
Pagi itu Natasha sudah bangun. Dia tersenyum saat mengingat moment semalam bersama Austin.
"Seperti pelakor saja. Aku tidak peduli sebenarnya, dia lebih dulu yang mencari masalah denganku jadi jangan kesal kalau aku menjadi perebut suamimu, Hellen. Kau salah memilih lawan!"
Semalam Austin tidak tidur di kamar dan memilih untuk bermalam di salah satu kamar yang biasanya digunakan untuk para tamu.
Hellen pagi-pagi sudah marah-marah, apalagi saat para pelayan tidak benar melayani dirinya.
"Kalian tuli? Aku sudah bilang untuk siapkan air hangat untukku bukan air panas. Apa kalian ingin membuat kulitku melepuh?" tanyanya pada tiga pelayan yang sudah menunduk kesal.
Hari ini pelayan pribadi Hellen baru saja datang. Wajahnya terlihat begitu sombong. Ketika Rose sedang berjalan dengan membawa makanan untuk Natasha, tiba-tiba gadis itu ditabrak dengan sengaja.
Rose yang merasa kesal lantas menegur pelayan pribadi Hellen itu.
"Heh, kalau jalan lihat-lihat sekitarmu. Kau pikir kekaisaran ini milikmu?" sentak Rose kesal.
Kini makanan milik Natasha berhamburan di bawah.
Datanglah pelayan lain yang tak sengaja melihat keributan itu.
"Nona Rose, ada apa ini?" tanyanya ramah.
"Lihat. Makanannya sudah jatuh gara-gara dia menabrakku, sudah begiu tidak mau minta maaf!"
Pelayan pribadi Hellen lantas tersenyum.
"Kenapa? Apa kalian mau aku mengganti rugi makanan murahan itu? Berapa harganya, berapapun akan aku ganti!"
Mendengar itu Rose ingin sekali menamparnya, tetapi datanglah Natasha. Dia berjalan dengan anggun dan menghampiri ketiganya.
"Ada apa ini? Pagi-pagi kalian sudah ribut dan mengapa makanan ini berserakan di bawah?"
Setelah memberi salam, Rose mulai menjelaskan. Natasha kini beralih nenatap gadis di sebelahnya.
"Aku baru melihatmu, kau pelayan baru di sini?" tanya Natasha penasaran.
Gadis itu memutar bola matanya malas, membuat kedua pelayan lainnya mendelik.
"Untuk apa bangsawan rendahan sepertimu tahu? Oh, bagusnya aku kasih tahu saja. Aku adalah pelayan pribadi nona Hellen, calon permaisuri di kekaisaran ini, Mili."
Seketika itu Rose langsung melayangkan tamparan pada Mili, membuat gadis itu sontak langsung terkejut dan memegang pipinya yang sudah memerah.
"Lancang. Kau hanya pelayan rendahan, berani menghina ratu Beverly? Apa kau sudah tidak sayang nyawa?" tanya Rose membuatnya semakin terkejut lagi.
Natasha hanya tersenyum senang mendengarnya, teebesit rencana licik di dalam otak kecilnya.
"Tidak apa-apa Rose. Aku memang bangsawan rendahan. Oh, sepertinya aku akan bergabung makan pagi dengan keluarga kekaisaran, mengingat semalam Austin sendiri yang mengundangku!"
Selepas perginya Natasha, Rose mulai kembali berucap.
"Jika pangeran Austin sampai tahu kau mengatai ratu, maka aku pastikan bahwa kau akan digantung di depan kamar nona Hellen."
Kedua pelayan itu lantas pergi meninggalkan rasa shock pada Mili.
"Apa aku sudah membuat kesalahan?"
Di meja makan kini Natasha telah menyelesaikan makanannya. Lantas dia berpamit dan memulai drama paginya.
"Saya telah menyelesaikan makannya. Kaisar dan permaisuri, bangsawan rendaha ini pamit untuk kembali ke kamar!"
Mendengar itu semuanya menjadi terkejut, apalagi Austin. Ketika dia hendak memasukan makanan ke dalam mulut, langsung diletakannya kembali sendok itu.
"Mengapa kau berkata begitu?" tanya Austin, sementara Hellen hanya memutar bola matanya malas.
"Tadi pagi saya bertemu dengan seorang pelayan asing, kemudian saya mencoba untuk bertanya siapa dia, tetapi dia mengatakan bahwa bangsawan rendaha seperti saya tidak perlu tahu, tetapi ada akhirnya dia tetap memperkenalkan diri!"
Permaisuri terlihat kesal mendengarnya.
"Siapa yang telah mengatai ratu Beverly sebagai bangsawan rendahan?" teriak Austin membuat yang mendengarnya langsung terkejut.
