The Ceo'S Marriage Snares

The Ceo'S Marriage Snares
...



...Makasih buat kalian yang udah stay nungguin update dari author, karna sekarang kondisi author nya sudah lebih baik, jadi author mulai update lagi, terus mendukung ya :)...


Vera berdiri di depan perusahaan itu sambil menelan air ludahnya, dan perlahan mulai melangkahkan kakinya ke dalam perusahaan.


layaknya aktris besar masuk ruangan yang di gerai karpet mewah, semua karyawan magang, tetap, resepsionis, satpam bahkan hingga OB pandangannya tertuju pada Vera tanpa teralihkan, Vera melihat sekeliling dan merasa canggung karna tatapan semua orang.


Vera berjalan dengan langkah yang cepat menuju tangga darurat, karna sudah terbiasa dengan perintah Raksa yang meminta Vera naik lantai atas melalui tangga darurat, selain itu seperti hari pertama masuk ke kantor selalu saja ada yang menyusahkan Vera, dari hal kecil hingga hal besar.


" haaaaaaa uh, aku harus siapin mental lagi untuk hari ini " gumam Vera sambil menghela nafas panjang di depan pintu ruangan Raksa


Vera mengangkat tangannya dengan perlahan berniat mengetuk pintu tapi sekretaris Bima membuat Vera terkejut


" nona ? apa yang sedang nona lakukan ? " tanya Bima


seketika Vera berbalik karna terkejut lalu tanpa sengaja pintu ruangan CEO itu terdorong dan terbuka tepat saat terbuka wajah Vera nongol dan Bima sudah tidak ada di sekitarnya


" ketuk pintu terlebih dahulu dimana sopan santun mu ? " tanya Raksa yang sedang memeriksa dokumen


" hehe itu ………" seru Vera dengan senyuman bodohnya


" Bim …… Bima … " bisik Vera, tapi di saat Vera melihat kebelakang Bima sudah tidak ada di belakangnya………


" apa anda tidak bisa berbicara dengan benar ? haha hehe "


ucap Raksa sambil mengangkat kepalanya dan menghentikan gerakan jarinya yang sedang membuka lembaran berkas baru dan melihat ke arah pintu


" maaf tuan…… muda " seru Vera


" kenapa anda sangat lama ? " tanya Raksa


" melewati tangga darurat untuk bisa sampai ke lantai ini cukup memakan waktu " seru Vera


" apa anda bodoh ? bukankah ada lift di lantai bawah ? " ucap Raksa


" tidak……… ti…… saya tidak bodoh… " seru Vera


" lalu apa namanya jika bukan bodoh" ucap Raksa


" bukanya anda yang menyuruh saya agar tidak pernah naik lift di perusahaan ini, jadi yang bodoh itu mungkin tuan " seru Vera


" ap……… sudahlah, mulai sekarang anda boleh menggunakan lift lalu tolong buatkan saya satu kopi sekarang " ucap Raksa


Vera berbalik dan mulai melangkah untuk mengambil kopi


" heh mau kemana sekarang ?" tanya Raksa


" bukanya anda menyuruh saya membuatkan kopi " seru Vera


" ah, pakai lift khusus CEO agar lebih cepat " ucap Raksa


" hmm " seru Vera


terlihat Vera yang sedang menunggu gelas di depannya penuh dengan kopi.


BYURRRRRR!


satu gelas kopi melayang tepat di atas kepala Vera, membuat pakaian yang dikenakan Vera kotor dan tubuh Vera berbau kopi, Vera mematikan mesin kopi itu. yang tentu saja menjadi perhatian semua orang yang berada di sana


" apa maksudnya ini ? "


ucap Vera sambil berbalik dan menatap kebelakang dengan tatapan sinis, di saat yang bersamaan Raksa yang sangat kesal menunggu kopi yang tak kunjung datang akhirnya turun dan menyaksikan semua kejadian itu.


" pake segala nanya lagi, dasar cewek murah*n modelan kayak Lo berani- beraninya goda CEO " gertak cewek yang menumpahkan kopi di atas kepala Vera


" kenapa ? mbaknya iri ya ? " ucap Vera sambil mendekat


cewek tadi sedikit mundur dan memalingkan wajahnya


" heh mana ada iri, cukup di sayangkan CEO yang gagah itu tidur dengan perempuan jelek kayak Lo " ucap wanita tadi


" kenapa memangnya mbak ? iri ya aku yang jelek ini bisa membuat ranjang basah dengan keringat semalaman sedangkan mbak yang cantik itu bahkan nggak di lirik " ucap Vera sambil terus mendekat pada wanita itu


" sudah gua katakan berkali- kali, mana ada, bukankah Anda orang itu ? debut itu yang debut ? gua bakalan kasih tau semua orang kalo Lo punya orang dalam dan juga wanita panggilan " sontak wanita yang terus mundur hingga di berdiri di dekat dinding


" saya hanya akan mengatakannya satu kali jika anda tidak memiliki masalah saya harap agar anda tidak ikut campur masalah orang lain camkan itu baik- baik " ucap Vera sambil berbalik dan melangkah meninggalkan wanita itu


wanita tadi mengambil tanaman yang di sampingnya lalu melemparkannya ke arah Vera


BUGH!


