The Ceo'S Marriage Snares

The Ceo'S Marriage Snares
.



" gila karena cinta ya kak " seru Jennie


" ah tau ah pusing aku " ucap Eren sambil meninggalkan Jennie


setelah hari itu, hari demi hari berjalan dengan tenang berjalan dengan lancar Vera yang tak pulang pun tak ada orang rumah yang menjemput dirinya, hari demi hari berlalu, sejak hari itu Vera Jennie dan Eren sering menghabiskan waktu bersama, dengan Vera yang terlihat banyak pikiran Eren yang acuh tak acuh dan Jennie yang selalu menempel pada Eren.


kampus……………


" kak Eren " teriak Jennie sambil menggandeng tangan Eren


" lepasin, aku udah bilang berapa kali jangan panggil kakak sok akrab banget " seru Eren dengan nada tegas


" ihhh kenapa kakak selalu saja jahat " seru Vera dengan manja


" terserah, yang penting lepasin dulu ni tangan " ucap Eren sambil melepaskan pelukan tangan Jennie di tangannya


" ihhhhhh kakak kenapa nggak adil banget sih" seru Jennie


driririring ( tlpon Jennie berbunyi )


" aku angkat telpon dulu ya kak " seru Jennie sambil mengangkat telponnya


" hmmm iya mah, apa mah ? yang bener ? terus mah terus sekarang dimana Daniel nya sama Tante juga, oh iya mah nanti abis jadwal kuliahnya selesai Jennie pulangnya ke rumah nggak ke apartemen " ucap Jennie


" hmm iya mah bye " seru Jennie lalu berlari mengejar Eren


sepulang ngampus………


" MMM Ver kamu ikut aku nggak ke rumah Tante main kerumah bawa Daniel " ucap Jennie


" enggak deh Jenn, aku udah nggak pulang seminggu, sekarang mah aku mau pulang ke rumah itu dulu, besok kan nggak ngampus " seru Vera


" Ver Lo yakin mau balik ke rumah itu lagi ? orang itu kan nggak nyariin Lo, mending nggak usah pulang deh selama dia nggak nyariin Lo lebih baik Lo nggak pulang, gua khawatir banget sama kondisi Lo Ver " ucap Jennie


" tenang aja kok " seru Vera


" Ver please, aku mohon kamu jangan balik ke rumah itu, kita kumpulin uang biar kita bisa lari sama- sama " ucap Jennie


" Jenn Lo tenang aja, terus jangan terlalu berlebihan aku baik- baik saja kok, oh iya kalo ada panggilan dari produser jangan lupa kabarin ya " teriak Vera yang sudah agak jauh dari Jennie


" Ver " seru Jennie


" Ver ayo semangat ngumpulin uang, dan kita akan pergi bersama ke luar negri, gua yakin suatu saat pasti hidup Lo bahagia " gumam Jennie


" maaf Jenn aku hanya bisa berbohong dan mengatakan tidak apa- apa, padahal sesungguhnya aku sangat takut, namun aku tidak tahu harus bergantung, bercerita, menangis, meminta tolong, pada siapa ? karna aku tahu dia ( Raksa )bukan manusia dia adalah seorang iblis yang menyamar menjadi manusia " gumam Vera


Vera berdiri di depan mansion besar itu menghela nafas panjangnya dan mulai melangkah ke dalam dengan perlahan, satu langkahnya saja sudah membuat Vera sesak, baru masuk ruang utama pun sudah di terkam macan


" tahu arah pulang juga Lo ? gua pikir Lo nggak tau arah pulang ? oh atau Lo sudah tidur dengan pria lain di luar ? " ucap Raksa


" in… ini bukanya masih siang ? tapi kenapa dia ada di rumah ?" gumam Vera


" saya hanya menginap di rumah teman " seru Vera


" menginap ? Lo hanya tinggal sendirian di dunia ini, dan sampai kapanpun Lo bakal hidup sendiri, jika sampai ada orang yang berdiri di samping Lo entah itu anak- anak atau orang dewa gua Raksa akan membunuh mereka atau membuat hidup mereka layaknya neraka seperti hidup Lo, jadi paham kan ? " ucap Raksa sambil mencengkram dagu Vera


" ehm hmm " Vera yang terlihat kesakitan


" ngerti kan Lo ?" tanya Raksa sambil mengencangkan cengkraman tangannya di dagu Vera


" ehmm ya, iya saya faham" seru Vera


Eren melepaskan cengkeramannya dan lalu pergi ke lantai atas meninggalkan Vera


" hah apa? apa dia tidak menginginkannya, syukurlah kalau begitu "


pandangan mata Vera mulai memudar dan dan muncul bayangan hitam yang menghantui tidurnya.


