Stuck In The Middle Ages

Stuck In The Middle Ages
19| Alex



Lucas yang mendengar pernyataan Austin lantas menatap keheranan pria itu. Bagaimana bisa dia mengatakan bahwa Natasha bukanlah kakaknya yang dia kenal, sementara mereka sudah tumbuh bersama dari kecil hingga dewasa.


      "Apa maksud pangeran? Aku jelas mengenal kakakku!"


Austin menggeleng pelan, lantas mulai menceritakan apa yang sudah dia dengar tadi. Percaya atau tidak, Lucas sekarang menjadi bimbang.


      "Tidak mungkin dia bukan kakakku. Mana bisa begitu, ini terlalu tidak masuk akal!" ucap Lucas menolak percaya.


Austin sendiri ingin tidak percaya, tetapi gadis itu sendiri yang mengatakannya. Dia mengadu ada patung raja dan ratu terdahulu mengenai dirinya yang ternyata bukan anak kandung mereka. Tubuhnya memang iya, tetapi jiwanya berbeda.


      "Kita bisa menyelidiki masalah ini secara diam-diam Lucas. Sebenarnya aku juga tidak mau percaya, tetapi melihat Natasha sampai menangis begitu, perasaanku ragu."


Sementara itu Natasha tengah meminta Azalea untuk mencari tahu pelaku pembunuhan orang tuanya. Gadis yang kini telah menjadi tangan kanan Natasha pun mengangguk. Dia juga sudah mendapatkan sebagian informasi mengenai pelakunya dan segera memberitahu Natasha.


      "Kebetulan saya telah mencari tahu tentang organisasi mereka selama beberapa tahun ini. Menurut informasi, organisasi mereka bernama Avigator di mana kelompoknya selalu bergerak secara sembunyi."


Natasha mengangguk, menurutnya informasi ini cukup bermanfaat.


      "Untuk tempat mereka sendiri, sampai sekarang saya masih mencari tahu serta motif apa yang membuat mereka sampai membunuh raja dan ratu. Anda tenang saja, saya akan segera menemukan titik terangnya dan ratu bisa membalaskan dendam orang tua ratu!"


      "Baiklah, kau boleh pergi!"


Setelah kepergian Natasha, dia nampak berpikir.


      "Organisasi Avigator?" 


Saat sedang asik berpikir, dia tiba-tiba terkejut dengan sebuah hantaman keras mengenai jendela ruangannya. Natasha terpelonjak hingga akhirnya terjatuh dari kursinya sendiri.


Para penjaga yang mendengar suara pecahan itu lantas berlari memasuki ruang kerja Natasha dan melihatnya tengah kesakitan akibat jatuh.


     "Ratu, anda tidak apa-apa?" tanya mereka berpikir bahwa Natasha telah dilukai.


     "Aku tidak apa-apa. Cepat cari tahu siapa yang sudah merusak jendela ruang kerjaku."


Mereka mengangguk paham, lantas mulai berlari ke luar. Terdengar suara gaduh di luar membuatnya keheranan.


     "Apa lagi kali ini?"


Dia menghembuskan napasnya lelah. Ini masih sore, tetapi sudah banyak hal yang terjadi. Ketika badannya sudah lelah pun, keadaan tetap memaksa dia untuk bekerja.


Natasha bergegas berjalan ke arah pintu, sebelum dia melihat kegaduhan apa di luar, sesuatu lebih dulu menerjang tubuhnya hingga dia terpelanting jatuh.


     "Fuuuuuu*k!" teriaknya penuh ras frustasi.


Beberapa pelayan berlari dan terkejut.


     "Astaga ratu!"


Natasha membuka matanya dan melihat ada seorang pria yang menidihi tubuhnya. Spontan dia terkejut lantas mendorong orang itu dengan sihir anginnya.


Pria tersebut tersadar dan terkejut melihat dirinya melayang di udara.


     "A-aku melayang!"


Natasha kemudian membuatnya jatuh hingga mengaduh kesakitan. Dia lantas membuang pandangannya ke arah lain dan berpura-pura tidak melakukan apapun.


Datanglah Lucas dan Austin yang melihat kejadian ini. Mereka menepuk dahi melihat kericuhan yang dibuat oleh sepupu Natasha dan Lucas.


Iya, sepupu. Cucu dari kakak neneknya Natasha.


     "Kak Chris tidak apa-apa?" tanya Lucas dengan membantunya berdiri.


Chris sendiri setahun lebih tua dari Natasha, tetapi tingkahnya lebih kekanakan daripada Lucas.


     "Badanku sakit semua!" keluhnya dengan menatap sengit Natasha, sementara yang ditatap hanya menyengir kuda tanpa dosa.


     "Ha-habisnya dia tiba-tiba menidihi tubuhku, jadilah aku tidak membuatnua terbang terus jatuh!"


