The Ceo'S Marriage Snares

The Ceo'S Marriage Snares
...



Raksa tidak menghiraukannya namun saat Raksa akan memulai ronde dua Vera tertidur pasrah di bawah Raksa yang membuat Raksa berhenti dan hanya melanjutkannya dengan tidur...


kampus …………


" Ver nggak lupa kan sekarang sepulang kuliah ada pemotretan " ucap Jennie


" iya Jenn aku inget kok " seru Vera


" Lo nggak apa- apa kan Ver ?" tanya Jennie


" engga tuh, emangnya kenapa ? seru Vera


" nggak lo kayak orang sakit aja, gua liat lemes bener " ucap Jennie


" aku cuma kurang tidur sama cape aja dikit " seru Vera


" sepulang pemotretan kita jalan yuk" ucap Jennie


" yah sorry Jenn, aku harus pergi ke kantor sebelum ada devil yang menggila " seru Vera


" gua jadi keringat Ver, gimana kabar suami Lo sekarang ? masih sama kayak dulu ? " ucap Jennie


" menurut aku selama dua bulan ini sekarang dia agak berubah dikit "


" berubah jadi apa ? jadi cewek jadi banci oh atau dia berubah warna jadi ijo, merah, atau biru " ucap Jennie


" bukan berubah kayak gitu maksudnya "


" terus gimana ? " tanya Jennie


" ya attitude nya berubah, dia nggak sekejam dulu " seru Vera


" ouhhhhh, kirain warna kulitnya " ucap Jennie


" haduhhh capek aku " seru Vera


studio pemotretan …………


" mmmm apa harus ya pak lakuin pemotretan ? " tanya Vera


" sebenarnya enggak " seru sutradara


" kenapa sedikit pak yang ada di sini ? bukanya banyak ya yang ikut audisi ? " tanya Jennie


" karna itulah kalian termasuk beruntung, sebenarnya kami mengadakan audisi bukan hanya mencari penyanyi -penyanyi berbakat, tapi kami juga mencari seorang model, aktris dan aktor " ucap sutradara


" oh kok kami baru tahu ya pak ? " tanya Vera


" emang kalian nggak baca dari browser nya ? padahal di sana sudah di catat semuanya " ucap sutradara


" saya tidak melihatnya, sebenarnya temen saya yang nyuruh saya buat ikutan katanya dia yang urus soal pendaftaran " seru Vera


" kita percepat saja, karna masih banyak yang harus di kerjakan, mohon kerjasamanya " ucap sutradara sambil mengulurkan tangannya mengajak berjabat tangan


" baik " seru Vera dan Jennie sambil berjabat tangan


ruang ganti………


" akhirnya selesai juga " ucap Vera


" ah aku bener- bener nggak tahu kalo ini bukan audisi nyanyi doang, ternyata ini audisi pencari aktris aktor dunia hiburan " seru Jennie


" emangnya kamu nggak lihat apa di browser nya tertulis apa " ucap Vera


" maaf si Ver, dulu aku nggak pikir panjang liat kondisi kamu yang seperti itu dan aku nggak bisa bantu apa- apa tiba- tiba aja aku liat browser tentang audisi nyanyi jadi superstar, aku langsung bilang aja sama kamu tanpa baca lengkap dulu semuanya " seru Jennie


" haiisshhh sudahlah lagian udah berlalu " ucap Vera sambil membuka handphonenya


" sedang apa kamu sekarang ? " tanya Jennie


" bikin story' Ig " seru Vera


" coba aku lihat " ucap Jennie


" lihat aja lewat Ig kamu " seru Vera


" bener juga ya " ucap Jennie sambil m.ebuka instagramnya dan melihat story' Ig Vera



" widih keren Lo Ver, gua juga bikin story' ah " ucap Jennie sambil post photo nya



kantor ………


" apa saya harus melaporkannya pada tuan, soal nyonya muda yang jadi model " gumam Bima


" ah tapi tuan bilang jangan laporkan apa- apa pada tuan " gumam Bima lagi


" Bim, apa hari ini ada yang bisa aku kerjakan ? " tanya Vera yang langsung menepak Bima yang sedang berjalan di lobi


" eh nona " seru Bima


" bengong mulu lagi mikirin apa ? " tanya Vera


" bukan mikirin apa- apa kok nona, eh tadi nona bilang pekerjaan ya " seru Bima


" iya, dan panggil aja Vera ya nggak nyaman rasanya apalagi kalo lagi di luar " ucap Vera


