The Ceo'S Marriage Snares

The Ceo'S Marriage Snares
.



...⚠️ WARNING ⚠️...


...⚠️ BAB INI TERDAPAT ADEGAN YANH MEMBUAT PANAS DINGIN, IRI HATI, KEJANG-KEJANG, HALU TINGKAT AKUT⚠️...


...❕ HARAP YANG PUNYA TANDA-TANDA DI ATAS UNTUK BERHENTI MEMBACA❕...


...----------------...


" ja… ja… jadi saya harus pakai ini " seru Vera


Vera berdiri kebingungan di kamar mandi dan bingung bagaimana dia akan keluar dari kamar mandi itu



Vera berbalik dan menjauh dari pintu dia melihat pantulan dirinya di cermin


" apa ini benar- benar aku ? mengapa aku bisa jadi seperti ini, dan bekas memar di tubuhku pasti masih ada " ucap Vera


" ganti baju aja sampai makan waktu lama!! "


ucap raksa sambil membuka pintu, raksa sangat terkejut saat melihat Vera dengan baju halalnya itu, bekas pecutan yang terlihat jelas di tubuh Vera, tanpa basa basi raksa menarik pinggang Vera lalu melemparkannya di atas ranj*Ng.


saat Raksa melihat tubuh Vera yang penuh dengan luka cambukan dia berpikir bahwa itu adalah bekas cambuk pria cabul yang mengguliti Vera, dan berpikir bahwa sebenarnya Vera adalah gadis panggilan yang suka dengan gaya kasar yang di berikan lawan mainnya hingga membuat Raksa melontarkan kata yang membuat Vera tidak nyaman di malam pertama nya


" berapa bayaran anda per malam ?" tanya raksa


" ha apa ? " seru Vera


" bekas luka ini pasti bekas cambuk pria cabul yang menggul*tinya sebelum saya " gumam raksa


Vera sangat ketakutan tubuhnya sangat gemetaran, namun dia tidak bisa berkata apa-apa


raksa mulai mendekat mendekam tubuh Vera secara perlahan mencium bibirnya dengan penuh gair*h yang berapi- api.


" bibir yang dingin, lembut seperti jelly, aroma tubuhnya seperti aroma taman setelah hujan sial*n aku tidak menyangka dia akan semenggoda ini " gumam raksa


raksa mulai mencium tubuh Vera inci demi inci, Vera pun tersentak perasaan aneh muncul di dalam dirinya


raksa mengambil borgol lalu me memborgol ke dua tangan Vera pada ranjang, kemudian raksa menutup mata Vera dengan kain hitam tak selang berapa lama raksa mengambil cambuk yang memiliki ujung seperti bulu.


mengusap tubuh Vera dengan lembut menggunakan cambuk itu dari wajahnya hingga turun ke lehernya, lalu kedua dadanya, lalu pusarnya dan pada titik intinya


setiap kali raksa menyentuh Vera, tubuhnya semakin memanas nafasnya tidak teratur, suara nafas yang lembut dan panas berbisik di telinga raksa


" aku malu "


sruuuuuut


" ah " Vera mengeluarkan suaranya karna pecutan lembut yang di berikan raksa kepada dirinya


sruuuuut


" ah ha ah "


raksa kembali mencium Vera sambil melepas celana nya, menaruh tangannya di atas kepala Vera lalu menggerakkan lima jarinya secara lembut, membelainya, mencium lehernya menjilat telinganya, lalu raksa mulai mencium kedua dadanya, dan meniup pusarnya


" haaa ah "


" bagaimana ini nafasnya sangat panas dan kasa, aku bahkan tidak bisa melihat apa- apa " gumam Vera


raksa mulai menggesekkan sedikit demi sedikit buah pisangnya di pinggiran dua belah donat milik Vera, tubuh Vera semakin memanas rasanya ingin melahap sesuatu yang bisa menghilangkan rasa panas di tubuhnya


" ugh " desah raksa sambil menatap Vera dengan tajam seperti orang kelaparan, raksa melepaskan penutup matanya itu lalu menggigit buah dada milik Vera


