
Selamat membaca 🔥
Tak terasa pelajaran pertama sudah selesai, para murid bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing. Begitu pula dengan Calysta yang sedari tadi sudah membereskan barang-barang nya ke dalam tas. Calysta lalu berpamitan dengan teman baru nya setelah berada di luar kelas.
"Calysta pamit duluan yah Angel, Brian dan Damian, kalian pulang nya hati-hati. Bye!!" Ia langsung berlari menuju bi Nana yang sudah menunggu nya bersama kepala sekolah.
Angel dan Brian melambaikan tangan melihat Calysta berlari menjauh, sedangkan Damian hanya melirik sekilas kembali cuek.
"Brian, ayok kita juga pulang." Ajak Angel.
"Iya. Eh Damian kami juga mau pulang duluan yah. Ayok Ngel." Lalu Brian dan Angel pergi karena tak mendapat respon dari teman nya yang sangat dingin itu.
"Ibu!!" Panggil Calysta.
"Ehh sudah selesai yah, ibu gak liat soalnya lagi cerita sama teman lama. Maaf yah sayang."
"Iya bu nggak papa kok." Ucap Calysta tersenyum manis.
"Oiya ini teman ibu sekaligus kepala sekolah di sini, nama nya Ani. Ani ini anak ku Calysta." Dengan semangat bi Nana mengenalkan mereka.
"Hai... Calysta yah? Kamu cantik sekali sayang, semoga betah yah di sekolah kalau ada apa-apa bilang mana aunty yah." Ani menyapa Calysta dengan ramah.
"Iya aunty. Aunty Ani juga cantik." Bi Nana dan Ani tertawa mendengar jawaban Calysta.
"Kamu ini masih kecil tapi mulutmu begitu pandai menyanjung. Terimakasih loh, hahaha."
Akhirnya bi Nana dan Calysta pamit pulang karena hari semakin siang. Di dalam mobil taxi, Calysta menceritakan semua tentang yang di alami nya saat di kelas tadi tetapi tidak dengan anak yang mengejek nya itu. Calysta juga mengatakan bahwa pelajaran di sekolah sangat mudah karena ia sudah lama mempelajari nya, jadi ia hanya menulis dan setelah itu bercerita dengan teman semeja.
Terutama untuk Damian yang sangat dingin itu, Calysta jadi gemas sendiri ingin membuat teman baru nya itu untuk lebih banyak bersuara tapi hasil nya tak sesuai keinginan nya. Calysta memang terbuka hanya pada bi Nana saja, karena ia sudah menganggap nya seperti ibu kandung nya.
Karena hari semakin terik dan kereta yang akan mereka tumpangi masih lama datang nya, jadi bi Nana mengajak Calysta makan beberapa cemilan yang di jual di stasiun.
Setelah menunggu sekitar satu jam kereta pun tiba, mereka pun segera masuk ke dalam kereta. Selama perjalanan Calysta tertidur pulas di samping bibi dengan earphone yang sudah terpasang di telinga nya.
Setengah jam kemudian mereka sampai dan segera mencari mobil jemputan dari mansion. Sebelum pulang mereka singgah di sebuah rumah makan untuk makan siang. Setelah itu barulah mereka pulang ke mansion.
Sesampai nya di mansion Calysta langsung menuju kamar nya untuk istirahat tak lupa menyapa pelayan yang ia temui. Bi Nana juga menuju kamar untuk ganti baju dan istirahat sejenak kemudian kembali bekerja. Suasana di mansion sangat sepi karena Bram belum pulang, Kenzo sepulang sekolah pergi mengikuti les, dan Olivia juga Myeisha pasti nya belum pulang entah kemana pergi nya mereka, siapa peduli.
Di dalam kamar Calysta segera mengganti seragam sekolah dengan pakaian kasual. Kemudian merapikan nya karena besok masih akan di gunakan, lalu Calysta mengeluarkan isi tas nya dan menata rapi di atas meja belajar.
Calysta mengambil buku cerita di rak dan berjalan menuju ranjang untuk membaca nya. Beberapa saat kemudian ia pun tertidur lelap karena kelelahan.
......................
Malam harinya Calysta terbangun dan menyadari bahwa ia sudah tertidur sampai malam. Calysta lalu menyimpan buku nya dan masuk ke kamar mandi mencuci muka agar segar kembali.
Setelah itu Calysta turun menuju dapur untuk makan malam karena ia sudah sangat lapar. Di dapur ia melihat bi Nana sedang memasak, Calysta bergegas menghampiri.
"Bibi lagi masak apa, Calysta bantuin yah?"
