
Selamat membaca 🔥
Satu minggu sudah Calysta bersekolah di "Kindergarten Skylight". Kini Calysta sudah terbiasa dengan lingkungan sekolah nya juga pelajaran yang diberikan walaupun itu sangat mudah bagi Calysta. Tak lupa pula dengan Isabel dan kawan-kawan nya yang selalu mencari gara-gara dengan Calysta, namun selalu dilindungi oleh Brian, Angel, dan Damian.
Yah... Damian meskipun seorang jenius, sifat nya yang cuek luar biasa pada teman-teman yang lain, tetapi tidak dengan Calysta meskipun hanya bicara singkat saja. Mereka berempat selalu bersama dan akan membela Calysta jika Isabel kembali berulah.
Kejeniusan Calysta dan Damian di ketahui oleh pihak sekolah dan kepala sekolah ingin agar bisa mewakili sekolah dalam perlombaan antar sekolah yang akan di selenggarakan satu bulan kemudian. Lombanya antara lain, lomba puisi, lomba kuis matematika, lomba cerita berbahasa Inggris, Jepang, China, dan Perancis, lomba instrumen piano, dan puncak nya adalah lomba fashion show couple.
Kemarin kepala sekolah memanggil Damian dan Calysta ke ruangan nya. Setelah mereka tiba, Ani menyerahkan sebuah amplop dan...
"Damian, Calysta... Ibu tahu bahwa kalian adalah anak yang jenius maka dari itu, ibu ingin kalian mewakili sekolah mengikuti perlombaan yang akan di adakan satu bulan ke depan."
"Tapi buk, kenapa harus kita kan masih ada teman-teman yang lain yang juga pandai?" Ucap Calysta di angguki oleh Damian yang duduk disebelah nya.
"Ibu sudah mengawasi setiap murid seminggu ini, dan menurut ibu hanya kalian berdua yang mampu. Bagaimanapun ibu tidak akan memaksa jika kalian keberatan, tapi ini demi nama baik sekolah."
Damian dan Calysta terlihat berpikir, sebenarnya mereka tidak ingin melakukan nya. Tetapi biarlah ini juga demi sekolah. Mereka pun bertukar pandangan kemudian Damian mengangguk pada Calysta tentu saja dengan ekspresi datar nya.
"Baiklah Bu, kami setuju untuk ikut dalam perlombaan itu, tetapi kami harus memberitahu keluarga kami dulu." Ucap Calysta.
"Tenang saja, soal itu...." Ani membuka laci meja dan mengambil dua buah amplop lalu menyerahkan nya kepada dua anak di depan nya. "Ini berikan kepada orang tua kalian dan beritahu mereka agar datang besok menemui ibu untuk berbincang. Oke?" Jelas Ani.
Mereka berdua mengangguk dan keluar dari ruangan kepala sekolah dengan amplop di tangan mereka. Sementara Ani sangat senang karena ia yakin sekolah nya akan mendapatkan juara pertama tahun ini. Sebenarnya Ani sudah beberapa kali mengirimkan perwakilan sekolah nya, namun ia hanya mendapatkan juara 3 atau juara harapan saja. Ani sangat ingin mendapatkan juara pertama kali ini dan sekolah mereka tidak akan di anggap remeh karena tidak mampu mengalahkan dua sekolah di atas nya.
Damian dan Calysta kembali ke kelas untuk melanjutkan pembelajaran yang tertunda. Saat masuk berbagai pandangan mengikuti mereka hingga ke tempat duduk. Mereka penasaran dan sangat iri mengetahui bahwa Damian dan Calysta mendapatkan panggilan dari kepala sekolah dan pastinya itu hal yang bagus.
Terlebih lagi dengan Isabel yang sedari tadi mengepalkan tangannya menatap tajam pada Calysta. Ia tidak suka jika Calysta selalu bersama dengan Damian. Yah... Isabel menyukai Damian sejak pertama kali bertemu, dan semua yang diinginkan nya harus ia miliki termasuk Damian. Tetapi setiap kali ia ingin berbincang dengan nya selalu saja tidak di pedulikan dan beralih mencari Calysta. Sikap dingin dan cuek nya membuat Isabel semakin gencar ingin menaklukkan Damian dengan cara apapun.
