Starting From Saturday Night

Starting From Saturday Night
10 - Jealous 1



Waktu terkadang berpihak sama kita, tapi terkadang tidak. keadaan mudah sekali berubah dalam hitungan menit bahkan detik. sepertinsekarang, awalnya Keynara yang mengabaikan, tapi bukan mengabaikan Genando tanpa alasan, dan sekarang justru lelaki itu yang mengabaikannya, seakan tidak terjadi apa-apa, dan hal ini membuat Keynara semakin terusik dan penasaran.


apa dia sengaja?


atau dia memang bercanda mengajaknya menikah?


Keynara mengacak rambutnya frustasi. "bodo amat deh. terserah dia mau ngapain". ujarnya pasrah kemudian keluar dari kamarnya.


"ma masak apa?". tanya Keynara ketika mendapati mamanya yang sedang nonton tv bersama Amel.


"kamu mau sarapan apa makan siang?. dari tadi kamu gak turun². ngapain aja dikamar?". tanya mamanya.


"semedi". jawabnya singkat. Keynara menuju meja makan, mengambil piring, sensok kemudian mengambil makanan yang tersedia dimeja makan.


Keynara ikut bergabung diruang TV bersama mama dan adiknya.


"ka. amel pingin beli buku. nanti temenin yah ke gramedia". pinta Amel


"buku belajar apa komik?". tanya Keynara memastikan. pasalnya adiknya itu kerap kali membeli komik dalam jumlah banyak kemudian lupa membeli buku pelajarannya.


"hehe sekalian, paling nanti beli 2".


"paling nanti beli 5". celetuk Keynara


"ide bagus tuh ka". ujar Amel seakan Keynara menyuruhnya membeli 5 komik.


"dasar bocah. kaka cuma ngledek ya. gak nyuruh kamu beli 5 beneran". tegur Keynara yang dibalas cengiran khas Amel. "mama makanya kalo kasih dia uang yang pas aja jgn ada lebih".


"lah kan kamu yg beliin dia komik. mama cuman kasih dia uang buat beli buku pelajaran dia aja". ujar widia mengingatkan.


"masa sih?". tanya Keynara pura pura lupa. tapi memang benar selama ini dia memang tidak pernah bisa lepas dari rayuan Amel. berulang kali Keynara memperingatinya untuk tidak membeli komik berlebihan, berulang kali juga Keynara mengatakan tidak akan membelikannya komik lagi, tapi berulang kali juga Keynara mengingkarinya. karena buktinya dia selalu saja membayar komik yang diambil Amel.


"gimana pah?". tanya Widia ke suaminya yang baru saja muncul dari halaman belakang.


"pipanya bocor. papa ke toko depan dulu beli perlengkapan". ujarnya


"pipa air bocor ma?". tanya Keynara dan diangguki oleh Widia


"pantes air keluarnya kecil".


**********


Gramedia


"kamu nyari buku apa sih?". tanya Keynara frustasi saat adiknya itu bolak balik mencari buku. entah buku apa.


"mending tanya mba atau masnya deh dari pada kamu bolak balik gitu. pusing tau gak kaka liatnya". protes Keynara.


"mas mas". Keynara memanggil salah satu pegawai. "dek buku apa?. cepetan!"


"soal ujian UN SD" jawab Amel


"dari tadi ngomong apa susahnya. kakak juga bisa cariin". ujar Keynara kesal dan penuh penekanan.


"Amel mau mandiri". jawabnya singkat


"di rak pojok itu ya ka" jawab mas gramedia memberitahu.


"terimakasih mas".


Setelah mendapatkan buku dan tentunya 2 buah komik (karena keynara kali ini berhasil menolak rayuan Amel yang meminta 5 komik), dan kini mereka menuju ke restoran jepang karena Amel bilang ke Keynara kalau dia ingin sekali makan shusi.


"salmon cheese roll satu, rainbow roll satu sama mau udon satu. minumnya lemon tea dua". ujar Keynara kepada pelayan restoran.


pelayan itu kemudian menyebutkan kembali pesanan Keynara untuk memastikan bahwa pesanannya sudah benar.


Keynara asik memainkan ponselnya, sedangkan Amel sudah hanyut dalam dunianya sendiri. dia asik membaca komik barunya. Dan saat mata Keynara mengamati seisi ruangan restoran, mata dia tertuju disalah satu meja dimana ada seorang laki-laki yang dia kenal - Genando. Dan dia bersama dengan wanita yang Keynara tidak tau siapa dia.


"tuh kan, berarti dia memang bercanda doang". guman Keyanara dengan menampakkan wajah kecewa.


Entah kenapa mata keynara tidak bisa terlepas dari Genando dan wanita itu, bahkan kini mereka terlihat senang dan bercanda satu sama lain. hinga sampai makanan mereka habis, Keynara masih suka melirik kearahnya.


