The Ceo'S Marriage Snares

The Ceo'S Marriage Snares
..



" lihat saja aku akan membuat hidup mu serasa di neraka " gumam Raksa


selang beberapa hari Raksa tiba -tiba mengumumkan berita baru dan beritanya menyebar hanya dalam hitungan detik


Vera baru saja tidur tenang, tiba- tiba Jennie masuk ke kamarnya dan membuat Vera terbangun dan menjatuhkan obat yang ia genggam


mata Jennie dan Vera saling bertemu Vera terlihat sangat canggung


" Jenn , Ver " seru mereka secara bersamaan


" Ver sejak kapan Lo mengonsumsi obat kayak gini ? dan bukanya ini obat penenang, lalu obat tidur " ucap Jennie


" suuuttt Jenn, jangan kenceng- kenceng " seru Vera


" Ver memang seberapa susah kamu jujur sama aku ? " tanya Jennie


" bukan gitu Jenn " seru Vera


" terus apa ? " tanya Jennie


" aku cuma takut kalian khawatir " seru Vera


" Ver kita ini kan keluarga mulai sekarang kamu harus belajar jujur sama aku ya " ucap Jennie


" ya… sebenarnya si ini sulit buat di ceritain " seru Vera


" coba jujur aja kita cari solusinya bareng- bareng " ucap Jennie


" jadi sebenarnya gini BLA BLA BLA " Vera menceritakan semuanya


" what !? " sontak Jennie yang langsung berdiri


" shuutttt! jangan teriak- teriak nanti mama denger " ucap Vera


" jadi sekarang gimana ?" tanya Jennie


" ahh gua juga nggak tau Jenn, emang semua keluarganya tuh baik sama kakeknya juga bilang itu kecelakaan tapi aku nggak tau gimana pendapat Raksa " seru Vera


mereka berdua masih membicarakan masalah itu dengan serius secara tiba-tiba Sandra datang dan menyuruh mereka turun karna ada tamu


" nak Vera sayang " ucap Sandra


" iya ma " seru Vera


" sayang ada yang datang nyariin kamu pokoknya turun dulu aja " ucap Sandra yang kemudian langsung pergi


" iya ma " seru Vera


" Jenn kok ada perasaan nggak enak gini ya" ucap Vera


" ah mungkin temen kuliah Lo Ver, coba Lo temuin dulu " seru Jennie


Vera turun ke bawah dengan mata yang masih sembab, hidung dan pipinya kemerah- merahan.


saat melihat siapa yang datang, Vera sangat terkejut tubuhnya secara alami bergetar, bercucur keringat panas dingin dari diri Vera.


" tuan " seru Vera


" tundukan kepala anda, anda nggak pantas buat berhadapan langsung sama saya " ucap Raksa


Vera menundukkan kepalanya sambil mengepalkan kedua tangannya


" Anda pasti sudah lihat berita pertunangan saya yang akan di adakan lima hari lagi dari sekarang " ucap Raksa


" iy… iya saya tahu " seru Vera


"karna Celine meninggal pertunangannya akan di batalkan dan akan menjadi pesta pernikahan " ucap Raksa


Vera tersentak dan menatap mengangkat kepalanya lalu tatapan matanya yang penuh dengan air mata itu menatap lurus ke mata Raksa


" maafkan saya, ini karena saya " seru Vera


" saya tidak suka permintaan maaf hanya dengan ucapan " ucap Raksa


" lalu saya harus bagaimana ?" seru Vera


" jadi pengantin wanita ku, tidak ada penolakan " ucap Raksa yang kemudian pergi melangkahkan kakinya dari rumah itu


" haa ah hiks hiks hiks, mengapa ? mengapa selalu seperti ini ? mengapa ?" gerutu Vera sambil membuka pintu kamarnya


" Ver jangan bilang Lo nangis gara- gara anak dari keluarga Rodriguez itu ?" tanya Jennie


" kok Lo hiks bisa tau Jenn hiks ?" tanya balik Vera


" coba lihat berita apa yang dia sebarkan di medsos " ucap Jennie


" berita apa emang ?" tanya Vera sambil menghampiri Jennie


" coba Lo liat " seru Jennie sambil menunjukan berita itu



'' what? itu kan aku Jenn " seru Vera


" kok bisa jadi kayak gini si " ucap Vera


karna Raksa mempublikasikannya Sandra jadi mengetahui hal itu, pada akhirnya Vera yang berniat tidak memberitahu ibu barunya itu terpaksa menceritakan semua kejadiannya tapi tidak dengan dirinya yang mengonsumsi obat penenang.


