Starting From Saturday Night

Starting From Saturday Night
8 - remember when



Keynara tidak menyangka bahwa Maira - mama Genando akan seramah itu padanya. setelah Keynara ikut merayakan ulang tahunnya yang ke 49 tahun, kini Maira mengajaknya keruang tamu. menunjukkan beberapa foto masa kecil anak-anaknya. sedangkan Genando, ia kini sedang membersihkan diri.


"ini anak pertama tante, kakanya Genando, namanya Gefano. sekarang sudah menikah dan menetap di Australi". ujarnya ketika menunjukkan foto seorang laki laki yang wajahnya mirip dengan genando. "nah kalau yang ini adiknya Genando, namanya Elizabeth Michella".


"sekarang dia ada dimana?". tanya Keynara karena sedari tadi tidak melihatnya.


"dia sedang mengambi S2 di jepang. tapi sebentar lagi selesai. umurnya juga tidak jauh beda dengan kamu". ujarnya memberi tahu.


Maira menutup album foto yang sedari tadi dipegangnya. kemudian menaruhnya diatas meja. "dulu waktu masih kecil, mereka bertiga suka sekali berantem, tidak ada bedanya antara laki-laki dan perempuan. bahkan Genando dan Gefano selalu kalah jika berurusan dengan Eliza". Ujarnya kemudian menatap keynara. "tante kangen sekali bisa kumpul seperti dulu. sekarang Gefano hanya pulang satu tahun sekali, Genando sekarang sibuk mengurus perusahaannya, Eliza hanya pulang jika libur. dan suami tante sibuk, selalu dinas keluar kota bahkan keluar negeri". ujarnya  sedih


"masa kecil memang paling menyenangkan karena ketika dewasa akan sibuk dengan urusannya masing-masing sampai lupa jika ada seseorang yang masih harus diprioritaskan. kalau kata mama saya sih seperti itu". katanya sembari tersenyum


"mama kamu benar". ujar Maira. "oh ya tante sampai lupa buka kado dari kamu ya".


Karena Genando sudah memberitahunya jauh-jauh hari untuk mengajaknya merayakan ulang tahun mamanya, maka Keynara menyiapkan sesuatu untuk diberikan sebagai hadiah. Keynara menyiapkan sebuah buku , seperti buku diary dimana di dalamnya ia tulis beberapa resep makanan dan kue yang selalu Keynara coba bersama mamanya. sebelum membuat itu Keynara menanyakan terlebih dahulu ke mamanya, apakah dia boleh berbagi resep dengan orang lain. dan mamanya menjawab 'tentu saja'. tidak hanya sekedar tulisan, namun Keynara juga menghias buku itu dengan gambar, bahkan hampir mirip seperti pop up book.


"resep". gumamnya


"kata Pak Gennando tante suka masak. ini Keynara buat sendiri, dan semua resep ini juga hanya mama dan aku yang tahu".


"tante seneng banget. besok sepertinya harus belanja banyak dan mulai masak dari resep yang kamu kasih". ujarnya semangat.


"sayang lihat, nak Keynara kasih mama buku resep yang dia tulis sendiri". ujarnya ketika mendapati genando yang sedang menghampirinya. "kamu harus sering-sering ajak Keyanara kesini". pintanya pada anaknya.


"ya kan key, kamu harus kesini dan masak bareng sama tante".


Keynara tersenyum dan mengangguk, bagaimanapun dia senang melihat orang yang baru dikenalnya itu terlihat bahagia hanya karena mendapat buku resep darinya.


 


Genando dan Keynara kini berada di taman yang berada disamping rumah Genando. keduanya saling mengobrol satu sama lain, keduanya sudah tidak merasa canggung, bahkan antar bos dan karyawan rasanya sudah dibuang jauh-jauh, keduanya tidak malu untuk saling menceritakkan pengalaman lucu masing-masing. Bahkan Keynara sekarang tahu jika ternyata bosnya itu memiliki kebiasaan aneh. kebiasaan dimana Genando suka sekali tidur dengan bantal lamanya yang berbentuk jagung, bahkan bantal itu sudah usang, ada beberapa jahitan juga dibagian tepinya dan bosnya itu juga selalu membawa bantal itu kemana-mana jika dinas dan mengaruskannya menginap.


"terimakasih ya". ujarnya


"terimakasih untuk sudah berbagi pengalaman lucu?". tebak keynara


Genando tersenyum. "untuk hal itu, dan juga terimakasih sudah membuat mama senang malam ini". ujarnya


"beliau senang karena anaknya tidak lupa hari ulangtahunnya. katanya bapak jarang pulang kerumah dan lebih sering di apartemen".


