That Bad Boy Is My Husband

That Bad Boy Is My Husband
That Bad Boy is My Husband



 


That Bad Boy is My Husband


 


      


Berandal itu adalah suami ku


“Manusia suka bermain dan berputar pada lingkaran luka. Salah satunya adalah kita.”


Dari Kinara untuk Kenzo.


“Dari awal, gue emang ditakdirkan buat terluka, terluka dan terluka. Karena itulah lo hadir sebagai manusia penawar luka.”


Dari Kenzo untuk Kinaranya.


***


Kenzo.


“Zo, menurut lo apa yang paling nakutin selain sebuah kematian?” Dalam sunyi senyap kamar kita, cewek ini nanya dengan tenangnya.


Dari balik selimut gue bergumam, enggan jawabin bacotan dia yang nggak terarah.


“Ish! Zooo! Ditanya tuh dijawab.”


“Emang Fisika? Diketahui, ditanya, dijawab?" balas gue sambil mencoba merapatkan mata. Nggak lama, gue batuk pelan karena ini emang uda kebiasaan.


“Kan gue nanya. Yaudah, karena gue baik hati gue buka suara dulu ya?" kata dia tanpa menunggu persetujuan gue dulu. Atau tanpa peduli gue dengerin dia atau enggak.


“Gue paling takut itu, kalo gue udah nggak bisa bikin mama gue bahagia, gue paling takut bikin orang kecewa. Itu sama aja nggak hargain kepercayaan mereka," ucap dia dengan lirih. Sejenak, ada jeda yang misahin ruang obrolan kita.


“Kalo lo apa Zo?”


Kalo gue Nar, gue paling takut sama satu hal. Kalo gue emang beneran bakal mati, gue nggak rela lepas lo pergi.


Gue takut gue nggak bisa ngawasin lo lagi, gue takut nggak bisa jaga lo lagi, gue takut nggak bisa liat lo lagi.


Intinya, nggak bisa liat lo adalah satu hal yang gue takutin.


“Yuhu? Tuan muda Alandro?" panggil dia seolah takut gue udah jatuh tertidur lebih dulu kek biasanya.


Tapi lagi-lagi gue batuk sebelum akhirnya membuka suara. “Nggak ada. Nggak tau.”


“What should i do, to not disappointing you?”


Gue tersenyum tipis, sangat tipis dan bahkan nggak bisa disebut senyum sebelum gue njawab pertanyaan dia. "Jadi istri yang baik sebelum gue bener-bener pergi."


"Zo—"


Ucapan dia tertahan karena gue batuk duluan. Gue nutup mulut dengan kencang sebelum akhirnya lari ke kamar mandi dan muntahin segala cairan merah yang makin hari makin nggak terkendali.


Gue rasa, ketakutan gue bakal segera terjadi.


Kalo gue pergi secepat ini, Kinara mau diawasi siapa lagi?


***


Catatan penulis untuk para pembaca;


Hallo semua. Ini aku Allebsa.


Sebelum membaca That Bad Boy is My Husband ada beberapa resiko yang perlu kalian ketahui ya. Berikut daftarnya;


(1). Cerita ini menggunakan bahasa non baku yang disebabkan karena novel ini dari sudut pandang tokoh utama. Jadi dia bakal ngebacot sesuai bahasa dia dikehidupan sehari-hari,


(2.)Novel ini mengandung kejulid-an tokoh utama yang bisa bikin orang jadi pengen membelah kek amoeba. Serta berisi bacotan receh tokoh utama. Yang humornya classy mon maap sebig-bignya,


(3.) Karena ini dari sudut pandang orang pertama, maka dia bakal banyak makan tempat buat bacot jadi alurnya lambat tapi alurnya tetep jelas kok,


(3.) Dan bikos banyak bacot, chapternya banyak tapi ngga sampe nyentuh angka seratus juga. Nggak, pokoknya nggak sampe lapan puluh atau sampe seratus, liat aja,


(4.) Ini bukan cerita pernikahan ya, ini, PERJODOHAN ya kakak. Bedanya apa?


Kalo soal pernikahan, ceritanya itu langsung terjun ke dunia rumah tangga.


Sementara kalo perjodohan itu proses menuju ke sebuah pernikahan dan menurut aku perjodohan itu konfliknya nggak seberat konflik di novel pernikahan. Gitu.


Jadi entar jangan nanya kenapa nikahannya kok lama banget. Santuy aja, kita kan generasi kalem.


(5.) Di 10 chapter pertama kalian bakal menghadapi pengenalan karakter, jadi disana tokoh utama bakal bacot


nunjukin jati dirinya. Asoy,


(6.) Chapter belasan sampe 20 bakal masuk ke cerita dua pipel nggak jelas, a.k.a Kenzo dan Nara,


Waktu cerita ini udah tamat, jangan lupa bahaia :)