Mendengar kata menidihi, Austin langsung mendelik dan menghalangi Natasha dari Chris membuat pria itu terkejut.


      "Jangan pernah sentuh Natashaku!" ucap Austin penuh peringatan membuat Lucas hanya menggeleng, sementara Chris kebingingan.


      "Natashamu?"


Natasha sendiri hanya mengintip dari balik pundak lebar Austin.


      "Pfftt, ahahaha. Kau bermimpi? Natasha sudah dijodohkan denganku dari kecil!"


Mendengar itu membuat semuanya mendelik tak terkecuali Lucas. Sejak kapan mereka dijodohkan?


Natasha ingin protes, tetapi Austin yang lebih dulu menyela.


      "Kau bisa berbuat apa kalau Natasha maunya denganku?" tantang Austin membuat Chris terlihat sedikit kesal.


      "Aku akan meminta nenek untuk memaksa Natasha menikah denganku!"


Tiba-tiba Natasha tertawa dengan kencang membuat mereka kembali terheran-heran.


      "Memaksaku? Hello, aku tidak suka dipaksa. Lagipula aku tidak tertarik denganmu, sudah ada pria yang mengisi hatiku lebih dulu!"


Chris mendengus kesal, niat hati hanya ingin membuat Austin cemburu, justru Natasha ikut turun tangan.


      "Huh, padahal aku hanya ingin membuat dia cemburu!" ucapnya frontal sembari menunjuk ke arah Austin.


Mendengar itu membuat pipi Natasha dan Austin bersemu merah. Lucas tersenyum kala keduanya menjadi salah tingkah.


      "Ahahahah, sekarang siapa pelaku yang sudah merusak jendela ruang kerjaku?" tanyanya, bermaksud ingin menukar topik pembicaraan.


Tiba-tiba terdengar suara cempreng memanggil nama Chris hingga semuanya terkejut bukan main.


      "Chriiiiiiisss!"


Sontak para pelayan mulai membuka jalan hingga terlihat seorang gadis cantik dengan penampilan yang elegan membuat Natasha terpukau.


     "Kenapa kau meninggalkanku di kereta kuda? Apa kau mau aku digoda oleh penjaga di sini?" tanyanya dengan mendekati Chris.


Tak sengaja mata Natasha dan gadis itu saling bertemu.


      "Apa dia kak Natasha yang sering kau bicarakan itu?" tanyanya membuat Chris mengangguk.


Gadis itu menatap Natasha dari atas hingga bawah, membuatnya merasa risih.


      "Eum, apakah ada yang salah dengan penampilanku?"


Perempuan itu menggeleng, tiba-tiba berlari ke arah Natasha dan memeluknya.


"Akhirnya aku bisa bertemu dengan kak Natasha. Sudah lama sekali aku meminta Chris untuk membawaku ke mari, tetapi dia selalu sibuk!"


Austin yang melihat itu lantas memisahkan keduanya, terlihat jelas bahwa dia akan cemburu pada siapapun yang memeluk Natasha kecuali Lucas dan nenek kakeknya.


"Jangan terlalu lama memeluk Natashaku."


Natasha sendiri gemas melihat Austin yang cemburunya tidak pandang gender.


"Siapa dia? Kenapa juga mengatakan hal konyol seperti itu?


Pertanyaan gadis itu membuat Lucas, Chris dan para pelayan terkejut kecuali Natasha. Akhirnya ada yang tak mengenali Austin.


"Astaga, aku lupa memberitahukan pada Alice!" ucap Chris khawatir.



"Pangeran, maafkan atas ketidaktahuan istri saya mengenai anda. Saya benar-benar lupa untuk memberitahukannya!"


Lucas menatap tajam ke arah Chris.


"Kau sudah menikah? Kenapa tidak mengundang kami?" tanyanya dengan nada tak mengenakan.


Chris lantas menggaruk tekuk lehernya yang tidak gatal.


"A-aku lupa!"


Lucas lantas memukul lengan Chris saking kesalnya. Tega sekali dia sampai-sampai melupakan mereka.


"Jika ibu dan ayahku masih ada, sudah pasti mereka akan mengomelimu."


"Aku sudah lama sekali ingin bertemu dengan kakak, tetapi Chris selalu sibuk mengurusi pekerjaannya."


Perlu kalian ketahui, nenek Natasha hanya dua saudara dan dua-duanya menikahi seorang calon raja. Namun, Chris tidak mau menjadi raja apalagi setelah melihat ayahnya yang kerepotan mengerjakan tugasnya.


Dia lebih baik menjadi bangsawan saja, seperti duke atau count mungkin.


Alice juga bercerita tentang bagaimana ada yang mau merusak rumah tangga dirinya dengan Chris.