"Eh... Calysta sudah bangun. Tidak usah bantuin bibi, ini sudah masak makanan nya. Kamu duduk aja dulu pasti sudah lapar kan?"
"Iya bi, Calysta sudah sangat-sangat lapar." Calysta berjalan menuju meja makan, menunggu makanan dari bi Nana.
"Bibi kok sepi sih, yang lain ke mana?"
"Tuan sebentar lagi pulang, Kenzo lagi di kamar nya, kalau nyonya dan Myeisha masih belum pulang."
"Oh..." Calysta sebenar nya sangat bosan di mansion itu sungguh berbeda dengan mansion nya yang setiap saat ada cerita ataupun sekedar basa basi.
Calysta juga seorang anak yang memerlukan kasih sayang dari keluarga nya, tetapi justru kasih sayang itu hampir hilang. Hanya Kenzo yang ingin menyapa dan bermain dengan nya, akan tetapi melihat reaksi dari mommy dan kembaran nya membuat nya takut kalau nantinya Kenzo akan termakan hasutan mereka.
Karena larut dalam lamunan nya, Calysta tidak menyadari bahwa di sebelah nya sudah ada Kenzo.
"Calysta lagi ngapain?" Tanya Kenzo mengagetkan Calysta.
"Argh!! Ih kak Kenzo kok ngagetin Calysta sih?" Calysta memegangi dada nya yang berdetak kencang karena kaget.
"Hahaha... Iya iya kakak minta maaf. Lagian kamu sih ngapain melamun di meja makan?" Kenzo mengeluh pelan kepala Calysta, ia sungguh gemas dengan ekspresi wajah Calysta ketika marah akan menggembungkan pipi nya.
"Gak mau maafin kak Kenzo ih, sebel."
"Imut sekali adik ku ini. Jangan marah dong sama kakak, kakak minta maaf yah." Kenzo menatap adik nya penuh harap.
"Karena Calysta anak yang baik hati, cantik dan pandai menabung, jadi Calysta maafin deh." Ucap nya tersenyum diikuti Kenzo yang juga tersenyum melihat Calysta tersenyum.
"Ini dia... makanannya sudah jadi. Silahkan dinikmati tuan dan nona." Ucap bi Nana.
"Wahh kelihatan enak. Terima kasih bi." Calysta sudah tak sabar ingin makan.
"Terima kasih ya bi. Ayok sini makan bareng kita." Tawar Kenzo dengan sopan.
"Gak usah Ken, bibi makan di dalam ajah sama yang lain. Sebentar lagi daddy kalian juga pulang kok. Bibi duluan yah."Bi Nana segera pergi, tak ingin mengganggu momen dua saudara itu.
Sepeninggal nya bibi, Bram datang dengan wajah yang ceria melihat anak-anak nya yang sudah menunggu di meja makan.
"Wah... anak-anak daddy makan kok belum makan?" Tanya Bram yang sudah duduk di kursi nya.
"Ini baru mau makan, eh daddy tiba-tiba datang." Ucap Kenzo.
"Kita tunggu daddy biar bisa makan bersama."
"Oh yaudah yuk kita makan duluan aja. Mommy dan Myeisha nanti agak malaman pulang nya jadi mereka makan di luar."
"Iya daddy." Jawab Kenzo dan Calysta bersamaan.
Kemudian mereka pun makan dengan lahap, tiba-tiba Bram mulai bertanya...
"Oiya, Calysta gimana hari pertama sekolah?"
"Iya iya ceritain dong."
"Mmm... Sekolah besar dan bagus, kepala sekolah nya teman bi Nana dad, yang lain biasa ajah."
"Oh iya bibi pernah bilang kepala sekolah di sana teman SMA nya. Kamu betah-betah yah di sana, jangan buat masalah yah sayang." Perkataan Bram membuat Calysta yang semula senang menjadi sedih. Calysta merasa daddy nya hanya peduli pada popularitas saja.
"Ternyata daddy tidak percaya pada Calysta, Calysta kan tidak pernah membuat masalah. Kenapa daddy bicara seperti itu?"
"Iya daddy. Calysta udah kenyang, mau duluan ke kamar kerja tugas." Tanpa menunggu jawaban dari kedua pria itu, Calysta langsung pergi.
Melihat Calysta yang tiba-tiba sedih membuat Kenzo juga sedih, ia paham akan perasaan adik nya. Ia merasa marah pada daddy nya yang bahkan tidak peduli dan dengan tenang melahap makanan nya. Calysta bahkan belum menyentuh makanan nya, piring nya saja masih bersih. Sungguh ia merasa bersalah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon dukungannya🔥
**Terima kasih sudah membaca🙏💕
SALAM PERTEMANAN😊**