
Selamat membaca 🔥
Keesokan harinya Ani meminta kepada semua murid dan guru di "Kindergarten Skylight" untuk berkumpul di lapangan. Ia akan mengumumkan sesuatu yang penting bagi sekolah. Setelah semua orang sudah berbaris rapi berdasarkan kelas masing-masing, Ani segera menyampaikan maksudnya.
"Selamat pagi semua, terima kasih sudah berkumpul di sini. Tidak perlu basa basi, saya selaku kepala sekolah ingin menyampaikan bahwa bulan depan akan di adakan perlombaan bergengsi yang sudah bertahun tahun sekolah kita tercinta ikut serta. Dan tentu saja tahun ini sekolah akan ikut berpartisipasi. Kali ini perlombaan tersebut akan di adakan di "ArsyDaile Internasional" yang merupakan penyelenggara dan pemenang perlombaan beberapa tahun sebelumnya..."
Semua murid dan guru bersorak bahagia mendengar perkataan Ani. Mereka juga mengetahui lomba itu sangat bergengsi dan hanya orang-orang jenius saja yang bisa ikut. Beberapa dari mereka yang merasa pandai berharap bisa mendapatkan kesempatan sekali setahun itu, termasuk Isabel yang sangat mendambakan dirinya di pilih oleh kepala sekolah.
"Tenang tenang semua nya, untuk murid yang akan berpartisipasi untuk perlombaan itu sudah saya pilih dan juga saya sudah membicarakan nya dengan orang tua mereka..."
Betapa sakit nya hati para murid termasuk Isabel ketika mendengar hal itu. Mereka menerka-nerka siapa gerangan yang beruntung sekali bisa berpartisipasi.
"Jangan-jangan..." Isabel melirik kearah Calysta dan Damian yang berada di depannya, ia punya firasat bahwa mereka yang disebut kepala sekolah sebagai perwakilan sekolah. Isabel segera menggelengkan kepalanya mana mungkin orang itu adalah Calysta. Ia sangat ingin bersama Damian.
"Oke! Untuk dua orang murid yang saya panggil agar segera naik ke samping saya. Pertama Damian Zachery Reinaldo dan yang kedua adalah Charlotte Calysta B...."
Betapa terkejutnya Isabel mendengar itu, ia lalu menatap tajam kearah Calysta yang tersenyum manis. Sungguh menjijikkan melihat wajah sok cantik itu, ia yakin pasti hanya Damian yang berpartisipasi sedangkan si jalang Calysta pasti menggoda Damian nya agar bisa bersama dengannya. Huh... memikirkannya saja membuat darah Isabel seakan mendidih, ingin rasanya ia mencakar wajah sok lugu jalang itu.
Ditambah lagi dengan kawan-kawan nya yang memprovokasi nya untuk segera bertindak dan itu memunculkan senyum licik di wajah Isabel, ia sudah mendapatkan ide cemerlang untuk memberikan selamat pada jalang itu. Menurut nya hanya dia yang pantas menjadi rekan Damian untuk lomba itu dan pastinya ia tidak akan membiarkan Calysta.
Sementara Damian dan Calysta yang berdiri bersebelahan tampak melihat satu sama lain ketika nama mereka di panggil oleh Ani. Angel dan Brain mengucapkan selamat pada sahabat mereka, sangat membanggakan. Kemudian mereka berjalan bersama ke arah kepala sekolah dan berdiri di sampingnya. Sebenarnya Calysta sedikit cemas, ia sangat peka terhadap lingkungan nya dan ketika melihat tatapan mata para murid dan suara hati mereka yang tak rela perwakilan mereka adalah seorang gadis miskin.
Dan Calysta berpaku pada kelasnya, di sana Isabel menatap nya penuh kebencian. Ia sebenarnya tahu jika Isabel sangat menyukai Damian dan membencinya karena miskin dan tidak pantas bersanding dengan Damian. Calysta yakin pasti Isabel tidak akan tinggal diam melihatnya sekarang ini.
