
Austin hanya mengangguk dan mulai membawa masuk Victoria, sementara Natasha mulai berjalan dan mendekati pria tadi. Ternyata sihir api milik Natasha tak mengenai dirinya.
Pria itu tersenyum licik ke arah Natasha, seperti sudah menduga semuanya.
"Kau sialan. Berani sekali mengacaukan wilayah kerajaanku dan sekarang ingin menyerang keluarga kekaisaran?"
Detik berikutnya pria itu terlihat tertawa melengking membuat Natasha terkejut dan merinding.
"Ratu Beverly! Memang keturunannya tidak ada yang bisa dianggap remeh. Ternyata kau tidak termakan oleh jebakanku, he?"
Natasha terlihat sedang menahan kesal.
"Kau sengaja mengarang cerita itu dan membiarkanku untuk pergi ke tengah hutan yang ternyata sudah kau siapkan beberapa monster di sana. Kau juga menculik anak-anak kecil untuk memancingku, kan! Siapa kau sebenarnya?"
Austin dan dengan kaisar, membuat perhatian keduanya teralihkan. Tiba-tiba pria itu berjalan dan tersenyum.
"Lihat, orang yang aku cari akhirnya datang. Salam kaisar, semoga hidup anda seperti di neraka!"
Terlihat Alex dan adiknya baru saja tiba.
"Siapa kau? Mengapa kau datang dan membuat kekacauan di sini?" tanya kaisar membuat pria itu tertawa sebelum akhirnya memperkenalkan diri.
"Aku adalah Bastian, anak dari orang yang telah kau bunuh!"
Detik itu juga Bastian menyerang kaisar dan langsung dihalangi oleh sihir pertahanan Natasha.
"Hebat juga ratu Beverly, bisa menguasai sihir tingkat tinggi seperti ini."
Austin lantas mulai menghunuskan pedangnya, tetapi Bastian lebih dulu menghindari dan menjauhi mereka.
Tiba-tiba dia mengangkat tangannya sehingga sesuatu turun dari langit. Natasha yang melihat itu tertegun. Ada lumayan banyak monster.
"Mari kita lihat, apakah kaisar mampu melindungi kekaisaran atau warga desanya!"
Para monster itu mulai tersebar. Natasha spontan menyerang Bastian dengan menggunakan api hitamnya.
Bastian sendiri terpana dengan keberanian Natasha, tetapi dia juga tidak bisa meremehkan gadis di depannya itu. Dia dapat merasakan bahwa ada sesuatu yang lebih besar tersimpan rapi di tubuh Natasha.
Kaisar segera memerintahkannpara prajuritnya untuk melawan para monster serta menyebarkan mereka ke bagian desa-desa yang terkena bencana ini.
Austin juga membantu Natasha untuk melawannya.
"Dua lawan satu, sangat tidak adil!" ucap Bastian sembaei tersenyum.
Ketika dia lengah, Natasha membakar lengan kiri Bastian hingga pria itu mengaduh kesakitan. Apalagi ketika dia melihat api hitam tersebut lebih cepat melahap lengannya.
Bastian bergegas merebut pedang milik Austin dan memotong sendiri lengannya sebelum api hitam milik Natasha menyebar ke seluruh tubuhnya.
Dia melempar ke sembarang arah pedang tersebut, lantas mulai menatap marah.
"Kurang ajar. Selama ini belum ada yang bisa melukaiku sampai separah ini."
Natasha juga tak bisa menganggap remeh lawannya kali ini. Dia lantas mulai mengubah air menjadi jarum-jarum es yang tajam, lalu diarahkannya ke beberapa monster yang hendak menyerang Alex dan kaisar.
Jarum-jarum es itu mengenai tepat titik vital mereka hingga akhirnya mati.
"Cukup sudah. Selesaikan masalahmu dengan Kaisar dan jangan bawa-bawa warga desa!" ucap Natasha lantang.
Bastian terlihat mengubah ekspresi wajahnya.
"Seharusnya kau urusi saja kerajaanmu. Jangan ikut campur permasalahanku dengan kaisar!"
Natasha peka, suara Bastian kini mulai berubah.
"Tentu saja kau memiliki masalah denganku. Kau menculik anak-anak dari wilayahku dan mengurung marquess Alpha bersama prajuritnya hanya demi memancingku? Apa kau sudah gila?"
"Ahahahaha!" Bastian tertawa begitu keras hingga memekakan telinga keduanya.