" ugh "


Vera berbalik saat mendengan suara orang kesakitan dan lemparan barang di belakangnya, sangat di luar nalar semua orang terkejut melihatnya


" ma…… mafkan saya, saya nggak berniat sama sekali buat ngelempar kamu Rak " ucap wanita itu sambil mendekati Raksa


" Selvia sudah saya katakan beberapa kali, untuk jangan datang mengganggu hidup saya lagi !! " sontak Raksa


" Raksa jika kamu marah, marahlah dan lampiaskan semua amarah kamu sama aku, oke maaf ya dulu aku nggak bermaksud kayak gitu " ucap Selvia sambil memegang tangan Raksa


" lepas! hama seperti anda tidak pantas menyentuh saya " ucap Raksa


" Raksa seberapa marah kamu sama aku ? aku mohon yang dulu itu hanya salah paham " seru Selvia


" benar aku salah menilai ternyata " ucap Raksa


" seret dia keluar dan jangan biarkan hama itu masuk ke dalam perusaahan ini lagi, camkan baik- baik " ucap Raksa


" baik " seru karyawan


" nona ayo silahkan "


" lepasin! "


" nona jangan membuat keributan "


" lepasin gua bisa jalan sendiri, heh "


" apa kamu tidak apa- apa tuan Raksa ?" tanya Vera sambil mendekat dan memasang wajah melas


" dia pasti merasa puas sekarang bukanya aku sudah sering membuatnya tersiksa lebih dari ini " gumam Raksa


" dengarkan baik- baik dia adalah orang ku tidak semua orang bisa memerintahkannya, dan jika terjadi lagi yang mempermainkannya siapapun orang itu akan langsung di seret dari perusahaan " ucap Raksa dengan nada keras


Vera terdiam di depannya tanpa bisa berkata- kata


" ikut aku " ucap Raksa sambil menarik tangan Vera


" ha " Vera hanya terdiam melihat semuanya


" naik mobil " ucap Raksa


" tuan mau bawa saya kemana? " tanya Vera


" masuk, jangan banyak omong " ucap Raksa


Vera pun masuk dan duduk di kursi depan karena dorongan Raksa


" tuan muda biar saya antar " seru sekretaris Bima


" tidak usah, urus Selvia dan sisanya paham kan ? " ucap Raksa


" iya saya paham tuan " seru Bima


Raksa bersiap menjalakan mobilnya


" sebenarnya anda mau membawa saya kemana ?" tanya Vera


Raksa menoleh ke arah Vera


" beli baju " ucap Raksa


" beli baju ? tuan bisakah saya mengganti pakaian dulu, apa anda tidak merasa malu membawa saya membeli baju dengan pakaian saya yang seperti ini sekarang ? " ucap Vera


" karena itulah kita beli baju " ucap Raksa


" ja… ja… jadi kita beli baju buat saya" seru Vera


" hm " respon Raksa


" tuan saya tidak apa sekarang, dan lebih baik kita pergi ke dokter untuk memeriksa luka di punggung anda " ucap Vera


Raksa tertegun melihat kondisi Vera yang seperti itu tapi masih mementingkan kondisinya sedangkan dia sendiri saja tidak peduli


" tidak perlu hanya obat oles saja cukup " ucap Raksa


" lalu dimana itu ? dimana obat oles nya, biar saya oleskan dulu obatnya" seru Vera


" ada di saku kursi " seru Raksa


Vera mengambil obat oles nya, saat Vera berbalik Raksa sudah melepaskan semua kancingnya roti- rotinya kelihatan tampak menggoda


" ke… kenapa tuan membuka baju " ucap Vera


" jika tidak membuka baju bagaimana cara mengoleskan obatnya ? " ucap Raksa


" ha" Vera terdiam tidak bisa berkata- kata, Raksa berbalik dan Vera mengoleskan obat dengan sangat hati -hati


" sudah selesai " seru Vera


BUGH!


Raksa mendorong Vera dan menekan kursi hingga kursi itu menjadi setengah tidur


" tu… an " seru Vera


" apa kamu sedang menggoda ku ? mengoles begitu lembut " ucap Raksa dan mulai menunjukan sisi binatangnya lagi


" tuan saya mohon lakukan ini di rumah, jangan di luar saya mohon " seru Vera


" baiklah " ucap Raksa lalu mencium kedua mulut Vera dengan rasa gairah


hm mh HM mhh


Selvia Glanova



to be continue ……………