
Tim devisi saling menatap dengan tatapan bingung kecuali Keynara dan Rafiq, pasalnya saat ini didepan mereka ada beberapa makanan (lagi). ya lagi dan lagi, kemarin Genando membawakannya minuman yang sedang hits, esoknya lagi membawakannya pizza dan hari ini dia memberi kue yang katanya oleh-oleh dari temannya yang dari Jepang dan karena terlalu banyak jadi Genando memberikannya untuk tim design. Dalam benak mereka, banyak sekali pertanyaan. mereka merasa bosnya itu berubah, tidak seperti biasanya.
Tita nampak berpikir. "hmm.. ini maksudnya apa ya. gue penasaran dari kemarin sebenarnya". Ujar Tita
"apa dia lagi menggoda aku?". tanya eko
"gausah mengkhayal". celetuk Tita.
"yaampun Tit.....ta. coba pikirkan baik baik. di lantai 3 gak cuman divisi tim kreatif design. ada juga accounting dan yang lainnya. tapi kenapa cuman kita yang dikasih. kenapa yang lain gak?. gue sampai kasihan liat divisi lain karena di anak tirikan". Ujar Eko sok melas.
"kalau kasihan kenapa gak lo bagi-bagi ke mereka dari kemarin?. asik makan sendiri aja sok kasihan". sindir vira dan Eko hanya cemberut mendengarnya
"mungkin dia merasa bersalah karena sering galak sama tim kita". ujar Tama
Rafiq menyela. "udah. gak usah banyak mikir kenapa. yang terpenting sekarang adalah dia sudah lebih baik dibandingkan kemarin-kemarin, sudah bersikap lebih friendly dibandingkan kemarin".
"iya sih, tapi penasaran aja gitu". ujar Tita. "lo gak penasaran ra?". tanya Tita ke Keynara
Keynara menggeleng. "gak. lagian bagus lah jadi ada kemungkinan kedepannya dia gak akan galak sama kita". ujarnya membuat yang lain mengangguk, menyetujui adanya kemungkinan jika bosnya itu tidak akan galak lagi.
setelah itu, Keynara merapikan beberapa lembar kertas design, dia dan Tama akan menemui kepala produksi untuk memberikkan gambaran dan penjelasan secara detail tentang hal apa saja yang perlu diperhatikan. "Tam, udah belum?". tanya Keynara
"iya ini udah. yuk". ajaknya
saat Keynara dan Tama sedang menunggu lift, Keynara melihat Genando yang sedang berjalan menuju lift dengan seorang laki-laki.
mungkin dia temannya yang katanya habis liburan ke Jepang.
Dan saat Genando melihat kearahnya, Keynar berpaling, berpura-pura seakan tidak melihatnya. bagaimanapun setelah kejadian itu, Keynara merasa malu dan canggung.
"kalian mau kemana?". tanya Genando.
"kita mau ke tempat produksi pa". jawab Tama
Genando hanya mengangguk, kemudian sekilas melirik Keynara yang terlihat tegang. "Ega, kenalkan mereka ini tim design. Tama, Keynara dan kalian, ini Ega Prasetya. teman saya". ujar Genando memperkenalkan laki-laki yang bersamanya.
"Tama". "Keynara". ujar mereka berdua memperkenalkan diri
"salam kenal". mendengar itu Tama dan Keynara hanya tersenyum.
saat dialam lift, tidak ada pembicaraan apapun, baik Tama dan Keynara hanya menjadi pendengar baik ketika didalam lift Gennado dan Ega membicarakan tentang hal pribadi mereka, bahkan Keynara bisa mendengar juga ketika Ega menceritakan tentang perempuan bernama Clara.Keynara juga berpikir, kenapa sikap Genando seperti biasa saja, atau memang hanya Keynara yang merasa malu dan canggung?.
"oh ya. karena sekarang gue ada disini. gue juga mau liat tempat produksi lo". pinta Ega yang di iya kan oleh Genando.