"Selain kaisar, raja terdahulu yaitu kakekmu juga pernah mengurung ayahku. Sayangnya kau lolos dari jebakanku dan menyusulku ke mari. Dengan senang hati aku akan membunuh kalian semua!"
Tiba-tiba saja Bastian menggeram dan seketika juga dia berubah. Tubuhnya menjadi lebih besar dengan kulit yang keras. Natasha bisa merasakan energi bastian berubah menjadi mengerikan.
Natasha tahu bahwa kaisar nantinya harus memperbaiki bagian-bagian kekaisaran yang rusak akibat pertarungan tak terduganya.
"Kalian semua harus mati!"
Tiba-tiba dia mengangkat kedua tangannya hingga akhirnya bebatuan yang ada di sekitar kekaisaran pun terangkat. Bastian lantas mengarahkan tangannya ke depan hingga batu-batuan itu menyerang mereka.
Natasha spontan berlari ke arah Austin dan melindungi diri mereka menggunakan sihir pertahanan.
Pukulan batu-batu itu terlalu keras hingga mampu membuat tubuh Natasha mundur perlahan.
Di sisi lain, terlihat Kaisar juga melindungi dirinya menggunakan sihir pertahanan, tetapi naasnya Alex justru terkena salah satu batu hingga mengakibatkan dia pingsan dan kepalanya mengalami kebocoran.
Terlihat pula jendela-jendela dan pintu kekaisaran mulai rusak akibat ulah Bastian. Arthur sendiri sesang membantu para prajurit untuk menghalau para monster untuk merusak desa.
"Ahahaha, rasakan pembalasanku. Kalian pikir bisa lari dari jerat dendamku?"
"Aku tidak akan mundur. Mau taruh di mana wajahku jika aku sampai kalah."
Sebuah batu besar lantas menghantam penghalang yang dibuat Natasha hingga keduanya terpental memisah. Austin sendiri hendak bangkit, tetapi dia dihantam oleh bebatuan mengakibatkan dirinya tak sadarkan diri seperti Alex.
Natasha tersentak dan hendak bangkit, tetapi Azalea datang dan membuat keduanya tiarap.
"Tunggu ratu. Sebentar lagi energinya akan perlahan habis." Azalea berucap sembari menatap Bastian yang nampaknya sangat bernafsu ingin membunuh kaisar.
Sementara itu, permaisuri terlihat sangat cemas. Sejak tadi jantungnya berdetak terlalu cepat. Victoria dan Lilian juga berusaha untuk menenangkan ibu mereka.
"Ibu harus percaya pada ayah, ada kak Austin, kak Alex dan kak Arthur. Mereka pasti bisa mengalahkan orang itu!" ucap Victoria mencoba menenangkan ibunya.
"Benar, bu. Kita harus berdoa agar mereka dapat menyelesaikan pertengkaran itu. Sejujurnya perasaanku juga tidak enak sejak tadi. Semoga mereka baik-baik saja!"
Amber yang diketahui sebagai istri Arthur pun memeluk Lilian. Mereka sekarang berada di penjara bawah tanah. Bukan tanpa sebab, tetapi hanya tempat itulah yang aman untuk sekarang mengingat serangan para monster panggilan Bastian jelas akan menghancurkan kekaisaran dan membunuh mereka.
Kembali pada pertempuran.
Seperti yang dikatakan oleh Azalea, Bastian akhirnya mulai kehabisan energi secara perlahan. Batu-batu itu mulai berjatuhan hingga Natasha harus melindungi dirinya dan Azalea.
Akhirnya kaisar mulai mengeluarkan pedangnya yang dia gunakan dulu untuk memenggal kepala orang tua Bastian akibat melakukan pemberontakan serta kerusakan yang teramat besar bagi kekaisaran.
"Kita harus mengakhirinya di sini, jika tidak masalah ini tak akan ada habisnya!"
Kaisar pun menyerang dengan menghunuskan pedangnya. Jangan salah, pedang milik kaisar ini sangatlah istimewa dan hanya ada satu di dunia.
Pedangnya itu mampu mengeluarkan panas dengan jangkauan yang diinginkan oleh pemiliknya.
Ketika menyentuh kulit keras Bastian, tiba-tiba saja pria itu menjerit kesakitan. Dia melayangkan pukulan ke arah kaisar, tetapi Natasha menahannya menggunakan sihir angin.
