The Emperor's Father Was Selfish

The Emperor's Father Was Selfish
bab 22



"Aku Tahu Mona, Tapi..... Tetap Saja" Lirih Ku Dengan Suara Kecil.


______________________


Malam Hari Pun Tiba....


Kabar Tentang Kepulangan Ku Pun Sudah Menyebar Di Seluruh Daerah Negri Bintang, Bahkan Sudah Sampai Ke Telinga Raja Dari Negri Lainnya.


Bahkan Kakak Kakak Ku Sudah Tahu Mengenai Hal Ini, Tapi Mereka Hanya Memberikan Surat Yang Berisi "Kamu Pulang Juga" Mereka Tidak Menemui Ku Atau Mengucapkan Kata Selamat Datang Kembali,


Boro Boro, Mereka Menanyakan Kabar Ku Saja Tidak.


"Putri Apa Anda Ingin Makan Di Meja Makan Atau Di Kamar Anda Sendiri" Tanya Mona.


"Aku Ingin Makan Di Meja Makan," Jawab Ku Singkat.


"Baiklah Putri, Saya Akan Menyiapkan Air Untuk Anda Berendam Dulu" Ucapnya Lagi Dan Meninggalkan Ku.


___________


"Tuan Putri Kimberly De Carolline Memasuki Ruangan," Teriak Kasim Yang Menatap Ku Dengan Takut.


Aku Pun Memasuki Ruang Makan.


'Apa!!, Piscalia Juga Ada Di Sini, Ternyata Selama Aku Pergi Ia Sudah Mengambil Banyak Perhatian Keluarga Ku,' Batin Ku Tersenyum Sinis.


"Hormat Hamba Pada Yang Mulia Raja Dan Pangeran," Ucap Ku Membungkukkan Badan.


Tidak Ada Balasan, Aku Pun Langsung Duduk


Di Kursi Yang Paling Jauh Dengan Mereka.


"Kenapa Kau Duduk Jauh Sekali," Ucap Alex Menatap Ku Tak Suka.


"Tidak Ada, Hanya Tidak Ingin Mengganggu Reuni Keluarga," Ucap Ku.


"Sudahlah Alex. Lily, Apa Kau Baik Baik Saja, Kemana Saja Kau," Sela Aidin.


"Seharusnya Aku Yang Bertanya Pada Mu Pangeran, Apa Kau Baik Baik Saja Setelah Pertunangan Mu Di Batalkan," Ucap Ku Menatapnya Dengan Ekspresi Kasihan.


"Kau!!...."


"Sudahlah Kak Aidin, Itu Kan Sudah Berlalu," Potong Piscalia.


"Ya, Kau Benar Adik" Ucap Balas Aidin Dengan tatapan Melembut.


'Sebegitu Sayang Kah' Batin Ku.


"Papa" Panggil Ku.


"Hmmm" Balasnya.


"Aku Ingin Memgadakan Pesta Minum Teh Besok," Minta Ku, Ya Aku Memang Ingin Mengadakan Pesta Minum Teh.


"Lakukan Semua Yang Kau Mau," Ucap Papa Ku.


"Kalau Begitu, Ajaklah Piscalia," Celetuk Hemillton.


"Kalau Mau Datang, Datang Saja," Ucap Ku Memaksakan Ekspresi Tersenyum.


Piscalia Yang Mendengar Itu Pun Langsung Berbinar Binar.


'Jantung Ku Sakit' Batin Ku Memegang Dada Ku.


"Ada Apa Lily," Tanya Aidin.


"Tidak Apa, Hahaha," Ucap Ku Pura Pura Tertawa.


'Jantung Ku Bertambah Sakit, Bagaikan Di Terkam Beribu Ribu Pedang'


"Ahhhhh!!.." Teriak Ku Sambil Mencengkram Baju Ku.


"uhuk uhuk uhuk" Batuk Ku.


'Darah' Batin Ku.


Hidung Dan Mulut Ku Mengeluarkan Darah Segar Yang Membuat Ku Kehilangan Kesadaran.


