The Ceo'S Marriage Snares

The Ceo'S Marriage Snares
....



" baiklah " ucap Raksa lalu mencium kedua mulut Vera dengan rasa gairah menggigitnya dengan lalu melepaskannya dengan perlahan, setelah kiss barusan Raksa kembali ke tempat duduknya seolah Raksa tidak melakukan apapun kedua mata Vera melebar dan menyentuh bibirnya


mall ……………


" coba yang lain " ucap Raksa


terlihat Vera yang sedang mencoba pakaian di Devan Raksa dengan tubuh yang sudah bersih


" haiisss mau sampai kapan aku terus mencoba dan memilih pakaian lagi dan lagi " seru Vera yang mulai kesal


" coba lagi, cari yang lain " ucap Raksa


dengan wajah kesal dan malasnya Vera berjalan dan kembali mencoba pakaian lainnya


" yang ini ? " tanya Vera



" hmm lumayan " gumam Raksa


" bagaimana dengan yang ini ?" tanya Vera


" ganti " ucap Raksa


" yang ini ? " tanya Vera



" apa kamu mau pergi balapan ? ganti " ucap Raksa


" hm nye Nye nye nye " gerutu Vera sambil berbalik dan memilih pakaian lagi


" hm bagaimana ? " tanya Vera



Raksa melihat ke arah Vera dan sedikit terpukau namun responnya masih tetap sama


" ganti, coba pilih dress " ucap Raksa


" bagaimana dengan yang ini ? aku harap ini yang terakhir tidak kah kamu lihat tumpukan baju yang saya coba ? " seru Vera



Raksa terpukau melihat kecantikan Vera dengan mata birunya yang membuat semua orang melihatnya enggan mengalihkan pandangan dari Vera


" hmm lumayan " ucap Raksa


" jadi bagaimana ? cukup kan ? " tanya Vera


" hm " seru Raksa


" mbak saya akan beli yang itu, lalu bungkus semua baju yang tadi " ucap Raksa


" ha apa ? kenapa semuanya ? banyak banget apa enggak cukup satu aja yang ini ? " seru Vera


" ssssttttttt " ucap Raksa


setelah beberapa saat Raksa memberi kode dan body guard Raksa yang selalu mengikutinya secara diam- diam datang dan membawakan semua belanjaan mereka berdua


di dalam mobil……


" kamu harus membayar semua pakaian yang tadi " ucap Raksa


" ha tapi…… bagaimana saya membayarnya apalagi satu baju saja sudah mencapai belasan juta, lalu bagaimana cara saya membayarnya ? " seru Vera


" pikirkan cara yang bagus untuk diri mu dan aku " ucap Raksa


" apa bisa di cicil ? " tanya Vera


" apa di mata mu aku ini terlihat kekurangan uang ? " ucap Raksa


" lalu bagaimana cara saya membayarnya ?" tanya Vera


" kenapa tadi dia membungkus semuanya jika aku harus membayar nya kembali jika saja tahu akan begini lebih baik aku bau kopi daripada seperti ini " gumam Vera


" aku tidak butuh uang " ucap Raksa


" lalu ? dengan cara apa saya harus membayarnya ? " tanya Vera


" gunakan tubuh mu malam ini, bergeraklah di atas " bisik Raksa


wajah Vera memerah dan mengalihkan pandangannya karena malu


" aku baru tahu dia gadis yang cukup imut jika di goda " gumam Raksa


kantor ……


" bagaimana ini ? aku merasa tidak nyaman jika harus duduk dan memperhatikan dirinya kerja " gumam Vera


" mmmmmm "


Raksa melihat Vera yang terlihat kaku dan bosan


" kamu bisa baca- baca " ucap Raksa


" benarkah ?" seru Vera sambil berdiri dengan girang


" tapi…… jika ada tugas yang bisa di kerjakan lebih baik saya kerja " seru Vera


" jurusan apa kamu kuliah ?" tanya Raksa


Raksa menekan alat yang terhubung ke seluruh kantor


" sekretaris Bim datanglah keruangan saya sekarang " ucap Raksa


tak selang beberapa lama sekretaris Bim datang dengan cepat sopan


" berikan beberapa berkas berisi menajemen keuangan pada gadis jelek " ucap Raksa


" baik tuan " seru sekretaris Bim


" tunggu apalagi ikut sama Bima " ucap Raksa


" hmm baiklah " seru Vera dengan girang sambil berjalan mengikuti Bima tepat saat pintu Vera membuka lagi pintu itu lalu berbalik dan berkata :


