
Selamat membaca 🔥
1 Minggu kemudian...
Sejak pagi hari Calysta sudah rapi dengan mengenakan pakaian olahraga berwarna merah dan sneaker dengan warna yang sama. Ia juga mengikat rambut dengan gaya ponytail.
Dengan bersemangat Calysta turun menemui bibi dan sarapan sebelum pergi ke mansion untuk berlatih seni bela diri dari paman Kano.
"Bibi ayok. Kita berangkat nya sekarang!" Ucap Calysta segera setelah selesai sarapan pagi.
"Iya, pekerjaan bibi juga sudah selesai jadi bisa berangkat sekarang. Maya kamu jaga rumah yang kakak mau temenin non Calysta dulu." Pamit bi Nana kepada Maya yang di dekatnya.
"Oke kak tenang saja. Tapi jangan lama-lama pergi nya, soal nya tuan dan nyonya hari ini pulang." Maya mengingatkan.
"Kami pulang nya kemungkinan sore hari jadi semua urusan kamu yang urus. Kalau tuan dan nyonya pulang sebelum sore biarlah nanti kakak yang urus."
"Iya hati-hati di jalan yah..."
"Dadah kak Maya, Calysta sama bibi pergi dulu." Ucap Calysta di balas lambaian tangan dari Maya.
Mereka pergi menggunakan mobil dengan bi Nana yang mengemudi. Mereka tidak meminta pak Dan menemani karena beliau harus menjemput tuan, nyonya, Kenzo dan Myeisha di bandara.
Butuh waktu sekitar satu setengah jam untuk bisa sampai ke mansion Calysta, di perjalanan Calysta dan bibi bercanda gurau, juga singgah membeli beberapa snack dan makan siap saji untuk di makan dalam mobil karena takut kesiangan.
Mereka pun tiba di mansion pada jam 08.03 dengan segera Calysta keluar dari mobil di ikuti bibi kemudian masuk ke dalam. Para pelayan baru yang melihat mereka langsung menghentikan pekerjaan dan memberi salam pada Calysta, lalu melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.
Setelah bertanya, Calysta langsung mencari paman Kano yang ternyata berada di halaman samping. Ketika menemukan sosok pria itu Calysta langsung mendekat dan tanpa aba-aba...
"PAMAN KANO!!" Calysta mengagetkan Kano.
"Ya ampun non.... Bapak sudah tidak muda lagi non kagetin seperti itu, bisa jantungan bapak non." Ucap Kano memegang dada nya dan Calysta hanya tersenyum polos seakan ia tak melakukan apa-apa. Kano hanya bisa menghembuskan nafas pasrah pada majikan nya yang kecil ini.
"Ada apa non cari bapak?"
"Ini Calysta mau latihan bela diri sama paman seperti janji Calysta minggu lalu."
"Ohh iya bapak sampai lupa. Yasudah bapak siap-siap dulu baru kita mulai, latihan nya di sini saja nggak papa kan non?"
"Iya Calysta oke saja yang penting bisa latihan."
Selanjutnya Kano dan Calysta pemanasan agar otot tidak kejang saat latihan. Kano tidak langsung mengajari Calysta latihan utama. Ia hanya mengajari Calysta beberapa gerakan dasar mengingat ini baru pertama kali bagi majikan nya itu.
Bi Nana dan yang lain nya pun seketika menjadi pemandu sorak untuk Calysta karena semua tugas telah di kerjakan hanya beberapa yang membuat cemilan untuk mereka semua.
Mereka duduk rapi memperhatikan gerakan demi gerakan yang Calysta lakukan. Mereka tak berhenti menyemangati majikan nya itu agar bersemangat dalam latihan.
Tentu saja hal itu membuat Calysta senang dan dengan semangat yang membara mulai berlatih sedikit demi sedikit. Calysta pun dengan cepat beradaptasi dan membuat Kano selaku pelatih merasa bangga, tetapi memang karena tubuh nya yang masih kecil maka ia mudah lelah.
"Non Calysta capek tidak? Kita istirahat 15 menit baru nanti lanjut lagi."
"Huh iya pamanhh huh Calysta capek mauh huh istirahat dulu." Jawab Calysta ngos-ngosan.
Dengan segera ia berjalan menuju kerumunan pelayan yang sedang duduk di teras. Mereka pun dengan sigap menuntun Calysta untuk duduk dan menyuguhkan es jeruk dan cemilan untuk di makan. Begitu juga dengan Kano dan mereka semua pun makan sambil bercanda gurau.
Setelah istirahat Calysta melanjutkan latihan dengan semangat. Hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang, matahari pun semakin terik. Oleh karena itu, Kano mengakhiri latihan pertama pada hari ini.
......................
Calysta masuk ke dalam kamar nya, tentu saja kamar utama dan paling luas di mansion nya dan terletak di lantai dua. Ia masuk ke dalam walk in closet mengganti pakaian olahraga dengan pakaian santai. Calysta memang sudah membeli beberapa kebutuhan pribadi nya di mansion itu jadi ketika ada sesuatu di mansion daddy maka ia bisa menginap di sana.
Selesai berganti baju Calysta duduk di meja belajar mengambil tas bawaan nya dan mengeluarkan buku catatan, latihan soal, dan alat tulis, kemudian fokus menyelesaikan soal-soal.
Tiba-tiba bi Nana datang memberi makan siang untuk nya.
"Eh bibi, taruh aja di meja dulu makanan nya nanti Calysta makan sudah ini." Ucap Calysta yang masih fokus pada soal di hadapan nya.
