The Cruel Life Of The Callysta

The Cruel Life Of The Callysta
Pertemuan Tak Terduga



Selamat membaca 🔥


Keesokan harinya, seperti biasa Calysta dan bi Nana pergi ke sekolah dengan menggunakan kereta bawah tanah. Calysta sudah memberitahukan kepada bi Nana soal surat itu, semalam ia sudah memberi tahu keluarga nya tentang surat itu dan yah... pasti nya hanya Kenzo yang senang dan bangga pada nya. Sedangkan daddy nya hanya bicara agar Calysta tidak membuat masalah dengan itu, dan tentu saja Mommy dan Myeisha yang semakin benci dengan nya.


Beberapa hari yang lalu Myeisha dengan sombong nya berkata bahwa ia akan menjadi perwakilan sekolah untuk perlombaan itu dan memamerkan ke semua orang bahkan pada teman sosialita nya yang tidak dapat ikut. Tentu saja ia menghasut Bram agar membuat nya ikut serta dalam lomba, dan Bram dengan tanpa ragu mewujudkan impian anak nya itu.


Ketika Myeisha mengetahui bahwa Calysta juga di pilih menjadi perwakilan sekolah nya membuat nya sangat sangat marah. Ia bertekad untuk mengalahkan nya, karena ia tahu dengan jelas jika Calysta adalah anak yang pandai maka kemenangan akan menjadi mudah bagi nya. Tetapi sekolah Myeisha telah menjadi pemenang pertama bertahun-tahun, pasti kali ini pun juga sama dan ia tidak akan membiarkan kepercayaan daddy nya hilang karena kekalahan.


Calysta meminta bi Nana karena ia adalah ibu angkat nya, dan juga daddy sangat sibuk dan mommy nya tidak akan sudi datang menemani. Calysta hanya percaya pada bi Nana, untung nya ada bi Nana yang selalu ada di saat Calysta sedang kesulitan.


Sesampai nya di sekolah, Calysta segera masuk ke kelas nya karena tiba terlalu awal jadi nya sekolah masih sangat sunyi. Seperti biasa ketika tiba di kelas Calysta hanya melihat Damian seorang diri duduk di tempat nya dengan mata terpejam dan headset yang menempel di telinga.


Sementara itu bi Nana langsung menuju ke ruang kepala sekolah karena di panggil oleh Ani ketika tiba. sebenarnya pertemuan di mulai pada jam 9 pagi tetapi ini baru jam tujuh pagi sedangkan kelas di mulai jam delapan hingga jam 10 pagi. Selama menunggu bi Nana biasa nya pergi ke mansion Calysta untuk mengecek keadaan atau hanya di ruangan kepala sekolah bersama Ani bercerita tentang masa lalu bersama.


Di dalam kelas Calysta langsung duduk di tempat nya dan mengeluarkan laptop nya dari tas kemudian terlihat jari-jari mungilnya berselancar di atas keyboard. Ia mencari file yang sebelum nya sudah di simpan, tentang perlombaan yang akan ia dan Damian ikuti.


Damian membuka mata nya karena merasa ada seseorang di dekat nya dan melihat Calysta yang terlihat fokus membaca sesuatu. Sebenar nya ia penasaran apa yang membuat gadis di sampingnya begitu serius, tetapi Damian yang penuh ego menghentikan dirinya sendiri.


"Kalau kamu penasaran sini lihat nggak usah gelisah seperti itu." Suara Calysta membuat Damian kaget, ia tidak menyadari bahwa Calysta melihat tingkah nya. "Sungguh memalukan!"


"Si...siapa juga yang penasaran, aku cuma merasa terganggu jadi bangun. Kamu gak usah kepedean." Ucap Damian gugup.


Calysta yang melihat tingkah Damian tertawa senang. Jujur saja baru kali ini Calysta melihat ekspresi Wajah Damian yang malu sekaligus gugup.


"Hei! Apa yang kamu tertawakan? Ini tidak lucu jadi berhentilah tertawa."


"Baiklah baiklah, maafkan aku. Oke ayo serius! Kamu sini aku mau liatin ini ke kamu."


Damian yang sejak tadi penasaran dengan cepat menggeser kursi nya dekat dengan Calysta. Ia kaget ketika melihat di layar laptop itu ada berbagai informasi tentang perlombaan satu bulan mendatang. "Dari mana ia mendapatkan semua informasi ini?"


"Aku kemarin sangat penasaran tentang perlombaan ini jadi aku mencari semua data peserta dan pemenang tahun-tahun sebelumnya. Kamu jangan salah paham ini hanya untuk menambah wawasan dan agar bisa membuat rencana kedepan nya." Jelas Calysta.


"Tapi bagaimana kamu tahu tentang teknologi di usia dini, aku saja hanya pandai beberapa hal umum."


"Mmm... aku mempelajari nya dari paman ku dan sebagian dari youtube." Bohong Calysta karena tidak mungkin ia mengatakan bahwa ia mempelajari nya sendiri kan?.


"Oh... Jadi apa rencana mu tentang lomba itu?" Tanya Damian. Entah mengapa setiap di dekat Calysta ia selalu ingin berbincang lebih lama.


"Rencananya sih kita lihat bagaimana strategi pemenang tahun-tahun sebelumnya terus nanti kita diskusi sama kepala sekolah u tuk konsep nya. Gitu aja sih dulu. Menurut kamu?"


