk ke Academy,


ya walaupun kakak kakak ku yang lainnya sudah Pulang dari Academy tapi aku tidak mau bermain dengan mereka.


Sekarang aku sedang menuju ke taman bunga pribadi milik ku yang aku minta saat umurku menginjak tiga tahun, aku ke sana untuk mengisi waktu luang sambil membaca buku.


aku sudah berlatih sihir diam diam selama ini


untuk meningkatkan kekuatan ku, karna jika aku pergi dari istana ini aku akan sendiri dan tidak ada Yeng melindungi ku, jadi aku bertujuan berlatih sihir agar dapat menjadi bekal perjalanan ku.


"hahahaha" suara tawa yang ku rasa familiar di telinga ku, aku mengendap ngendap untuk melihat siapa yang sedang bermain di taman milik orang.


saat ku lihat siapa ternyata.


deg deg 'i-itu itu Piscalia Amoba sih pemeran utama yang membuat kasih sayang ayah ku terbagi dengannya bahkan lebih, padahal dia hanyalah anak sepupu ayah ku, tapi mengapa ayah sangat menyukai anak itu, bahkan sekarang ayah den yang lainnya tersenyum, dan juga Hemillton ada di sini bahkan tidak mengabari aku dulu kalau dia sudah pulang' batin ku


Seharusnya Piscalia datang sewaktu aku berumur satu tahun tapi sekarang ia baru muncul, mungkin karena ada perubahan dalam komik ini' batin ku


Ku langkahkan kaki ku melewati meraka bahkan tidak memberi salam


"Lily" panggilin Hemillton tapi tidak aku balas


"Kimberly De Carolline apa kau tidak mendengar ucapan kakak mu ini" sekarang suara Hemillton sudah mulai meninggi


"bahkan kau tidak punya sopan santun" ucap nya lagi


"Siapa yang kau panggil Lily, aku bukan Lily" ucap ku tanpa menoleh


"dan kau mengatai aku tidak punya sopan santun? ya, aku memang tidak punya sopan santun bahkan anak yang seharusnya anak seusia ku sudah mulai belajar tata Krama tapi tidak dengan ku, jadi jangan pernah tanyakan hal ini pada ku" ucap ku yang sekarang sudah menoleh dengan tatapan kebencian


"bukannya kalian yang tidak memiliki sopan santun sembarangan memasuki taman orang lain" ucap ku mengeluarkan sedikit aura ku,


"Lily apa yang kau lakukan, kau menyakiti Lia"


bentak Aidin orang yang paling aku sayang di dunia komik ini, tapi malah membentak ku demi si Lotus putih.


"Cihh dasar lemah, padahal lebih tua dari pada aku tapi, ternyata sangat lemah, mungkin jika aku pegang sedikit saja udah patah kayak anak bayi" ucap ku ketus


"cukup!!" marah Hanrry


"kami akan pergi dari tempat ini, apa kau puas" ucapnya lagi


"ya" jawab ku singkat


"Aidin bawa adik mu pergi" ucap kaisar


'cihh adik, bahkan dia belum pernah mengucapkan kata lembut seperti itu di depan ku'


Aidin pun pergi membawa Gadis berambut biru tua itu dengan lembut


"lihat saja kalian akan menyesal jika aku pergi dari sini" batin ku


..........


dua bulan kemudian......


esok adalah hari ulang tahun ayah ku dan juga hari kepergian ku dari istana ini,


mungkin cukup lama aku pergi.


Aku sungguh sudah muak melihat kebersamaan Ayah dan kakak ku dengan Piscalia. Minum teh bersama, membaca buku bersama, bermain di taman bunga bersama. sungguh aku sudah sangat muak muak dan muak aku sudah tidak sabar untuk pergi dari tempat terkutuk ini.


Tbc