Strings Between Us

Strings Between Us
Bab 2: Kejutan Bahagia



Dylan mengetuk pintu ruangan kerja ayahnya.


"Masuk," suara yang monoton terdengar dari dalam ruangan. Mendengar izin ayahnya, Dylan pun membuka pintu dan memasuki ruangan itu.


"Ayah," sapa Dylan.


John mengangguk sebelum bertanya, "Sebentar lagi kamu akan berusia tujuh belas tahun, apakah kamu ingin melakukan perawatan untuk memulihkan kesehatanmu?"


Dylan sedikit terkejut dengan pertanyaan ayahnya sebelum menjawab, "Ayah, masalah kesehatanku memang sudah ada sejak lahir, sulit untuk menyembuhkannya. Selain itu, bahkan jika aku melakukan perawatan, belum tentu penyakitku bisa sembuh."


"Ayah tidak menanyakan itu. Ayah hanya bertanya apakah kamu ingin melakukan perawatan?"


Dylan terdiam sejenak sebelum berkata, "Ingin."


Menganggukkan kepalanya, John menyerahkan beberapa berkas kepada Dylan.


Pupil mata Dylan sedikit menyusut ketika melihat isi dari berkas-berkas itu, "Ayah ini-"


"Kamu akan segera dewasa, sudah saatnya kamu memiliki uang pribadimu. Sebagai anggota keluarga Adler kamu memiliki hak untuk menerima properti itu. Ayah tahu kamu dan Irene tidak ingin berada di rumah ini. Setelah berusia tujuh belas tahun, kalian secara resmi menjadi dewasa. Kalian bisa melakukan sesuatu untuk diri kalian sendiri. Jadi, Ayah memberi kalian izin untuk tinggal di luar dan kalian bebas kembali ke rumah ini kapan saja."


Dylan terdiam. Terkadang dia tidak mengerti apakah ayah mereka sebenarnya membencinya dan Irene atau tidak. Ayah mereka selalu bersikap acuh tak acuh terhadapnya dan Irene, tetapi dia tidak pernah mengurangi tanggung jawabnya atas mereka. Ayah mereka tidak peduli dengan mereka tetapi pada saat yang sama akan selalu muncul ketika dibutuhkan dan selalu menanyakan pendapat mereka sebelum melakukan sesuatu untuk mereka.


Dylan sadar, meskipun dia tidak pernah meminta sesuatu, tetapi kebutuhannya selalu terpenuhi. Para pelayan di keluarga ini memang memandang rendah dirinya dan Irene, tetapi mereka tidak pernah bertindak melewati batas kecuali kurangnya rasa hormat mereka kepadanya dan Irene. Mungkin secara tidak langsung semua ini ada kaitannya dengan ayah mereka.


Melihat sejumlah properti yang diberikan kepadanya, Dylan bisa membayangkan bagaimana kesalnya Christine jika mengetahui hal ini. Lagipula sejumlah properti ini bisa menghidupi Dylan sampai dia tua bahkan jika dia tidak bekerja. Dengan uang di tangannya, dia bisa melakukan perawatan untuk memulihkan kesehatannya. Bahkan jika Dylan menerima cemohan dari orang lain, dia merasa ini sepadan.


Kecuali kurangnya perhatian dan kasih sayang, sebenarnya John benar-benar ayah yang cukup baik jika ditinjau dari segi mana pun.


"Ayah, apakah aku diizinkan untuk menolak?"


Pandangan ayahnya masih monoton, "Tidak."


"Lalu bolehkah aku bertanya mengapa?"


"Tidak."


"Satu pertanyaan terakhir, apakah Ayah menyayangi aku dan Irene?"


Kali ini ayahnya tidak menjawab.


Perasaan yang bertentangan membanjiri Dylan. Di antara anggota keluarga di rumah ini, satu-satunya yang tidak bisa dia baca sejak kecil adalah ayahnya ini. Perasaan tidak bisa memahami pikiran ayahnya membuatnya merasa gelisah dan tidak aman, tetapi sebagai anak yang patuh Dylan tidak bisa menuntut jawaban dari ayahnya.


Menekan pergolakan emosinya, Dylan tersenyum dengan tulus, "Kali ini terima kasih banyak, Ayah."


John tidak menjawab dan mengangkat masalah lain, "Tahun ini Menara kembali berencana mencarikan pasangan untuk Yang Mulia Theodore. Dikatakan bahwa dalam ramalan roh tertentu, disebutkan bahwa Yang Mulia Theodore akan memiliki pasangannya tahun ini."