Calysta menatap kearah Damian yang juga menatap nya, mereka mematung memperhatikan wajah masing-masing. Seketika Calysta sadar dan segera memalingkan wajahnya ke arah laptop, begitu juga dengan Damian. Suasana nya menjadi canggung.


"Ehm. Aku juga berpikir seperti itu, kita lakukan sesuai rencana mu saja. Kamu kirimin aku semua file nya nanti aku baca sendiri, kalau ada ide baru aku kasi tahu." Damian segera kembali ke posisi nya semula dan mengeluarkan iPad dari dalam tas.


"O-oke."


Selanjutnya suasana jadi hening, mereka begitu fokus pada layar yangng ada di depan mereka. Hingga tak sadar kelas menjadi ramai, satu persatu teman-teman mereka mulai berdatangan. Begitu juga dengan Brian dan Angel yang tiba bersama.


"Hei! Kalian berdua lagi ngapain." Tanya Angel ketika duduk.


"Ini lagi liat informasi tentang perlombaan." Ucap Calysta menutup layar laptop nya. Ia sudah selesai membaca satu persatu informasi tersebut secara detail.


Kemudian Calysta mengeluarkan beberapa cemilan dari dalam tas dan memakannya karena kelas di mulai 30 menit lagi. Calysta menawarkan makanannya kepada tiga temannya tetapi mereka menolak, ya sudah Calysta makan semuanya.


30 menit kemudian...


Bel masuk berbunyi dan seorang guru masuk dengan membawa beberapa barang dan pelajaran pun di mulai. Semua murid memberi salam kepada guru kemudian fokus pada pelajaran.


Tak terasa sudah satu jam lamanya mereka belajar, sudah tiba waktu nya bagi Calysta dan Damian pergi ke ruangan kepala sekolah. Seorang guru masuk ke dalam kelas dan memanggil mereka.


"Permisi Bu, maaf mengganggu proses pembelajaran nya. Saya disini atas perintah kepala sekolah untuk memanggil dua orang murid di kelas ini."


"Oiya silahkan masuk."


"Murid atas nama Damian Zachery Reinaldo dan Charlotte Calysta B. agar segera mengikuti saya ke ruang kepala sekolah. Dan juga kemasi barang-barang kalian karena ini akan berlangsung hingga pulang sekolah."


Semua pandangan menoleh ke belakang tertuju pada mereka berdua, berbagai macam tatapan mata dari mereka. Ada yang cemburu karena mereka di panggil oleh kepala sekolah, ada yang kesal ingin seperti mereka yang tidak belajar hingga pulang, ada juga yang ikut senang melihat mereka berdua.


Isabel saat ini mengepalkan tangannya menahan amarahnya, ia sangat cemburu dan tidak suka mereka bersama lagi. Isabel menatap mereka tidak berkedip, sungguh ia sekarang ingin mencakar wajah sok cantik milik Calysta.


......................


Sesampai nya di ruangan kepala sekolah, guru tadi meninggalkan mereka. Di ruangan itu sudah ada Ani, bi Nana, dan seorang wanita yang tengah duduk di sofa sambil tertawa. Wanita itu adalah tante dari Damian yang bernama Jessica. Ani yang melihat mereka tiba langsung menyapa.


"Eh, kalian sudah datang. Ayok sini duduk." Ucap Ani mempersilahkan Damian dan Calysta duduk di tengah-tengah bi Nana dan Jessica.


"Oh... ini yang namanya Calysta? Cantik sekali!! Kenalin nama tante Jessica, tantenya Damian." Ucapnya bersemangat ketika melihat Calysta.


"Salam kenal tante." Jessica langsung memeluk Calysta dan juga mencubit pipi nya yang agak tembem itu. Damian hanya diam melihat tingkah tantenya yang memalukan.


"Hei, sudah-sudah anakku kesakitan Jess, kamu ini gak pernah berubah." Ucap bi Nana dan langsung melepaskan Calysta dari pelukannya.


"Hehe... Maaf soalnya anakmu imut banget. Oiya ini ponakan ku Damian, dia ganteng loh meski rada cuek dan jarang ngomong tapi dia baik kok." Jessica lalu memperkenalkan Damian.


"Perkenalan nya sudah dulu, mari kita bahas tentang perlombaan bulan depan...." Kemudian Ani mulai menjelaskan beberapa peraturan dan informasi mengenai perlombaan kepada mereka. Kemungkinan besar tingkatan lomba kali ini sangat sulit, lomba di adakan secara berpasangan, dan temanya sendiri itu bebas sehingga bisa mengasah kreativitas anak-anak.


Untuk sekarang Ani hanya menjelaskan beberapa informasi saja, sementara untuk pelatihan, konsep dan lain-lain akan di jadwalkan mulai esok hari hingga hari perlombaan tiba. Ani juga akan mengumumkan hal ini kepada semua murid dan guru di sekolah esok hari. Selama sebulan kedepan Damian dan Calysta tidak akan mengikuti pembelajaran tetapi masih hadir di absen, terlebih lagi mereka adalah anak yang jenius jadi masalah keterlambatan pasti bisa menyusul.


Mereka fokus membicarakan tentang perlombaan dan juga obrolan lain, tak lupa Ani memesan banyak makanan agar Damian dan Calysta tidak lapar.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mohon dukungannya🔥


**Terima kasih sudah membaca🙏💕


SALAM PERTEMANAN😊**