The Chronicle Of Earth Destruction

The Chronicle Of Earth Destruction
Prolog 1.1



Perjumpaan serius ini dibuka dengan Bil Neilson memaparkan temuan-temuan nya dalam bentuk sebuah presentasi yang dibuka kepada khalayak umum, isinya seperti laporan jurnal profesor Diranto , lalu hilangnya suatu desa di China, dan hilangnya beberapa Laboratorium fasilitas terbaik di beberapa negara.


“Seperti yang kalian lihat! Perlu kalian pahami dulu… Bahwa ini bukanlah propaganda kami maupun para pihak yang berseberangan dengan kami!” Ujar Bil Neilson yang menunjukan ekspresi serius nya menegaskan kepada semua yang hadir kalau ini ancaman nyata.


Bil Neilson juga mengatakan sesuatu yang cukup jelas, kalau dirinya menyimpulkan dari 3 rangkaian kejadian yang terjadi meski kejadian itu tidak secara bersamaan, tapi berdasarkan dari penelitian yang dilakukan pihak NASA, ketiganya masih memiliki keterkaitan.


Dia mengibaratkan kalau kejadian-kejadian ini hanyalah sebuah fase yang menjadi bagian dari suatu rencana besar, bisa dilihat dari polanya, tahap pertama mereka hanyalah mengintai bumi selama kurang lebih 30 tahun, tahap kedua mereka mencoba memahami manusia, dan tahap ketiga mereka ingin mengetahui tingkatan peradaban manusia dari gudang sains dan teknologi, dalam hal tersbeut ialah laboratorium.


Kemudian, karena konsep pertemuan ini diskusi terbuka, jadi tamu atau undangan boleh langsung merespon penjelasan yang dipaparkan oleh Bil Neilson, seseorang perwakilan dari lembaga antariksa Inggris, Tom Rick dengan lantang bertanya kepada Bil Neilson. “ Jika memang seperti perkiraan anda dan rekan simpulkan… Lantas langkah pertama seperti apa yang harus dilakukan umat manusia saat ini?”


Pertanyaan Tom juga menstimulasikan cara berpikir undangan lainnya, seperti Zhang Fei yang menjabat sebagai administrator dari China National Space Administration, dia tampak setuju pertanyaan dari Tom Rick. “Kalau begitu, bukankah ini kondisi yang sulit? Maksudku mereka pastilah mahluk yang memiliki peradaban lebih maju dari kita, makanya mereka berani mengamati bumi sampai ke laboratorium di bumi!”


Dua pertanyaan ini membuka pikiran dari seluruh orang yang tergabung dalam pertemuan kali ini, mereka mulai menyadari poin paling penting dari semuanya, bertahan hidup, dan bagaimana cara mereka menghadapi kenyataan sesudah lebih dari ribuan tahun tidak terhubung dengan kehidupan di luar bumi.


Seorang pembisnis juga bisa dikatakan sebagai seorang yang sudah berkecimprung puluhan tahun di dunia inovasi dan teknologi yakni Bill Gates ikut berbicara, dirinya menyarankan kepada semuanya, dia mengatakan. “Aku pikir kita memiliki 2 masalah yang harus kita hadapi dikemudian hari!”


“Sebelum jauh-jauh berpikir akan serangan dari entitas asing… Kita harus mencoba menyimpulkan kenapa mereka melakukan semua ini? Mengintai, menyulik manusia, dan mengambil laboratorium yang berisi berbagai penelitian tingkat modern!”


“Tu…Tunggu maksud anda kalau kemungkinan masih ada satu fase lagi yang berasal dari keseluruhan fase?”


“Betul… Kita terlalu sibuk akan memikirkan ancaman dari luar bumi… Sampai tidak memahami kualitas dari kita sendiri… Ancaman terbesar saat ini adalah serangan Biologi… Itu tercermin dari hilangnya lab biologi di dunia, bukan? tujuan mereka bisa saja ke arah sana!”