Tama dan Keynara berjalan mengekori Genando dan Ega yang berada didepannya. tempat produksi berbeda gedung dengan Office, dimana gedung pabrik sendiri berada di belakang gedung office, jaraknya tidak jauh mereka hanya perlu berjalan sekitar lima menit untuk sampai di tempat produksi.
"kalian mau kemana?". kini Ega bertanya saat melihat Tama dan Keynara berjalan ke beda arah.
"kita mau keruangan kepala produksi pa". Jawab Keynara
"memang lo mau ngapain?. mereka mau selesain kerjaan mereka". ujar Genando.
Ega terkikik. "siapa tau mau ikut kita keliling pabrik. oke selamat bekerja". ujarnya.
Genando memandangnya jengah. "mereka bahkan udah bosen ke pabrik". ujar Genando kemudian menarik Ega agar segera berkeliling pabrik.
**********
"ekhem". dehem Genando ketika mendapati Keynara sedang menunggu didepan lift.
"dari mana?". tanya Genando
"minta ATK". jawab Keynara singkat. keduanya sempat terdiam sejenak sampai mereka memasuki lift.
Genando melirik kearah Keynara, kemudian menghela nafasnya pelan. "setelah ini bisa keruangan saya sebentar?".
"ah..iya. bisa". jawab Keynara. ia nampak bingung, sebenarnya apa yang akan dibicarakan Genando. pekerjaan atau pribadi?.
setelah sampai diruangannya, Genando menyuruhnya untuk duduk di sofa, dan disusul Genando yang duduk didepannya.
"Keynara". Genando memberi jeda sejenak. "apa kamu merasa terbebani dengan pernyataan saya kemarin?". tanya Genando tanpa basa-basi.
Keynara terdiam, dia tidak terbebani hanya saja dia bingung akan perasaannya, selama ini memang belum ada perasaan apapun, namun tidak dipungkiri juga saat dia melewati beberapa hari, dan hampir setiap hari bersama Genando meskipun soal pekerjaan namun dia merasa nyaman dan tidak lagi merasa takut dengan bosnya itu. bahkan setelah pernyataan itu, Genando berhasil membuat dirinya kacau, hampir setiap hari dipikirannya adalah Genando.
"ra". panggil Genando pelan.
"apa sesulit itu?".
"ya". jawab Keynara. "ini sulit buat saya. bapak selalu galak dengan karyawan lain, apalagi dengan saya. bagi saya bapak hanya bos yang galak, jangankan tertarik, kalau lihat bapak saya selalu ingin mengumpat. pameran kemarin bapak juga selalu suruh saya yang handle, menyuruh saya untuk menemani bapak bahkan diluar pekerjaan, lalu tiba-tiba bapak ngajak saya nikah. ini rumit". ujarnya panjang lebar. tapi entah kenapa Genando malah ingin tertawa mendengar perkataan Keynara. baiklah dia akui, memang selama ini dia terlalu kejam, dia hanya berniat untuk melakukan hal agar Keynara bisa mengingat dan memperhatikannya, yaitu dengan cara membuatnya kesal, dan karena tidak ingin dicurigai banyak orang maka dia melakukan hal yang sama kepada karyawan lainnya.
"saya kasih kamu waktu".
"saya tidak yakin akan cepat memberikkan jawaban ke bapak". ujar Keynara
"saya akan tunggu".
pernikahan bukan hal mudah dan untuk mainan, bahkan ketika Genando mengatakan ingin menjadikannya istri, ingatan yang lama kembali muncul. Keynara tidak mau hal itu terjadi lagi. dia tidak ingin merasakan sakit untuk kedua kalinya.
**********
"ra?". panggil Tita pelan
"hm".
"gue merasa aneh sama sikap Pak Bos". ujar Tita membuat Keynara bingung.
"kenapa?. biasa aja kayaknya".
"enggak. kali ini beda. jadi agak diem. terus kalau gue perhatiin ya, kalu kita lagi jalan bareng terus ketemu pak bos, dia tuh kayak lirik-lirik lo gitu deh kayaknya. jangan-jangan...". Tita memicingkan matanya curiga.
"apa??". Tanya Kenara
"lo buat salah ya. aww...". Tita mengaduh ketika lengannya dicubit oleh Keynara.
