Strings Between Us

Strings Between Us
Bab 9: Dylan Menghilang



Suara deringan ponsel membangunkan Irene. Kelelahan menghiasi wajahnya. Kemarin dia tidak bisa tidur nyenyak setelah semua yang dialaminya, terlebih lagi ketika saudaranya tidak di rumah. Irene melihat panggilan dari Ethan dan kebingungan merayap di wajahnya, "Halo."


"Halo Kak Irene, maaf mengganggu, tapi apa Kak Dylan ada di sana? Kemarin dia mengirimkanku pesan untuk meminjamkannya mobil, tetapi ponselku kemarin rusak dan sekarang baru diperbaiki. Tolong katakan maaf pada Kak Dylan karena aku tidak membaca pesannya."


Perasaan Irene tiba-tiba tidak nyaman. Jika Dylan tidak menggunakan mobil Ethan, jadi dia pergi dengan apa? Saudaranya akan berpergian selama beberapa hari, jadi tidak mungkin dia menggunakan taxi, apalagi Dylan biasanya lebih suka menggunakan mobil keluarga karena menurutnya taxi kurang higienis.


"Ethan, kapan Dylan mengirimkanmu pesan?" tanya Irene dengan nada serius. Rasa kelelahannya perlahan memudar digantikan dengan urgensi.


"Sekitar jam sembilan."


Alarm di hati Irene perlahan meningkat, "Kenapa kamu tidak langsung menghubungi Dylan?"


"Aku sudah mencobanya, tapi ponsel Kak Dylan tidak bisa dihubungi dan pesanku juga tidak masuk. Karena itulah aku menghubungi Kak Irene."


"Tidak bisa dihubungi?!" suara Irene meningkat seketika. "Ethan maaf, nanti aku akan menghubungimu lagi," kata Irene dengan tergesa-gesa lalu memutuskan panggilan dan langsung menghubungi Dylan. Sayangnya, seperti yang dikatakan Ethan, nomor saudaranya tidak bisa dihubungi.


Irene langsung melihat rekaman CCTV dari ponselnya. Setelah gagal membangunkannya, saudaranya mengganti pakaian dan tampaknya mengatur robot rumah tangga untuk mengirim pesan, lalu tidak lama kemudian keluar dari vila. Irene segera turun untuk menemukan robot rumah tangga. Dia melihat robot itu sedang menyapu. Dengan gesit, Irene memeriksa catatan aktivitas kemarin dan menemukan pesan yang meminta Ethan untuk meminjamkan mobilnya. Selain dari itu, semua kegiatan normal seperti biasa.


Irene kemudian memeriksa rekaman CCTV di luar vila, namun rekaman CCTV hanya menangkap sosok Dylan yang mendorong kursi rodanya ke jalan. Sepertinya mobil yang menjemput Dylan diparkir di luar dari rekaman CCTV. Dylan bukan orang yang ceroboh. Jika ada sesuatu yang salah, dia pasti akan segera menyadarinya.


Ada dua kemungkinan dalam situasi ini. Kemungkinan pertama Dylan memang keluar menggunakan taxi dan kebetulan dia memang sulit dihubungi karena masalah jaringan. Dengan kata lain tidak ada hal buruk yang terjadi dengan Dylan dan ini hanya pemikiran negatifnya. Kemungkinan kedua saudaranya memang menggunakan mobil Ethan. Masalahnya, Ethan sama sekali tidak menerima pesan Dylan kemarin. Jadi mobil siapa yang menjemput Dylan?...


Terlebih lagi, CCTV menunjukkan kalau saudaranya berinisiatif mengarahkan kursi rodanya keluar yang artinya dia mengira kalau mobil yang menjemputnya adalah mobil Ethan.


Irene menelepon Ethan sambil mondar-mandir, "Ethan, Dylan mungkin sedang dalam masalah!". Irene menjelaskan seluk-beluk kecurigaannya dengan cemas dan tidak menyadari robot rumah tangga perlahan memutar kepalanya ke arahnya.


Setelah Irene selesai berbicara dengan Ethan, dia menghubungi ayahnya, namun nomor ayahnya juga sedang tidak bisa dihubungi. Irene menghubungi sekretaris ayahnya dan menerima informasi kalau ayahnya sedang keluar kota untuk urusan bisnis.