Yang Mulia Theodore adalah salah satu roh tua yang muncul pada saat pertama kali evolusi manusia terjadi. Tidak banyak yang tertulis tentang Yang Mulia Theodore dalam dokumen sejarah. Ada yang mengatakan bahwa dalam catatan sejarah manusia pada masa sebelum evolusi, Yang Mulia Theodore adalah seorang bangsawan Eropa, ada juga yang mengatakan bahwa beliau adalah seorang raja suatu kerajaan, ada yang mengatakan bahwa beliau adalah seorang penyihir agung kerajaan, namun ada juga yang mengatakan bahwa beliau adalah seorang penjahat besar pada masanya.


Namun, tidak ada yang benar-benar mengklarifikasi identitas Theodore. Sebagai salah satu roh tertua yang berkontribusi dalam pertempuran yang mendukung manusia serta pembangunan sistem sosial saat itu, Theodore menerima rasa hormat dan pemujaan yang luar biasa hingga saat ini. Karena tidak mengetahui asal-usul dan identitas Theodore, para manusia terdahulu memanggilnya 'Yang Mulia' dan panggilan kehormatan itu diwariskan hingga sekarang.


Sama seperti beberapa roh tua lainnya, Yang Mulia Theodore terkadang akan tidur dan setiap kali tertidur akan menghabiskan waktu selama berabad-abad.


'Menara' didirikan pada masa awal evolusi. Para ilmuan manusia dan roh-roh yang berstatus ilmuan semasa hidup mereka mendirikan sebuah lembaga yang khusus mempelajari tentang kekuatan mental dan kekuatan fisik makhluk-makhluk yang berevolusi baik hidup maupun tidak. Lembaga ini didirikan di sebuah menara tua yang terbengkalai sehingga lembaga ini akhirnya disebut 'Menara' bahkan jika mereka sudah memindahkan lembaga ini ke daerah dengan fasilitas yang lebih baik.


Para ilmuan Menara mengumpulkan data-data setiap makhluk yang berevolusi, hingga setelah melalui beberapa penelitian, mereka akhirnya menyimpulkan perubahan-perubahan baru yang terjadi setelah evolusi.


Makhluk-makhluk di bumi yang lolos dari seleksi alam mengembangkan kekuatan mental dan kekuatan fisik yang dibagi menjadi beberapa level, yakni: F, E, D, C, B, A, dan S. Dimana F adalah nilai terendah dan S adalah yang tertinggi.


Setelah melalui beberapa tahun penelitian, para ilmuan menyimpulkan bahwa S bukanlah batas akhir tertinggi dari nilai suatu kekuatan mental dan fisik, hal ini terbukti dari para roh-roh tua yang telah bangun dari tidur mereka mengalami peningkatan kekuatan mental mereka serta kaisar undead pada saat itu yang telah mengembangkan kekuatan fisik di atas level S.


Menara akhirnya mengumpulkan semua data-data masyarakat pada saat itu sebagai sampel dan peraturan ini masih dilakukan hingga sekarang yang tujuannya lebih luas, seperti mencari pasangan untuk masyarakat terutama para roh atau istilah lainnya sebagai mak comblang.


Jika dua manusia dengan kekuatan mental dan fisik yang tinggi berpasangan, maka mereka akan memiliki keturunan yang berpotensi memiliki kekuatan mental dan fisik yang setinggi milik orang tuanya atau bahkan lebih tinggi lagi.


Adapun roh, dari penelitian para ilmuwan terdahulu, ditemukan bahwa para roh dapat mengisi energi mereka dengan menyerap kekuatan mental yang memiliki kecocokan hingga taraf tertentu dengan kekuatan mental mereka. Sama seperti manusia yang mengkonsumsi makanan untuk mengisi energi, roh menggunakan kekuatan mental sebagai makanan mereka. Namun, bukan berarti jika mereka tidak mengkonsumsi kekuatan mental yang cukup maka mereka akan mengalami hal yang buruk. Menyerap kekuatan mental hanya untuk memuaskan rasa lapar dalam jiwa mereka.


