
" hey gadis jelek apa kau tidak bisa berenang ? " ucap Raksa yang terlihat panik sambil melompat ke dalam kolam, menarik Vera ke pelukannya dan memberikan nafas buatannya lewat ciuman
Vera tak sadarkan diri hingga Raksa menggendongnya pergi
pagi hari ……
" ehmmm " Vera menggeliatkan badannya dan tangannya tepat mendarat di atas dada Raksa
" eh apa ini ? keras " gumam Vera yang perlahan- lahan membuka kedua matanya bila mata coklatnya pun sudah terbuka luas, sontak Vera pun terkejut saat terbangun melihat dada tepat di depannya
" bagaimana ini " gumam Vera, Vera hendak bangun dengan perlahan
" tangan ku pegal Sekali " ucap Raksa
Vera yang hendak bangun pun pura- pura tertidur pulas
" sampai kapan kamu akan terus berpura- pura ? " ucap Raksa
" mana ada siapa yang pura- pura " seru Vera sambil bangun
" kenapa aku ada di sini ?" ucap Vera yang memecah keheningan
" apa kamu berharap terbangun di kamar ku " ucap Raksa
" ti… tidak bukan itu yang aku maksud " seru Vera
" berbicara yang jujur sampai kapan kau akan terus berpura- pura " ucap Raksa
" kenapa tanggapan mu seperti itu terhadap ku " seru Vera sambil berjalan pergi
" padahal aku hanya ingin tahu apa yang terjadi semalam, sampai- sampai aku tidur di sampingnya " gerutu Vera
meja makan …
di ruang makan yang besar Vera dan Raksa duduk berhadapan namun mereka duduk berjauhan, di ruangan itu hanya terdengar suara ketukan garpu dan piring suasana yang hening dan canggung tentu dengan beberapa pelayan yang berdiri tegak di belakang mereka
" hari ini……… " ucap Raksa yang terhentikan oleh nada dering handphone Vera
" maaf aku angkat telpon dulu " seru Vera
Vera masih di tempat duduk dan mengangkat telponnya
" iya apa Jenn " seru Vera
{ Ver kita ada rekaman hari ini } ucap Jennie di telpon
" kok dadakan ?" tanya Vera
{ nggak tau tuh Ver, aku juga baru bangun belum apa- apa }
" jam berapa emang rekamannya ? " tanya Vera
{ jam 08 : 00 pagi sekarang }
" tinggal 30 menit lagi " ucap Vera
{ makanya dari itu aku mandi dulu ya Ver, bye }
ucap Jennie yang menjadi penutup percakapan mereka
Vera melihat ponselnya lalu mematikannya dan menaruhnya kembali di atas meja kemudian melihat ke arah Raksa
" kamu nggak ke kantor ? " tanya Vera
" tanggal merah " seru Raksa
" bukanya nggak ada hari libur ya " tanya Vera
" sistim perusahaan ku sama seperti sistim universitas " ucap Raksa
" berati tanggal merah dan hari raya libur saptu Minggu enggak " seru Vera
" hm " respon Raksa
" ouh iya mau ngomong apaan tadi ?" tanya Vera
" ngomong apa ? " ucap Raksa
" yang hari ini, itu loh " seru Vera
" nggak ada " ucap Raksa
" yaudah aku mau keluar dulu ya, abisin makanannya " seru Vera sambil pergi ke kamarnya
" mau pergi kemana gadis jelek itu " gumam Raksa
" padahal sebenarnya aku hanya ingin tahu kenapa dia terus mengigau sepanjang malam, apa yang dia impikan " gumam Raksa sambil mengingat kejadian semalam
malam tadi……
" ma di sini gelap ma " gumaman Vera sambil mengangkat- ngangkat tangannya seperti orang yang sedang meminta tolong
Raksa terbangun karna Vera terus bergerak
" hey gadis jelek, gadis jelek! kamu kenapa ? " ucap Raksa yang terlihat sedikit panik dan duduk
" hey bangun! bangun " ucap Raksa
akhirnya Vera terdiam dan tenang tapi kemudian saat Raksa akan berbaring kembali Vera kembali ngigo
" papaaaaaa, jangan hijs tinggalin Vera pa!! hiks hiks hiks " gumaman Vera yang di iringi tangisan
karna Raksa tidak tahu harus berbuat apa, dia membuka handphonenya dan searching di google
" apa yang benar saja " ucap Raksa