Irene sungguh-sungguh frustasi. Mengapa bahkan ayahnya keluar kota di saat seperti ini. Tanpa pilihan lain, dia terpaksa menghubungi Christine dan menjelaskan masalah Dylan. Seperti yang diduganya, ibunya tidak menganggap serius masalah ini dan menganggap Irene hanya terlalu mencemaskan saudaranya. Setelah Irene memohon bantuan Christine dengan cemas dan keras kepala, ibunya mungkin merasa terganggu dengan sikapnya yang agak memaksa dan akhirnya menyetujui untuk membantu Irene mencari tahu keberadaan saudaranya.


Irene segera mandi dan berganti pakaian. Dia dan Ethan memutuskan untuk meminta bantuan kepolisian akan masalah ini. Irene berharap tidak ada yang terjadi kepada Dylan.


....


Irene dan Ethan keluar dari kantor polisi. Setelah melaporkan kasus ini, mereka perlu menunggu kabar dari pihak kepolisian. Ponsel Irene berdering yang menandakan pesan masuk. Irene melihat pihak pengirimnya adalah Mu ZiXi, Presiden Menara. Tanpa diduga, Mu ZiXi menawarkan bantuan untuk mencari Dylan. Mereka baru keluar dari kantor polisi dan beritanya sudah sampai ke pihak Menara. Pengaruh Menara benar-benar sedikit menakutkan...


Irene menyebutkan masalah ini kepada Ethan dan mereka berdua segera pergi ke Menara. Kali ini ketika mereka memasuki kantor presiden, Irene tidak menemukan sosok Blaire. Sebaliknya, di meja Mu ZiXi tergeletak seekor kucing berbelang hitam yang sedang berbaring malas.


Setelah menyapa dan memperkenalkan Ethan, Irene langsung memberitahu Mu ZiXi detil kejadian yang diketahuinya. Mu ZiXi melakukan panggilan setelah mendengar cerita Irene. Tidak lama kemudian, mereka menerima rekaman CCTV di jalanan dekat vila Irene. Di antara kendaraan yang lewat, ada sebuah mobil yang tampak mirip dengan salah satu mobil Ethan. Mereka memeriksa CCTV di berbagai jalan yang dilewati mobil tersebut dan menemukan di tengah perjalanan ke sekolah Irene, mobil itu tiba-tiba mengubah arah dan melewati jalan-jalan terpencil lalu menghilang.


"Annie, kirimkan rekaman ini ke pihak kepolisian."


"Baik Tuan."


Mu ZiXi kemudian melakukan panggilan lagi dan berbicara dengan bahasa yang tidak di mengerti Irene dan Ethan.


"Nona Irene, Tuan Ethan, saya hanya bisa membantu dari bayang-bayang. Jika Menara bertindak terlalu jelas, hal ini akan menarik perhatian publik karena Menara selama ini selalu netral dan tidak pernah mencampuri urusan orang lain di luar dari tugas kami. Semoga pihak kepolisian bisa segera menemukan saudara kalian."


Irene segera menunduk sebagai tanda terima kasih. Mereka membahas beberapa tindakan pencegahan yang perlu di lakukan keluarga Adler terutama Irene karena tidak menutup kemungkinan penculik Dylan bisa menargetkan anggota keluarga Adler lainnya. Bagaimanapun status Irene saat ini sedang dalam perlindungan Menara. Mereka akan sulit menanggung konsekuensi dari pihak Theodore jika sesuatu terjadi dengannya. Mengetahui ada yang ingin dibahas Mu ZiXi dengannya secara pribadi, Irene meminta Ethan untuk menunggunya di mobil.


"Nona Irene, apakah Anda keberatan jika kami menginformasikan masalah ini kepada pihak Yang Mulia Theodore?" tanya Mu ZiXi. Irene ragu-ragu sejenak, namun dia akhirnya menolak, "Terima kasih atas pertimbangannya, tapi saya rasa tidak perlu melibatkan Yang Mulia untuk masalah ini."