"Mereka berdua lah yang akan mewakili sekolah dalam perlombaan tersebut. Untuk sebulan kedepan mereka tidak akan mengikuti pembelajaran seperti biasa dan fokus pada perlombaan, dan saya secara pribadi akan khusus memberikan pembinaan kepada mereka. Jadi ibu minta kalian untuk memberikan dukungan dan semangat untuk Damian dan Calysta. Sekian yang saya sampaikan, kalian boleh kembali ke kelas masing-masing dan mulai pembelajaran seperti biasa dan untuk Damian dan Calysta mulai hari ini akan berada di ruangan saya untuk pembinaan."
Setelah itu mereka pun bubar, Ani juga membawa Damian dan Calysta ke ruangan nya. Di sana sudah ada bi Nana dan Jessica yang menunggu mereka. Kemudian mereka mulai membicarakan segala konsep dan materi yang akan mereka pelajari di temani beberapa minuman dan snack. Ani beroptimis ingin menang tahun ini karena ia yakin bahwa Damian dan Calysta akan membawa keberuntungan bagi sekolah nya. Mereka ingin menggunakan tema yang lain dari pada yang lain setelah membaca informasi yang dikumpulkan Calysta.
Setelah membaca informasi itu Damian dan Calysta merasa ada kejanggalan, tidak mungkin hanya ada satu pemenang yang sama bertahun-tahun lamanya pasti ada konspirasi di baliknya. Mereka lalu menyampaikan nya kepada Ani, Jessica dan bi Nana mengenai rencana mereka. Dan tentu saja ketiga wanita itu di buat takjub akan kejeniusan mereka, dan yakin pasti perlombaan bulan depan ada sesuatu yang tidak beres.
Mereka berlima lalu mempersiapkan segala sesuatu dengan detail hari ini dan esoknya pembelajaran materi akan di mulai.
"Huh sudah jam segini, untuk hari ini kita sudahi saja pasti kalian lapar kan aku akan pesankan makanan, kalian ingin makan apa?" Ucap Ani melihat jam di tangannya menunjukkan pukul setengah dua belas yang berarti mereka sudah berbincang selama tiga setengah jam lamanya. Sekolah pun juga sudah sepi karena para murid dan beberapa guru sudah pulang sejak tadi.
"Tidak usah pesan makanan kita pergi saja, aku tahu restoran enak. Kita pergi bersama saja sudah lama kita tidak makan bareng." Usul Jessica.
"Iya aku setuju dengan Jessica. Kalian bagaimana anak-anak?" Tanya bi Nana kepada Damian dan Calysta.
Mereka hanya mengangguk karena sudah sangat lapar dan lelah. Ani, Jessica dan bi Nana tersenyum gemas melihat mereka berdua.
"Baiklah sudah diputuskan kita makan diluar, kita makan sepuasnya. Ayok naik mobilku saja." Ucap Ani bersemangat.
Mereka pun merapikan berkas-berkas yang berserakan di atas meja lalu Ani menyimpannya dalam brangkas pribadi yang ia taruh di ruangan rahasia di dalam kantornya. Ia merasa akan ada mata-mata di sekolah nya, jadi agar aman ia menyembunyikan nya.
Lalu mereka berlima pun masuk ke dalam mobil, Ani yang menyetir di sampingnya ada bi Nana dan di belakangada Jessica, Damian dan Calysta.
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di restoran itu. Mereka masuk dan memesan semua menu yang mereka inginkan lalu makan dengan lahap di selingi candaan dari ketiga wanita itu.
Habis makan mereka pun pulang diantar Ani, pertama mereka menuju stasiun mengantar bi Nana dan Calysta. Setelah berpamitan Ani segera mengantar Jessica dan Damian ke rumah dengan selamat, barulah sesudah itu ia pulang ke rumahnya.
......................
Di rumah Calysta langsung menuju ke kamar dan mengurung diri. Ia berkata pada bi Nana bahwa ia akan belajar dan tidak ingin di ganggu oleh apapun. Selesai berganti pakaian, Calysta duduk di meja belajar mengambil laptopnya kemudian mencari beberapa soal untuk dilatih bersama dengan Damian.
