
" i… ini bukanya club'… kenapa tuan membawa saya kemari ? jangan bilang pekerjaan itu ?……… " ucap Vera sambil mengernyitkan alisnya dan mencoba menarik paksa tangannya.
" benar! seperti yang Lo pikirin, pekerjaan yang bagus untuk gemb*l murahan seperti Lo" ucap Raksa sambil mendekam Vera ke mobil dan menatapnya dengan tajam lalu menarik paksa Vera
Raksa masuk ke ruang VIP dan melemparkan Vera ke atas kursi
" tuan se… sebenarnya saya mau di apain di bawa kemari ?" tanya Vera
" diam " ucap Raksa dengan tegas
" ta… tapi ak… aku… " seru Vera
" diam ngomong aja nggak bener, atau gua cium Lo " ucap Raksa
Vera dengan pikiran kacaunya dan dan rasa takut yang sangat besar dalam dirinya, terus berusaha mencoba untuk tetap tenang dan melihat ke sekeliling, berpikir dan mencari cara untuk kabur
" jangan berpikir untuk kabur! " ucap Raksa yang seolah- olah membaca pikiran Vera
" seperti biasa "
ucap Raksa lewat telpon club' yang tak lama kemudian beberapa laki- laki dan beberapa pelayan wanita datang ke ruangan VIP itu, terlihat jelas Vera sangat terkejut rasa takutnya sudah tidak bisa di sembunyikan lagi tangannya sudah mulai terlihat gemetar.
beberapa pelayan wanita menaruh dua botol Vodka ( sejenis minuman ker*s ) di atas meja, lalu kembali keluar, sedangkan para pelayan laki- laki masuk ke kamar yang membuat Vera semakin merasa takut.
" aku… aku… mohon…… aku mohon jangan lakukan ini " ucap Vera sambil memohon kepada Raksa dan memegang ujung kemeja Raksa yang sedang berdiri tak jauh di dekatnya
" heh maksud Lo jangan lakuin apa ?" tanya Raksa
" it…… itu… itu… ituloh…… " seru Vera dengan malu- malu
" jangan lakuin apa? maksud Lo jangan lakuin s*x bukan ?" tanya Raksa
" hmm " seru Vera sambil memalingkan wajahnya
" hm apanya ? merpati gua udah berdiri di dalam, terus Lo bilang jangan 'lakukan ini' ! " ucap Raksa sambil mendekam Vera hingga terbaring di atas kursi
" apa dia nggak malu gitu ngucapin kata kotor dengan begitu mudahnya" gumam Vera sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya
" tuan kami sudah selesai menyiapkan kamar anda " ucap salah satu pelayan laki- laki itu
" iya, silahkan keluar dan jangan biarkan siapapun masuk ke ruangan ini " ucap Raksa
" baik tuan " seru pelayan pria tadi
Raksa menggendong Vera dengan gendongan ala koala, kedua bola mata Vera terbuka lebar, karena untuk pertama kalinya Raksa menggendong Vera ala koala yang membuat wajah mereka saling berhadapan, dan tanpa sadar Vera melingkarkan kedua tangannya di leher Raksa.
" lihatlah tubuhmu sendiri lebih jujur dari mulut mu " ucap Raksa sambil menurunkan Vera dan langsung mengdekamnya di atas ranjang
" hah apa ? " seru Vera dengan kebingungan
" buka lebar- lebar kaki Lo, lalu angkat secara perlahan " ucap Raksa
" tidak tunggu! " seru Vera sambil mendoron Raksa
" tunggu apa lagi, kedua put*Ng mu saja sudah mengeras " ucap Raksa
" lagi- lagi dia mengatakan hal mes*m dengan mudahnya dan tanpa rasa malu " gumam Vera Sambil menutupi kedua dadanya dengan kedua tangannya
Raksa mulai membuka pakaian Vera, memegang kedua kaki Vera dan mengangkatkannya ke atas dengan kaki Vera yang masih merapat, lalu menjepit merpati miliknya diantara kedua paha Vera yang mendekati ************ area bawahnya lalu mulai menggeseknya dengan kasar dan cepat.
