
Selamat membaca 🔥
Keesokan pagi nya semua orang di mansion tengah sibuk mengurus keberangkatan majikan mereka. Kini Bram, Olivia, Kenzo dan Myeisha telah rapi dan bersiap pergi ke bandara lebih awal karena jadwal keberangkatan mereka tepat jam 7 pagi.
Semua keperluan sudah di masukkan ke dalam bagasi mobil oleh beberapa pelayan, hanya menunggu mereka masuk ke mobil dan mereka pun akan berangkat.
Di sisi lain mereka pun berpamitan kepada semua pelayan yang berdiri rapi sepanjang jalan menuju pintu utama. Tak lupa mereka berpamitan dengan Calysta yang masih memakai piyama nya. Setelah itu, Bram mengecek kembali barang bawaan mereka takut nya ada yang tertinggal kemudian mereka pun berangkat menuju negara A.
Calysta masih setia memandangi mobil mereka yang menjauh hingga tak lagi terlihat. Bi Nana memanggil Calysta menyuruh nya untuk sarapan pagi.
"Bibi... Calysta sudah selesai makan, mau ke atas mandi dan siap-siap dulu sebelum pergi. Oiya bibi sudah tanyakan pada pak Dan kan?
"Iya, semua sudah di siapkan. Nanti ada yang datang untuk angkut barang dari kamar non terus di bawa ke sana."
"Oke deh. Calysta ke atas dulu ya bi."
"Iya sana dandan yang cantik dulu."
"Yaahhh bibi, Calysta kan memang selalu cantik." Ucap Calysta kemudian berlari menuju tangga.
Bi Nana pun ikut bahagia melihat Calysta begitu bahagia, ia hanya berharap kedepannya tidak ada yang akan menyakiti gadis polos dan ceria seperti Calysta.
30 menit kemudian Calysta sudah siap dengan memakai celana Jogger ungu dan hoodie besar warna Lilac tak lupa sepatu sneaker putih nya. Sedang bersiap tiba-tiba terdengar ketukan pintu.
"Non Calysta ini pak Dan."
Calysta segera membuka pintu dan terlihat pak Dan bersama beberapa orang temannya.
"Ini non, perkenalkan teman-teman nya pak Dan nanti bantuin angkut barang yang mau di pindahin." Ucap pak Dan.
"Oh iya itu pak barang yang mau di pindahkan sudah Calysta susun tinggal di bawa aja,terus nanti turun nya pakai lift aja lebih gampang. Mohon bantuan nya ya pak." Pinta nya dengan sopan.
"Sip non, serahkan sama kami non tinggal arah kan saja."
"Makasih ya pak, Calysta tinggal yah." Calysta turun ke bawah mencari bi Nana dan menunggu pak Dan dan teman-teman nya selesai barulah mereka berangkat ke mansion baru.
"Bibi kendaraan nya sudah di kirim ke sana belum?" Tanya Calysta segera setelah mendekati bibi.
"Iya non, sudah di bawa ke alamat yang non kasih semalam."
......................
Calysta sekarang sudah berada di mansion baru nya, ia tak menyangka bahwa itu akan sangat megah dari mansion daddy Bram.
Sementara Calysta berkeliling mengecek setiap detail bangunan itu, Bi Nana dan pak Dan serta teman-teman nya tengah sibuk memindahkan kembali barang-barang dari mobil dan menata semua nya.
Mansion itu terletak agak jauh dari pemukiman, jarak dari pagar ke bangunan utama sekitar 50 meter yang rencananya akan di jadikan kebun dan taman bunga. Di mansion nya sendiri terdapat 2 lantai namun sangat luas lebih luas dari mansion daddy Bram. Dilengkapi dengan kolam renang yang cukup luas dan panjang, halaman belakang dan samping yang luas. Dan juga bagasi.
Calysta sampai di bagasi yang cukup luas, di sana sudah terparkir rapi kendaraan nya. Setelah puas melihat-lihat Calysta kembali ke ruang utama tempat bi Nana berada. Semua angkutan sudah di bawa masuk semua Calysta mengajak mereka yang membantu nya untuk makan karena makanan yang sebelum nya ia pesan sudah sampai, mereka pun makan dengan lahap. Selesai makan pak Dan dan teman-teman nya berpamitan dengan bi Nana juga Calysta.
"Kami pamit pulang duluan yah non soal nya masih ada kerjaan." Pamit pak Dan.
"Iya pak silahkan. Oiya uang nya sudah di transfer sama bibi yah. Terima kasih sudah bantuin Calysta, hati-hati di jalan."
"Iya non... Seharusnya kami yang berterima kasih. Pamit dulu yah, Nana kamu jagain Calysta nya."
"Iya mas tenang aja."
Setelah kepergian mereka Bi Nana dan Calysta bersiap pergi membeli beberapa peralatan lagi, kemudian akan menyusun nya sekaligus.
"Nanti bibi aja yang pilihin yah, Calysta liatin aja soal nya belum ngerti yang begituan."
"Iya tenang aja nanti bibi pilih yang paling bagus deh pokok nya." Ucap bibi.
Sesampai nya di mall mereka langsung masuk dan memilih beberapa barang untuk melengkapi keperluan di mansion baru nya. Calysta juga membeli barang keperluan pribadi nya dan juga untuk para pelayan di rumah. Jika di total Calysta menghabiskan miliaran uang pribadi nya hanya untuk hari ini. (kaya sekali kamu nak, bagi dong sama author nya:D).
Kerena barang yang di beli sangat banyak mereka tidak sanggup membawa semua nya dengan mobil. Jadi bibi memutuskan meminta bantuan petugas mall untuk membawa nya ke mansion karena jarak dari mall ke mansion cukup dekat.