Kaisar semakin membuat suasana di sekitar menjadi panas hingga Natasha dapat merasakan bahwa energi Bastian mulai melemah apalagi monster-monster itu yang perlahan menghilang entah ke mana.
Sesaat setelah kaisar berhasil melumpuhkan Bastian, perhatiannya teralihkan saat salah satu prajurit memanggil nama Alex.
Hingga bastian sendiri memiliki kesempatan untuk melukai Kaisar. Dia lantas mulai merebut pedang milik kaisar dan menghunuskannya pada dada pria itu.
Beruntung Azalea bergegas bangkit dan mendoring Kaisar hingga dadanya hanya tergores. Terbukti dari bajunya yang sobek serta ada darahnya.
Natasha akhirnya berdiri, dia mulai mengeluarkan api hitamnya dan menyuruhnya untuk melahap habis tubuh bastian!
Walaupun dia tahu kulit keras milik Bastian akan sulit dibakar, tetapi Natasha tidak akan menyerah. Panas dari sihir api itu tergantung dari seberapa keras pemiliknya berjuang.
Bastian kini mengalihkan tatapannya pada Natasha. Sementara kaisar dan Azalea bangkit.
"Kaisar, anda tidak apa-apa?" tanyanya dan mendapatkan anggukan dari kaisar.
Bastian yang kala itu masih terlihat sombong pun perlahan mendekati Natasha dengan senyum liciknya. Ketika kaisar akan mendekati keduanya, tiba-tiba saja Bastian mengarahkan tangannya ke arah kaisar hingga terpental jauh mengenai tembok kekaisaran.
Saat lengah, Natasha mulai mengeluarkan sihir air dari dalam tanah. Air pun mulai membasahi kaki Bastian dan tiba-tiba membeku.
Jangan salah, sihir air level tinggi ini bisa membekekukan saraf-saraf yang ada pada tubuh manusia dan hewan, itulah yang selama ini Natasha amati dan pelajari.
Bahkan darah pun ikut membeku hingga mengakibatkan kaki Bastian mengalami susah gerak.
Bastian sendiri bisa merasakan adanya perubahan pada tubuhnya. Perlahan-lahan rasa beku di dalam tubuhnya mulai naik. Dia juga merasa seperti mulai kesulitan bernapas akibat oksigen yang tidak bisa mencapai sel-sel tubuhnya.
Natasha tersenyum senang, berguna juga masuk jurusan kedokteran dan belajar tentang tubuh manusia di perpustakaan.
"Sekalipun kau berwujud monster mengerikan, tetapi tubuhmu jelas memiliki kelemahan di dalamnya. Contohnya jika jantungmu berhenti berdetak, maka tebak apa yang akan terjadi?" tanyanya sembari tersenyum licik.
Natasha berteriak keras hingga api hitam itu mulai membesar dan melelehkam kulit Bastian yang keras.
"Tenang aja, es milikku ini abadi. Sekalipun ada api hitam di dekatnya, itu tidak akan mempengaruhinya untuk meleleh. Aku tebak, sekarang kau pasti kesulitan bernapas, iyakan?" tanyanya sembari melihat Bastian yang tengah meraup oksigen sebanyak-banyaknya.
"Di zaman sekarang, tentu kalian membutuhkan otak dari zaman modern. Maka dari itu, aku akan menunjukan bagaimana zaman kami mempelajari sistem kerja tubuh manusia."
Natasha mencekram tangannya hingga Bastian melototkan matanya.
"Dapat!"
Jantung Bastian kini sudah membeku, bahkan Natasha juga tak segan-segan membuatnya membeku.
"Oksigen sangat penting bagia kelangsungan makhluk hidup, tuan Bastian. Jadi, jika tubuhmu sampai kekurangan oksigen, kau bisa mengalami kematian. Sel-selmu akan berhenti bekerja, begit juga dengan organ tubuhmu. Aku tahu kau tidak akan paham dengan ucapan seorang mahasiswi kedokteran, karena kau sangat bodoh!"
Tak ingin memberikan Bastian sebuah kesempatan, akhirnya Natasha mulai membekukan seluruh bagian dalam tubuh Bastian.
"Selamat tinggal!"
Natasha seketika melepaskan genggaman tangannya hingga tubuh Bastian hancur bersama dengan es milik Natasha.
Es itu membuat tubuh Bastian menghilang, hingga Natasha terduduk lemas dengan energinya yang terkuras habis. Seketika pandangannya menggelap dan tidak sadarkan diri.
Bersambung...