Starting From Saturday Night

Starting From Saturday Night
11 - bertemu



Ditengah kesibukan karyawan G Group, mereka tidak tahu bahwa ada dua manusia yang saat ini sedang menyembunyikan perasaan bahagianya. Genando yang curi² pandang ke Keynara, dan Keynara yang tidak pernah berhenti untuk tersenyum. bahkan dia merasa seperti anak remaja yang baru mengenal cinta.


"kesambet apa lo senyum² sendiri dari tadi?" tanya Tita. "habis sakit jadi gila."


"iya kok tau?"


"ck!. lo mau ke pak bos kan?, nanti sekalian nitip nih dokumen. kasih pa Genando." suruh Tita


"oke." jawab Keynara singkat.


"eh? gak salah langsung oke?. biasanya nyuruh gue yang kesana". tanya Tita Curiga


Keynara mencoba menetralkan ekspresinya. "ya gpp. sekali kali gantian. biar tahan banting sama pak bos".


"ssstt. udah hayati aja ya yang ke ruangan pak bos, sekalian mau minta acc". tanpa menunggu jawaban Keynara, Eko langsung mengambil map dokumen milik tita. "nah punya lo udah selelsai kan. sini sekalian". Eko juga mengambil map milik Keynara. melihat Eko yang langsung pergi begitu saja, Keynara hanya bisa diam terpaku ditempatnya.


"dasar lucinta luna". guman Keynara kesal.


Dan selang beberapa menit eko kembali keruangan dengan wajah sumringah.


"gaeees. i wanna tell you something". katanya sok inggris.


"ape..". tanya Vira tanpa mengalihkan pandangannya dari komputernya.


Eko bergaya seperti seorang wanita yang tengah kemas. mengepalkan kedua tangannya diangkatnya mendekati pipi terus digerakakan seperti sedang memukul sesuatu. "suasana hati pak bos lagi seneng deh kayaknya. tadi ngomong sama gue penuh dengan kelwmbutan dan hati hati, seakan hayati ini mudah rapuh. jadi berdebar hati eke". ujarnya


"kayaknya dia seneng gue dateng, coba kalau tadi lo yang dateng ra. pasti marah² dia". tebak Eko asal.


Keynara hanya memandang jengah. "ya ya ya terserah bambank mau gimana".


"sensi deh. cemburu ya?". tanya Eko yang melihat ekspresi kesal Keynara


"cemburu dari hongkong. masa iya Keynara cemburu sama model beginian". celetuk Tita.


"inget ya..Pak Genando itu milik bersama. milik kaum jomblo di G Group. jadi gausah ngarep". lanjut Tita.


dia milik gue. batin keynara


lagi² Keynara hanya memandang jengah melihat teman temannya itu masih sibuk membahas tentang kekasihnya. perhatian Keynara kemudian teralihkan ketika satu pesan masuk keponselnya.


makan siang bersama. diruanganku??


mba Vira bawa masakan dari rumah untuk anak design. katanya resep baru. gak enak kalau menolak. maaf :(.


tidak apa². pulang kerja ikut saya kerumah ya.


ngapain?


ada yang mau ketemu sama kamu.


oke. nanti aku tunggu di lobby.


Keynara tersenyum menatap ponselnya, dia masih saja tidak percaya jika bos devilnya itu menjadi kekasihnya.


**********


Keynara kini sudah berada dirumah Genando. Genando menyuruh Keynara untuk menunggu terlebih dahulu saat dirinya hendak memanggil seseorang yang berada di lantai 2.


tak lama setelah itu Maira -mama Genando dan satu wanita yang kemarin bersama Genando muncul. dan saat itu juga Keynara merasa malu karena wanita yang bersama Genando adalah adiknya yaitu Elzabeth Michelle.


"hai". sapa Elizabeth


"hai".


