The Emperor's Father Was Selfish

The Emperor's Father Was Selfish
bab 21



Author POV


Lily Sekarang Sedang Menuju Ke Kekaisaran Bintang.


Ohh Ya, Gini Ya, Aku Ceritain. Kekaisaran Bintang Memiliki 8 Istana.


-Istana Caesar ~ Kaisar


-Istana Imperatrix ~ Ratu


-Istana Primo ~ Pangeran Pertama


-Istana Secundi ~ Pangeran Kedua


-Istana Tertium ~ Pangeran Ketiga


-Istana Quartum ~ Pangeran Keempat


-Istana Quintus ~ Pangeran Kelima


-Istana Mortuus ~ Tuan Putri.


Saat Sampai Di Depan Gerbang Kerajaan, Aku Di Hadang Oleh Para Penjaga.


"Tunjukkan Identitas anda dulu tuan," Ucapnya Menghentikan Kuda Ku.


Aku Hanya Menatap Malas Dan, Syuuutttt, Angin Berhembus Dan Aku Sudah Hilang Dari Depan Penjaga Itu.


Aku Sengaja Menggunakan Sihir teleportasi untuk Menghemat Waktu.


Saat Sampai, Aku Sudah Berada Di Dalam Kamar Papa Ku.


Bisa Ku Lihat Papa Ku Yang Selama Ini Sudah Lama Tidak Berjumpa Dengan Ku Terbaring Di Atas Kasur Berlapis Emas Miliknya.


"Papa.." Lirih Ku.


Pria Yang Terbilang Masih Muda Dan Tampan Itu Pun Terbangun Mendengar Suara Ku.


"Siapa Kau," Ucapnya Serak, Khas Orang Baru Bangun Tidur.


Aku Yang Terkejut Mendengar Suara Papa Ku Itu Pun, Tidak Dapat Menghindar Serangan Yang Ia Lakukan Saat Aku Lengah.


"Aku Tanya lagi, Siapa Kau," Tanyanya Lagi Menatap Ku Tajam Sambil Mencengkram Kedua Bahu Ku.


Yaa, Dia Tidak Akan Tahu Aku Itu Siapa, Karena Aku memakai Jubah Untuk Menutupi Muka Dan Tubuh Ku.


"Apa Kau Tidak Mengenali Putri Mu Satu Satunya, Raja," Ucap Ku Melepas Jubah Yang Aku Kenakan, Alhasil Membuatnya Membulatkan mata.


"Kau....," Ucapnya Melepas Cengkraman tangannya dan Menjauh Dari Ku.


Yaa. Walaupun Penampilan Ku Sudah Berubah, Tetapi Tetap Saja Ia Mengenali Ku, Apa Lagi Bola Mata Yang Ku Punya, Sangat Menyerupai Matanya.


Sekarang Aku Sudah Bertekad Untuk Merebut Papa Ku Kembali Ke Pelukan Piscalia Ke Pelukan Ku.


"Papa.." Lirih Ku, Tapi Ia Tidak Menjawab Ucapan Ku, Malah Memalingkan Wajahnya dari Arah ku.


"Aku..... Akan Kembali Ke Istana Ku," Ucap Ku Membuat Portal Sihir Dan Masuk Ke Dalamnya.


Aku Sudah Sampai di Istana Mortuus, Para Pelayan Yeng Sedang Bersih Bersih Pun Kaget Dengan Kedatangan Ku, Dan Berteriak.


"Pergi Dari Istana Ku Sekarang," Ketus ku.


Para Pelayan Pun Berbirit Birit Pergi, Walaupun Mereka Senang Dengan Kedatangan Ku, Tetap Saja Mereka Masih Takut Dengan Energi Kebencian Yang Aku Keluarkan.


Aku Tersenyum Licik Saat Melihat Keadaan Yang Sudah Sunyi.


"Saatnya Merenovasi Istana Baru," Ucap Ku Tersenyum Kecil.


Aku Sudah Memikirkan Untuk Merubah Istana Ku Menjadi Di Penuhi Tanaman Beracun Dan Tanama Berbahaya Serta Hewan Hewan Yang Memiliki Racun.


Mulai Dari Bunga Ranunculus



Pohon Bunga Wisteria



Bunga Foxgelove



Taman Bunga Azalea



Bunga Antumn Crocus Sebagai Pijakan Kaki



Dan Juga Ada Beberapa Hewan beracun, Seperti Kalajengking Salju, Bahkan Tanaman Pemakan Manusia Juga Di Tanam Olehnya.


Lily Menanam Semua Bunga Itu Dengan Menggunakan Kekuatan Sihir Tumbuhan nya, Karena Jika Ia Menanamnya Tanpa Sihir, Bunga Bunga Itu Akan Lama Untuk Tumbuh Besar.


"Hufttt, Selesai Juga," Ucap ku Menyeka Keringat di Dahi Ku.


"Aku Menggunakan 30% Kekuatan Ku Untuk Mengubah Semua Bagian Dari Istana Mortuus, Itu Memang Sedikit, Tapi Sangat Melelahkan.


aku kan jarang Menggunakan Sihir, Jadi Rasanya Menguras Banyak Sekali Tenaga," Ucap Ku duduk Di Tanah Yang Sudah Di Tumbuhi Bunga Antumn Crocus.


"Putri Apa Yang Terjadi Dengan Istana Mu," Suara Wanita Yang Membuat Ku Menoleh.


"Mona" Ucap Ku Dan Berdiri.


"Dari Mana Saja Anda Selama Ini Putri, Semua Orang Sangat Khawatir Dengan Anda," Ucap Mona Dengan Raut Wajah Sedih Bercampur Senang.


"Untuk Apa Aku di Sini Mona, Papa Tidak Menyukai Ku. Bahkan Sikapnya Terlalu Kaku Terhadap Ku, Tidak Seperti Orang Tua Dan Anak Pada Umumnya. Papa lebih Menyukai Piscalia, Bahkan Saudara Ku Saja Lebih Menyukai Piscalia Di Bandingkan Aku," Lirih Ku Sedikit Menunduk.


"Apa Yang Anda Katakan Putri, Yang Mulia Dan Yang Mulia Pangeran Sangat Menyukai Anda. Hanya Saja Mereka Tidak Dapat Memperlihatkannya Secara Langsung, Anda Sudah Bersikap Dewasa Di Umur Anda Yang Seharusnya Masih Terbilang Anak Anak, Dan Hal Itu Yang Membuat Keluarga Anda Berfikir Bahwa, Menyukai Nona Piscalia Bukan Masalah Buat Anda. Dan Mungkin Mereka Berfikir Bahwa Anda Tidak Perlu Di Perlakuan Manja Seperti Tuan Putri Lainnya.


Makanya Mereka Selalu Bersikap Formal Dengan Anda, Karna Sifat Anda Yang Tegas Dan Tidak Suka Bermain Main," Ujar Mona Memeluk Ku.


"Aku Tahu Mona, Tapi..... Tetap Saja" Lirih Ku Dengan Suara Kecil.


Tbc