“It… Itu tidak kepikiran oleh kami!” mendengar pernyataan yang diutarakan oleh seorang yang dianggap visioner seperti Bill Gates ini membuat orang-orang yang hadir pada konfrensi kali ini mulai memikirkan kalau masalahnya mungkin tidak akan sesederhana sebelumnnya, membuat beberapa ahli yang tadinya memiliki pola pikir menganggap para entitas asing itu bersahabat jadi berpikir dua kali.


“Iya… Maka dari itu aku menyarankan pembentukan laboratorium biologis gabungan! Dan tidak hanya itu saja… Kita harus memikirkan konsep kerja sama fakta pertahanan skala dunia!”


Hingga 2 tahun telah berlalu sejak fakta kerja sama pembentukan aliasi satuan komando pertahanan skala dunia, dan sejak itu juga beberapa badan antariksa dunia mulai mengamati langit dengan seksama, namun tidak pernah ada lagi kejadian-kejadian seperti sebelumnya.


“Tuan Bil Neilson… Apakah mereka sudah menyerah?”


“Ini tidak mungkin…”


“Beberapa kepala negara mempertanyakan kredibilitas badan antariksa dunia… Mereka dengan sukarela mengirimkan ribuan pasukan dan menyumbang persenjataan perang, namun mereka sekarang berpikir kalau kita hanyalah alat 5 negara besar untuk melemahkan militer negara lain!”


“Sudahlah tetap fokus kedepan saja!”


Sesudah terlewati 2 tahun lama, banyak pasang mata yang mulai meragukan hasil pertemuan para ahli antariksa di Amerika Serikat 2 tahun lalu, mereka mulai menganggap bahwa semua itu hanya lelucon, hingga sesuatu benar-benar terjadi.


Sekitar akhir tahun 2019, delapan buah meteor jatuh secara bersamaan di delapan lokasi berbeda, meteor pertama melesat kencang melewati sebuah kota mengarah ke Kawasan observasi Red Rock Canyon National, tepatnya di sisi barat dari kota Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. Meteor kedua menuju ke suatu wilayah cagar alam bernama Rinne-Rottenbachtal, yang termasuk ke dalam wilayah negara German. Meteor ketiga mendarat di wilayah utara, Hinggan League, Inner Mongolia, bagian dari negara China. Meteor keempat berada di Sebangau National Park, provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia.


Meteor kelima terletak di Park Cemetery Valley of Pinherais, Maua, Brazil. Meteor ke enam mengarah ke Yarra Ranges National Park, Victoria, Australia. Meteor ke tujuh jatuh di Golestan Natinal Park, provinsi Golestan, Iran. Meteor ke delapan di Bale Mountains National Park, Ethopia.


Rata-rata dari meteor-meteor tersebut jatuh di area yang jauh dari pemukiman penduduk, seperti Kawasan observasi, cagar alam, taman nasional, sehingga dampaknya tidak terlalu dirasa oleh para penduduk, meskipun sudah pasti wilayah dalam radius 5 km dari titik jatuhnya meteor telah habis tersapu oleh gelombang radiasi meteor.


Info mengenai meteor ini pun tersebar di media masa, dari berita saluran televisi nasional, sampai menjadi pencarian paling atas disegala platform media masa saat ini, beberapa hari sesudah itu pun juga mulai bermunculan teori-teori liar, terutama data yang seharusnya menjadi acuan bagi para akademisi dibidang antariksa, dan dirahasiakan untuk didiskusikan oleh pemangku jabatan, malah bisa bocor ke dunia maya, oleh ulah sekelompok hacker internasional.


Hal ini lah menimbulkan reaksi keras dari para rakyat biasa, mereka menuntut untuk beberapa badan antariksa ternama di dunia agar mengatakan yang sebenarnya, karena dari pembicaraan para anonym yang menggiring opini masyarakat, mereka mulai berpikir kalau ada yang disembunyikan.


Lapan jadi badan antariksa pertama yang merespon protes dari warga Indonesia, mereka mengundang bagi siapa saja yang ingin mendapatkan kebenarannya, hanya untuk kali ini administrator Lapan akan memberikan klarifikasi didepan semua orang. Sementara itu, delapan badan antariksa di negara yang wilayahnya tempat jatuh meteor mulai mengirimkan beberapa petugas lapangan ke titik lokasi meteor berada.