
Vera pergi sekitar jam 05 : 53 pagi ke apartemen Jennie untuk tidur
Ding dong
suara bel di pagi hari membangunkan Jennie yang sedang tidur
" hmmm pagi- pagi siapa sih " gumam Jennie
Ding dong
Vera yang sudah tidak kuat menahan ngantuk membunyikan bel ya lagi
" iya, iya, bentar " seru Jennie yang langsung membukakan pintu dengan rambut yang masih acak-acakan
" Jenn sorry ya ganggu tidur Lo " ucap Vera
Jennie yang masih melek langsung membuka matanya dan memeluk erat Vera
" Ver? ini beneran Lo kan ? gua pikir nggak bakalan ketemu sama Lo lagi " seru Jennie
" hmm tapi Jen lepasin dulu dong, aku nggak bisa nafas nih " seru Vera
" oh sorry, sorry "
ucap Jennie sambil melepaskan pelukannya, Jennie sangat terkejut melihat tangan dan leher Vera yang dipenuhi memar dan tanda merah
" Vera tubuh Lo kenapa ? "ucap Jennie
Vera hanya tersenyum pahit dan masuk ke apartemen Jennie
" Vera Lo nggak mau cerita nih " ucap Jennie
" hmm kapan- kapan aja " seru Vera yang mulai menutup matanya
" eh kesini cuma mau ikut tidur doang, yakin nih nggak mau cerita" ucap Jennie
" hm iya nanti aku cerita, jangan kasih tau mama ya" seru Vera
" ah oke " seru Jennie, Vera langsung tertidur pulas
jam 07 : 01
" Vera bangun kita ke berangkat ke kampus " ucap Jennie
" hmm ini baru jam 07 : 01 " seru Vera sambil melihat jam tangan
" Lo bisa terusin ntar di kampus tidurnya, kita pergi beli sarapan dulu " ucap Jennie
Jennie langsung bangun mencuci mukanya dan pergi menggosok giginya
" eh tunggu VER " ucap Jennie sambil menarik tangan Vera
" apa ?" seru Vera
" mending Lo ganti baju, gua punya baju yang model lehernya tertutup " ucap Jennie
bola mata Vera terbuka lebar, wajahnya sangat merah karna malu, Vera pun memegang lehernya sambil menggeleng- gelengkan kepala.
" nah coba Lo pakai " ucap Jennie
" iya thank ya Jenn kamu udah ingetin aku " seru Vera yang kemudian mengganti pakaiannya
" Lo nggak apa- apa kan ngampus pake itu " ucap Jennie
" iya gua nggak apa- apa kok " seru Vera
mereka berdua pergi membeli sarapan pagi
" pak mau satu porsi soto nya pak, tambah dua lontong nya pak " ucap Vera
" iya neng, tunggu sebentar ya " seru pedagang
Jennie menatap Vera dengan tatapan herannya
" apa Jenn ? "tanya Vera
" Lo yakin mau beli soto, udah gitu tambah lagi lontongnya " ucap Jennie
" iya, emangnya kenapa? " tanya Vera
" tadi Lo udah habis satu porsi jumbo bubur, sekarang pesen soto tambah lontongnya juga pula " ucap Jennie
" hmm aku belum makan Jenn dari kemaren, makan satu susu pisang sama buah apel aja " seru Vera
" Ver sebenarnya apa yang di lakukan pria sial*n, si bedeb*h itu ? " tanya Jennie sambil mengepalkan jemari tangannya
" emangnya mau kamu apain pria itu ?" tanya balik Vera
" gua bakalan pukul dia, tendang dia, jajar dia, tuntut pria bedeb*h sial*n itu ke pengadilan " ucap Jennie dengan penuh emosi
" hahahaha " Vera malah tertawa puas melihat tingkah temannya yang seperti sedang kesurup*n itu
" eh Lo malah ketawa lagi ? " ucap Jennie
" emangnya berani gitu ? " tanya Vera
" hmmm enggak sih " seru jennie
" tapi mungkin aja pengadilan bisa tuntut dia " seru Jennie
" hmmm orang dianya memiliki ¼ wilayah Asia, siapa coba yang mau nantang dia " ucap Vera
" hmm iya juga sih " seru Jennie
...di sisi lain tempat...
