
Keynara membekap mulut Tita setelah ia menceritakan kejadian sewaktu marko menyatakan perasaannya.
keynara melotot. "Bisa pelan pelan gak ngomongnya. Kalau yang lain denger gimana?!" Tegur keynara
"Iya iya sorry. Gue kaget aja ra."
"Gue harus gimana dong? Rasanya canggung kalau ketemu dia. Apalagi kalau misalnya dia nanya jawabanya." Gusar keynara, dia merasa seperti tawanan yang ketika masuk kantor harus mengendap,melihat sekeliling, berharap marko tidak menemukannya.
Tita menonyor kepala keynara. "Yaudah bilang aja gak bisa. Susah amat."
"Iya sih..tapi belum siap bilangnya. Apalagi satu kantor. Bakalan canggung banget kalau sampe diem dieman".
"Terus lo maunya apa hah? Lagian gue bingung sama lo ra. Marko tuh ganteng general manajer top markotop. Tinggi, badan oke kayak shawn mendes, 11 12 lah sama pak bos. Ya meskipun tetap menawan pak bos. Tapi setidaknya dia oke gitu, gak malu-maluin kalau diajak kondangan."
"Tita bidadari cantik tiada tara, gak semuanya soal body yang hot dan wajah tampan ya. Ini soal hati." Protesnya tak setuju
"Yaelah belagu deh mbaknya. Terus lu maunya sama yang buncit gitu? Lagian nih ya. Benih benih cinta itu bisa tumbuh kapan aja. Lo aja musti ditanam benih dulu baru jadi seorang keynara yang udah gede kayak sekarang." Cecar Tita menasehati dan tidak merasa bersalah dengan ucapannya. memang dia kalau bicara suka seenaknya. ibarat kata kalau Tita punya rem, maka remnya blong.
"Kalo ngomong sompral ya." Kesal Keynara
Tita hanya tertawa pelan. Namun ketika ingin membalas perkataan keynara, Genando tiba tiba saja masuk keruangan.
"Keynara sama Eko keruangan saya sebentar." Perintahnya kemudian pergi begitu saja.
"Duh jelangkung tampan, datang tak di jemput pulang tak diantar." Celoteh eko membuat yang lainnya merasa geli
Saat ini Eko dan Keynara sudah berada di ruangan genando yang kemudian duduk dihadapan bosnya itu.
"ya pak Genando, ada apa?" Tanya Eko dengan suara manly nya.
"Jadi besok saya mau lihat langsung tempat yang mau kita jadikan event exhibition produk kita. Berhubung yang design kamu keynara. Kamu besok ikut saya." Perintah genando
"Dan eko,kamu besok sama marko bisa tinjau lokasi untuk pemotretan produk dan pastikan pihak dari agensi model menyetujinya, jangan sampai ada pembatalan apapun. saya mau konsep, design tempatnya juga sesuai dengan tema dari produk kita. ingat, zero mistake eko." Ujarnya dengan fokus ke arah eko.
"siap pa. akan saya pastikan semua berjalan dengan baik." Ujarnya semangat.
"Setelah ini kamu ke marko untuk diskusikan, dan untuk kamu, besok kita jalan jam 9 pagi."
"Baik pa." Jawab eko dan keynara bersamaan.
"ingat keynara. tidak ada kata telat, atau kamu akan saya kasih SP." ujarnya memperingati
"iya pak. kalau gitu kita berdua permisi." pamitnya kemudian melangkah pergi meninggalkan ruangan Genando.
Keynara membereskan perlengkapannya. Kemudian berhenti sejenak, memikirkan kira kira apa saja yang harus dibawa. Dia tidak ingin ketinggalan apapun yang bisa jadi bomerang saat bersama bos devilnya itu.
"Beb, tukeran aja yuk, kamu sama marko aku sama bos." Rengek eko
Duh ni lucinta luna ribet deh.