Irene tertegun. Kata-kata Mu ZiXi mengingatkannya pada keunikannya yang mungkin saja juga dimiliki Dylan. Terlebih lagi, sejak kecil saudaranya memang lebih berbeda dari anak-anak pada umumnya. Dia mendengar pelayan mengatakan kalau saudaranya sempat dikira meninggal saat lahir karena tidak menangis seperti bayi pada umumnya. Dylan juga memiliki tingkat kecerdasan yang cukup tinggi untuk memahami situasi mereka saat masih anak-anak. Selain itu, sebagai seorang anak, kekuatan mental Dylan tergolong tinggi jika bukan karena kecelakaan saat itu.


Setelah mengetahui keunikan Irene, Menara telah mengumpulkan informasi keluarga Adler, termasuk data-data pribadi saudaranya, Dylan.


Di permukaan, Dylan terlihat sakit-sakitan, patuh, dan tidak berguna karena kekuatan mental dan fisiknya sangat lemah. Secara kasar memang tidak ada yang istimewa, namun Mu ZiXi menemukan beberapa rumor buruk tentang mereka sebenarnya secara tersirat disebarkan oleh Dylan sendiri. Di antara mereka berdua, Dylan adalah orang yang lebih rumit.


Setelah mendengar pendapat Mu ZiXi, Irene akhirnya tidak menolak permintaannya, kemudian berterima kasih sekali lagi.


Di dalam mobil, Ethan tidak bertanya mengenai pembicaraan pribadi mereka dan inilah salah satu hal yang disukai Irene dari Ethan. Mereka pergi ke apartemen pribadi Ethan untuk mengambil beberapa pakaiannya sebelum kembali ke vila Irene dan Dylan. Ethan memutuskan untuk tinggal bersama Irene setidaknya sampai Dylan ditemukan, meskipun hal ini mendapat protes keras dari Christine.


....


Di ruangan yang remang-remang, Dylan masih berbaring di kasur besi. Efek dari obat bius telah memudar. Ketika penculiknya mengetahui Dylan telah sadar, tangan dan kakinya di borgol dengan rapi ke tempat tidur. Rantai pada borgol tidak memungkinkannya turun dari kasur. Dia tidak tahu sudah berapa lama dia disekap. Dia tidak diberi makan atau minum, setiap kali pintu terbuka, itu artinya penculiknya akan mengambil dua tabung suntikan darahnya, mungkin sudah empat atau lima kali pria itu masuk selama dia sadar. Bahkan jika obat bius tidak lagi bekerja, kesadaran Dylan juga semakin memudar karena kehilangan darah.


Dylan telah mencoba memulai percakapan dengan penculiknya, tetapi dia selalu diabaikan kecuali ketika dia meminta untuk pergi ke kamar mandi. Selama disekap, Dylan tidak membuat keributan, ketika darahnya diambil dia juga tidak menolak. Dia hanya berharap kepatuhannya akan menurunkan kewaspadaan penculiknya, dia tidak yakin dimana dia disekap atau apakah penculiknya hanya satu orang.


Semoga Irene bisa menyadari kehilangannya dan segera melapor ke polisi karena kalau tidak, dia mungkin akan segera mati karena kehilangan darah.


....


Irene semakin cemas. Sudah tiga hari dan pihak kepolisian belum memberikan kabar. Mu ZiXi memberitahunya mobil yang diduga membawa Dylan tiba-tiba menghilang di gang yang tidak memiliki rekaman CCTV. Selain itu, plat nomor pada mobil itu palsu. Tidak lama kemudian, muncul kasus kecelakaan mobil yang jatuh ke jurang. Pengemudi mobil terbakar hingga tidak bisa dikenali lagi karena mobil meledak. Di duga mobil itu adalah mobil yang sama dengan mobil yang membawa Dylan karena di kursi mobil ditemukan ponsel Dylan yang rusak, akan tetapi pemiliknya tidak ditemukan.


Christine yang mengetahui keterlibatan polisi akhirnya menyadari kalau masalah hilangnya Dylan bukan lelucon. Meskipun dia tidak menyukai Irene dan Dylan, dia tidak ingin sesuatu terjadi pada mereka di saat suaminya sedang keluar kota. John akan meminta pertanggung-jawabannya jika sesuatu terjadi pada Dylan.