"kak pulang yuk. amel ngantuk?" pinta Amel. kebiasaan orang indonesia habis makan terbitlah ngantuk.


"kaka bayar dulu". ujarnya kemudian menuju kasir.


setelah selesai membayar, Keynara dibuat kaget, pasalnya saat berbalik badan yang ia dapati adalah Genando dan wanita itu.


"hai". sapa Genando dan keynara hanya tersenyum singkat.


"ngapain disini?". tanya Genando


"makan lah pak. masa beli bahan bangunan." jawab Keynara sedikit judes. entah mengapa namun Keynara merasa dirinya tidak bisa bersikap biasa. ada perasaan kesal dalam benaknya


Genando dan wanita itu sedikit tertawa. "sama siapa?" tanya Genando


"adik." jawabnya. "kalau gitu saya permisi, kasihan adik saya sendirian." ujarnya kemudian pergi begitu saja.


dan disaat Keynara pergi, Genando hanya memandangi punggunya yang semakin menjauh. "kayaknya dia cemburu deh. kelihatan banget jutek gitu". ujar wanita itu


"oh ya? kakak harap dia memang cemburu". ujar Genando


**********


"makan bareng yuk.." ajak Tita ke semua rekan kerjanya. "dari kemarin sibuk, udah jarang makan bareng"


"ayook". jawab yang lainnya.


"bos sama siapa tuh?". tanya tama entah kepada siapa. sekarang ini mereka sedang berjalan menuju kantin.


"cantik tapi agak tomboi gitu ya kayaknya". ujar Tita.


"pacar barunya mungkin." celetuk Keynara. dia merasa kesal namun rekan²nya yang lainnya tidak menyadari itu.


Eko memandang remeh. "ck!. okean juga gue. liat tuh ujung kaki sampai ujung kepala pakaiannya hitam semua. dia mau ngelayat apa gimana?".


Vira menyubit kecil pinggang Eko, sehingga lelaki bertulang lunak itu mengaduh. "kalo bos denger atau perempuan itu denger, tamat riwayat lo". ujarnya memperingati


kini mereka sudah berada di kantin, saling menikmati makanannya masing-masing. dan sedari tadi juga tatapan Eko tidak lepas dari Genando dan wanita itu yang juga sedang makan bersama dikantin kantor. padahal sebelumnya Genando jarang sekali makan di kantin, dia akan selalu memesan makanan diluar ataupun menyuruh OB untuk membelikannya makanan. tapi sekarang tentu bukan pemandangan yang biasa disaat bos mereka tiba² saja makan dikantin.


"duuh ini kantin kenapa panas banget sih!". ujar eko dengan mengibas-ngibaskan tangannya ke wajah dan tatapan yang mengarah ke Genando, seakan seseorang yang sedang cemburu.


"adem-adem aja perasaan". ujar Tama


"lo ngapain sih ko, gak usah lebay". celetuk Vira


mendengus kesal. "jadi penasaran tau gak sih itu perempuan siapa. minta di bejek² kayaknya udah ngrebut Genando dari gue". ujar Eko kesal


"emang situ siapanya pak bos??". tanya Tita santai


"oh jelas calon bini nya".


"Ra kenapa sih diem mulu?. gak enak badan?". tanya Tita ketika sedari tadi sahabatnya itu hanya diam


"hm. iya sedikit". jawabnya. padahal dirinya baik² saja


Tita menempelkan punggung tangannya di kening Keynara. "ah gak panas".


"gaenak badan dikit belum tentu badan gue musti panas tita". ujar Keynara


"yaudah habis ini langsung cabut gih, ijin aja kalo udah gak kuat". suruh Tita yang diangguki Keynara.


**********


Akibat hasil berbohong nya sekarang Keynara dipaksa oleh Tita untuk pulang. dengan beraninya Tita meminta persetujuan form ijin pulang ke HRD dan memberitahukannya ke Genando - karena memang peraturannya seperti itu. Keynara juga merasa bersalah, merasa dirinya itu bukan dia yang sebenarnya. ia merasa seperti anak kecil hanya karena melihat Genando bersama Wanita lain.


"duh kenapa begini sih". kesal Keynara pada diri sendiri. "ta, gue gak sakit, baik² aja jadi udah gue gausah balik ya". pinta Keynara


"enggak. lo harus pulang, lagian gue udh kasih form ijin ke HRD". ujar Tita sembari membereskan barang Keynara kedalam tas nya.


"gue udah pesenin lo taksi. jadi baik baik ya dijalan. jangan lupa istirahat biar besok bisa kerja lagi. oke".


Keynara hanya bisa pasrah atas perlakuan Tita. memang salah dia yang bicara asal dan menyatakan dia sakit. padahal saat ini hanya hati Keynara yang tidak karuan. kesal karena melihat Genando bersama wanita yang sama saat di restoran.


tanpa sadar mungkin Keynara sudah menyukainya


Keynara melenguh ketika seseorang membangunkan tidurnya. saat ini dia memang sudah berada dirumah dan hanya tidur yang bisa dia lakukan.