"Mas eko yang seksi kayak Kendal jener, ini kan yang nyuruh bos, gak bisa seenaknya ganti gitu. Mau di gibeng apa?" Ujar keynara
"Yaudah si mas eko,marko juga cuco kok, gak malu maluin lah diajak jalan." Sela Tita.
"kan biar keliatan gitu kalau aku kerjanya bagus. biar dapat pujian dikit." Rajuk eko
Rafiq yang sedari tadi diam menyimak akhirnya buka suara. "Eko, jadilah orang yang bekerja dengan niat tulus. Orang yang ikhlas atau mukhkis adalah orang yang hatinya bersih dari keinginan memperoleh pujian. Semua perkataanya, perbuatannya, ibadahnya, semuanya dilakukan karena semata-mata hanya untuk Allah swt. jangan kerja cuma mau dapat pujian, toh kalau kamu kerjanya bener tanpa dilakukan didepan pak genando, beliau pasti akan mengakui kehebatan kamu dalam melakukan pekerjaan". ujar rafiq memberitahu. dan meskipun begitu eko tidak pernah tersinggung ataupun marah jika rafiq memberitahunya, karena meskpiun kodratnya melenceng, eko masih punya kewarasan.
"tuh dengerin kata pak ustad." Ujar vira, keynara dan tita bersamaan.
"iya ya ya, terimakasih mas Rafiq yang baik hati dan tidak sombong. terimakasih atas tausiahnya."
"Udah ah gue cabut. oya Tit nanti kalau si Bram minta design terbaru, tolong kasihin map biru ini ya. mau proses produksi katanya." Ujarnya memberitahu.
"Siap bos."
"Okey, gue pergi dulu ya, bye semua." seru keynara sembari keluar ruangan
"Hati hati ya sama bos." ujar tita dan vira bersamaan
Keynara merasa sangat canggung saat ini. Yang dia lakukan hanya mengekori genando dan mencatat apapun yang dia katakan. Meskipun dia bukan sekertarisnya.
"Keynara, saya mau meja itu jangan taruh di pojok. Meja itu untuk taruh produk terbaru kita kan?" Tanyanya memastikan
"Iya pak."
"Saya mau meja itu menjadi center. Kamu atur bagaimana yang penting itu bisa jadi center". Titahnya.
Keynara hanya mengangguk, kemudian mengikuti genando kembali seperti anak ayam. Namun setelah itu keynara melihat wajahnya sedikit terkejut. Entah apa yang dia lihat, tapi sedetik kemudian ada seorang wanita yang menghampiri mereka berdua.
Cantik. Setidaknya itu yang ada dipikiran keynara
"Hai." Sapanya canggung
"H hay. Kamu..."
"Aku bertemu temanku yang kebetulan bekerja disini." Ujarnya Seakan tau apa yang ada dipikiran genando.
Wah situasi apa ini?. Keynara merasa berada diantara es batu besar. Dingin sekali rasanya.
"Kamu apa kabar?" Tanya wanita itu
Keynara melihat Genando sedikit bingung, entah apa yang dia rasakan.
"Baik. Sejak kapan di indo?" Tanyanya. Bahkan nadanya tidak terdengar seperti benar benar ingin bertanya
"Syukurlah. Sudah satu minggu aku di indo". jelasnya, kemudian melirik kearah keynara. "Oh ya ini siapa?" Tanyanya bingung
"Oh dia tim design di GG". Ujarnya memberitahu dan keynara hanya tersenyum.
"Hai , saya Shela." Sapanya menjulurkan tangan.
Membalas uluran tangannya. "Saya keynara."
Wanita yang bernama Shela itu hanya menganggukkan kepalanya. Seakan bingung juga ingin menanyakan hal apa lagi karena sempat diam beberapa detik, genando pun memilih sibuk dengan ponselnya.
Masih dalam keheningannya, keynara memberanikan diri untuk menyadarkan bosnya yang sedari tadi melamun. "Pak." Panggilnya namun tidak ada respon
"Pak?"
"Ah ya. maaf." Ujarnya gelagapan.