"Aku benar-benar geram jika mengingat kejadian itu. Chris sendiri tidak ada tegas-tegasnya perempuan gila itu. Beruntung ayah dan ibu memberinya pelajaran hingga Chris mengusir perempuan itu untuk pergi!"


Mendengarnya membuat Natasha menjadi kesal.


"Jadi dia tidak ada tegas-tegasnya menjari pria? Akan aku beri dia pelajaran karena sudah berani membuatmu terluka."


Natasha dan Alice lantas mulai pergi ke tempat di mana Lucas dan Chris berada. Saat itu kedua pria yang tingginya hampir tak jauh beda tengah tertawa, tak tahu saja sekarang Natasha siap mengahajar wajah suami Alice itu.


Pintu ruangan terbuka dengan lebar membuat keduanya tersentak kaget.


"Kakak, kalau buka pintu pelan-pelan saja!" ucap Lucas kesal.


Natasha tak mempedulikan sang adik san justru langsung menerjang telinga Chris, maksudnya adalah Natash menjewer telinga pria itu hingga dia mengaduh kesakitan.


"Aduh, Natasha. Kenapa kau mencubit telingaku!"


Dia mencoba melepaskan cubitan itu, tetapi sulit membuat Lucas merasa ngilu.


"Bagus sekali kau membuat istrimu ini harus terluka, sementara kau tidak tegas jadi lelaki!"


Chris hanya memohon untuk tidak dicubit lagi telinganya, sementara Lucas hanya termangu mendengar ucapan sang kakak.


"Awas saja kau, kalau sampai ada perempuan yang hendak menggodamu dan kau diam saja, maka bukan telingamu yang akan aku cubit. Aku akan membakar habis milikmu hingga tak bisa membuat anak!"


Mendengar itu spontan kedua pria tersebut memegang miliknya. Mereka ngilu mendengar penuturan Natasha, sementara Alice tertawa puas.


"Iya iya, aku janji akan lebih tegas lagi. Tolong lepaskan tanganmu dari telingaku!"


Natasha akhirnya melepaskan tangannya dari telinga Chris. Dia mendengus kesal saat tahu fakta itu.


"Jangan pernah bermain-main dengan ucapanmu sendiri Chris. Aku akan benar-benar mendatangimu dan memberikanmu pelajaran kalau hal itu sampai terulang lagi. Istri mana yang tidak sakit hati ketika melihat suaminya lebih dekat dengan perempuan lain? Jika hanya partner kerja, harusnya dia bisa membedakannya. Sudahlah, berbicara dengan kalian hanya akan membuat darahku naik. Aku mengawasi kalian berdua, jangan pernah ada yang menyakiti perempuan."


Setelah selesai mengancam, Natasha pun keluar bersama Alice. Gadis itu tersenyum puas membuat Chris mendengus kesal.


"Kenapa kakakmu berubah menjadi singa betina? Padahal dulu dia sangat lembut!" keluh Chris membuat Lucas tertawa.



"Semenjak kematian kedua orang tuaku, kakak menjadi lebih tegas dan berhati-hati. Jadi wajar saja jika sifatnya berubah!"



"Kalau begitu kita tidak bisa sembarangan membuat masalah untuknya. Bisa-bisa kita dilempar ke kandang singa!" ucap Chris merasa ngeri.


Paginya kerajaan kembali gaduh, Natasha yang sedang asik menikmati tidurnya pun harus terbangun karena Rose memasuki kamarnya dan melaporkan kejadian di dalan kerajaan.


"Ratu, bangunlah. Ada hal yang harus saya sampaikan!"


Natasha sebenarnya sudah bangun, tetapi enggan untuk bangkit dari kasurnya. Dia ingin sekali rebahan selama sehari penuh.


"Suara gaduh apa itu?" tanya Natasha dengan suara khas orang baru bangun tidur.



"Itu dia. Di luar pangeran Lucas kerepotan dengan datangnya seorang perempuan yang mengaku sebagai kekasih pangeran Austin dan mengamuk meminta bertemu dengan ratu!"


Mendengar itu, mata Natasha tiba-tiba terbuka lebar. Dia paling sensitif kalau ada yang mengaku sebagai milik Austin.


"Oke, bilang padanya aku akan mandi terlebih dahulu."


Rose pun merasa lega dan mengiyakan. Segera dia keluar untuk menemui Lucas.


"Pangeran, ratu bilang akan mandi dulu setelah itu baru ke mari!"



"Baiklah."


Terlihat seorang gadis tengah mengomel-omel sendirian. Alice sendiri sudah jengah melihat tingkah gadis itu. Ingin sekali rasanya menjambak perempuan yang tiba-tiba mengamuk di kerajaan, beruntung Lucas cepat datang jika tidak wajahnya sudah penuh dengan cakaran dari kuku istrinya Chris itu.


