
Selamat membaca🔥
1 jam berlalu Calysta menghentikan kegiatannya bermain game. "Seperti nya bibi sudah pulang." Katanya sambil berjalan keluar kamar hendak turun ke bawah mencari bibi.
Diperjalanan Calysta berpapasan dengan beberapa pelayan yang menyapanya, ia pun membalas dengan sopan dan tersenyum.
Sesampainya di dapur ia segera minum karena perjalanan jauh dari kamarnya dan kondisi tubuh nya yang masih nyeri ketika bergerak banyak. Calysta mengedarkan pandangan mencari bi Nana namun tak nampak batang hidungnya.
"Kak Mila liat bibi gak?" Tanya nya pada pelayan yang melewati nya.
"Eehh non Calysta... Kak Nana belum pulang non paling sebentar lagi. Mau di buatin apa biar saya bikinin?"
"Oo gak usah kak, Calysta masih kenyang. Mau jalan-jalan aja bosan di kamar." Kata Calysta menolak.
"Iya non kalau gitu saya permisi, mau lanjut kerja."
Calysta berjalan menuju ruang keluarga, ia menatap sesuatu dengan tatapan yang sulit diartikan. Itu adalah foto keluarga dan beberapa foto lain yang di pajang dan pasti nya tidak ada dirinya disana. Calysta larut dalam lamunan hingga tepukan pelan di bahunya segera menyadarkan nya.
Calysta segera berbalik dan melihat bi Nana yang menatap nya sambil tersenyum, seketika Calysta pun ikut tersenyum.
"Calysta ngapain turun kan masih sakit, mmm?"
"Calysta tungguin bibi dari tadi, karena bosan jadinya turun cari bibi ehh bibinya belum pulang." Jawab nya dengan memayunkan bibir.
Bi Nana tersenyum "Bibi tadi tungguin tuan Kenzo pulang sekolah jadi lama deh, maaf ya non."
"Oiya kak Kenzo nya mana?" Tanya nya sambil melihat sekitar.
"Calysta!!" Hendak menjawab tiba-tiba dari arah lift terdengar suara anak laki-laki yang memanggil Calysta. Ya, itu adalah Kenzo yang sedang berjalan ke arah mereka.
"Non Calysta sama tuan Kenzo dulu yah, bibi mau ke atas bawain barang-barang pesanan non. Tuan Kenzo jagain non Calysta yah bibi tinggal dulu."
"Iya bi tenang aja." Belum sempat Calysta bicara bi Nana sudah melangkahkan kaki nya pergi menjauh. Kini hanya tinggal mereka berdua, Calysta menjadi canggung karena memang dia jarang berbincang dengan keluarganya.
"Kok bengong si dek, kamu belum jawab pertanyaanku." Ucap Kenzo menghentikan lamunannya. "Eh... iya ka Kenzo bilang apa tadi?"
"Tadi kakak bilang kenapa Calysta di sini kok gak istirahat aja di kamar kan kamu lagi sakit?" Kenzo mengulang pertanyaan dengan lembut.
"Oh itu Calysta bosan di kamar terus jadi keluar jalan-jalan, lagian Calysta sudah sembuh kok."
"Baguslah kalau sudah sembuh, nanti kita main sama Myeisha juga." Kata Kenzo dengan antusias.
Tiba-tiba terdengar suara mobil dari luar, "Seperti nya Mommy dan Myeisha sudah pulang, kebetulan sekali jadi kita bisa main sama-sama."
"Mmm... Kak Kenzo, Calysta gak ikut main deh udah capek mau ke kamar aja. Maaf ya kak."
"Tapi..." Perkataan Kenzo terpitis ta'kala melihat Calysta yang segera menjauh dari sana. "Kok Calysta gak mau main sama aku, dia gak suka yah sama aku. Gak pasti dia capek kan lagi sakit. Gak papa deh lagian masih ada lain waktu " Ucap nya meyakinkan diri sendiri.
"Loh Kenzo ko melamun di sini. Ngapain?". Tiba-tiba Myeisha dan Olivia muncul di depannya lalu duduk di samping Kenzo.
"Ish Mommy, Myeisha ngagetin Kenzo tau."
"Lagian ngapain kakak di sini sendiri, tungguin Myeisha yah?" Tanya Myeisha dengan percaya diri.
"Ihh... Ngapain kakak nungguin kamu. Tadi Kenzo sama Calysta di sini tapi tiba-tiba dia sakit jadi langsung ke kamar deh. Padahal kan Kenzo udah lama gak main sama Calysta." Ucap nya dengan murung.
"Sudahlah dia kan lagi sakit jadi gak usah di pikirin, kamu mainnya sama Myeisha atau main game aja. Main sama Calysta nya besok-besok aja kalau sudah sembuh." Ucap Olivia menghibur anak nya itu.
Sementara itu di samping nya Myeisha tersenyum tidak suka ketika mendengar Kenzo membicarakan nya. Ia tak suka jika orang-orang yang ia sayang peduli pada Calysta.
......................
Di dalam kamarnya Calysta tengah merapikan barang-barang yang di belikan bi Nana dan memisahkan barang-barang dan makanan yang akan disimpan di ruangan nya. Walaupun tidak ada yang masuk ke kamarnya selain bibi dan grandpa nya, Calysta tetap berjaga-jaga ketika tiba-tiba mereka masuk ke kamar nya.
Setelah menyimpan semua nya dengan rapi, Calysta segera kembali dan duduk di meja belajar melanjutkan pelajaran nya. Calysta memang sangat rajin jika masalah belajar, sejak ia tahu membaca dan berhitung Calysta tak pernah lepas dari berbagai macam pelajaran.