"Mau lanjut pa?" Tanya keynara memastikan
"Sepertinya hari ini cukup." Baik keynara pun tidak menolak. Karena diapun jengah harus bersama bos nya itu selama berjam jam. "oh ya. Saya tau ini bukan bagian kamu, tapi nanti tolong tanyakan ke bagian promotion produk, list produk apa aja yang akan diiikut sertakan dan info ke saya segera."
"baik pa."
Sudah hampir setengah jam diperjalan. Keynara melirik kearah samping dimana bosnya itu berada.
Ternyata dia tidur.
Saat ini keynaralah yang mengambil alih kemudi. Karena setelah pertemuannya dengan shela itu, genando tidak seperti biasanya. terlihat tidak baik baik saja, dan pada akhirnya keynara menawarkan diri untuk mengemudikan mobilnya.
Mereka sudah sampai di basement apartemen genando. Jangan tanya kenapa keynara bisa tau. Sebelum pergi genando menyuruhnya untuk mengantarnya sampai ke apartemen. Dan memintanya untuk merahasian alamatnya dari karyawan lain. awalnya memang akan kembali ke kantor, namun genando berubah pikiran dan meminta keynara untuk mengantarnya.
Menggoyangkan lengannya pelan, keynara tidak tahu lagi gimana cara membangunkannya. Ia takut dan serba salah, jika terlalu kasar dia takut terkena omelannya yang pedas. "Pa, sudah sampai." Cicitnya pelan. "pa.."
"pa...bangun pa.." Keynara merasa ini konyol. dia membangunkan bosnya dengan suara pelan dan dengan jari telunjuk yang ia arahkan untuk menyentuh lengan bosnya sampai akhirnya genando terbangun.
"Sudah sampai." Ujarnya dengan kesadaran masih tipis.
Dari tadi kali pa, sampe pegel banguninnya. batin keynara
"Ini kuncinya pa, kalau begitu saya permisi dulu." Pamitnya kemudian keluar dari mobil
"Tunggu." Tahan genando. "Biar kamu diantar sama Niko?"
"Niko?" Tanya keynara heran
"Orang kepercayaan saya." Paparnya
"Tidak perlu pa, saya bisa pulang sendiri, toh ini masih sore." Tolaknya halus
Genando mengangguk mengerti, dan tidak ingin memaksakan keynara. "Baiklah. Hati hati."
Sesampainya di lobby, keynara langsung pergi. Sedangkan genando memandang punggung keynara yang semakin menjauh dengan tatapan yang cukup sulit untuk diartikan, dan kemudian tersenyum simpul.
Menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri dengan telapak tangan yang ditopang di dagu.
kretek kreteekk. inilah yang namanya kenikmatan yang hakiki. tulang leher serasa ringan
keynara merasa akhir akhir ini badanya sakit semua. Ditambah deadline kantor yang menumpuk. Dan sudah satu minggu ini keynara disibukkan dengan event dan juga project design dari GG. Bukan hanya keynara tapi semua divisi kreatif saat ini benar benar sibuk. Dan untungnya tama sudah kembali bekerja.
"Arghh... gila ya enak kali nanti pulang kerja minta dipijitin sama suami." Celetuk mba vira
Eko memanyunkan bibirnya. "Tama, eke minta dipijitin kamu dulu ya. Aku lagi marahan loh sama jodohku." Ujarnya cemberut.
"Makasih om, kalau dikasih duit juga ogah saya." Tolaknya
Keynara dan tita hanya geleng geleng kepala.
"Ish gitu ya kamu. Panggil aku ses atau tante. pantes aja masih jomblo ya." Ledek eko
"terserah om eko mau ngomong apa, percuma gak akan nyambung ngomong sama saya. Bahasa ndondek sama indonesia beda soalnya." ujarnya cuek tanpa peduli eko akan marah padanya.
