The Cruel Life Of The Callysta

The Cruel Life Of The Callysta
Awal yang Menyedihkan



Selamat membaca...


Rumah sakit Family Care


Di sebuah koridor rumah sakit terdapat sepasang suami istri yang sudah lanjut usia beserta anak laki-laki dan cucu laki-laki nya yang baru berusia 2 tahun. Mereka semua menatap cemas ke sebuah ruangan yang tertutup bertuliskan ruang bersalin.


Ya... Mereka sedang menunggu selesainya proses bersalin anak kedua nya. Dan berdoa agar semua nya berjalan dengan lancar.


"Daddy... Mommy kok lama sih di dalam, emangnya mommy lagi ngapain?"


Kenzo, sang anak laki-laki itu bertanya kepada daddy nya karena penasaran.


"Tunggu ya nak, mommy sebentar lagi keluar kok sama adik Kenzo nanti" Daddy berkata sembari memangku anak nya itu. "Beneran daddy, berarti Kenzo punya adik dong. Yeay!!" Melihat sikap enerjik Kenzo membuat mereka tersenyum bahagia, sekaligus sedikit mengurangi rasa cemas terhadap menantu dan istrinya.


10 menit kemudian ruangan tersebut terbuka menampilkan seorang dokter wanita. Di samping nya ada dua suster yang sedang yang tengah menggendong dua orang bayi yang baru lahir.


Melihat itu sontak membuat mereka yang sedari tadi menunggu sekejap panggung berdiri mendekat.


"Bagaimana dok keadaan istri saya?"


"Selamat bapak, sang ibu berhasil melahirkan anak kembar perempuan. Ketiga sehat semua pak." Sang dokter tersenyum ramah menjelaskan.


Mendengar hal itu ia segera melihat ke arah putri-putri nya dengan bahagia begitu juga yang lainnya.


"Anakku, putri daddy yang cantik. Mom, dad lihat mereka sangat cantik!" Kata Bram dengan wajar gembira dan penuh semangat. "Ia nak! Ya ampun cucuku cantik sekali. Sehat-sehat ya nak..."


" Maaf mengganggu semua nya, tetapi kami harus membawa ke dua bayi ini terlebih dahulu. Jika kalian ingin melihat sang ibu, kalian boleh melihat nya setelah dipindahkan keruangan yang lain." Kata dokter menyudahi kebahagiaan mereka.


"Oh maaf dokter kamu terlalu senang. Oiya menantu saya tolong pindah kan keruangan VVIP ya." Ucap nya sembari menyerahkan si kembar kembali kepada suster. "Baik Pak, akan segera kami persiapkan. Kalau begitu kami permisi."


......................


23.32 Pm


Di ruang VVIP


Seorang wanita tengah terbaring lemah di tempat tidur seusai melahirkan. Mata yang semula tertutup kin terbuka perlahan, berusaha untuk menyesuaikan cahaya terang di sekitar nya. Ia pun mengedipkan mata nya berkali-kali.


Tiba-tiba pintu ruangan mewah itu terbuka menampilkan seorang pria yang dicintainya beserta putra sulung nya. Ia pun menoleh dan tersenyum ketika mengetahui siapa yang datang.


Melihat mommy nya sudah bangun membuat anak laki-laki itu langsung berlari ke arah nya. "Mommy!! mommy sudah bangun. Kenzo rindu sekali." Ucap nya memeluk mommy nya itu.


"Tenang boy, mommy mu baru bangun jangan di ganggu dong..." Bram mendekat dan mencium kening istri nya. "Selamat ya sayang, anak kita kembar perempuan".


Mendengar ucapan suami nya itu, ekspresi yang semula senang dan bahagia kini berubah kecut. " Kembar perempuan Bram?" tanya nya memastikan. "Ia sayang mereka berdua sehat dan cantik seperti kamu. Kata dokter mereka beda 6 menit lahir nya".


......................


mohon dukungannya😊


Setelah menaruh kedua bayi kembar itu suster pun pamit undur diri. Kenzo segera mendekat ke arah box bayi tempat bayi kembar nya yang sedang tertidur. Tak jauh dari mereka pasangan suami istri itu berbincang dengan suara pelan.


" Bram kita kan udah sepakat untuk punya dua anak aja, laki-laki dan perempuan. Terus ini gimana aku gak suka punya anak lebih dari 2 apalagi itu perempuan?!" Olivia merengek pelan pada suami nya itu.


"Ya terus gimana dong sayang, mereka juga anak kandung kita kan. masa kamu tega sih sayang?"


"Kenapa gak kita bawa aja yang bungsu ke panti asuhan, setidak nya dia bisa hidup dengan baik di sana, ya kan?"


Mendengar saran istri tercintanya itu membuat nya ragu dan juga tidak tega dengan anak nya.


"Itu gak mungkin sayang, gimana nanti kalau mama dan papa tahu bisa-bisa aku di coret dari ahli waris? Gini aja kita rawat aja dulu anak-anak nanti ke depan nya baru di rencanain lagi, ya sayang."


"Baiklah aku setuju, tapi aku gak mungkin bisa sayang dan peduli lebih sama si bungsu." Olivia menyerah dengan keinginan nya dan bersedia merawat ke tiga anaknya.


"Iya, si bungsu nanti keperluan nya di urus sama bibi, kamu fokus aja sama mereka berdua, oke sayang?"


Olivia hanya mengangguk mengiyakan dengan ekspresi tak senang. Baginya memiliki 2 anak couple adalah keinginannya sejak dahulu. Ia tak ingin memiliki anak lebih dari itu dan malah membuat nya kerepotan sampai-sampai gak ada waktu untuk merias diri dan membuat nya jelek.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**Terima kasih sudah membaca🙏💕


SALAM PERTEMANAN😊**