Untungnya John akhirnya bisa dihubungi dan diberitahu tentang masalah ini. Setelah mendapat izin John, Christine menggunakan koneksi keluarga Adler untuk membantu pencarian sementara John dalam perjalanan kembali. Irene tahu Christine membantu dengan berat hati, tetapi saat ini dia benar-benar berterima kasih dengan bantuan ibunya.


Pergerakan tidak biasa dari keluarga Adler menarik perhatian beberapa keluarga bangsawan yang menyebabkan rumor mengenai keluarga Adler kembali menjadi diskusi di kalangan bangsawan. Suasana hati Christine benar-benar sangat buruk, siapa yang ingin keluarganya terus menjadi bahan gosip orang lain?


Irene sebenarnya khawatir kalau menyebarnya gosip-gosip ini akan membuat penculik Dylan lebih waspada. Salah satu staf kepolisian memberitahunya kalau Dylan kemungkinan menjadi salah satu korban dalam kasus orang hilang yang muncul di beberapa tempat baru-baru ini. Target penculikan selalu acak, yang membuat kasus ini masih belum selesai ditangani. Hanya saja, orang yang hilang tidak pernah berasal dari keluarga bangsawan.


Irene pernah mendengar tentang berita itu, namun tidak lama kemudian berita itu hanyut di masyarakat. Saat itu dia tidak terlalu memikirkannya, dia tidak akan menyangka kalau Dylan kemungkinan akan menjadi salah satu korban dari kasus itu.


Irene menghela nafas, dia sedang dalam perjalanannya kembali ke vila. Namun, di saat dia akan menyeberangi jalan, jantungnya tiba-tiba terasa dikepal. Rasa sakit yang belum pernah dirasakannya membuatnya tanpa sadar menutupi dadanya, pernafasan yang tidak lancar membuat kesadarannya perlahan memudar. Sebelum kegelapan menelannya, Irene bisa mendengar suara cemas Ethan.


....


Dylan duduk bersandar di dinding dengan penutup mata yang akhirnya dilepas. Darahnya baru saja diambil lagi. Di tangannya ada sebuah roti yang setengah dimakan. Seperti yang diduganya, penculiknya akan melonggarkan kewaspadaannya setelah melihat kepatuhan Dylan dan melepas penutup matanya. Permintaan Dylan akan makanan juga akhirnya dipertimbangkan, meskipun makanan yang diberikan adalah roti keras yang sulit ditelan.


Tangan dan lehernya penuh dengan memar dari bekas suntikan. Dylan bisa membayangkan betapa sedihnya Irene jika melihat memar di tubuhnya. Saat ini Dylan bahkan tidak tahu apakah dia bisa kabur. Dia tidak bisa menahan rasa takut yang menjalar setiap kali mengingat pertemuan pertamanya dengan penculiknya.


Ketika penutup matanya pertama kali dilepas, dia melihat sosok penculiknya menggunakan topeng badut yang mengerikan. Ruangan hitam dengan ranjang besi dan cahaya remang-remang sudah membuat orang merasa merinding. Sosok pria besar dengan topeng badut yang mengerikan di dalam ruangan bahkan lebih menyiksa mental.


Dylan menebak penculiknya mungkin ingin memberinya tekanan mental. Seperti yang diinginkan penculiknya, Dylan membuat ekspresi ketakutan yang akan dibuat orang-orang pada umumnya jika mereka berada dalam kondisi sepertinya.


Tanpa diduga, topeng badut itu tiba-tiba melebarkan senyumannya hingga memperlihatkan lidah merah seperti monster. Pikiran Dylan membeku sejenak. Dia awalnya mengira wajah badut itu hanya topeng, tetapi topeng tidak akan bisa berubah bentuk. Jika bukan topeng, maka wajah itu asli? Namun manusia tidak akan bisa melebarkan bibirnya seperti itu, selain itu lidah yang panjang itu tampaknya asli...


Hati Dylan perlahan mendingin ketika dia melihat mata badut menjadi merah saat dia meminum segelas cairan merah yang Dylan tahu kalau itu adalah darah manusia, lebih tepatnya darahnya...