" thank you " dengan senyum yang tulus


seketika bola mata Raksa terbuka lebar, melihat senyuman Vera seperti sinar mentari pagi


setelah itu Vera menyelesaikan beberapa file yang di berikan Bima


malam hari ……


di mansion besar itu Vera duduk sambil menggeliatkan tubuhnya dari kampus di kamarnya dan hanya mengenakan tanktop dan celana Muniko Hot Pants Baby Terry



" ekhem " dehem Raksa sambil masuk dan duduk di samping Vera yang membuat Vera terkejut setengah mati


" apa kamu sedang menggoda ku " ucap Raksa


" ha mana ada " seru Vera sambil mundur dan berusaha menutupi dirinya dengan selimut namun tak bisa karna selimut nya di tekan Raksa


" ke… kenapa tidak mengetuk pintu ?" ucap Vera


" apa kamu mencoba menutupi dirimu padahal aku sudah melihat semuanya bahkan yang tida erlihat orang lain " ucap Raksa


" hey sssstttt " respon Vera sambil mendorong Raksa dan menutup mulutnya hingga Raksa terjatuh dan Vera berada di atas Raksa


" ma… maaf " seru Vera dengan malu


" bayarlah hutang mu, kamu tahu cara melakukannya kan ? " ucap Raksa


seketika buka mata Vera terbuka lebar tangannya mulai bergetar


" bi… bisakah kita mematikan lampunya " ucap Vera


" tidak "


" mengapa ? ini terlalu terang, kota bisa mematikan lampu ini dan menyalakan lampu tidur " seru Vera


" hmmm " respon Raksa


setelah lampunya mati Vera duduk di atas tubuh Raksa yang sedang duduk membuat mereka saling bertatapan Vera menggigit bibirnya


" ini memalukan " gumam Vera


" kenapa hanya diam " ucap Raksa


" hmmm " respon Vera lalu kemudian mencium kening Raksa dan menyentuhkan hidungnya dan hidung Raksa lalu menggesek- geseknya sambil memejamkan matanya mencium bibir Raksa yang sudah mulai meng3rang menjulurkan lidahnya dan memutar- mutarka nya dengan milik Raksa.


sambil menikmati cium*n yang penuh gair*h itu Vera menjambak rambut Raksa dengan kuat sedangkan Raksa membuka pakaian Vera satu per satu dengan tangannya.


Vera mulai mencium leher Raksa turun kebawah mencium pusat rangsangan pria lalu mengulurkan lidahnya dan menjilatinya sedikit ke atas terus ke atas hingga menjilat di sekitar bagian leher dan sedikit memutar lali menjilat bibir Raksa lalu hidung dan mencium ujung hidung itu dengan lembut.


" ugh aku sudah tidak bisa menahannya " ucap Raksa sambil mengangkat pinggang Vera untuk memasukan pisang Jepangnya ke dalam hutan rimba milik Vera


" ah ha uh ah " desah Vera


" ini terasa sangat aneh jika melakukannya seperti ini " gumam Vera


" ugh " desah Raksa


" hebat! ternyata rasa ini tidak buruk" gumam Raksa


Raksa terus mengangkat tubuh Vera sambil menggerakkan sedikit pinggulnya semakin lama semakin cepat semakin panas semakin gila.


Vera menjambak rambut Raksa lalu menciumnya


" eh kenapa malah tambah besar, padahal aku menciumnya agar cepat- cepat mastr*basi " gumam Vera


" ah ha uh ugh ugh ah ha ah " desah Vera dan Raksa yang semakin memanas Raksa menjambak rambut Vera yang membuat Vera melihat ke atas Raksa mencium leher Vera


" Raksa ak…… ah " seru Vera


" teruslah panggil nama ku " ucap Raksa


" Raksa ah ah Raksa uh ah Raksa ah"


cara menggerakkan Vera semakin cepat hingga akhirnya mereka sampai di titik klima*s.


terlihat Raksa akan memulainya lagi namun Vera memohon


" aku mohon ini sudah tengah malam dan besok saya ada kelas pagi " seru Vera


Raksa tidak menghiraukannya namun saat Raksa akan memulai ronde dua Vera tertidur pasrah di bawah Raksa yang membuat Raksa berhenti dan hanya melanjutkannya dengan tidur...


to be continue