......................
Di sudut ruangan tempat Calysta dan kawan-kawan tidak fokus pada pelajaran, karena Brian dan Angel yang terus bertanya.
"Kalian di panggil ke ruangan kepala sekolah ada apa?" Tanya Brian.
"Iya iya ayo cerita ada apa sih?" Angel menimpali.
Calysta menghembuskan nafas melihat tingkah teman nya yang sangat kepo. Sedangkan Damian menatap keduanya jengah dan kembali menulis tidak memperdulikan mereka, biarlah Calysta yang menjawab.
"Iya Calysta jawab, tapi kalian jangan berisik yah." Calysta berbisik.
"Oke oke" Jawab mereka dengan cepat.
"Mm.. Jadi kepala sekolah ingin kami mewakili sekolah dalam perlombaan bulan depan."
"Wah... beneran? Aku iri sekali dengan kalian. Tapi selamat yah." Ucap Angel.
"Iya selamat yah, aku dengar perlombaan tahunan itu sangat bergengsi. Banyak sekolah terkenal yang ikut serta, tetapi pemenang nya selalu saja dari sekolah "ArsyDaile Internasional". Dan dengar-dengar kali ini diadakan di sekolah itu loh." Ucap Brian.
"Sayang nya hanya dua orang yang bisa berpartisipasi, padahal aku sangat ingin ikut." Ucap Angel.
"Ternyata kamu tahu banyak yah Brian. Jujur saja aku tidak tahu apapun tentang perlombaan itu. Makasih yah infonya." Ucap Calysta tersenyum.
Percakapan pun berakhir karena bel pulang sekolah berbunyi nyaring. Tak terasa mereka sibuk bercerita tentang perlombaan itu dan melupakan jika mereka masih dalam pelajaran.
Mereka pun berpisah menuju rumah masing-masing. Calysta melihat bi Nana di samping pos satpam dan langsung berlari mendekat.
"Aduh semangat sekali... Ayoklah keburu siang kita."
Lalu mereka menaiki taksi yang sebelumnya sudah di pesan oleh bi Nana menuju stasiun kereta. Tetapi mereka tidak akan memakai kereta hari ini, karena mereka akan di jemput oleh orang di mansion Calysta. Mereka ke stasiun hanya sebagai pengalihan dan agar tidak ketahuan oleh teman-temannya jika ia memakai mobil mewah.
Mereka sampai di mansion dengan selamat, kemudian Calysta bergegas masuk dan mencari paman Kano untuk memulai latihan lanjutan. Sebelum nya Calysta pergi ke kamar nya untuk berganti seragam sekolah dengan pakaian olahraga. Kemudian berlari turun menuju halaman samping yang sudah ada paman Kano yang menunggu nya.
Di sini lah Calysta melakukan berbagai macam gerakan bela diri lanjutan di pantau paman Kano, tak lupa dengan sorakan semangat dari para pelayan lain yang duduk menonton di teras di temani berbagai macam cemilan pendukung.
Tepat siang hari mereka menyelesaikan latihan hari ini. Calysta langsung menuju kamar untuk beristirahat sedangkan bi Nana dan pelayan lain sedang sibuk di dapur membuat makan siang untuk mereka.
Calysta mengganti pakaian dengan t-shirt biru langit dan celana kain yang longgar dengan warna yang sama. Setelah mengambil laptop kemudian duduk di tempat tidur dan mencari informasi mengenai perlombaan bulan depan serta data sekolah yang ikut berpartisipasi, tentu saja dengan meretas nya.
Setelah mengumpulkan informasi yang ia mau Calysta segera menyimpan nya lalu mematikan laptop dan memasukkan ke dalam tas. Kemudian turun ke bawah untuk makan siang bersama.
Ia berencana menetap hingga sore hari karena pasti di mansion daddy hanya ada Olivia dan Myeisha. Calysta tidak ingin bertemu dengan mereka berdua yang hanya akan menyusahkan nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon dukungannya🔥
**Terima kasih sudah membaca🙏💕
SALAM PERTEMANAN😊**