
Setelah kejadian beberapa hari lalu, dimana Genando mengaku kepada Shela bahwa Keynara adalah kekasihnya, keduanya saling diam. bahkan terkesan menghindar. Buktinya Keynara harus bersembunyi dibalik pintu pantry saat melihat Genando sedang berjalan kearah ruangannya. Keynara melakukan itu bukan karena marah bosnya memperlakukannya seenaknya atau apapun, hanya saja Keynara merasa malu dan tidak tahu harus bagaimana jika bertemu dengan Genando. Hal itu juga dirasakan oleh Genando, dia juga merasa canggung jika bertemu dengan Keynara. Genando merasa seperti dia kembali ke masa SMA.
Keynara bernafas lega ketika tahu jika Genando sibuk untuk memantau Event Exhibition di Gedung EC, jadi dia tidak perlu lagi kucing kucingan untuk bersembunyi. sebenarnya Genando bisa menyuruh karyawan lainnya, namun bukan Genando namanya jika dia tak terjun langsung kelapangan, dia selalu ingin memastikan apapun berjalan dengan lancar tanpa melalui perantara.
"key design keluaran terbaru T1 gimana ?". tanya Rafiq. T1 adalah salah satu brand keluaran g Group yang di fokuskan pada tas dan sepatu.
"saya sudah kasih ke bagian produksi pa." jawab Keynara
"baguslah, setidaknya kita bisa selesaikan semuanya sebelum deadline."
"adiknya lucinta luna kemana?" tanya Tita ketika tidak mendapati Eko diruangan. "perasaan tadi pagi ada."
"ke lokasi pemotretan produk GG x Ccarlot. disuruh Pak Genando pantau langsung, soalnya ada beberapa konsep jadi Eko disuruh handle langsung". ujar Vira memberitahu
"oh pantesan sepi." ujar Tita.
Vira menggeser kursinya, kemudian menarik kursi Tita dan Keynara. membentuk sebuah lingkaran.
"pasti mau ngegosip." celetuk Rafiq tanpa mengalihkan pandangannya dari komputernya.
"iya. dikit doang fiq udah gatel tenggorokan." ujar Vira asal
"kenapa mba?" tanya Tita
"si bos punya cewe deh kayaknya" ujarnya tiba tiba dan berhasil membuat Tita shock namun tidak dengan Keynara.
"serius mba? jangan bercanda dong. gak lucu." kata Tita tak terima
Vira memutar bola matanya jengah. "iya serius, dari kemarin ada cewe nyamperin pak Genando. cantik sih. tapi kayaknya mereka lagi berantem, soalnya pak Genando ogah-ogahan gitu." paparnya lagi
"oh.." respon Keynara. yang lain memandang heran. karena tumben sekali seorang Keynara bereaksi biasa ketika mendengar gosip.
"oh doang nih?" tanya Tita
"emang harus bagaimana?" tanya Keynara balik.
"tumben aja gitu, reaksinya cuma 'oh' doang." ujar Vira
"lagian mba vir, aku juga gamau tau tuh soal Bos." ujar Keynara cuek.
"ah gak asik lo." protes tita
"udah ah, mau lanjut kerja. mba Vir sama Tita lanjut gosip aja." katanya kemudian kembali kemejanya. dan benar saja Vira dan Tita malah melanjutkan menggosip dibandingkan bekerja.
**********
Sudah hampir 15 menit Keynara berdiri didepan Gedung G Group. waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, tapi saat ini Keynara terjebak hujan, membuatnya tidak bisa kedepan halte untuk mencari kendaraan umum.
"belum pulang?"
Keynara kaget ketika Genando tiba-tiba muncul dibelakangnya.
"maaf membuatmu kaget. belum pulang?" tanyanya lagi
"hujan dan lupa bawa payung." jawabnya kemudian kembalk mengalihkan matanya untuk menatap hujan.
"yang lain?"
"Tita maksud bapak?" tanya Keynara memastikan
"ya teman-teman kamu."