Sesampai di mansion terlihat beberapa orang berdiri di depan pagar. Orang-orang itu adalah teman bi Nana yang akan bekerja merawat mansion.
"Barang-barang nya langsung di bawa masuk aja pak." Ucap bibi kepada petugas mall
"Oiya Bu."
"Kalian juga ayok masuk jangan di luar terus." Sambung bibi kepada teman nya.
Mereka semua pun masuk ke dalam dan seketika kagum melihat betapa megah nya tempat kerja sekaligus tempat tinggal mereka nanti. Memang mereka datang dari kampung, baru pertama kali datang ke kota karena tawaran bi Nana.
"Wah rumah ini megah sekali."
"Hei ini tuh nama nya mansion beda sama rumah."
"ia ia itulah pokok nya."
"Besar sekali pasti mudah tersesat jika pergi sembarangan."
"Mansion besar ini bagaimana membersihkan nya, untung kita banyak yah."
Begitulah kira-kira percakapan mereka ketika berjalan masuk memperhatikan luas nya mansion itu, padahal baru ruang tamu dan ruang utama doang loh itu.
"Oke makasih loh kalian sudah mau datang jauh-jauh dari kampung."
"Aih kamu ini gak berubah-berubah, justru kita yang harus berterima kasih karena bisa kerja di mansion mewah ini." Ucap salah satu dari mereka yang bernama Lilis, dan yang lain mengangguk mengiyakan.
Bi Nana tersenyum, "Oiya perkenalkan ini Calysta, pemilik mansion dan majikan kalian kedepannya."
"Halo bibi dan paman sekalian nama saya Calysta Charlotte, anak angkat bi Nana tahun ini berusia 4 tahun."
Mereka terkejut tak menyangka majikan mereka adalah gadis kecil, bahkan yang termuda diantara mereka berusia 23 tahun.
"Astaga ternyata pemilik mansion ini anak kecil?" Ucap Mila kagum.
"Iya bahkan ia pasti belum masuk sekolah, hebat sekali." Ucap Vivi yang termuda.
"Ya ampun, anak mu ini luas biasa Na."
"Hehe... Kalian belum tau aja, Calysta sangatlah pandai bahkan jenius loh. Kalian pasti tidak akan menyesal bekerja dengan nya." Terang bibi.
"Kalian bisa tinggal dan bekerja di sini, juga bisa melakukan apapun seperti rumah sendiri. Aku dan Calysta tidak akan tinggal di sini karena harus pulang, tapi pasti akan berkunjung seminggu sekali untuk memantau situasi sekaligus agar kalian dan Calysta bisa saling kenal dan dekat satu sama lain. Oiya cuma mengingatkan kalau Calysta gak suka di khianati, jadi kalian mohon jaga perasaan nya yah." Lanjut bibi.
Mereka pun menganggukkan kepala berjanji tidak akan mengkhianati Calysta apa lagi setelah mendengar cerita hidup nya dari bi Nana. Iya bi Nana memang sering curhat kepada mereka tentang keadaan Calysta dan merasa kasihan.
Mereka memang dari keluarga yang ekonomi nya rendah tidak mengerti kehidupan orang kaya, namu mereka bisa memahami perasaan Calysta. Bahkan kagum dengan sikap dewasa nya di usia yang masih sangat muda dan juga sikap nya yang ceria selalu tersenyum membuat orang pangling ketika melihat nya.
Mereka semua adalah tetangga bi Nana di kampung, total ada 15 orang, 5 merupakan pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak, dan 10 lain nya adalah perempuan yang sedang menganggur karena tidak punya cukup uang untuk melanjutkan pendidikan.
Bi Nana ingin membantu mereka mencari pekerjaan di kota kebetulan Calysta mendapatkan sebuah mansion jadi nya ia menawarkan nya pada mereka dan mereka pun setuju.
"Emmm... Calysta dengar dari bi Nana kalau bibi dan paman bisa bela diri yah? Boleh gak ajarin Calysta juga, Calysta janji akan rajin latihan nya." Ucap Calysta.
"Boleh dong non masa nggak sih. Nanti aja ketika non datang lagi kalau sekarang belum bisa. Gak papa kan?" Ucap bi Nana.
"Iya non, kalau sekarang mah belum bisa. Kalau non mau Minggu depan juga boleh." Ucap Kano.
"Iya gak papa. Calysta ngerti pasti bibi dan paman capek habis perjalanan jauh terus beresin barang-barang yang banyak ini."
Mendengar ucapan Calysta mereka semua tersenyum hangat. Betapa polos dan lugu majikan mereka sungguh ketenangan yang hakiki.
"Karena semua sudah beres dan sudah saling kenal, kami pamit pulang dulu soal nya sudah mau gelap. Calysta juga butuh istirahat dan kalian juga harus istirahat. Minggu depan kami akan datang lagi." Ucap Bi Nana pamit pulang.
"Iya hati-hati di jalan dan terima kasih ya..." Ucap Mila diikuti yang lain mengantar mereka sampai menjauh. Dan mereka pun masuk dan bersiap makan malam dan istirahat.
......................
Sesampai nya di mansion daddy Bram, Calysta langsung pamit kepada bi Nan. Ia ingin segera membersihkan diri dan memakai baju tidur warna putih, kemudian istirahat karena kelelahan sepanjang hari ini.
Jam 11 Calysta bangun dari tidur nyenyak nya karena merasa lapar. Ia segera mengambil makanan simpanannya kemudian makan dengan lahap.
Setelah kenyang Calysta kemudian masuk ke ruangan rahasianya dan bermain game sepanjang malam hingga jam menunjukkan pukul 01.25 barulah ia berhenti dan melanjutkan tidur nya kembali.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon dukungannya🔥
**Terima kasih sudah membaca🙏💕
SALAM PERTEMANAN😊**