" hah… ah tunggu! in…… ini… ini ah terlalu aneh ah " ucap Vera dengan suara desahannya yang hangat dan lembut
" gua nggak percaya gadis ini bisa bikin gua segil* ini " gumam Raksa dengan rasa tegang dan urat yang mengeras
" ini… ini… ini benar… benar erot*s " gumam Vera
" tapi aku sedikit bersyukur karna berpikir dia akan melakukan int*m seperti waktu yang terakhir, dan aku pikir dia mau jual aku buat jadi budak s*x " gumam Vera
" hah ah uh ugh ha ah ah uh ha aah " desah*n Vera dan Raksa mengelilingi kamar itu dan suaranya menjadi sedikit menggema.
Raksa terus mendorongnya dan memberikan hentakan yang kuat pada Vera yang membuat Vera semakin terangs*Ng hanya dengan gesekan saja.
" tunggu! ini benar- ah benar ah aneh ah "
" aku yakin dia bukanlah orang yang akan berhenti hanya dengan satu kali " gumam Vera
setelah diam sejenak Raksa melebarkan kaki Vera, lalu memasukannya dan menggerakkan pingg*lnya secara perlahan dan mulai menggila.
" benar saja dia bukan tipe orang yang hanya bermain satu kali " gumam Vera
" ah ugh ha ah ugh aaaaaahhhhhh "
malam panjang yang sangat meriah pun dilakukan mereka, hingga keduanya tertidur karna kelelahan.
PAGI HARI
Vera terbangun karna cahaya matahari yang menembus jendela kaca kamar mereka.
" hah apa ? kenapa dia tidur seperti ini ? tapi ……… menurut ku ini tidak buruk, dan dia terlihat sangat tampan meski dia sedang tidur "
ucap Vera yang terkejut sesaat, saat melihat Raksa tidur di samping dadanya sambil memeluk lingkar pinggang Vera dengan erat.
" hemh " Raksa mulai menggeliatkan tubuhnya dan secara perlahan pelukannya mulai kendor, Vera pun merangkak keluar dari pelukan Raksa secara perlahan karna takut membangunkan Raksa.
" mau pergi kemana Lo ? " tanya Raksa
" hah ak…… ak…… aku itu………… " seru Vera dengan gugup sambil menutupi dirinya hanya dengan sehelai pakaian
Raksa pun menarik kembali Vera kepelukan ya dengan erat
" ini sudah mulai siang, aku mau mandi dulu " seru Vera
" Lo yakin mau keluar sekarang beberapa pelayan akan datang sebentar lagi " ucap Raksa
Vera yang mendengar perkataan Raksa yang barusan langsung kembali tidur ke samping Raksa, yang masuk ke dalam satu selimut yang sama.
" entah kenapa aku merasa terhibur hanya dengan sedikit menggodanya"
gumam Raksa dengan senyuman tipis di bibirnya, Vera yang melihat Raksa pun merasa aneh dan kagum saat melihat Raksa tersenyum cerah seperti itu.
" aku nggak nyangka kamu bisa setampan ini kalo lagi senyum, eh " ucap Vera yang keceplosan
" apa Lo bilang ? " ucap Raksa
" bu…… bukan apa- apa " seru Vera
tak lama para pelayan datang dan mulai membersihkan dan membawakan hal yang Raksa minta.
" tolong siapkan air hangat juga " ucap Raksa
" baik " seru pelayan
setelah selesai para pelayan itu pergi meninggalkan kamar Raksa dan Vera
" hey apa itu ? " ucap Vera dengan bola mata yang terbuka lebar karna merasakan sesuatu di samping pahanya
" apa lagi, ya itu " seru Raksa
" hah apa ? ak… aku akan pergi mandi " ucap Vera
" kenapa terburu- buru ayo lakukan sekali lagi, hanya sekali saja " ucap Raksa
" ahh aku nggak mau " seru Vera
" ayolah sekali saja mohon ya " ucap Raksa
" hah kenapa aku harus memohon padahal tinggal lakukan saja tanpa harus dapat persetujuan dari orang nya " gumam Raksa
" hmm baiklah hanya satu kali " seru Vera
pagi itu menjadi pagi yang cukup panas bagi mereka berdua
...to be continue ……………...
...----------------...