"oh. sudah pulang dari jam 5. tadi saya ada sedikit pekerjaan jadi pulang terlambat." jelasnya
"saya antar kamu." tawar Genando
"ngrepotin gak pa?" tanya Keynara, karena bagaimanapun dia sudah sangat ingin pulang. lumayan jika Genando menawarinya untuk pulang bersama.
"tidak. saya ambil mobil dulu." ujarnya kemudian berlalu pergi.
Dalam perjalanan keduanya tidak banyak bicara. terlebih ketika keduanya sama-sama mengingat kejadian beberapa hari yang lalu yang membuat mereka merasa canggung. hanya suara radio dan hujan yang menemani mereka.
Oke, 12.3 FM Girls Radio. dengan siapa Narul bicara.
saya Yeni ka..
Yeni umur berapa nih kalau boleh tau?.
18 tahun
Kira-kira mau cerita apa nih di sesi curcol singkat?. gebetan atau pacar?.
duh malu saya
gak perlu malu dong, siapa tahu yang mau dibicarain lagi dengerin radio juga
saya suka sama cowo ka, eh dianya kayak cuek gitu, mau minta saran gimana caranya biar cowo itu peka. soalnya kalau kata teman saya ,dia juga suka sama saya, makanya saya bingung dia gak nembak-nembak saya. gimana tuh ka?
waduuh, masih muda udah complicated ya percintaanya. kalau menurut aku nih yeni harus .......
Genando mengganti saluran radionya secara tiba-tiba, yang awalnya soal percintaan kini berubah menjadi berita pohon tumbang di daerah kebayoran yang diakibatkan angin kencang dan hujan. sepertinya ia tidak mengijinkan pembawa acara itu mengisi keheningan diantara mereka dengan konten percintaan.
"rumah saya yang pagar hijau. itu." tunjuk Keynara memberitahu. kini mereka sudah sampai didepan rumah Keynara.
Genando menoleh kebelakang, tangannya meraih sesuatu kemudian diberikan ke Keynara. "kamu pakai payung ini." perintahnya
"sepertinya hujannya bakalan lama pa, takutnya bapak perlu saat dijalan. mendingan bapa bawa aja. saya bisa lari." tolaknya halus
Genando memandang sekitar, mengamati hujan yang masih sangat deras. "saya antar kamu sampai depan rumah". tawarnya lagi
"saya antar." selanya kemudian keluar dari mobilnya, Genando mengintari mobilnya kemudian membukakan pintu mobil untuk Keynara.
"astaga." pekik Keynara ketika mobil melaju dengan cepat begitu saja ketika melewati genangan air yang membuat kemeja Genando basah. "baju bapak basah."
"tidak apa-apa." ujarnya kemudian mengantar keynara sampai depan rumahnya.
"Rara, mama kira kamu kenapa. hp kamu gak aktif." ujar Widia khawatir saat melihat anaknya didepan rumahnya dengan baju sedikit basah.
"maaf ma, hp rara mati." ujarnya merasa bersalah.
Widia melirik ke arah Genando yang masih setia memegang payungnya.
"dia atasa rara ma, namanya Genando." ujar Keynara memberitahu.
"Genando tante." sapanya dengan mengulurkan tanganya yang disambut oleh Widia.
"terimakasih sudah antar anak saya." ujarnya. "mari masuk." suruh Widia.
"saya langsung pulang saja." tolaknya halus
"baju kamu basah, masuk dulu." Widia menarik tangan Genando, memaksanya masuk. Dan jika sudah begitu, Keynara tidak bisa melakukan apa-apa.
**********
"untung pas ya baju nya.: Ujar Widia. saat ini genando sedang berada diruang tamu, Widia menyiapkan baju untuk Genando karena baju yang ia kenakan basah. "ini ada wedang jahe." Widia menyuguhkan wedang jahe andalannya pada Genando. "cobain. ini tante buat sendiri."
"terimakasih." ujarnya. "enak."
"jelas." kata Widia bangga
"Jadi nak Genando ini bos nya Rara?" tanyanya lagi memastikan dan Genando mengangguk.