"hmm". gumam Keynara


"ada tamu mau ketemu kamu". Ujar Handoko papa Keynara


"siapa pa?". tanya Keynara


"udah turun aja buruan. papa sama mama mau pergi kondangan dulu, amel juga sedang les, kamu gak usah jemput, nanti dia pulang sama mang dikin". uajrnya kemudian meninggalkan Keynara


Keynara melirik kearah jam yang ada di meja nakasnya. "jam 4 sore". gumam Keynara. diapun turun dari ranjangnya ,membasuh mukanya kemudian menuruni tangga ke lantai 1 untuk menemui tamunya.


Keynara tercengang, bahkan dia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. tamu yang disebut oleh papa Keynara adalah Genando.


"sudah baikkan?". tanya Genando


"ya". jawab Keynara bingung


"sakit apa?". tanyanya


Keynara menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "em.. hanya demam sedikit tapi udah baikkan". ujarnya, bertambahlah dosa gue. batin Keynara


Genando menarik tangan Keynara, menyuruhnya duduk disampingnya. dia juga menempelkan tangannya untuk mengecek apakah Keynara masih demam atau tidak.


"gak panas". ujar Genando


"i..iya tadi udah minum obat dan tidur jadi udah mendingan".


"kenapa bapak kesini?". tanya Keynara


"jenguk kamu".


Keynara mengangguk pelan. "saya kira setelah bapak bicara kemarin, bapak udah gak peduli lagi sama saya". ujar Keynara pelan sedangkan Genando hanya diam saja.


"pak". panggil Keynara.


"hm".


"gajadi". ujar Keynara. dia bingung antara bertanya atau tidak tentang perempuan yang bersama Genando.


"kenapa?. jangan buat saya penasaran". tanya Genando


"bapak benar² sudah ...". kalimat Keynara menggantung, dia takut akan jawaban yang nantinya diberikan oleh Genando.


"saya masih nunggu jawabab kamu. kalo itu yang mau kamu tanya". ujar Genando seakan tau apa yang ingin ditanyakan Keynara. tapi memang benar, Keynara ingin menanyakan apakah lelaki itu masih menunggunya.


"tapi bapak deket sama wanita lain." ujar keynara


"Elizabeth maksud kamu? bukannya kamu sudah liat foto adik saya?". Ujar Genando membuat Keynara tercengang


"oh ya?. tapi kenapa berbeda rasanya".


"mungkin karena rambut dia semakin panjang dan diwarnai. jadi terlihat berbeda. kamu cemburu?" goda Genando


Keynara memalingkan wajahnya yang memerah. "tidak".


"tentu saja tidak. kamu kan belum suka sama saya. saya hampir lupa itu". ujar Genando pelan. Keynara diam meresapi perkataan Genando. bahkan merasa bersalah saat Genando mengatakan hal itu, dan dia ingin sekali mengatakan bahwa sebenarnya dia sudah meliki rasa untuk Genando.


"kalau gitu saya permisi dulu". ujar Genando kemudian beranjak dari tempat duduknya.


"pak". panggil Keynara lagi. "saya .., saya suka sama bapak". ujarnya namun wajah menunduk. dia malu untuk melihat bagaimana ekspresi Genando.


"saya gak dengar". ujar Genando. ayolah, sebenarnya dia dengar. hanya berpura-pura untuk menggoda Keynara.


"emm, bapak gak dengar?" tanya Keynara dan Genando mengangguk.


"oh.. emm tadi saya bilang, hati hati dijalan". alibinya


Genando mendekatkan diri ke Keynara, menggapai tangannya kemudian menggenggam kedua tangan Keynara. "kamu tidak bicara seperti itu tadi".


"katanya gak denger". ujar keynara, kini mata mereka saling bertemu, saling menatap satu sama lain.


"saya suka sama bapak". ujarnya pelan


Genando tersenyum, menarik tubuh Ķeynara dan memeluknya erat. "jadi hari ini kamu resmi jadi kekasih saya".


"hm".


"genando melepaskan pelukannya kemudian menatap kembali Keynara dengan lekat, tangannya menangkup pipi Keynara. dan ketika wajahnya sudah semakin dekat tiba² saja ..


"assalamualaiku.. amel pulang...".


Buru² Genando menjauhkan diri dari Keynara. sedangkan Keynara hanya tersenyum geli melihat Genando yang salah tingkah.


"udah selesai les nya?" tanya Keynara


"iya"


"yaudah masuk kamar sana". pintanya yang dituruti adiknya.


"adik kamu pintar bikin jantungan ya". ujar Genando dengan tersenyum dan Keynarapun ikut tersenyum.


Tidak ada yang bisa mengerti kecuali mereka berdua. tidak ada yang mengerti betapa perubahan kecil membuat mereka berbunga-bunga.