
" tapi kamu nggak keberatan kan Jenn ?" tanya Vera
" nggak mama gua tau kok kamu bakalan ke rumah " seru Jennie
" aku malu Jenn " ucap Vera
" ya elah lo anggap Gua siapa sih hah " seru Jennie
" eh Ver Lo tau nggak berita itu loh " ucap Jennie
" berita pertunangannya kluarga Rodriguez itu bukan ?" tanya Vera
" iya Lo udah liat " seru Jennie
" udah tadi pagi " ucap Vera
" sebenarnya gua sempet berpikir dia itu gay tapi terkejut banget denger berita itu " ucap Jennie
sesampainya di rumah Sandra yaitu ibu kandung dari Jennie sudah menunggu di depan
" nak mama khawatir banget akhirnya sampai juga" ucap Sandra
" iya ma " seru Jennie
" halo Tante " seru Vera dengan gugup
" jangan begitu sungkan kalo mau kamu juga bisa panggil mama " ucap Sandra
" ah " seru Vera sambil membetulkan rambutnya ke belakang telinga
Sandra melihat bekas pecutan di tangan Vera Sandra pun langsung menarik tangan Vera
" nak ini kenapa sayang? kok bisa banyak luka kayak gini, ini baru ya ? ini masih basah " ucap Sandra
Vera pun melihat ke arah Jennie lalu Jennie memberikan isyarat untuk mengatakan semuanya yang terjadi
" ayo nak kemari! " ucap Sandra sambil menariknya ke dalam
" bi! bi! tolong bawain kotak p3k bi " teriak Sandra
" jadi kayak gini rasanya perhatian seorang ibu " gumam Vera yang kemudian meneteskan air mata
Sandra hanya fokus pada tangan Vera dan mengobatinya dengan lembut, penuh perhatian dan sangat teliti
tes tes tes
tanpa di sadari air mata Vera berjatuhan mengenai tangan Sandra, Sandra pun mengangkat kepalanya lalu menghapus air matanya
" maaf tapi aku nggak tau kenapa air mata ini berjatuhan " ucap Vera
Sandra langsung menarik Vera ke pelukannya lalu di susul dengan pelukan di belakang dari Jennie
" ke depannya panggil aja mama ya , sebenarnya mama juga udah denger semua cerita kamu dari Jennie " ucap Sandra
" sek Tan sek maaf ngerepotin sek habisnya sek aku nggak tau sek mau kemana lagi sek " seru Vera sambil terus menangis
" oke tenang ya kamu cantik, kamu kuat, kamu pintar, kamu pandai dalam segala hal jadi mulai sekarang jangan dengarkan apa yang orang lain katakan tentang kamu oke " ucap Sandra..
" hmmm " seru Vera
setelah beberapa hari kondisi Vera sudah membaik memar di tubuhnya pun mulai memudar.
terlihat Vera lebih ringan menjalani hidupnya dari pada hari- hari sebelum hari itu, senyuman cerah di wajahnya terlihat sangat manis apalagi terpapar matahari.
" awasss!"
teriak seorang gadis dengan topi dan masker hitam yang menutupi wajahnya, sambil mendorong Vera yang sedikit lagi tertabrak mobil
" ha a " seru Vera yang terjatuh ke trotoar karna di dorong gadis tadi, sontak Vera pun sangat terkejut saat ia berbalik, bukan lagi adegan drama atau karya tangan seseorang namun itu adalah nyata, gadis itu tergeletak dan berlumuran darah di mana- mana.
" tabrakan! cepat hubungi pihak rumah sakit ! cepat !" teriak para warga
sedangkan Vera hanya duduk terdiam sangat kebingungan harus berbuat apa, pandangan matanya kosong, hanya darah yang begitu bersipah di mana- mana yang dia lihat.