"maaf ya merepotkan ,sampai repot repot mengantarkan Rara. jarang jarang ada bos mau nganterin karyawannya." ujarnya
"sudah selesai?" tanya Widia ketika melihat Keynara menghampirinya. setelah sampai Keynara menyempatkan diri untuk mandi terlebih dahulu.
Keynara mengangguk.
"nak, ditemani Keynara ya." katanya kemudian berbisik ke anaknya. "bos kamu ganteng."
Keynara memutar bola matanya saat mamanya mengatakan hal itu. kadang sesekali mamanya itu akan gila lelaki tampan, bahkan sering beberapa kali sengaja memuji lelaki lain hanya untuk melihat suaminya cemburu. dan sekarang, dia sedang tergila gila dengan aktor korea 'lee min ho'.
Keynara menghampiri Genando, sedari tadi pikirannya sibuk mernagkai kata. harus mulai dari mana untuk membuka pembicaraan dengannya.
"enak?" tanyanya asal. ini lebih baik dibandingkan tidak bersuara sama sekali.
"ya. mama kamu pintar buatnya." pujinya
"buatan saya lebih enak". katanya tanpa sadar dan membuatnya malu sendiri.
"oya? kalau begitu lain kali saya mau coba".
"boleh." ujarnya sembari tersenyum
"Keynara." panggil Genando
"ya?" Keynara menghadap Genando, masih menunggu lelaki itu untuk mengatakan sesuatu
"Saya boleh minta tolong?" ujarnya ahti-hati.
**********
Keynara saat ini berada di tempat resepsionis untuk mengambil pesanan makanannya. makan siang kali ini Keynara lebih memilih untuk pesan dibandingkan pergi ke kantin dengan teman-teman lainnya. pikirannya sejak tadi tidak fokus, tidak fokus karena memikirkan ucapan Genando malam itu. kenapa dia bisa terlibat jauh dengan urusannya.
"terimakasih ya pa." ujar Keynara kepada bapak goodfood yang mengantarkan pesanannya.
Keynara masuk ke lift, menekan tombol angka 3 dimana ruangannya berada. dan ektika pintu lift hendak tertutup, ada tangan yang mencekalnya, membuat pintu itu terbuka kembali.
"marko." ucap keynara
"hai." sapanya kemudian berdiri disamping Keynara. "udah lama gak ketemu."
"ya." jawabnya dengan senyum dipaksakan. Keynara memandang bingung ke Marko ketika dia tidak keluar dari lift saat sudah sampai di lantai 2, dimana ruangannya berada.
"bisa bicara sebentar? soal waktu itu." Pinta Marko yang diangguki Keynara.
kini keduanya berada diruang tunggu lantai 3, dimana ruangan Kreatif design, Accounting dan Direksi berada. untung saja saat ini sebagian orang sudah keluar untuk makan siang dan sebagian berada didalam ruangannya.
"Key, aku tahu setelah kejadian waktu itu aku tidak melakukan apapun untuk kamu, hanya diam dan menunggu. karena aku pikir kamu butuh waktu dan kita semua disibukkan dengan berbagai event dan promosi saat ini." kata Marko to the point. "tapi aku rasa aku butuh jawabanmu Key."
"maaf." ujar Keynara pelan
"Maksudnya?" tanya Marko
"gue tahu kalau gue salah karena tidak bicara dari awal. gue memikirkan kemungkinan kedepannya seperti apa. tapi." Keynara memberi jeda. "maaf gue gak bisa." ujarnya merasa bersalah.
Membuang nafasnya kasar, Marko merasa kecewa mendengar penyataan Keynara. dimana ia sangat berharap bahwa Keynara juga membalas perasaannya. sedih?.iya, terlebih Keynara tidak menggunakan kata 'aku dan kamu'.
"Marko." panggil Keynara pelan. "maaf."
Marko memaksakan senyumnya. it's okay". ujarnya
Disisi lain ada seseorang yang memperhatikan mereka tanpa sengaja.
----------To Be Continue----------