Kaisar sendiri sudah lelah dengan semuanya, ingin menegur, tetapi pasti akan semakin membesar masalahnya.
"Ampun pangeran. Saya tidak berani memberitahukannya, saya takut justru nantinya saya yang difitnah!"
Victoria pun mendekati Natasha.
"Tidak apa-apa kak, katakan saja!"
Lucas sejak tadi diam, tetapi sedang menahan emosi juga.
"Pelayan pribadi nona Hellen, kalau tidak salah namanya Mili. Bahkan tadi pagi Mili menabrak pelayan pribadi saya yang membawa makanan ke kamar saya dan tidak maaf."
Hellen terkejut mendengarnya, sementara Austin sudah kembali mendidih, pemandangan ini sangat amat dinikmati oleh istri Alex
"Panggil pelayan rendahan itu ke mari!" teriak Austin, hingga beberapa pelayan yang ada di sana pun mulai berlari untuk memanggil Mili.
Terlihat Hellen sudah khawatir.
"Mili dia sangat bodoh. Untuk apa menghina Natasha, memang ayah tidak berguna kalau mencarikanku pelayan pribadi. Selalu saja yang bisa membuat orang emosi!" batin Hellen kesal.
Mili berlari memasuki ruang makan dengan raut wajah pucat pasi dan langsung menunduk tepat di hadapan semuanya. Dia bahkan sudah tidak berani menatap Austin sekarang.
Permaisuri mencoba menenangkan sang anak yang akhir-akhir ini moodnya selalu naik turun bagaikan role coster.
"Austin, kendalikan emosimu. Tidak bagus menyelesaikan masalah dalam keadaan marah!"
"Bagaimana ibu bisa diam saja ketika mengetahui pelayan ini berani menghina ratu Beverly. Jika orang-orang sampai tahu maka kita yang akan malu. Dia pikir dia siapa sampai-sampai berani mengatakan Natasha bangsawan rendahan? Tidak tahukah posisinya itu yang rendah?" tanya Austin kesal.
"Hellen!"
Hellen sontak menatap Austin, pria itu terlihat berbeda dari sebelumnya sekarang.
"Pulangkan pelayan pribadimu ini dan beri dia hukuman. Jika tidak kau lakukan, maka aku yang akan menghukumu. Tidak tahu malu!"
Austin sempat menatap kaisar, tetapi ayahnya itu hanya diam saja.
Hellen mendengus kesal dan langsung menatap pada pelayannya.
"Apa kau tuli? Suamiku bilang kau angkat kaki dari sini dan tidak bekerja padaku lagi. Aku akan meminta ayah untuk memberimu hukuman karena telah menghina ratu Beverly."
Setelahnya Natasha pamit, mengingat dia harus kembali ke kerajaannya secepat mungkin. Suasana kembali menegang saat Lucas kecil pun ikut beranjak dari sana. Sebelum itu dia menyempatkan diri untuk mengucapkan sesuatu yang membuat mereka shock.
"Siapapun yang berani menghina kakakku, biarpun itu kaisar sekalipun, tidak akan saya ampuni. Saya pamit!"
Victoria setelah makan pun mulai pamit.
"Hah, ada-ada saja. Mood kakak menjadi semakin buruk setelah menikah, sudah bagus kakak bersama kak Natasha. Sudahlah, nasi telah menjadi bubur!"
Victoria pun pamit untuk pergi ke perpustakaan. Kaisar merasa bahwa sepertinya dia memang sudah salah menikahkan Austin dengan Hellen.
Hellen sendiri sudah mengepalkan tangannya, lantas terbesit ide licik di otaknya.
"Baiklah Natasha, kau yang memintanya maka aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi dirimu."
Setelah barang-barangnya telah dimasukan ke dalam kereta kuda, Natasha mulai mendekati Austin.
"Aku tidak apa-apa. Kau jangan terlalu kasar pada Hellen, kasihan dia!"
Austin menggeleng dan segera memeluk Natasha.
"Pulanglah dengan hati-hati. Aku akan ke kerajaan Beverly jika tidak sibuk."
"Datang kapanpun kau mau. Pintu kerajaanku akan selalu terbuka untukmu. Aku pergi!"
Setelahnya Natasha mulai menaiki kereta kuda dan pergi dari sana. Austin menghembuskan napasnya lelah, rasanya seperti tak ingin menjauh dari sang pujaan hati.
Di tengah-tengah perjalanan, tiba-tiba kereta kudanya berhenti. Natasha menongolkan kepalanya hingga salah satu pengawal datang untuk memberikan laporan.
"Ratu, sepertinya kita telah dikepung oleh orang yang tidak diketahui!"