"mungkin sekarang saya harus lebih sering kerumah, tapi mama juga senang karena ada orang lain yang ikut merayakan ulangtahunnya dan memberinya resep makanan". ujarnya terkikik.


"mama anak kedua dari dua bersaudara, keluarga dari anak pertama semuanya menetap di Canada, mereka tidak begitu sering ke Indonesia, bahkan kita yang lumayan sering mengunjunginnya". Genando memberikan jeda pada kalimatnya. "dulu rumah ini ramai, ada Gefano beserta istri dan anaknya, kakek, nenek, Eliza. tapi sekarang tidak lagi setelah satu persatu pergi. Eliza yang melanjutkan kuliahnya, dan Gefano yang menetap di Ausi. kalau saya sibuk, mama hanya menonton tv, memasak, bahkan sesekali minta ditemani mbok jum". paparnya sedih. kalau soal kakek dan neneknya, Keynara sudah mengetahuinya bahwa mereka sudah meninggal sekitar delapan bulan yang lalu. bahkan beritanya menyebar dan membuat semua karyawan G Group mengetahuinya.


"em.. apa papanya bapak sering sekali keluar kota atau negeri untuk perjalanan dinas?". tanya Keynara penasaran


Genando tersenyum miris. "bahkan saya sudah tidak peduli lagi dengannya".


Keynara hanya diam, dia tidak mau menanyakan kembali mengapa Genando menjawab sepeti itu.


Tubuh Keynara menegang kaku ketika tiba-tiba saja Genando menyandarkan kepalanya dibahu Keynara. "pak?". lirihnya


Genando menghela nafasnya pelan. "saya lelah ra". ujarnya pelan. "biarkan seperti ini, sebentar saja". pintanya


Keynara menuruti permintaan Genando tanpa menjawabnya, membiarkannya bersandar, bahkan saat ini Keynara merasa jantungnya berdetak dengan cepat, merasa ada perasaan yang aneh pada dirinya.


"saya suka sama kamu ra". ujarnya tanpa aba-aba. pernyataan Genando kali ini sangat membolak-balikkan perasaan Keynara.


Keynara mengerjapkan matanya berkali-kali, mencerna kalimat yang baru saja diucapkan bos nya itu. Genando bahkan saat ini sudah mengembalikkan posisinya seperti semula, dengan duduk menyamping menghadap kearah Keynara yang diam terpaku.


"ma..maksud bapak apa ya?". tanya  Keynara gugup


"saya suka sama kamu rara". ulang Genando dengan memanggilnya 'rara', nama panggilan dikeluarganya.


Memaksakan senyumannya, Keynara berusaha untuk mencairkan suasana. "jangan bercanda pak. tidak lucu sama sekali". ujarnya gugup


Genando menatap dalam tepat dimanik mata Keynara, wanita itu terpaku seakan terhipnotis dengan tatapan Genando, bahkan laki-laki itu sudah berhasil membuat dirinya dipenuhi dengan debaran jantung.


"saya...,saya tidak tahu bapak serius atau tidak, tapi saya tidak berniat untuk mencari pasangan hanya untuk pacaran". ujarnya tanpa menata Genando, karena wajahnya sudah memerah sedari tadi.


"saya juga tidak main-main". ujarnya serius. "saya berniat cari istri bukan pacar. dan saya mau kamu jadi istri saya. saya serius".


Keynara membelalakkan matanya tak percaya. bagaimana mungkin bos nya itu bisa seperti ini. bahkan tidak terlintas sedikitpun oleh Keynara untuk membayangkan bisa hidup bersama seseorang yang dari dulu selalu dianggapnya bos devil.


 


Sedari tadi Keynara tidak fokus untuk membuat pola design. pensilnya hanya ia mainkan dan mencoret-coret kertas nya asal. sedangkan Tita yang menyadari itu hanya berdecak kesal, bahkan dia merasa akhir-akhir ini sahabatnya itu selalu sibuk. seperti weekend kemarin, dimana dia datang kerumah Keynara, namun wnaita itu tidak ada.


"aww...shh..". ringis Keynara ketika satu pulpen mengenai kepalanya. "rese deh". kesal Keynara ke Tita.


Keynara menyenderkan kepalanya diatas meja dengan lengan tangannya yang ia jadikan bantal. "kacau ta, pikiran gue kacau, hati gue kacau. semuanya kacau". keluh Keynara


"kacau kenapa bambak.....!!". tanya Tita penuh penekanan.