Raksa yang terbangun jam 07 : 00 pagi, melihat Vera sudah tidak ada di kamar itu dan ruangannya sudah bersih, lalu berjalan keluar dan melihat ke bawah.
" semuanya sudah bersih " ucap Raksa
kemudian Raksa pergi ke kamarnya dan membersihkan diri, setelah mandi di saat Raksa pergi ke ruang pakaian dan ingin mengambil pakaiannya, dia melihat pakaian yang sudah di siapkan di atas tempat tidurnya dan tertulis note
" hmm tuan maaf, saya ada jam kampus pagi jadi baju nya saya simpan di sini, lalu tolong kenakan jasnya dengan rapi jangan lupa pasang dasi nya #vera "
(tulisan di dalam note )
" seleranya lumayan bagus " ucap Raksa
tak selang berapa lama Raksa turun dan melihat meja makan, di sana sudah ada mesin pemanggang roti, dan beberapa jenis selai, dan satu note
" cara membuat roti %%%%% "
Vera menulis cara membuat roti di dalam note itu yang membuat Raksa tersenyum kecil
" apa dia pikir saya ini anak kecil " ucap Raksa
setelah Raksa selesai membuat roti dia pergi mengambil susu pisang di kulkas, dan menemukan Note lagi di pintu kulkas
" mungkin ini nggak berguna buat tuan, tapi…… selamat pagi tuan semoga hari anda menyenangkan saya Vera menuliskan ucapan hangat untuk anda tuan, lalu saya ambil satu susu pisangnya " ( isi dalam note yang di depan pintu kulkas )
bibir Raksa mulai mengangkat dan melebar senyum tipis di wajahnya terlihat
" tunggu! untuk apa saya tersenyum " gumam Raksa
Raksa mengambil susu pisangnya lalu pergi ke kantor bersama Bima
di kantor…
" Bima hapus photo pernikahan saya di semua media jangan sampai ada media yang masih memajang wajah wanita gil* itu " ucap Raksa
" baik tuan " seru Bima yang berdiri tegak di samping Raksa
" bukanya panggilan gil* lebih cocok untuk dirinya di bandingkan nona muda " gumam Bima
saat Bima hendak keluar Raksa memanggilnya lagi,
" bima! " ucap Raksa
" iya tuan " sontak Bima
" hubungi para art, pengurus kebun, body guard, satpam, yang di suruh cuti kemarin minta kerja kembali hari ini " ucap Raksa
" baik tuan " sahut Bima
siang hari kembali ke kampus, di jam istirahat Vera hanya menghabiskan waktunya dengan tidur hingga masuk jadwal masuk yang kedua, Vera hendak pergi bersama Jennie ke apartemennya tiba- tiba ada telpon masuk di hp nya
dririring dring
" Ver ada yang nelpon, nggak di angkat tuh " ucap Jennie
" mau angkat sih, cuma nomornya baru nggak tau siapa ini yang nelpon " seru Vera
" yaudah nggak usah di angkat aja " ucap Jennie
" tapi…… " seru Vera dan pada akhirnya telponnya sudah mati
" Ver Lo mau terus S2 enggak ?" tanya Jennie yang membuat topik pembicaraan baru
" mmmm kayaknya engga deh " seru Vera
" eh kenapa sayang Lo, secara kan Lo orangnya pinter gitu " ucap Jennie
" kondisinya kurang mendukung " seru Vera
dririring dringgg
" eh tuh telpon Lo bunyi lagi " ucap Jennie
" aku angkat aja kali ya " seru Vera
" coba aja angkat " ucap Jennie
" udah selesai ? datang ke kantor " ucap Raksa di dalam telpon yang kemudian mengirimkan alamat
Vera terdiam kebingungan mendengar suara itu
" siapa Ver ? ko Lo jadi bengong ? " tanya Jennie
" Jenn aku pergi ke dalam neraka yang tidak tahu di mana ujungnya, dan hanya ada bara panas yang menghancurkan tubuhku secara perlahan " ucap Vera dengan tatapan kosong matanya
...bersambung………...