Natasha pun mengangguk, dia bisa merasakan energi asing di sekitarnya.
"Kalian ingin segera kembali ke kerajaan atau menghajar para pengganggu ini dulu?" tawar Natasha membuat pengawal itu kebingungan.
"Kita harus mengurus mereka dulu ratu, barulah bisa kembali ke kerajaan."
Natasha tersenyum dan mulai turun dari keretanya, membuat Lucas ikut menongolkan kepalanya.
"Kenapa kakak keluar?" tanyanya.
Natasha terlihat meregangkan otot-otonya sembari tersenyum.
"Kau di dalam saja Lucas. Sudah lama aku tidak menghajar orang."
Natasha mulai berjalan ke arah depan keretanya, bermaksud memancing mereka keluar.
Tiba-tiba Natasha diserang oleh beberapa bola api.
"Kata orang tua, tidak baik bermain api!"
Natasha membalas bola api itu dengan sihir apinya. Dia tersenyum kala melihat semuanya padam.
"Keluar kalian semua. Aku akan bermain-main sebentar sebelum kembali ke kerajaan. Kebetulan aku juga sedang kesal jadi akan aku ladeni kalian!"
Natasha lantas mulai mengeluarkan sihir api hitam, membuat para pengawalnya terkejut bukan main.
Natasha spontan menaiki udara dan mulai terbang ke atas hingga dia bisa melihat wujud manusia yang mau menyerangnya.
Dia mengangkat tangannya ke atas hingga lingkaran api hitam terlihat.
"H-hei, itu bukannya sihir api hitam?"
"Kau benar. Jika tahu ratu Beverly bisa menguasai sihir ini maka aku akan menolak permintaan perempuan gila itu."
"Tamatlah sudah."
Natasha tersenyum senang, dia bisa merasakan energi mereka mulai ketakutan.
"Ayo apiku sayang, lahap mereka semua."
Natasha menurunkan tangannya ke bawah hingga lingkarang api hitam mulai menuju ke arah mereka. Terdengar jeritan kesakitan dan kata ampun, tetapi Natasha bukanlah makhluk Tuhan yang lembut.
"Teruslah meminta ampun, karena itu hanya akan membuatku semakin bersemangat untuk membunuh kalian semua!"
Setelah mereka lenyap oleh api hitam, Natasha kembali ke keretanya.
"Mari kita lanjutkan perjalanannya."
Setibanya mereka di kerajaan, Natasha nampak begitu berseri-seri.
Setelah menyapa nenek dan kakeknya, dia lantas bergegas menuju ruang kerjanya.
Saking senangnya Natasha sampai melakukan beberapa gerakan dan bernyanyi.
Di sisi lain, saat ini Austin sedang disibukan dengan dirinya yang akan dinobatkan sebagai kaisar baru. Malas sekali rasanya jika harus berdampingan dengan perempuan bermuka dua itu.
Saat sedang sibuk, datanglah Hellen dengan membawakan Austin sebuah minuman. Pria itu menatapnya sekilas lantas mulai memanggil penjaga.
"Penjaga!" teriaknya membuat Hellen lantas memelankan langkahnya.
"Saya pangeran!"
"Bawa pergi perempuan ini dari hadapanku. Aku sedang tidak mau diganggu!" ucapnya mutlak.
Pengawal lantas mendekati Hellen dan memintanya untuk pergi sebelum Austin mengamuk.
"Singkirkan tangan kotormu dariku. Kau pikir kau siapa berani memerintahkanku untuk keluar dari sini? Aku ini istri dari Aust-"
Belum saja Hellen menyelesaikan kalimatnya, Austin telah melemparkan benda tajam tepat ke tembok dan melewati ujung telinga gadis itu hingga dia terdiam.
"Lancang sekali kau dengan bangga mengatakan bahwa aku suamimu. Keluar kau sebelum aku sendiri yang menyeretmu untuk pergi dari sini!"
Austin menatap tajam Hellen, sementara gadis itu hanya menelan salivanya kasar. Pria yang ada di hadapannya sekarang sudah berubah total menjadi orang yang pemarah apalagi jika ada yang mencoba-coba untuk melukai Natasha.
Akhirnya Hellen mengalah, lantas keluar dari sana. Sudah tahu dirinya tidak diterima baik, lanta mengapa masih mencoba bertahan?
Ingin merubah pandangan keluarga Austin? Tentu membutuhkan usaha yang lebih besar dan menguras tenaga.
Malam harinya Austin tak pergi ke kamarnya, justru dia memilih untuk tidur di kamar yang sempat ditempati oleh Natasha.
Hellen sendiri sedang sibuk menyusun rencana agar dirinya bisa berduaan dengan Austin besok.
Bersambung...