"AH..gak tau ah, bingung". teriaknya  dan beranjak dari duduknya kemudian melangkah keluar ruangan.


"heh mau kemana bambank?!!". teriak Tita.


"toilet". jawab Keynara tanpa berbalik badan


"lo punya utang cerita sama gue".


"hmm". jawab Keynara dengan gumaman.


alih-alih ke toilet, kini Keynara malah menuju ke pantry untuk membuat minuman.


"huufft......". Keynara menghela nafasnya panjang. ingatannya kembali tertuju pada kejadian 1 hari yang lalu dimana Genando memberitahunya saat dan dimana dirinya mulai jatuh hati dengan Keynara


beberapa bulan yang lalu


Genando merasa tubuhnya lemas, bahkan kini wajahnya putih pucat. yang  bisa ia lakukan hanya berbaring, bahkan untuk keluar memanggil satpam atau melakukan hal lainnya saja tidak bisa. tubuhnya terasa tidak mempunyai tulang. sedangkan diruangan lain, Keynara sibuk menyelesaikan pekerjaannya, karena harus meyelesaikan design yang akan diproduksi, mau tak mau dia harus kembali lembur meskipun hari ini adalah hari sabtu dimana seharusnya dia libur. Tidak semua orang design ikut lembur di hari sabtu, hanya ada Rafiq, Vira dan Keynara, karena memang mereka bertiga yang menghandle penuh untuk design yang akan diproduksi minggu depan. dan saat ini hanya keynara yang tersisa, karena Rafiq dan Vira sudah lebih dulu pulang.


Keynara beranjak dari tempat duduknya, dirinya berniat untuk menuju keruangan berkas dimana design-design lama dan referensi design semuanya ada diruangan itu. untuk menuju ruangan itu, Keynara harus melewati ruangan Genando karena memang letaknya berada di sebelah ruangannya. hanya saja di batasi ruang tamu, karena terkadang bagian divisi yang berada di lt. 3 selalu menerima tamu diruangan tersebut. saat melewati ruangan Genando, Keynara merasa ada suara sesuatu terjatuh dan erangan kesakitan. dia penasaran dan ingin sekali melihat, tapi mengingat bahwa bos nya sangat galak maka ia mengurungkan niatnya.


Tidak lama, hanya 10 menit Keynara di ruangan berkas design, dan setelah mendapat apa yang dibutuhkan, Keynara berniat kembali keruangannya, namun disaat kembali melewati ruangan Genando, suara yang ia dengar saat pertama kali masih terdengar, ia membuang jauh jauh rasa takutnya, tidak peduli jika nanti Genando akan marah, yang ingin ia lakukan saat ini hanyalah membuka pintu ruangannya dan ingin tahu sebenarnya ada apa didalam ruangan itu.


*"astaga bapak!!". teriak Keynara saat mendapati Genando  sudah berbaring lemah dibawah sofa. Keynara kemudian berpikir, mungkin suara tadi adalah suara Genando terjatuh. ***


Keynara membantu Genando untuk berbaring disofa, lalu ia kembali keruangannya untuk  mengambil kain bali miliknya yang selalu ia pakai saat dikantor, ia juga mengambil beberapa obat di kotak P3K dan juga menyiapkan kompres untuk Genando.


*Genando terbangun dari tidurnya, dia memegang kompres dikeningnya kemudian menatap ke arah  meja, dimana disitu terdapat beberapa buah-buahan, P3K, mangkok kecil berisi air kompresan,air putih dan teh hangat. Genando menatap sekeliling, tidak ada siapapun diruangannya. dan ia baru tersadar, ada kain bali yang menutupi tubuhnya. *


apa Shela yang menyiapkan semuanya?. pikir Genando . sebelumnya memang Genando menghubungi Shela untuk datang kekantornya. memintanya untuk menemaninya karena dia merasa tidak enak badan. namun saat mengecek ponselnya, genando melihat 3 panggilan dari shela yang tidak terjawab, dan ada pesan darinya juga yang mengatakan bahwa dia tidak jadi datang  untuk menemaninya karena temanya yang dari Canada datang. Genando hanya tersenyum miris, miris karena lagi dan lagi, kekasihnya itu selalu mementingkan orang lain dibanding dirinya sendiri, dan selalu tidak bisa mengutamakan mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. terlebih Genando memintanya datang karena memang dia sakit, dan dia butuh bantuan dari kekasihnya. se simple itu. tapi Shela tidak pernah bisa melakukannya.