"aku Elizabeth. panggil Eliza saja". ujarnya


"keynara. panggil apa aja terserah". balasnya


"tante seneng kalian bisa ketemu. nah sekarang kalian ngobrol² dulu. Tante mau buatkan makan". suruh Maira


"biar Key bantu tante." ujar Keynara menawarkan diri


Maira menggelengkan kepalanya. "gak usah. kalian bertiga ngobrol ya. ujarnya kemudian pergi. sedangkan Genando menyuruh Elizabeth dan Keynara ke ruang tamu.


"wahh jadi kamu cemburu saat aku makan bersama kak Genando?" tanya Elizabeth


"maksudnya?" tanya Keynara bingung karena tiba² saja Elizabeth menanyakan hal itu.


"jadi kakak tampanku ini sudah cerita tentang kamu. jadi menurut dia waktu kita bertemu direstoran. kamu sedang cemburu." ujar Elizabeth, sebenarnya dia yang mengatakan itu. tapi menggunakan Genando sebagai alasan.


"kamu bicara begitu?" tanya Keynara ke Genando.


Genando menggeleng. "tidak. Eliza yang berasumsi seperti itu."


"aku tidak cemburu." alibinya, Genando yang melihat itu hanya tersenyum dan tidak henti untuk memandangi setiap gerak gerik Keynara.


"ayolah jangan bohong, kelihatan sekali waktu itu kamu kesal. iya kaaan." goda Elizabeth. "lagi pula kalaupun aku bukan adiknya Genando, dia ini bukan tipe aku. tipe aku yang lebih kaya, kalau bisa yang punya perusahaan nomor satu."


dia mau cari yang seperti apa? keluarganya aja sudah kaya. pikir Keynara bingung


"intinya dia belum laku. itu hanya alasan dia saja." celetuk Genando dan Keynara hanya tersenyum.


"gak ya. banyak yang suka sama aku, tapi... karena Eliza punya kriteria tertentu jadi gak sembarang orang bisa dapetin Eliza". belanya bangga


"bohong. orang akan takut kalau lihat dia. serba hitam, baju tidur aja hitam, sendal hitam, semua hitam. orang pikir kamu malaikat pencabut nyawa bukan manusia". ledek Genando


Keynara bisa melihat bahwa dua manusia yang sedang bersamanya itu saling menyayangi satu sama lain, menyayangi dengan cara yang berbeda.


"jadi kuliah kamu di Jepang bagaimana?" tanya Keynara


"lancar. sebentar lagi aku akan sidang". jawabnya


"setelah lulus kerja di Jepang atau...?". kalimat Keynara menggantung, tapi dia yakin bahwa Eliza mengerti akan maksudnya.


"sepertinya stay di Jakarta. kasian mama sendirian. ah atau nanti aku jadi dirut di G Group". katanya senang


"kamu jadi dirut. karyawan G Group akan resign semua za". ledek Genando. "kamu kan galak".


"bahkan ada yang jauh lebih galak sebelum eliza". sindir Keynara namun pandangannya teralihkan ke tembok.


"kamu nyindir saya?" tanya Genando, sedangkan Keynara hanya mengheddikkan bahunya.


"ih kok 'saya' sih. emang lagi dikantor. aku kamu dong. gak romantis banget sama pacar". ujar Eliza kesal.


"berisik kamu". ujar Genando kemudian pindah untuk duduk disamping Keynara. sebelumnya dia duduk di sofa kecil yang berada di tengah. dimana layout sofanya berbentul U, sedangkan Keynara duduk di sofa samping kiri dengan Elizabeth disamping kanannya.


"cieee mau pamer ceritanya." ledek Eliza terus menerus


"kita pindah yuk." ajak Genando yang langsung menarik tangan Keynara pergi dari ruang tamu.


"ish ngambekkan deh." teriak Eliza yang masih bisa didengar oleh Genando dan Keynara


kini mereka berdua berada ditempat dimana Genando menyatakan perasaanya pada Keynara.


