The Cruel Life Of The Callysta

The Cruel Life Of The Callysta
Pelampiasan



Selamat membaca🔥


Dalam perjalanan Calysta merasa tidak tenang seperti ada sesuatu yang menunggu nya. Ia segera mempercepat langkah nya ke arah kamar. Ketika pintu di buka seketika Calysta mematung melihat kamar nya berantakan. Kasur yang sudah tak di tempat nya, buku dan alat-alat tulis.maupun lukis nya berserakan di lantai bahkan ada yang patah dan sobek, lemari terbuka dan semua baju Calysta berserakan, serta buku-buku di rak pun sebagian besar ada di lantai.


Dan tokoh utama kejadian itu dengan santai nya duduk di kursi menunggu Calysta dengan wajah yang geram. Meraka adalah mommy nya Olivia dan Myeisha kembaran nya.


Calysta melangkah masuk dengan perasaan was-was, seketika ia melihat keadaan kamar nya yang seperti kapal pecah oleh dua orang di hadapan nya. Pandangan nya terhenti pada rak buku nya, Calysta diam-diam bernafas lega karena mereka tidak menyadari letak kunci nya.


"Mommy, Myeisha kenapa kalian merusak kamar Calysta?"


"Heh. Itu pelajaran untuk mu karena sikap mu tadi di ruang makan!" Ucap Myeisha dengan nada mengejek nya.


"Tapi Calysta kan tidak melakukan kesalahan tadi."


"KAMU ITU JANGAN GAK TAU DIRI YA?. TERUS NGAPAIN KAMU CAPER KE DADDY DAN KEK KENZO HAH?!" Myeisha mulai geram.


"Sayang jangan marah-marah dong nanti cantik nya ilang. Dia biar mommy yang urus." Ucap Olivia menenangkan Myeisha. "Dan kamu, saya kan sudah bilang kamu jangan macam-macam di rumah saya!"


"Tapi tadi daddy dan kak Kenzo tanyain Calysta jadi Calysta jawab. Memang nya itu salah?" Calysta membela diri.


"Jelas salah! Kamu diam pun salah. Jadi kamu gak usah cuci otak keluarga saya, paham kamu?!"


"Tapi..."


"PLAK"


Olivia menampar pipi Calysta. "Kamu gak usah banyak omong yah. Jijik saya dengar suara mu itu!" Di samping Myeisha tersenyum sinis dan melihat ada tongkat kasti koleksi Calysta di lantai. Ia pun langsung mengambil nya.


"Mommy biar lebih seru pakai ini buat kasi pelajaran nih cewek centil." Dengan senang hati Olivia pun mengambil tongkat itu.


Calysta yang melihat itu seketika gemetar, ia pun mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. Calysta refleks mundur ketika melihat Olivia berjalan mendekat dengan tongkat di tangan nya, namun sia-sia karena langkah kakinya kalah besar dengan Olivia.


Dengan tidak berperasaan Olivia segera mengayunkan tongkat itu dan mendarat di tubuh Calysta dengan keras. Ia berulang kali memukul Calysta dengan ekspresi wajah yang bahagia, hingga Calysta tersungkur ke lantai karena tak bisa menahan rasa sakit.


Sebenarnya Olivia saat ini sangat geram sekali dengan sikap Calysta di ruang makan tadi, di tambah lagi ada telepon dari butik bahwa terjadi beberapa masalah di sana hingga membuat nya semakin emosi. Ia pun melampiaskan emosi nya dengan menghukum Calysta dengan keras sampai ia puas.


Mata nya yang semula di pejamkan perlahan terbuka dan melihat Myeisha yang tertawa bahagia di depan nya, tentu saja dengan pandangan mengejek Myeisha menatap Calysta yang sangat menyedihkan itu. "ckckck... sungguh menyedihkan hidup mu. HAHAHA"


Sementara itu Olivia yang sudah puas melampiaskan kemarahannya pada Calysta, ia melemparkan tongkat itu ke tubuh nya dan segera mengajak Myeisha keluar karena mereka akan pergi ke butik menyelesaikan masalah di sana sebelum pergi berlibur esok hari nya.


Mereka melewati Calysta yang masih setia pada posisi nya dengan senyum sinis, tak lupa Myeisha menendang Calysta sebagai akhir permainan hari ini. Lalu melangkah keluar kamar dengan arogan karena ia menang lagi dari Calysta.


Setelah mendengar langkah kaki yang menjauh Calysta akhir nya bangun dengan menahan sakit di sekujur tubuh nya. Ini bahkan lebih sakit dari yang lalu, Calysta hanya tersenyum miris namun tak menyalahkan mommy dan Myeisha. Bagaimanapun mereka adalah keluarga nya jadi Calysta tidak bisa membenci mereka.