Dari informasi yang ia temukan, Calysta menyadari bahwa ada beberapa soal pertanyaan yang sama dengan tahun sebelumnya. Ia juga tahu soal itu karena sudah menyelesaikan nya baru-baru ini.
Calysta mengumpulkan beberapa pertanyaan dengan tingkat rendah hingga tingkat tinggi untuk kuis matematika lalu mencetaknya dan segera mempelajari nya saat itu juga agar besok ia bisa membantu Damian menyelesaikan nya. Yah walaupun ia yakin Damian bisa mengerjakan nya sendiri.
Tak terasa sudah sore hari Calysta masih saja berkutat pada soal-soal itu.
"Ahhhh..... Akhirnya selesai juga. Haaa... Capeknya!" Calysta merapikan buku dan kertas-kertas berisi soal dan penyelesaian nya, menyimpannya di laci meja dan mengunci nya agar aman.
Calysta lalu berdiri dan merenggangkan badannya yang kaku akibat duduk terlalu lama. Setelah itu ia mandi untuk menghilangkan rasa lelah di tubuh nya.
Selepas mandi ia mengenakan piyama berwana merah polos, kemudian masuk ke dalam ruangan rahasia nya untuk bermain game seperti biasa. Sebelum bermain ia mengecek beberapa layar yang menampilkan seisi mansion.
Yah... Calysta telah memasang cctv berukuran kecil seperti lalat hasil rakitannya ke setiap sudut dalam mansion termasuk dalam setiap kamar. Calysta memantau semua pergerakan dalam mansion ini juga di mansion nya.
Calysta merasa bahwa Myeisha tidak akan diam melihat nya mengikuti perlombaan itu, ia juga tahu jika Myeisha ikut karena menghasut daddy. Myeisha bukanlah anak yang pandai dalam hal pelajaran, mungkin sekolah nya hanya akan unggul di lomba storytelling dan fashion show saja.
Calysta juga sudah mencari identitas dari pasangan lomba Myeisha, pria itu bernama Hansen. Hansen merupakan keturunan anggota kerajaan yang terkenal jenius di antara anak seusianya, karena itulah pihak sekolah memilihnya. Diketahui keluarga sangat mementingkan status dan kekuasaan, mereka sangat mendidik anak keturunan mereka agar nomor satu di segala hal.
Hansen memiliki sifat yang sombong juga sangat merendahkan mereka yang statusnya jauh dibawah, ia hanya akan hormat pada keluarga yang sejajar dengan keluarga juga para pengusaha kelas atas seperti daddy nya.
Calysta memperhatikan salah satu layar yang menampilkan kamar Myeisha, akhir-akhir ini Calysta lebih sering mengamati gerak-gerik nya yang sangat mencurigakan. Tetapi Myeisha sampai saat ini masih belum beraksi entah apa yang ia tunggu.
Setelah memastikan tidak ada lagi yang perlu di perhatikan, Calysta segera menuju tempat favoritnya untuk bermain game. Dua jam kemudian Calysta mengakhiri nya dengan kemenangan mutlak, juga menambahkan nominal pada black card-nya.
Karena keasyikan bermain, ia jadi lupa untuk mengisi perut nya. Perutnya sampai-sampai mengeluarkan bunyi yang memalukan, dengan segera Calysta membuka lemari penyimpanan di ruangan itu dan memasak banyak makanan.
Setelah kenyang ia membereskan bekas makannya dan keluar dari ruangan rahasia itu. Calysta langsung menuju kamar mandi untuk bersih-bersih dan bersiap untuk tidur. Sebelum tidur ia membaca buku ceritanya hingga ia mengantuk, mematikan lampu lalu tertidur pulas agar hari esok lebih bersemangat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon dukungannya🔥
**Terima kasih sudah membaca🙏💕
SALAM PERTEMANAN😊**