empat hari terasa empat detik hari pernikahan tiba.


tanggal 03 Maret 2023


" Vera kamu yang kuat ya, maafin mama ya mama nggak bisa berbuat apa-apa dan nolongin kamu nak " ucap Sandra


" is't okay ma aku juga mau berterimakasih sama mama karna udah baik sama Vera selama beberapa hari terakhir "


ucap Vera sambil memeluk Sandra dan menangis


" iya, udah dong masa anak mama nangis " seru Sandra


mereka keluar dari mobil ke gedung pernikahan yang sudah di siapkan itu, karpet merah terbentang dari depan gedung hingga jalan depan, dari wartawan hingga paparazi sudah berkumpul di sana.


mereka turun dari mobil dan sangat terkejut saat melihat ke adaan di luar mereka seperti sedang menonton konser limited edition semua orang berkumpul berduyun-duyun di sana, namun bukan hanya mereka yang sangat terkejut pihak luar juga sama terkejutnya karna pengantin wanita hanya di antar oleh dua orang.


Vera terlihat sangat cantik apalagi saat tersorot cahaya kamera, seperti Bunga matahari yang mekar karna paparan sinar matahari, namun sayangnya tidak ada senyuman di wajahnya



setelah sekian lama menunggu Raksa tak kunjung datang orang tua dan keluarga Raksa mulai khawatir


" anak sial*n itu dimana dia sekarang " ucap kakek


" benar coba lihat putri menantu kita sudah berdiri begitu lamanya di sana " ucap Selena


tak lama Raksa masuk ke gedung itu berjalan melalui karpet merah dengan sorotan pelita dan cahaya kamera di mana- mana, kewibawaan nya yang turun temurun dari kakek Thony tidak hilang sedikit pun.


Raksa mendekati Vera, acara pernikahan pun terus berlangsung setelah mereka saling mengikatkan janji satu sama lain, lalu raksa mendekat dan membisikan sesuatu pada Vera yang membuat bola matanya terbuka lebar


" jangan pernah berpikir kamu akan menjadi nyonya rumah kluarga saya " bisik raksa



gedung mewah, hiasan pernikahan yang menghabiskan 2,5 T hingga harga gaun yang seharga 600 jt itu, sungguh di sayangkan orang yang berdiri menjadi pengantin bukanlah orang yang saling mencintai melainkan rasa ambisius untuk membuat hidup sang gadis menderita.


setelah tukar cincin selesai Vera menghampiri ibunya dan raksa pergi ke arah teman- temannya haha hihi bareng temannya tapi Vera malah jatuh di pelukan Jennie dan ibunya hanya air mata yang keluar tidak ada satupun kata yang terucap dari mulut Vera


" pa " ucap Selena


" iya ma, ada apa ?" tanya Arya


" apa keluarga kita begitu sangat menakutkan ?" tanya Selena


" hahaha " Arya malah tertawa dengan puas


" kok papa malah ketawa sih " seru Selena


" ya habisnya pertanyaan mama tuh ada- ada saja " ucap Arya


" bukan ada- ada saja, tapi coba lihat putri menantu kita dari pagi matanya sembab sekarang juga malah nangis " seru Selena


" ah mungkin dia gugup " ucap Arya


" iya gitu pa, kalo takut sama raksa bisa jadi itu pa" seru Selena


" ah mama ini, jangan pikir yang aneh- aneh " ucap Arya


malam hari………


Vera masuk ke kamar yang di tunjukkan orang tua raksa saat masuk Vera sangat terkejut melihat tubuh raksa



" ah maaf "


seru Vera yang dengan cepat berbalik dan hendak membuka pintu namun raksa mendorong pintu itu dan berdiri tepat di belakang Vera


" mau pergi kemana Lo " ucap raksa


" ak… ak… apa kita tidur satu kamar ? " tanya Vera dengan tangan yang gemetar


" jangan pikir gua bayar Lo mahal- mahal, buat cuma tidur pisah ranjang, jangan pikir kalo gua nggak bakalan nyentuh Lo, gua adakan pesta pernikahan yang menghabiskan triliunan uang buat apa!! " sontak raksa


sekujur tubuh Vera pun tersentak keringatnya bercucuran tanpa henti, namun jantungnya berdebar kencang


" pakai ini " ucap raksa sambil melemparkan baju halal pada Vera



" ja… ja… jadi saya harus pakai ini " seru Vera


Vera berdiri kebingungan di kamar mandi dan bingung bagaimana dia akan keluar dari kamar mandi itu


...the next bab…………...