Ia mengambil buku kumpulan tugas-tugas nya yang baru dan segera mengerjakannya dengan serius sesekali membuka buku pelajaran atau meminta bantuan pada om Google untuk mencari jawaban yang belum ia pelajari.
Di bandingkan dengan Kenzo dan Myeisha yang di manja sejak kecil membuat mereka jarang belajar. Kecuali Kenzo yang memang tak jauh bada dari Calysta yang suka belajar, namun tak sepintar Calysta karena Calysta adalah jenius yang langka. Sedangkan Myeisha tidak suka belajar dari kecil hanya bermain dengan koleksi mainannya yang banyak dan sering ikut jika ada pertemuan penting atau pergi shopping dengan Olivia. Sehingga membuatnya menjadi sombong dan suka pamer semua yang diinginkan harus ada pada saat itu juga.
Calysta yang selesai mengerjakan tugas-tugas itu merasa lelah kemudian berdiri menuju ke kursi pijat untuk merilekskan badannya. Karena merasa nyaman ia pun tertidur dengan pulas di kursi pijat itu.
Calysta terbangun dengan kondisi kamar yang gelap, segera ia bangun dan menyalakan lampu dan melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 06.14 pm.
Kelar mandi Calysta memperhatikan luka di tubuh nya yang sudah sembuh total. Ia pun mengernyitkan dahi.
"Perasaan kemarin luka nya parah deh kok udah sembuh? Ah... Pasti karena obat yang di oleskan bibi nih." Ucap nya sambil tersenyum konyol dengan apa yang ia pikirkan.
"Non Calysta ini Maya bawain makan malam non." Ucap Maya dari luar pintu, kemudian dengan cepat Calysta membukakan pintu.
"Loh kak Maya. Ayo masuk, maaf ngerepotin."
"Iya non gak papa, kak Nana lagi sibuk jadi saya bantuin jadi non Calysta gak kelaparan." Kemudian Maya meletakkan makanan dan pamit. "Yaudah saya tinggal yah non."
"Iya kak makasih yah. Oiya nanti gak usah kemari ambil piringnya biar besok Calysta yang bawa. Soalnya Calysta mau belajar dan gak mau ada yang ganggu, hehe?"
"Oke non nanti saya bilangin ke yang lain jangan ganggu non Calysta."
"Makasih ya kak Maya." Setelah itu Maya keluar melanjutkan pekerjaan nya.
Calysta segera makan sampai habis lalu mencuci piring bekas makanan nya dan menaruhnya di tempat atas meja. Kemudian pergi ke ruangan pribadi nya untuk bermain game karena ia mempunyai turnamen hari ini dan pastinya ada hadiah yang luar biasa, oleh karena itu ia akan bermain sampai selesai dan berniat mendapatkan hadiah nya.
Waktu telah menunjukkan 00.00 tengah malam, Calysta masih setia dan larut dalam permainan. Beberapa ronde telah ia mainkan, kini tinggal ronde final nya saja dan Calysta selangkah lebih dekat dengan hadiah utamanya.
Mungkin karena perbedaan usia dengan lawan nya Calysta agak kesusahan namun ia tak menyerah dan memikirkan cara yang ampuh untuk menyelesaikan permainan.
Lewat beberapa menit Calysta akhirnya menang menjadi juara pertama dan mendapatkan hadiah utama berupa sebuah mansion mewah di luar kota. Calysta menghembuskan nafas lega dan bahagia akhirnya bisa menang dalam pertempuran yang sulit itu. Kemudian Calysta bingung mau ia apakan hadiahnya itu?
"Oiya hadiah ku sebelumya simpan di mansion itu aja. Besok minta tolong bibi ah..." Pikir Calysta dengan semangat.
Ia memang memiliki banyak barang-barang hasil hadiah nya bermain selama satu tahun. Hadiahnya berupa motor mewah, mobil sport mewah, peralatan dapur, sofa, TV, beberapa barang elektronik lainnya dan uang ratusan hingga miliyaran yang ia simpan di rekening pribadi nya.
Motor dan mobil itu ia simpan di tempat penyimpanan sewaan (apasih namanya gak tahu aku😅) yang akan di bayar bibi setiap bulan dengan uang pribadi nya. Sementara itu semuanya di simpan di ruangan rahasianya dan beberapa di bagikan ke para pelayan. Dengan adanya mansion baru nya itu Calysta tak perlu repot memikirkan ruangan nya yang mulai penuh dengan hadiah nya.
Ia tinggal mencari orang yang dapat dipercaya untuk mengurus nya sampai ia dewasa. Dan kemudian memindahkan sebagian barang-barang dari ruangan rahasia nya ke mansion dan membeli beberapa properti lain.
Calysta segera bersiap untuk tidur karena esok hari ia akan meminta bibi menemani nya mengurus mansion itu. Ia tidak takut ketahuan oleh keluarga nya karena mereka memang tidak terlalu memperhatikan hidup nya, asalkan uang sudah ditransfer maka mereka akan membiarkan bi Nana yang mengurus segala keperluan hidup nya.
Arsyawinata dan Catherine sebenarnya peduli pada Calysta, namun mereka sibuk dengan masa tua nya dan kadang kala membantu Bram mengurus perusahaan. Mereka jarang berhubungan dengan Calysta tetapi sesekali menelpon menanyakan kabar atau menanyakan apa yang ia perlukan dan akan mengirimkan hadiah khusus untuknya.
Oleh karena itu Calysta lebih menyayangi grandpa, grandma dan bi Nana dari pada keluarga nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon dukungannya🔥
**Terima kasih sudah membaca🙏💕
SALAM PERTEMANAN😊**