Dapat Ku Dengar Suara Yang Terus Memanggil Manggil Ku.


"Lily Bangun" Ucap Aidin Menggoyang Goyangkan tubuh Lily,


"Sebaiknya Kita Bawa Lily Ke Kamarnya Dulu"


Saran Orion.


"Lia, Kau Pulang Lah Dulu"


Kimberly Pun Di Bawa Ke Kamarnya Dengan Di Gendong Oleh Orion.


"Apa Apaan Istana Ini, Kenapa Banyak sekali Bunga Bunga Beracun" Protes Alex


"Sudahlah Sebaiknya Kita Menggunakan Sihir teleportasi Saja"


_____________


"Pelayan Pelayan!!!" Teriak Raja Hanrry Murka.


"Ya Yang Mulia" Sahut Pelayan.


"Cepat Panggilkan Tabib"


"Baik Yang Mulia"


Tabib Pun Datang.


"Cepat Kau Periksa Putri Ku" Perintah Raja Hanrry.


Tabib Itu Pun Langsung Memeriksa Lily Tapi Ia Tidak Tau Penyakit Apa Yang Menimpa Lily.


"Maaf Yang Mulia, Hamba Tidak Tahu Menahu Tentang Penyakit Tuan Putri" Ucapnya Bersujud.


"Tidak Berguna, Pengawal Pegal Kepala Tabib Ini Serta Keluarganya,"


"Ampuni Hamba Yang Mulia".


Banyak Sekali Tabib Yang Memeriksa Lily, Tapi Tidak Ada Yang Tahu Tentang Penyakit Yang Lily Alami.


"Yang Mulia, Ada Seseorang Kakek Yang Tahu Tentang Penyakit Yang Putri Alami," Ucap Pelayan.


"Tunggu Apa Lagi, Cepat Suruh Ia Masuk,"


Suruh Raja Hanrry.


Dan Datanglah Seorang Kakek Tua Untuk Memeriksa Lily.


"Apa Penyakit Putri Ku," Tanya Raja Hanrry Dengan Raut Wajah Khawatir.


"Yang Mulia, Ini Bukanlah Penyakit, Tap.."


"Tapi Apa" Potong Hemillton.


"Yang, Yang Mulia Putri Alami, Bukanlah Penyakit Ataupun Racun, Tetapi Ini Adalah Hukuman Yang Di Terima Seseorang Yang Menyegel Hatinya," Jelas Kakek Itu.


"Apa Maksud Mu, Jelaskan Dengan Benar" Ucap Raja Hanrry


"Tuan Putri Lily Menyegel Hatinya, Biasanya Orang Yang Menyegel Hatinya Di Karenakan Kesepian Ataupun Ingin Hidup Tanpa Nafsu.


Dan Jika Orang Yang Menyegel Hatinya Memaksakan Dirinya Untuk Mempunyai Emosi, Maka Inilah Penyebabnya,"


"Apa Kau Bisa Membuka Segel Hatinya," Tanya Aidin. Sedangkan Raja Hanrry Hanya Menatap Sendu Lily.


Kakek Itu Pun Menggeleng Dan Berkata


"Maaf Yang Mulia, Yang Bisa Membuka Segel Ini Hanyalah Tuan Putri Sendiri Atau Penyihir


Yang Sudah Level Tinggi" Ucap Kakek Itu.


"Kalau Begitu, Kita Suruh Lily Saja Untuk Membuka Segel nya," Celetuk Hemillton.


"Itu, Tidak Akan Bisa Pengeran, Karena Orang Yang Sudah Menyegel Hatinya Tidak Akan Pernah Memiliki Nafsu, Begitu Pun Tuan Putri. Tuan Putri Tidak Akan Pernah Memiliki Keinginan Untuk Membuka Segel Hatinya.


Satu Satunya Jalan ialah Meminta Penyihir Untuk Membukanya. Tapi Sayangnya Penyihir


Susah Untuk Di Temukan Karna Mereka Suka Bersembunyi, Atau Pun Menyamar Menjadi Kultivator." Jelas Kakek Itu.


Tbc