*"bapak sudah bangun?". tanya Keynara ketika mendapati Genando sedan duduk menyandarkan kepalanya ke punggung sofa. *


*Keynara meletakkan satu mangkok bubur hangat untuk Genando. "sebenarnya sudah dari tadi saya beli buburnya, cuman karena bapak gak bangun-bangun dan buburnya juga dingin, jadi saya hangatkan dulu di pantry". jelasnya meskipun Gennado tidak bertanya. ia hanya sedang mencairkan keadaan sekarang. *


"kamu yang..". Genando menatap Keynara dan mengisyarakan bahwa dia yang menyiapkan dan membantunya.


*"tadi saya diruangan berkas, saya denger suara jatuh jadi saya masuk. maaf pa, saya gak..". *


"tidak apa-apa. terimakasih". potong Genando


"apa sudah lebih baik pa?". tanya Keynara dan diangguki Genando


"syukurlah, saya takut bapa kenapa-kenapa". ujarnya. "bapak makan dulu buburnya, ini ada teh hangat, setelah itu minum obat ini".


*"setelah itu bapak mau saya panggilkan taksi untuk pulang?". tanya Keynara. karena dikeadaan seperti ini tidak mungkin Genando mengendarai mobilnya sendiri. *


"tidak. saya akan menghubungi orang saya untuk jemput". tolaknya halus


*Keynara mengangguk. "bapak mau saya temani sampai orang bapak datang atau gimana?. siapa tahu bapak butuh bantuan atau lainnya". tanya Keynara hati-hati. namun Genando hanya diam. *


*"maaf pa. saya banyak bicara ya?". katanya merasa bersalah karena terlalu banyak berbicara. *


*Genando terdiam karena sibuk memikirkan sesutu, bukan marah karena Keynara terlalu banyak bicara. *


Genando tersenyum. "tidak, saya tidak marah". ujarnya, "kamu bisa pulang terlebih dahulu, lagi pula sudah berapa jam kamu nemenin saya disini".


*"baiklah, kalau gitu saya permisi ya pa. jangan lupa habiskan bubur dan minum obatnya". *


*"ya. terimakasih".  *


Sejak saat itu Genando mulai memperhatikkan Keynara, memperhatikkannya dengan cara yang mungkin membuat wanita itu beranggapan bahwa Genando adalah bos tergalak dan katakanlah dia brengsek karena memperhatikkan wanita lain disaaat masih mempunyai kekasih. tapi Genando juga tidak bisa memungkiri bahwa apa yang ada pada Keynara, tidak ada pada diri Shela. Shela tidak pernah memperhatikkan sesuatu bahkan hal sekecil apapun, tidak peduli dan selalu menganggap dia yang lebih penting, dia yang harus selalu diperhatikkan. sampai akhirnya Genanado disibukkan dengan kegiatan promosi, event, kerjasama dengan perusahaan lain dan peluncuran brand baru dalam waktu berdekatan yang membuatnya sangat sibuk sehingga tidak banyak waktu yang ia habiskan dengan Shela. disitulah hubungan mereka  mulai renggang, ditambah beberapa kali Genando mendapati Shela dan Tomy jalan berdua, dia hanya diam tidak mengatakan apapun, bukan berarti ia terima, namun Genando hanya ingin Shela jujur tanpa harus dia yang menyinggungnya duluan. tapi apa yang diharapkan Genando justru tidak sesuai, setiap bertemu dengan Shela, wanita itu tidak mengatakan apapun dan seakan semua baik-baik saja, yang ada hanya menyalahkan Genando yang selalu sibuk, dan sampai pada puncaknya ketika Genando mendapati Shela dan Tomy yang sedang berciuman. disitulah hubungan mereka berakhir.


Genando beruntung itu semua terjadi, dia jadi tahu sebesar apa rasa cinta Shela untuknya, dan karena itu dia bisa jauh lebih mengenal Keynara. seseorang yang menurutnya jauh lebih baik. bahkan dia mampu membuat mamanya nyaman dengannya. dia tidak ingin menunggu lagi terlalu lama, dia yakin dengan Keynara dan karena itu dia memberanikan diri untuk mengungkapkannya.


cinta bisa datang kapan saja dan dimana saja


cinta juga bisa datang karena hal kecil 


misalnya kamu sedang duduk kemudian dia melewatimu lali mengusap dan mengacak-acak rambutmu


tiba-tiba cinta datang begitu saja**