BRUGH!


" ada orang yang jatuh dari atas gedung "


" cepat hubungi rumah sakait! cepat! "


seorang gadis kecil dengan rambut yang di ikat dua melihat genangan darah itu dari kejauhan, dan samar- samar melihat lengan kemeja orang yang jatuh itu, karna gadis itu mengenali jas yang di kenakan orang yang jatuh itu dia berlalu sambil berteriak memanggil " PAPA " dengan air mata yang bercucuran.


lalu secara bersamaan bayangan pria itu menghilang dan muncul lagi tangan wanita yang menjulur dengan tubuh yang bergenangan darah.


" AWAS! AWAS! AWAS! " kata awas itu menghantui Vera sehingga membuat Vera terbangun dari tidurnya dengan nafas yang ter- engah -engah


" hah huh hah huh haaaah ah, ke… kenapa aku memimpikan hal ini lagi, padahal kemaren aku sudah tidak memimpikan hal gila ini " ucap Vera


" ternyata aku tidur cukup lama, hari sudah gelap " gumam Vera sambil menutup tirai kamarnya dan menyalakan pelita di kamarnya


" pa, Vera harus gimana pa ? mama udah berubah drastis semenjak mama pulang dari rumah kakek, dan sekarang papa udah nggak ada di sisi Vera di tambah sekarang Vera nggak bisa bergantung sama siapa- siapa pa, Vera takut libatin orang yang nggak bersalah, pa, Vera harus gimana pa ?"


ucap Vera yang duduk sambil memeluk lututnya, Vera mulai berdiri dan pergi ke kamar mandi khusus pelayan dan mulai membersihkan dirinya


" karna kamar mandinya nggak di dalam kamar aku jadi harus bawa baju ke kamar mandi " gumam Vera


di sisi lain terlihat Raksa berjalan dengan cepat ke arah kamar Vera lalu mendorong pintu kamarnya dengan sangat kencang hingga membuat pantulan suara dari dorongan pintu itu.


BRUKH!


saat Raksa membuka kamar Vera, semuanya gelap setelah sekian lama memanggil- manggil nama Vera dengan kasar Raksa memeriksa kamar Vera dan menyalakan pelita di kamar Vera, namun Vera tidak ada di kamarnya.


" dimana gemb*l sial*n itu " ucap Raksa dengan kesal


" ada apa mencari saya ? " tanya Vera dari belakang Raksa


" darimana saja kamu ? " tanya balik Raksa


" saya baru selesai mandi " seru Vera


tanpa basa -basi Raksa langsung menarik tangan Vera keluar dan membawanya pergi entah kemana


" ka… tuan anda ingin membawa saya kemana ?" tanya Vera


" diam! gua punya pekerjaan yang sangat bagus untuk Lo " ucap Raksa dengan tatapan tajam ke arah Vera


" eugh ta… ta… tapi pekerjaan apa itu ?……… " tanya Vera


" pekerjaan ini sangat cocok untuk Lo yang murahan dan kekurangan uang " ucap Raksa


" pekerjaan apa itu ? walaupun aku ingin bekerja tapi jika orang ini yang memberikan ku pekerjaan aku tidak yakin kalo ini adalah kabar baik " gumam Vera sambil memegang kuat sabuk pengaman dan melihat ke luar jalan



Raksa menarik keluar Vera dengan kasar Vera menghentikan tarikan Raksa dengan sangat kuat karena melihat tempat di depannya


" i… ini bukanya club'… kenapa tuan membawa saya kemari ? jangan bilang pekerjaan itu ?……… " ucap Vera sambil mengernyitkan alisnya dan mencoba menarik paksa tangannya.


" benar! seperti yang Lo pikirin, pekerjaan yang bagus untuk gemb*l murahan seperti Lo" ucap Raksa sambil mendekam Vera ke mobil dan menatapnya dengan tajam lalu menarik paksa Vera


to be continue ……………………


...----------------...