Calysta berjalan pelan menuju kamar mandi dan berendam dengan air hangat untuk merilekskan tubuh nya.


Argh!!


Calysta berteriak kesakitan ketika tubuh nya yang lebam bersentuhan dengan air hangat. Tapi ia menahan nya dan perlahan tubuh nya mulai terbiasa dengan suhu air.


15 menit kemudian Calysta menyudahi kegiatan nya dan segera berpakaian. Calysta sudah merasa baikan setelah berendam, kemudian kembali membersihkan dan merapikan kembali kamar nya yang sudah di rusak oleh dua orang tadi.


Setelah semua nya rapih, Calysta segera tidur karena badan nya mulai pegal. (Ia tertidur pulas bahkan setelah mengalami kejadian itu, sungguh kasihan😟!)


......................


Tak terasa sudah jam 8 malam, Calysta terbangun karena merasa lapar. Kemudian ia segera masuk ke ruangan rahasia untuk makan dan memilah barang-barang yang ingin ia pindahkan ke mansion baru nya esok.


Calysta yang tengah sibuk memilah mendengar suara bi Nana memanggil nya, segera Calysta keluar menemui bibi dengan semangat.


"Bi Nana!" Ucap nya bersemangat ketika keluar dari ruangan.


"Non Calysta kok gak turun tadi, tuan nyariin loh."


"Tadi Calysta main di dalam terus ketiduran deh". Jawab Calysta dengan cengiran khas nya, dalam hati berdoa agar bi Nana tidak curiga.


"Kamu ini kebiasaan kalau udah main suka lupa waktu." Bi Nana memarahi dengan lembut.


"Apa yang peeeennnnting itu? coba katakan." Bi Nana mengikuti bicara Calysta.


"Itu bi... Besok daddy, mommy, Kak Kenzo dan Myeisha kan mau pergi ke luar negeri satu minggu. Nah kan Calysta gak ikut nih..."


"Kok Calysta gak ikut, pasti di larang sama nyonya dan Myeisha kan?" Belum selesai bicara bi Nana pun memotong perkataan Calysta.


"Iihh bibi, dengerin dulu Calysta sampai selesai ngomong dong."


"Iya iya maafin bibi, jangan cemberut dong sayang. Ayok di lanjutkan."


"Oke gini, Calysta gak ikut karena keinginan sendiri yaa walaupun mommy dan Myeisha juga gak mau sih Calysta ikut. Calysta main kemarin terus menang dan pemenang nya dapat Mension di kota x, jadi karena itu Calysta mau mereka pergi supaya gak ketahuan nanti pindahin barang-barang ke sana. Gitu bibi." Jelas Calysta.


"Oh gitu... terus barang apa yang mau di pindahin, dan non Calysta butuh bibi buat apa?"


"Calysta mau bibi temenin buat liat mansion itu sekalian pilih orang terpercaya yang mau urus sampai Calysta besar. Terus nanti Pak Dan bantu pindahin sebagian barang-barang di ruang rahasia yang sudah Calysta pilih tadi dan juga kendaraan Calysta ke mansion. Bibi mau bantuin Calysta gak?"


"Pasti dong bibi bantuin masa nggak sih. Oiya bibi ada kenalan yang bisa jagain mansion itu nanti pokok nya aman terpercaya deh. Terus nanti bibi bilangin pak Dan buat ikut bantuin. Ada lagi yang perlu non?"


Calysta berpikir sejenak, "Oiya besok bibi temenin Calysta pergi belanja peralatan untuk di mansion, tenang aja uang nya pake uang pribadi Calysta jadi daddy dan grandpa gak akan tahu."


"Iya besok bibi temenin dari awal sampai akhir pokok nya."


"Yeay makasih bibi, Calysta sayang bibi." Ucap Calysta sambil memeluk bi Nana. Sedangkan bi Nana terharu dengan sikap Calysta dan membelai lembut rambut anak kesayangan nya itu.


"Yasudah kamu tidur, besok nanti pasti capek jadi harus banyak istirahat."


"Gak mau. Calysta belum ngantuk mau lanjut rapihkan barang dan main, hehe."


"Aish kamu ini. Yasudah bibi mau ke bawah dulu kamu jangan tidur larut lagi yah."


"Siap bi!" Ucap Calysta sambil hormat pada bibi. Bi Nana hanya bisa tersenyum dan kemudian meninggalkan Calysta sendiri.


Setelah itu Calysta bergegas ke ruangan rahasia melanjutkan kegiatan nya yang tadi tertunda. Calysta selesai pada jam 11 malam, kemudian bersiap tidur. Ia tidak sabar menunggu hari esok di mana ia akan bebas bergerak. Calysta pun tidur dengan senyuman di wajah ayu nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mohon dukungannya🔥


**Terima kasih sudah membaca🙏💕


SALAM PERTEMANAN😊**