" baik no……… ver…… " seru Bima dengan ragu


" ayolah jangan ragu jangan sungkan, panggil aja Vera santai aja gitu " ucap Vera


" baik Vera " seru Bima


Vera yang tidak memiliki ruangan atau kursi untuk dirinya duduk seperti hari kemarin dia mengerjakannya di ruangan asisten yaitu ruangan Bima


waktu berjalan begitu cepat akhirnya jam kerja sudah hampir habis Bima melaporkan hasil kerja Vera pada Raksa


" simpan di atas meja " ucap Raksa yang seketika tersadar akan suatu hal


" gadis jelek itu datang ke kantor hari ini ? " tanya Raksa


" benar tuan, apa nona tidak memberitahu tuan " seru Bima


" tidak, pergilah " ucap Raksa


" baik tuan " seru bima


" dan panggilkan gadis jelek itu kemari " ucap Raksa


" baik tuan " seru Bima


tak selang berapa lama Vera berdiri di depan Raksa


" kapan kamu datang ? " tanya Raksa dengan tegas sambil melihat dokumen


" sepulang pemotretan " seru Vera


" pemotretan ? " tanya Raksa


" eh bagaimana ini " gumam Vera dengan khawatir


" maksudnya ke…… ke… kelas pemotretan " seru Vera


" kenapa tidak menghadap dan melapor " ucap Raksa


" emang harus ya, bukanya dari dulu kalo saya pergi ke kantor cuma harus kerja yang bener " seru Vera


" bantah lagi " ucap Raksa


" pulang, lalu sepulang saya kerja akan ku beri hukuman kamu " ucap Raksa


" hukuman ? tapi aku nggak lakuin kesalahan " seru Vera


" turuti ini perintah !" ucap Raksa


" tapi kan ……… "seru Vera


" bantah! " ucap Raksa dengan tegas


" baik " seru Vera


" percuma saja pada akhirnya aku akan tetap di hukum " gumam Vera sambil mebalikan badannya dan pergi meninggalkan ruangan


" nye nye nye nye nye " gerutu Vera dengan wajah julid nya sambil keluar dari pintu ruangan Raksa


pemberhentian …


Vera berdiri sambil menunggu taxi online yang dia pesan


" ke mansion Rodguez pak " ucap Vera


setelah beberapa waktu


" terimakasih pak " ucap Vera


jam 20 : 00…


Vera yang sudah membersihkan dirinya duduk di kursi pinggiran kolam sambil melihat senar rembulan


" bagus menunggu ku dengan baik " ucap Raksa


" ha tuan kamu sudah pulang " seru Vera yang terkejut lalu berdiri dan berbalik ke arah Raksa


Raksa menekan tombol yang membuat kolam yang begitu besar dan panjang itu tertutup menjadi lantai seolah tidak ada kolam di sana


" berbaring di ujung kolam " ucap Raksa


" ha apa ? sebenarnya hukuman apa itu " gumam Vera


" cepat lakukan! " ucap Raksa


" iya iya, aneh aneh saja " seru Vera dengan laun


Vera berbaring di ujung kolam sambil melihat ke arah cahaya rembulan itu


" merangkak lah " ucap Raksa


" ha apa ? dengan posisi seperti ini " seru Vera


" protes tidak di terima, merangkak Samapi sisi lain ujung kolam ini " ucap Raksa


" apa dia gila " gumam Vera


" cepat " bentak Raksa


" baik ". seru Vera sambil mulai merangkak Vera yang menerima hukuman sedangkan Raksa pergi ke kamarnya dan membersihkan diri, tak lama setelah itu Raksa kembali Vera yang merangkak itu baru menyelesaikan setengah kolam saja, Raksa kembali menekan tombol dan semua penutup kolam itu terbuka lagi Vera yang berbaring pun terjauh ke dalam kolam


BYURRRRR!


" hih brengs*k " ujar Vera yang geram terhadap Raksa


" hukuman selesai " ucap Raksa sambil berjalan meninggalkan kolam


" apa ? kaki ku kram " gumam Vera yang mulai tenggelam


" ugh huk uhuk ugh brukruk ruk ruk, tolong ! ku mo…… Non ban… Bu aku !" ucap Vera yang tak jelas


" hey gadis jelek apa kau tidak bisa berenang ? " ucap Raksa yang terlihat panik sambil melompat ke dalam kolam, menarik Vera ke pelukannya dan memberikan nafas buatannya lewat ciuman


to be continue ……


...****************...