"udah deh gak usah kebanyakan tebak-tebakkan. lagian kapan sih kita bener dimata dia?. bukannya selalu salah?". Ujar Keynara, berharap perkataanya dapat membuat sahabatnya itu tidak berpikir yang macam macam
kumbang kumbang ditaman jangan kau merayu....kumbang.....
"brisik lucinta luna". tegur Tita
"tutup mulut kotormu itu petasan banting. setiap gue nyanyi proteeees aja lo. lama-lama gue kuncir bibir lo pake karet jepang". Ujar Eko marah.
"mau berantem sama gue?". tantang Tita.
Keynara menarik tangan tita kemudian membisikkan sesuatu. "tulang lunak kayak dia kalo marah jadi tulang besi. jangan macam-macam". ujar Keynara memperingati
Tita meringis, dia lupa baha mahluk sejenis eko akan sangat seram jika marah. "maaf cantik, aku bercanda. tolong maafkan ya". ujar Tita memelas.
"lagian eke juga pura-pura marah. gak hati sleembut bidadari ini bisa marah. itu hanya pura-pura". ujarnya Eko membuat yang lainnya jengah
**********
sudah beberapa hari semenjak Genando dan Keynara berbicara diruangannya. sejak itu juga Keynara mencoba sedikit menjauh dari Genando seperti bersembunyi ketika melihat Genando atau menolak jika Gennado menyuruhnya keruangannya. bukan dia jual mahal, namun Keynara ingin memastikkan perasaannya. dia ingin tahu jika berjauhan dengan Genando apakah dia akan merasakan hal semacam rindu, kehilangan atau merasa ingin selalu berdekatan dengan Genando.dia juga tidak ingin semua karyawan di G Group mengetahui hal ini jika dia berdekatan dengan Genando, terlebih yang semua orang tau adalah hampir semua karyawan tidak suka dengan Genando karena galak.
"kamu sedang tidak menghindari saya juga kan?".
Keynara sedikit terkejut. "apa terkesan seperti itu?". tanya Keynara sembari mengaduk coklat panasnya. saat ini dia ada di pantry, dan entah datang dari mana tiba-tiba Genando muncul dihadapannya..
Genando menghedikkan bahunya. "hanya saja saya ngerasa kamu selalu menghindar kalau bertemu saya. apa kamu benar-benar terbebani?". tanya lagi
"pak, apa bapak mau kita selalu berdekatan, mengobrol satu sama lain atau hal lainnya yang membuat kita selalu bersama?". tanya Keynara. "saya juga gak mau nanti orang lain ngomong yang aneh-aneh".
"jadi kamu mau seperti ini sampai kapan?. kamu senang menggantungkan orang lama-lama?". tanya Genando, entah hanya perasaan Keynara atau tidak, dia merasa perkataan Genando sedikit menganggunya.
"maksud bapak?".
"saya hanya mau kamu jujur. kalau memang kamu merasa terbebani dan tidak nyaman. katakan saja, tidak perlu membuat alasan apapun". Ujar Genando. dia tidak hanya diam ketika Keynara seakan menjauhinya, dia juga berpikir keras. dia tidak mau jika hal ini menggangu pikiran wanita itu, karena itu akan membuatnya merasa bersalah. terlebih saat beberapa hari yang lalu Genando mendapati Keynara sedang berbicara dengan Marko. mereka bercanda dan terilhat nyaman satu sama lain. bukan tanpa sebab Genando merasa cemburu dengan Marko ketika ada beberapa lelaki lain juga yang dekat dengan Keyanra, hal itu karena Genando pernah melihat Marko menanyakan tentang perasaannya kepada Keynara. jadi Genando berpikir mungkin Keynara lebih memilih marko.
"saya tidak akan ganggu kamu lagi dan menanyakan tantang hal yang kemarin". ujar Genando kemudian pergi meninggalkan Keynara yang terdiam ditempat.
**apa-apaan itu?. apa memang dia selalu seperti itu. memberikan pernyataannya kemudian dengan mudahnya bilang tidak akan mengungkitnya?. **
________to be continuou ______