"ihh ini anak emang demen banget bikin naik darah. untung lumayan ganteng. kalau kayak babang andika kangen band, udah gue lumurin nih muka pake lumpur lapindo." celetuknya asal
"berisik banget sih ketumbar!!" celetuk tita. "btw, mba vir enak ya udah punya suami, Tita pacar aja gak ada. Mau minta pijitin siapa dong." ujarnya dengan wajah melas
"Minta pijitin mba mba salon." Kata keynara. "Tapi untung banget kan hari ini kerjaan kita selesai, tinggal ngerjain kerjaan yang receh receh aja." Ujarnya lega
"alhamdulillah." ujar Rafiq
"Gimana kalau malam ini kita karaokean?" Ajak eko yang disetujui semua divisi kreatif kecuali vira. dan rafiq hanya diam.
Vira menggebrak mejanya kasar, membuat orang yang ada diruangan itu heran. "Yee kenapa kali nih emak emak." Celetuk eko
"Tolong ya, kalian kalo mau have fun gausah teriak teriak disini. Gue kan juga pingin." Rengeknya
"Yaudah ikut aja sih mba susah amat". Ujar tita
"Emang susah tit. Anak gue gimana kalau gue ikut karaoke. Lo tau sendiri jaman sekarang!, kejulidtan tentangga lebih serem dari pada hantu, dan lebih tajam dari pada pisau." Paparnya yang dibenarkan oleh semua orang divisi kreatif design.
Keynara hanya mengangguk mengerti. "Okelah kapan kapan nanti kita ngumpul deh di rumah mba vir. Untuk malam ini mba vir habisin waktu sama keluarga ya." Ujarnya kemudian terkikik
"pa rafiq mau ikut gak?" tanya keynara
melepas kacamatnya dan memijit kepalanya pelan. "tidak key, mau ada tahlilan di rumah tetangga soalnya. lain kali saja" tolak rafiq halus
"oh begitu, yaudah mba vir sama pa rafiq pulangnya hati - hati ya."
"okey let's go to the party." teriak eko lantang dan berjalan dengan melenggak lenggokkan badannya seperti model papan atas.
mungkin papan penggilingan lebih pantasnya!
konyol memang, bahkan hampir semua divisi mengakui keabsurdtan divisi kreatif design yang memang dalam satu tim memiliki enam orang dengan karakter dan sifat yang berbeda-beda, ya tiap orang memang berbeda, tapi tim kreatif design lebih menonjol.
Tama : rajin, gesit, cuek, suka blak - blakan, tidak mau basa basi namun baik, dan pengertian dengan temannya
Rafiq : ibarat kata, Rafiq ini sesepuh di tim kreatif design. kenapa?, karena paling tua, sudah punya dua anak, agamanya kuat, selalu menasehati dan memberi masukan kepada yang lainnya jika sedang ada masalah ataupun memerlukan bantuan, baik dan suka menolong.
eko : mahluk tuhan paling seksi, moodbosternya di tim design, kalau ngomong suka ngawur, suka godain manusia tampan, meskipun ngondek seklainya da temennya yang dijahili dia akan maju paling depan dengan ke laki-lakiannya.
Vira : ini sesepuh kedua setelah Rafiq, udah punya anak satu namanya icha. Vira ini emak emak cerewet, bawel, sekalinya marah semua divisi bagian manapun kalau mengajaknya bicara. penggaris besi akan melayang, suka ngegosip, tapi kerja gesit. demen banget ngeluh dan suka banget cerita kehidupan sehari harinya bersama keluarga terinta.
Tita : kalau bicara sompral, suka ilang rem nya, selalu ada disisi keynara, baik hati, jomblo tiga tahun, dan suka ngeluh dan iri kalau liat orang pacaran, suka panik dan hobinya godain eko.
yang terkahir adalah ..
Keynara : sedikit pendiam namun akan gila ketika bersama timnya. moodian, baik hati, sensitif, kerjanya gesit, suka banget minat pencerahan sama Rafiq. katanya biar hidupnya jauh lebih ringan jika dapat tausiah setiap hari, susah banget buka hati untuk orang lain, hobinya telat.