" kamu nggak apa- apa ?" tanya seorang warga pada Vera
" ah ya "seru Vera
" G 1023 xx truk box CDE " seru Vera
tak selang berapa lama pihak rumah sakit datang di susul mobil dari kantor kepolisian,
di rumah sakit ………
terlihat Vera masih dengan tatapan kosongnya pandangan matanya lurus ke depan, tangan yang gemetar sebuah kebingungan di tunjukkan di wajahnya.
di saat seperti itu seorang pria berlari ke arah ruang operasi berdiri dengan resah di depan ruangan itu sambil menggigit kuku jari tangannya dan terus mundar- mandir
" ap… apa kamu pihak keluarga dari korban ?" tanya Vera
laki - laki itu mengacuhkannya namun tak selang berapa lama pasangan suami istri dan seorang kakek yang datang menyusul laki- laki itu.
sentak Vera sangat terkejut dengan kedatangan kakek itu,
" ha ke… kepala kluarga besar Rodriguez, jangan bilang yang nolongin aku tadi adalah tunangannya Raksa " gumam Vera
seketika bola matanya terbuka lebar tangannya semakin bergetar, wajahnya semakin pucat di tambah Vera teringat darah yang begitu bersipah di mana- mana
" apa kamu yang membawanya ke rumah sakit " tanya Selena yaitu ibu dari Raksa
" bukan ……… iy…… iya " seru Vera
" ada apa kenapa kamu sangat gemetaran " tanya Selena
"saya… saya… " seru Vera
" saya apa katakan dengan jelas " ucap Arya ayah dari Raksa
" sa… se… seharusnya sa… sa… saya yang tertabrak mo… mobil tadi… ta… ta… tapi … " seru Vera
"apa! awas liat aja Lo kalo sampai Celine nggak bangun!! " ucap Raksa
" ma… ma… maaf saya nggak tahu ……… bakalan jadi kayak gini " seru Vera
" sudah, dari awal kakek nggak setuju kamu nikah sama si Celine itu " ucap Thony
" apa karena dia anak dari Jerry, hah kenapa ?" teriak Raksa
" udah sayang, udah ini di rumah sakit Lo " seru Selena
" gua nggak peduli " sontak Raksa
" anak sial*n ini!! " ucap Tonny
setelah beberapa hari Vera masih terlihat muram di kamarnya, matanya merah dia tidak bisa tidur dan jika ia menutup mata darah yang bersipah di mana- mana itu selalu datang di dalam mimpinya hingga membuat Vera mengonsumsi obat- obatan.
di sisi lain Celine yang merupakan tunangan Raksa berhasil di operasi dan sudah siuman
" tak dimana gadis itu ? gadis yang kemarin " ucap Celine
" kamu baru siuman masih saja ingat orang lain " seru Raksa
" aku mohon ya tak jangan salahkan gadis itu, aku udah nggak kuat lagi, sepertiny…… aku……… " ucap Celine
Tit tit tit tit tiiiiiittt
" dokter panggil dokter " ucap Raksa sambil terus- terusan memencet bel kamar pasien itu
para perawat dan dokter datang menghampiri lalu dengan cepat memeriksa dan melakukan penanganan darurat.
Raksa menunggu sangat khawatir di luar namun kabar apa yang di berikan dokter
" maaf kami sudah berusaha sebisa mungkin" ucap dokter
" akhhhh tidak, bohong! ini pasti bohong kan dok ?" tanya Raksa
" lihat saja aku akan membuat hidup mu serasa di neraka " gumam Raksa
dengan tekad bulat Raksa, bahkan orangtuanya pun tidak bisa menghentikan apa yang Raksa inginkan, hanya merasa kasihan saja pada gadis yang di incar untuk di hancurkan hidupnya
entah seberapa sabar Vera menghadapi suami dadakannya yang kejam dan tajir melintir itu, lalu apa akhir dari kisah cinta mereka akankah bahagia atau malah sampai seterusnya hanya ada luka dan air mata tanpa tawa ataupun rasa suka.
simak kelanjutannya dan jangan lupa like, komen and vote
...the next ………...