" ha ah aahhhhhk " des*h Vera


Vera sangat terkejut saat tutup matanya di buka dia melihat wajah raksa yang begitu nafs*


tanpa melonggarkan nya, tanpa basa- basi raksa memasukkan pisang miliknya itu dengan sangat kasar, bersamaan dengan dorongan yang pertama itu raksa langsung memasukkan semuanya hingga banyak darah yang keluar dari donat Vera.


tubuh Vera tersentak pinggangnya Ter angkat dari ranjang karena dorongan kuat raksa, memejamkan matanya karna menahan rasa sakit hingga mengeluarkan air mata, merangkul tubuh raksa yang sedang mendekam nya.


semakin lama dorongan raksa semakin kuat Vera sudah tidak kuat namun rasa sakit yang ia rasakan membuatnya tidak bisa berkata apa-apa.


Vera merangkul pundak raksa dan memeluknya dengan erat, tapa sadar Vera menancapkan kuku tangannya di punggung raksa, setiap kali raksa mendorong semakin kuat tancapan kuku Vera.


" haa ah , ah, uh "


malam yang panjang, malam uang di iringi ******* seorang pria dan tangisan seorang gadis.


karna merasa sudah tidak sanggup Vera menutup matanya dan pingsan, meski raksa yang melihat Vera sudah menutup mata pun masih tetap melanjutkan nafs* gair*hnya itu..


pagi hari………


raksa terbangun dari tidurnya dan melihat Vera yang masih memejamkan matanya, Raksa sempat terkejut dengan darah yang bersipah di atas tempat tidur mereka namun ia hanya sebatas terkejut tidak lebih


" tukang tidur " ucap raksa, sambil menggulingkan Vera yang membuatnya terjatuh ke lantai namun Vera sama sekali tidak bangun dan masih memejamkan matanya


setelah raksa selesai mandi Raksa melihat Vera yang masih tertidur di lantai dia hanya membiarkannya dan melewati Vera yang tergeletak itu tanpa melihat jam raksa turun kebawah


" raksa kamu mau kemana ?" tanya Selena yang sedang melihat- lihat majalah


" ke kantor ma, mana Bima mah ?" seru raksa


" kamu libur aja hari ini, pagi tadi kakek udah pergi ke kantor bareng Bima " ucap Selena


" pagi tadi ?" seru raksa


" jangan bilang kalo kamu nggak liat jam, sekarang udah 11 : 45 " ucap Selena


" apa ?" sontak raksa yang terkejut saat mengetahui bahwa sudah siang


Selena pun tersenyum saat melihat anaknya karna teringat Arya dulu yang juga bangun kesiangan, lalu tiba- tiba dia ingat bahwa dirinya pingsan saat malam pertama karena ke ganasan Arya di malam pertama


" raksa di mana Vera ?" tanya Selena


" masih tidur " seru raksa dengan malas


" yakin dia tidur, coba cek lagi " ucap Selena


" yakin mah, emangnya kenapa si ma " seru raksa


" mama cuma khawatir karna dulu waktu mama honey moon sama papa kamu mama pingsan, mama cuma takut anak orang pingsan lagi " ucap Selena


" dari tadi gadis jelek itu tidak merespon sedikit pun, apa dia benar-benar pingsan, tapi masa bodo entah itu pingsan atau mati pun tak peduli " gumam raksa


Raksa membuka majalah yang sering ia lihat, dia menjalani liburnya seperti seorang yang bahkan tidak memiliki istri dengan santainya minum kopi sambil melihat majalah


...the next bab………...


author : Lo jahat banget Rak, dibikin mati juga Lo, nggak mati terlalu mudah Dikin sakit parah lo sama gua nanti


Raksa : terserah gua kan yang bikin gua kejam itu Lo "


author : eh buset gua kena mental


Raksa : yaudah kan hidup kita nati………


author : suttt jangan kasih tau masih rahasia


aduh sebenarnya takut banget sih ini, takut nggak lulur review