
Keesokkan harinya Lily Sedang melihat barang barang yang akan ia bawa untuk pergi.
tentu saja yang paling banyak adalah harta.
Lily mengikatkan barang barangnya di dalam
kain dan ia gantung di pundaknya, ia juga akan mampir ke acara ulang tahun ayah tercintanya, tentu saja memakai sihir ilusi agar barang barang yang dia bawa tidak terlihat (mungkin dia malu takut di kirain pengemis)
Lily memakai Baju putih polos, pita putih, sepatu putih, kalung dengan berlian putih, dan jangan lupa gelang kaki kerincing agar menambah aura mistis saat dia berjalan(lagi scen horor).
Karna merasa Sudah siap, Lily pun berjalan ke aula. di biusnya penjaga yang ada di depan pintu, agar tidak menggangu Rancana nya.
di bukannya pintu dengan perlahan, semua orang menoleh kearah pintu karena tidak ada pengumuman kedatangan orang dan juga orang yang datang ini sungguh tidak sopan, datang terlambat.
"kring kring kring (anggap aja suara kerincing ya bukan lonceng sepeda) angin berhembus dan terdengarlah suara melodi sedih, Lily meminta para bunga ajaib untuk menyayikan lagu sedih saat ia masuk, tentu saja tidak ada yang tau.
Lily memasuki aula dengan pelan, semu mata tertuju padanya termasuk keluarganya.
"Lily kenapa kau berpakaian seakan akan hari perpisahan" ujar Orion yang jarang berbicara.
Lily hanya diam dan terus maju sampai di depan tangga ia melihat Piscalia yang duduk di bangku miliknya.
"Karena ini hari pepisahan" ucap Lily tanpa penjelasan
"apa maksud mu berbicara begitu di hari ulang tahun ayahanda" kini Alex yang menjawab.
Lily hanya terus tersenyum dan perlahan (perlahan ya) mulai menjadi butiran debu yang berwarna warna.
terdengarlah suara Lily yang mendengung di ruangan hening itu.
"karna aku akan pergi dan entah kapan kembali, Selamat tinggal." ucap Lily tapi masih ada sedikit tubuhnya yang belum hilang
Hemillton berlari dan memeluk Lily dengan erat dan berkata "jangan tinggalkan aku, aku mohon, kau ingin kemana, biar kita bersama sama" ucap Hemillton dan tubuhku hilang sepenuhnya tapi tidak dengan suara ku
"untuk apa aku di sini, bukan kah kalian sudah punya pengganti..... kau bicara apa Lily(Aidin).
Apa maksud mu? (Piscalia).
Kau tidak mengerti juga ya, hmmmm. pertama, kau duduk di kursi anak kaisar padahal kau bukan anaknya, kedua, kau sama saja menghina diri ku dengan duduk di sana, kau pikir aku sudah tiada haahhh!!! kalau saja aku bisa membunuh mu, aku mungkin sudah membunuh mu tapi sayangnya kau terlalu polos dan lugu jadi aku bisa memahaminya, dan ketiga, kau sudah merebut keluarga ku bahkan, kau sudah merebut kasih sayang yang seharusnya di berikan ke pada ku, kau sama saja ******* seperti ibu mu, yang menggoda Marqueez (kalo nggak salah nama nya)
demi mendapatkan harta, bukan kah, sangat tidak tau malu Seorang pelayan naik ke kasur tuanya, dasar hina, anak haram" ucap ku dan suara ku hilang hanya terdengar suara keeincingan yang terus mengisi hening.
Semua orang berbisik bisik
"tuan putri benar, dia seharusnya tidak duduk di kursi tuan putri" *ucap orang
"iya kau benar ibu dan anak sama sama hina"
ucap orang lain
"kau benar, kau Baner" masih banyak lagi Cemoohan yang keluar dari mulut para bangsawan dan sudah menyebar luas.
Kiasar yang sudah tidak tahan lagi pun menghentikan pestanya.
Aidin, Orion, Alex dan kalian yang lainnya Cari Lily Samapi ketemu, atau ust poster siapa yang menemukannya akan mendapat hadiah dari kaisar" ucap kaisar
"baik ayah" ucap mereka serempak
Sedangkan Piscalia Sedang di tarik paksa oleh Marqueez.
"apa kau tidak tau kekejaman Putri Kimberly" ucap Marqueez yang bernama hifen
"maaf"
"kau sudah membuat malu keluarga kita aku sebagai ayah kecewa terhadap mu" ucap hifen dan pergi meninggalkan Piscalia sendirian
'maaf tuan putri saya tidak tau kalau hal ini akan menjadi bencana' batin Piscalia*