"Jangan lama-lama nanti makanan nya dingin gak enak lagi."
"Iya bi." Setelah mendengar jawaban Calysta, bi Nana pun kembali turun untuk melanjutkan lepas rindu dengan teman-teman nya.
Sementara Calysta yang sudah lapar mengerjakan soal terakhir nya dengan cepat namun tepat dan segera makan dengan lahap.
Calysta membawa peralatan makan nya ke dapur kemudian berkumpul dengan bibi para pelayan nya. Mereka saling bertukar cerita agar mengenal lebih dekat.
Larut dalam cerita mereka tak sadar bahwa hari sudah semakin sore. Bi Nana dan Calysta pun berpamitan kerena takut pulang kemalaman.
......................
Bi Nana dan Calysta sampai di mansion pada jam lima sore, mereka segera masuk lewat pintu samping yang langsung menuju dapur dan berpapasan dengan Maya yang tengah membawa nampan kosong.
"Maya kok bawa nampan memang nya ada tamu yah?"
"Loh Kak Nana dan non Calysta sudah pulang ternyata. Itu tuan, nyonya, Kenzo dan Myeisha juga baru pulang jadi saya bawakan minum."
"Oh ya sudah kamu lanjut kerja aja."
"Iya kak. Oiya tadi tuan nyariin non Calysta saya jawab lagi pergi sama kakak. Maya gak tau kalau kakak dan non sudah pulang."
"Iya gak papa biar kakak yang urus."
Melihat kegelisahan Calysta bi Nana segera mensejajarkan tinggi nya dan Calysta.
"Tidak usah khawatir, ada bibi di sini. Oke?" Ucap bibi menenangkan. "Ayok kita temui mereka."
Calysta hanya pasrah di tarik oleh bibi dan pergi menemui keluarga nya itu.
Melihat Calysta yang mendekat membuat Bram bingung, ia pikir Calysta pergi ke luar.
"Calysta kok di sini? Kata Maya tadi kamu keluar sama bibi, pergi kemana?" Tanya Bram.
"Mm... Ca... Calysta baru aja pulang daddy." Jawab nya gugup.
"Kok kamu gugup sih pasti kamu bohong yah?!" Sela Myeisha.
"Nggak kok. Calysta gak bohong!"
"Iya tuan, nyonya. Dua hari lalu non Calysta bilang mau belajar bela diri, kebetulan saya punya kenalan jadi saya pergi dengan non Calysta ke rumahnya hari ini untuk latihan." Jelas bi Nana.
"Oh. Kamu pergi ke luar gak bilang sama daddy atau mommy, kamu anggap kami ini apa? Hah!" Sarkas Olivia
"Calysta kok tidak memberitahu daddy dan mommy kalau mau belajar bela diri, kan bisa telpon?" Tanya Bram
"Calysta gak mau ganggu daddy, jadi bilang nya ke bibi aja." Jawab nya takut
"Alasan aja kamu. Lagian ngapain kamu belajar beladiri, mau jadi preman?!" Ucap Myeisha.
Bram pun jadi ragu dan bingung, sebenarnya ia tak masalah jika Calysta belajar beladiri tapi mendengar perkataan Olivia dan Myeisha ia pun bingung.
"Sudah-sudah. Calysta daddy tidak mempermasalahkan jika kamu melakukan sesuatu yang kamu ingin kan, tapi kamu jangan sampai mengabaikan keluarga mu yah. Jangan kecewakan daddy."
Setelah berkata demikian Bram pergi di susul Olivia dan Myeisha yang memandang sinis pada Calysta. Bi Nana pun juga harus pergi karena pekerjaannya. Sementara itu, Kenzo yang sedari tadi hanya diam memperhatikan merasa senang untuk Calysta. Ia pun mendekatinya dan duduk di samping adiknya.
"Calysta kamu tidak apa-apa kan? kok murung."
"Tidak. Calysta baik kok kak."
"Kamu belajar beladiri di mana, jauh yah?"
"Rumah teman bibi ada di luar kota. emm kak Kenzo gak mau istirahat? Calysta mau ke atas capek."
"Semangat yah belajar nya jangan sampai terlalu capek. Yuk kita bareng ke atasnya. Naik lift aja."
"Gak mau, Calysta mau naik tangga aja lebih sehat."
"Yaudah ayok."
Mereka pun bergandengan tangan berjalan menaiki tangga dengan tawa. Calysta bahagia setidak nya masih ada kak Kenzo yang peduli padanya.
Sesampai di lantai dua mereka berpisah karena kamar Calysta berada di lantai tiga. Perpisahan mereka dilihat oleh Myeisha di pintu kamar yang terbuka, ia awal ingin mengajak Kenzo menemani nya bermain tetapi melihatnya bersama Calysta membuat nya marah. Myeisha mengepalkan tangan dan segera masuk ke kamar nya dengan kemarahan.
Calysta yang sudah sampai di kamar nya segera mandi dan memakai piyama. Setelah itu masuk ke dalam ruangan rahasia, membuat makanan lalu duduk di sofa dan makan sembari menonton tayangan favoritnya. Sebelumnya ia telah memberitahu bi Nana tidak usah membawakan nya makan malam karena tidak ingin di ganggu.
Selesai makan, seperti biasa Calysta lanjut bermain game hingga larut malam dan tidur ketika sudah sangat mengantuk.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon dukungannya🔥
**Terima kasih sudah membaca🙏💕
SALAM PERTEMANAN😊**