Jadi, sejak mengetahui hal ini, Menara secara aktif mencari gelombang kekuatan mental yang cocok dengan para roh. Setelah beberapa roh sukses menjalin hubungan dari tindakan ini, bantuan yang awalnya murni demi mewujudkan kenyamanan para roh menjadi suatu kegiatan yang bertujuan untuk mencarikan para roh pasangan hidup mereka. Manusia pada saat itu lebih fanatik untuk melihat roh-roh idola mereka menjalin hubungan dan hidup bahagia layaknya sebuah keluarga manusia.


Namun, tindakan ini di mata para roh cukup menjengkelkan. Beberapa roh menolak tawaran Menara dan memilih untuk tidur demi menghindari sekelompok manusia yang berinisiatif mencarikan mereka pasangan. Beberapa manusia yang memiliki kekuatan mental yang sinkron dengan kekuatan mental roh-roh tertentu bahkan mengaku kepada roh. Tindakan ini mendapat beberapa respon negatif yang beralasan bahwa roh dan manusia tidak bisa bersama karena perbedaan ras, namun sebagian besar manusia tidak menolak tindakan tersebut demi melihat roh-roh yang telah menjadi pahlawan mereka menjalani kehidupan yang baik. Akibatnya, banyak roh yang menghindari manusia seperti wabah dan bersembunyi di daerah-daerah yang terpencil.


Akan tetapi, beberapa roh yang telah hidup terlalu lama berasa bosan dan menganggap tawaran Menara cukup menarik. Mereka akhirnya menikah, akan tetapi sebagian besar tidak didasarkan pada hubungan cinta, melainkan keuntungan, sehingga konsep pernikahan roh tidak memiliki batas jenis kelamin. Seiring berjalannya waktu, popularitas pernikahan antara roh dan manusia semakin meningkat. Salah satu alasannya adalah manusia yang menikah dengan roh akan memiliki status terhormat di mata masyarakat. Pasangan roh mereka juga akan memberikan kekayaan mereka yang tidak terbatas. Dan yang paling penting, roh akan membuat kontrak pernikahan yang disegel dengan jiwa kedua belah pihak.


Salah satu isi dari kontrak tersebut menyatakan bahwa pihak manusia tidak bisa mengkhianati dan melukai pasangan rohnya dan sebaliknya, pihak roh akan menyalurkan sebagian kekuatan mereka untuk pasangan manusianya serta memastikan keselamatan pasangan manusianya.


Setelah perjanjian damai antara manusia dan undead ditandatangani, Menara juga bisa mengumpulkan data kekuatan mental undead setelah diberi izin oleh sang undead. Kemudian mulai terjadi pernikahan antara roh dan undead. Namun, kontrak pernikahan roh dengan undead sedikit berbeda dengan kontrak pernikahan roh-manusia karena selain memastikan pasangan itu tidak bisa saling melukai, kedua belah pihak juga bisa mendiskusikan kesepakatan yang tidak bertentangan dengan isi inti kontrak yang akan mereka segel.


Kontrak pernikahan antar roh bahkan lebih bebas. Kedua belah pihak bisa sepenuhnya memutuskan isi kontrak mereka.


Kontrak pernikahan roh dibagi menjadi empat tingkatan yang akan secara otomatis meningkat sesuai dengan perkembangan hubungan kedua belah pihak. Tingkat pertama adalah kontrak yang paling ringan dimana kontrak tersebut bisa dihapus apabila pasangan tersebut berpisah, pasangan ini memiliki tingkat kepercayaan yang cukup rendah satu sama lain. Tingkat kedua hanya akan dicapai apabila pasangan tersebut menganggap satu sama lain sebagai orang kepercayaan. Tingkat ketiga akan dicapai bila kedua belah pihak tersebut memiliki hubungan yang sangat kuat dan rela mengorbankan diri satu sama lain, pada tingkat ini jika salah satu pihak mengalami luka yang mengancam nyawa, maka sebagian dari luka tersebut akan ditransfer ke pihak lain. Tingkat keempat adalah tingkat dimana pasangan tersebut berbagi hidup dan mati, selama salah satu pihak masih hidup, maka pihak lainnya tidak akan pernah musnah.


Tingkat keempat secara total hanya pernah dicapai oleh tujuh pasangan. Dimana empat di antaranya didasari cinta, dua di antaranya adalah pasangan seperjuangan. Yang terakhir memiliki sejarah yang cukup berbeda jauh dari enam lainnya, pasangan ini adalah pasangan roh-undead. Kedua pihak dari pasangan ini awalnya memiliki hubungan yang saling membunuh dimana mereka adalah rival cinta. Namun, tanpa diketahui bagaimana, kedua belah pihak menyegel kontrak pernikahan dan akhirnya mengembangkan kepercayaan pada satu sama lain meskipun hubungan mereka masih seburuk biasanya.