pada awalnya Raksa hendak bangun dan memanggil asisten namun Vera menarik tangan Raksa dengan sangat kuat
" tolong! darah, ke… kenapa banyak darah "
akhirnya Raksa berbalik dan melakukan seperti apa yang di tulis di google, pertama Raksa menenangkan Vera dengan memeluknya dengan lembut lalu mengelus kepalanya juga secara lembut
" haaaa uh kamu harus tenang, tenang ya ada aku di sini sekarang jadi kamu nggak usah takut lagi " ucap Raksa
" tidak… bu… bukan aku…… bukan "
" hey tenang oke coba tenang " ucap Raksa
" aaaaahhh darah! darah! "
" hey Lo tau kan kesabaran gua setipis tisu gua udah bela- belain peluk Lo elus- elus Lo tapi Lo malah nambah berisik " ucap Raksa
" aaahhhh darah! darah! "
" haiiiisshhh sudahlah " ucap Raksa sambil menenangkan Vera dan akhirnya Vera tenang dan tertidur kembali
kembali ke waktu sebelumnya ………
Raksa sedang menelpon Bima
" iya tolong cari tahu apa yang terjadi pada gadis jelek dulu " ucap Raksa
" tunggu! apa aku khawatir ? atau peduli ? " gumam Raksa
" gila! lagian masasih gua peduli sama gadis jelek itu " gumam Raksa
studio musik ………
" kenapa dadakan pak ? " tanya Jennie
" sebelumnya saya minta maaf, awalnya seorang senior musik yang akan rekam audio namun sayang dia mengalami kecelakaan kemarin, kami bingung karna kami sudah janji akan membuat rekaman baru hari ini karna kalian bernyanyi seperti seorang ahli jadi kami memanggil kalian tidak apa kan ? apa kalian keberatan ? " ucap Herman ( yang membantu merekam audio )
" iya pak, kami tidak keberatan, hanya kami kaget aja, tiba- tiba ada rekaman gitu " seru Jennie dan Vera
tak selang berapa lama setelah selesai percakapan mereka rekam audio
..." Angel baby"...
🎶 *I need a lover to keep me sane
Pull me from hell, bring me back again
Play me the classics
Something romantic
Give him my all when I don't even have it
I always dreamed of a solemn face
Someone who feels like a holiday
But now I'm in pieces
Barely believing
Starting to think that I've lost all feeling
You came out the blue on a rainy night
No lie
I'll tell you how I almost died
While you're bringing me back to life
I just wanna live in this moment forever
'Cause I'm afraid that living couldn't get any better
Started giving up on the word "forever"
Until you gave up heaven, so we could be together
You're my angel
Angel baby, angel
You're my angel, baby
Baby, you're my angel
Angel baby
I fall in love with the little things
Counting the tattoos on your skin
Tell me a secret
And baby, I'll keep it
And maybe we could play house for the weekend
You came out the blue on a rainy night
No lie
I'll tell you how I almost died
While you're bringing me back to life
I just wanna live in this moment forever
'Cause I'm afraid that living couldn't get any better
Started giving up on the word "forever"
Until you gave up heaven, so we could be together
You're my angel
Angel baby, angel
You're my angel, baby
Baby, you're my angel
Angel baby
All the sick and twisted nights that I've been waiting for ya
They were worth it all along, yeah
I just wanna live in this moment forever
'Cause I'm afraid that living couldn't get any better
Started giving up on the word "forever" (on the word "forever")
Until you gave up heaven, so we could be together
You're my angel
Angel baby, angel
You're my angel, baby
Baby, you're my angel
Angel baby
Angel
Angel baby, angel (you're my angel, baby)
You're my angel, baby (you're my angel, baby)
Baby, you're my angel
Angel baby* 🎶
" mari kita lihat sampai kapan kamu akan berpura- pura " ucap seorang laki- laki yang hanya terlihat bayangannya saja yang sedang berdiri
bersambung ………