"Aduh, telingaku panas. Kau bisa diam tidak? Dari tadi mengomel terus, memangnya mulutmu tidak lelah?" tanya Alice dengan menutup kedua telinganya.


Perempuan itu menatap sengit Alice.


"Diam kamu. Aku tidak punya urusan denganmu jadi jangan ikut campur!"


Alice lantas menunjukan raut terkejut dan tak sukanya.


"Dih, ini orang sedikit minta di pukul, ya. Kalau bukan karena Lucas, kau sudah kucakar mukanya!"


Saat sedang bertengkar hingga Chris dan Lucas pusing sendiri, datanglah Natasha. Gadis itu berjalan dan menghampiri mereka.


"Selamat pagi nona-nona dan tuan-tuan. Aku dengar ada yang datang dan mengaku sebagai kekasih Austin. Siapa itu?" tanyanya Natasha.


Gadis yang tadi berdebat pun mengalihkan pandangannya pada Natasha.


"Aku. Oh, jadi kau perempuan yang selalu menempel pada Austinku? Dengar, sekalipun kau ratu, aku tidak akan mentoleran seorang perusak."


Natasha mengernyit, dia merusak apa?


"Aku dan Austin sudah dijodohkan dari kecil oleh paman jadi berhenti berharap apapun darinya, karena kami akan segera menik-"


Belum saja dia menyelesaikan kalimatnya, Natasha sudah tertawa horor. Suasana pun menjadi tegang dengan Lucas yang sudah keringat dingin.


"Lucas, kakakmu kesurupan!" ucap Chris khawatir.


Tiba-tiba raut wajahnya berubah menjadi datar dan menatap tajam gadis itu, bahkan bisa dilihat api hitam mulai muncul di telapak tangan Natasha.


"Kau bilang apa barusan? Dijodohkan? Kita akan buktikan sendiri ketika Austin datang ke sini dan jika kau bohong!"


Natasha pun semaki membesarkan apinya hingga ruangan itu terasa panas, bahkan gadis tersebut juga sudah gelagapan.


"Aku tidak segan membakar habis tubuhmu dengan apiku. Aku benci seseorang yang mengaku-ngaku sebagai milik Austin sementara dulu pria itu membutuhkan bantuan, kalian tidak ada yang bergerak. Berhenti membohongiku dan akui sekarang sebelum Austin tiba di sini dan dia yang akan menghajarmu. Jangan anggap remeh ucapanku, karena kau hanya akan mempercepat kematianmu!"


Gadis itu masih bersikukuh pada pendiriannya dan berpikir bahwa pasti Austin tidak akan datang.


"K-kau pikir aku takut? Austin tidak mungkin datang untuk menemui perempuan bodoh sepertimu!"


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, menampilkak Austin dengan raut murkanya menghampiri mereka. Gadis tadi menjadi semakin panik.


Sebelum mandi, Natasha meminta Azalea untuk menjemput Austin dan menceritakan apa yang terjadi di kerajaannya.


"Siapa yang berani mengaku sebagai kekasihku?"


Natasha tersenyum, dia dapat melihat energi gadis itu bergetar karena takut. Dia lantas berdiri dan menenangkan Austin yang emosinya sudah berada di ujung kepala.


"Tenanglah, aku akan bertanya padanya maksud dari mengatakan dia adalah kekasihmu. Kebetulan sekali aku sudah lama tidak bermain-main dengan apiku."


Natasha tersenyum dan membuat Austin menjadi tenang. Lantas perhatiannya kini dia alihkan pada gadis tadi.


"Jadi, siapa yang sudah menyuruhmu untuk ke mari? Berani sekali orang asing memasuki wilayah kerajaan Beverly. Aku tahu kau bukan salah satu keluarga bangsawan yang ada di sini, energimu asing nona. Jika kau tidak mau memberitahukannya padaku, maka jangan salahkan aku untuk menyuruh tangan kananku mencari tahu kebenarannya dan aku akan membakar habis kalian yang telah bersekongkol. Silahkan saja mengatakan bahwa aku berbohong dan kau akan menyesal nantinya!"


Gadis itu menelan salivanya, dia sudah gemetar sekarang.


"Sialan, andai saja aku tidak menuruti keinginan laki-laki gila itu, pasti tidak akan berhadapan dengannya. Siapa juga yang mau mati dilahap api hitam? Aku belum bosan hidup!" batinnya ketakutan.



"A-aku diperintahkan oleh p-pangeran kedua kekaisaran."


Mendengar itu Natasha tersenyum puas, sementara Austin terkejut. Jika pangeran kedua, itu berati adalah Alex. Pria tampan tersebut nampak mengepalkan tangannya kesal.


"Aleex!" geramnya.


Bersambung...