Theodore adalah salah satu sakit kepala terbesar Menara. Theodore selalu menolak tawaran Menara untuk mencarikannya pasangan. Ketika ditanya alasannya, Theodore hanya mengatakan bahwa makhluk yang bisa menjadi belahan jiwanya belum terlahir di dunia ini. Menara awalnya tidak menganggap serius kata-kata Theodore, namun seolah kata-kata Theodore telah mengutuk dirinya sendiri, sampai sekarang mereka tidak dapat menemukan kekuatan mental yang cocok dengan miliki Theodore. Beberapa orang bahkan berpikir Theodore akan melajang selamanya.


Dengan obsesi staf Menara, mereka tidak akan menyerah sampai Yang Mulia Theodore menemukan pasangannya. Jadi wajar jika setelah mendengar kabar angin yang tidak diketahui kebenarannya, mereka tetap akan mengambil resiko mempercayainya.


Dylan sedikit ragu dengan keaslian ramalan itu. Lagipula bahkan jika ramalan itu benar, kemungkinan dia dan Irene terpilih sangatlah kecil. Jadi dia tidak terlalu memikirkan hal ini. Setelah mengucapkan beberapa kalimat sopan, dia meninggalkan ruang kerja.


Memegang berkas-berkas di tangannya, kebahagiaan yang tulus terpampang di wajah Dylan. Harapan terbesarnya adalah agar dirinya dan Irene bisa hidup dengan tenang jauh dari perselisihan. Tinggal di rumah Adler tidak akan mewujudkan harapan ini. Dengan uang dan izin di tangannya, mereka akhirnya bisa bebas. Dylan tidak tahu apakah mereka akan kembali lagi ke rumah Adler, tetapi meninggalkan rumah setelah kedewasaan adalah hal yang tepat. Dylan tidak sabar kembali dan memberitahukan kabar gembira ini kepada Irene.


Tanpa Dylan sadari, Evan yang berdiri di ujung lorong telah memperhatikan dirinya keluar dari ruangan sambil memegang berkas-berkas dengan ekspresi gembira.


....


Di kamar, Irene mendengar suara pintu terbuka dari kamar Dylan. Membuka pintu yang menghubungkan kamar mereka, Irene melihat mata saudaranya berbinar dengan senyum kekanak-kanakan terpampang di wajahnya.


"Irene!"


Hati Irene hampir terlepas, Imutnya...


Sangat jarang melihat suasana hati saudaranya berbunga-bunga seperti itu.


Sambil menenangkan dirinya secara mental, Irene menutup pintu kamar saudaranya dan mendorong kursi roda Dylan. Dia sedikit bertanya-tanya apa yang membuat saudaranya sangat bahagia, "Iya?"


"Coba tebak untuk apa Ayah memanggilku," ucap Dylan masih dengan senyuman cerah di wajahnya.


Irene sedikit memiringkan kepalanya dengan tanda tanya. Kapan saudaranya menjadi berbelit-belit seperti ini? Menatap berkas-berkas yang dipegang saudaranya, kejutan segera menghantamnya ketika dia melihat sekilas kalimat yang tertera.


Sebelum otaknya bereaksi, tangan Irene telah meraih berkas-berkas itu dari tangan saudaranya. Irene membaca isi berkas-berkas itu secara kasar dan dapat menyimpulkan bahwa surat-surat properti ini memang atas nama saudaranya. Ini semua properti pribadi saudaranya!


Irene segera menatap saudaranya dengan tatapan membara dan melihat ekspresi lembut saudaranya.


"Masih ada satu hal lagi. Ayah telah memberikan izin untuk tinggal di luar mansion setelah pesta perayaan kedewasaan."


Kejutan lain kembali menghantam Irene. Kata-kata Dylan berdengung di kepalanya. Tanpa sadar air mata mulai terbentuk di matanya. Saudaranya hanya menatapnya dengan lembut dan menghapus air matanya. Tindakan Dylan direspon dengan pelukan kuat yang datang dari saudarinya. Isakan kecil datang dari Irene yang dibalas dengan belaian lembut di punggungnya.


"Tidak apa-apa, semuanya akan menjadi lebih baik di masa depan."