"bener kata mama kamu. kamu ternyata kalah kalau sama eliza." ledek Keynara


"aku ngalah. bukan kalah". belanya


"sekarang udah pake 'aku' bukan 'saya' lagi. takut diledekin lagi sama Eliza kalau kamu formal alias kaku?" ledeknya lagi


"kamu baru ketemu Eliza barusan loh. kok sifatnya udah nular. suka ngledek".


"kamu ngambek?" tanya Keynara. sebenarnya dia ingin sekali tertawa melihat ekspresi wajah Genando. tapi dia juga tidak ingin membuat lelakinya itu kesal. bagaimanapun ini hari pertama mereka.


genando mendekatkan diri, memeluk pinggang Keynara, kemudian menyenderkan kepalanya dibahu wanita itu. "hmm". gumannya


Dia sudah menjadi kekasih Keynara. tapi kenapa Keynara masih saja berdebar dengan perilakunya. "kamu ngambek aku ledekin?"


"enggak."


"ngomong² Elizabeth lama di Jakarta?". tanya Keynara kepada Genando yang masih saja bersandar dibahunya dan memeluknya. bahkan kini pelukannya lebih erat.


"mungkin sekitar satu bulanan. ada beberapa urusan yang harus dia selesaikan". ujarnya memberitahu


"Ge, gak enak kalau mama kamu atau Elizabeth lihat". tegurnya ketika Genando masih saja memeluknya


"biarin, mama juga pernah muda. apalagi Elizabeth dia juga suka tuh bawa gebetannya kesini".


"kamu manja ya ternyata. aku pikir bakalan masih galak". ujar Keynara.


"ra?". panggil Genando. "kamu yakin mau sembunyiin status kita?" tanya Genando


"hm. aku belum siap kalau sampai orang G Group tahu. bakalan mikir aku yang gak². sama Tita aja aku belum kasih tahu".


"tapi lama kelamaan mereka juga akan tahu". kini genando melepaskan pelukannya.


Keynara mengangguk. membenarkan perkataan Genando. "aku akan kasih tahu kalau waktunya sudah tepat, dan aku juga gak akan biarin Tita atau yang lainnya tahu karena orang lain."


"aku sayang sama kamu". ujar Genando, tangan kirinya memegang tangan Kanan Keynara, sedangkan tangan kanan Genando membelai lembut rambut Keynara. Keynara terpaku dengan tatapan Genando, membuatnya tidak sadar bahwa saat ini tidak hanya mereka berdua dirumah itu. dia merasa saat ini hanya ada mereka berdua. Genando memajukkan dirinya untuk lebih dekat ke Keynara, mendekatkan wajahnya dan bibir mereka saling bertemu, Keynara memejamkan matanya perlahan ketika bibir Genando menempel pada bibirnya. mengecupnya dengan lembut kemudian perlahan melumat pelan bibir bawah dan atas Keynara secara bergantian. Keynara dapat merasakan kasih sayang Genando melalui ciumannya, Keynara merasa bahwa Genando adalah laki laki yang berbeda saat ini. bukan Genando yang Galak dan Devil seperti yang dipikirkannya selama ini, melainkan Genando yang lembut, perhatian, dan orang yang mampu membuatnya nyaman, orang yang mampu membuat Keynara membuka hatinya meskipun luka lamanya belum sepenuhnya kering.


nafas mereka terengah ketika Genando melepaskan ciumannya. kening mereka saling bertemu, dan kedua tangan Genando yang membelai lembut pipi Keynara dan sesekali ibu jarinya mebelai bibir Keynara.


"aku sayang kamu". katanya lagi


Keynara tersenyum kemudian mengecup singkat bibir Genando. "aku tahu".


Quote~


hanya perlu nikmati saja ketika tuhan memberikanmu berbagai bumbu dalam kehidupan asmaramu


karena apapun yang terjadi adalah atas kehendaknya


tinggal tunggu saja waktunya..


Waktu saat kamu diberikan rasa luka...


dan waktu saat kamu diberikan rasa bahagia