
Keynara menyesap coklat panasnya dan matanya menatap monitor dimana disitu terdapat pesan pop up dari berbagai divisi. pop up message memang sangat berguna bagi karyawan G Group. mereka bisa mengirim pesan kesiapa saja dan divisi mana saja dengan menggunakan itu.
Putri - accounting : iya di ruang pemotretan
Eko - Design : cantik gak modelnya?
Vera -Finance : B aja cantikan juga lu ko, tapi dia nempel terus modelnya sama pak genan.
Seketika mata Keynara terbelalak ketika melihat isi chat dari Vera, kemudian menoleh ke belakang untuk bertanya ke Eko, dia berusaha untuk menormalkan ekspresinya.
"di pop up lagi ngomongin apa ko?". tanya Keynara
"dibawah ada pemotretan produk baru tsay. katanya modelnya cakep". papar Eko namun masih dengan jari yang sibuk mengetik sesuatu. mungkin dia sedang membalas pesan di pop up.
"terus?". tanyanya lagi
"genit gitu sama my prince, katanya caper caper gitu. nah pas banget ... ". ujar Genando di sela penjelasannya ke Keynara
"kenapa?". tanya Keynara
"gue disuruh bantu tim pemotretan soal kostum. baguslah, jadi gue bisa awasin tuh model, nanti kalau dia macam² sama my prince, gue kulitin dia". ujarnya kesal. "oke, i cus dulu".
"oke". jawab Keynara, setidaknya dia lega jika ada Eko disana, karena dia tahu betul kalau teman tulang lunaknya itu tidak akan membiarkan orang asing untuk menggoda Genando.
Selang 1 jam kemudian, Keynara melihat jika model itu, Genando, 1 orang perempuan yang terlihat sedikit lebih tua dan Marko memasuki ruangan Genando, dia melihat dari balik kubikelnya. dan saat itu juga Eko masuk kedalam ruangan.
"tau gak sih. itu model genit banget, kayaknya naksir sama my prince. sengaja gitu nempel² kaya parasit". omelnya tiba²
"bukannya udah biasa?.kalau ada model yang pemotretan pasti pada naksir sama bos". ujar Tita yang kini tampak acuh.
"tumben biasa aja". celetuk Keynara
"ya habis mau gimana, Pak Genando emang ganteng, siapa yang gak nolak sama pesonanya". jawabnya. "gue jadi penasaran nanti jodoh dia siapa ya". ujarnya nampak berpikir
"udah gak usah pusingin jodoh orang, pusingin aja jodoh sendiri". celetuk tama.
"sirik aja". ujar Tita galak.
**********
Waktu sudah menunjukkan pukul 5 lebih beberapa menit, Keynara membereskan barangnya, merapihkan mejanya kemudian menatap ponsel nya. membaca pesan dari Genando.
"yuk ra". ajak Tita
"gue sakit perut nih, lo pulang duluan aja". sorry ta gue bohong
"gak mau gue tungguin?". tanyanya
"gpp gak usah, lagian kita cuma keluarnya doang barengan, pulangnya juga beda arah". ujar Keynara
"iyasih. yaudah gue duluan ya. bye". pamitnya
setelah Tita sudah menuruni lift, Keynara bergeas untuk keruangan Genando. lelaki itu tadi menyuruhnya untuk pulang bersama dan menemaninya sebentar karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus dia selesaikan. untung saja diruangan Design tersisa Keynara dan Tita, jadi Keynara ridak perlu repot² untuk membuat alasan lebih banyak.
"hai". sapa Keynara saat memasuki ruangan bos nya sekaligus kekasihnya.
"hai". balasnya. "kamu duduk dulu. aku harus selesaiin ini". ujarnya dengan menunjukkan satu map berisi dokumen.
Keynara mengangguk, kemudian memainkan ponselnya agar tidak merasa bosan. dia juga berpikir kira² tadi siang apa yang dibicarakan Genando dan model itu, karena setelah mereka semua keluar dari ruangan Genando, keynara bisa melihat dengan jelas jika model yang ternyata bernama Aurel itu berjalan berdampingan dengan Genando, dan sesekali menempelkan lengannya untuk lebih dekat dengan Genando, Keynara bisa melihat dengan jelas, bahwa model itu menyukai Kekasihnya. Dan satu fakta lagi yang membuat Keynara risau, Aurel adalah anak kedua dari perusahaan Contractor yang masuk kedalam 5 besar perusahaan contractor terbesar di Indonesia, dan ternyata Genando juga mengenal baik kedua orangtua Aurel.
Keynara tersentak kaget ketika sebuah tangan menyentuh pipinya.
"melamun?. mikirin apa?". tanya Genando yang kini sudah berada disamping Keynara.
menggeleng tersenyum. "gak ada". jawabnya. "tadi siang kamu mantau langsung pemotretannya?". tanya Keynara
"iya. aku mau pastikan kalau semuanya lancar". jawabnya
"tumben pakai model baru, bukannya kita ada model tetap?". tanyanya lagi. tapi memang iya. G Group memiliki model tetap untuk setiap peluncuran produk baru, dan hanya akan memakai Model baru jika G Group memiliki kerjasama dengan perusahaan lain.
"Produk kita kali ini berbeda, kita butuh sesuatu yang baru, karakter baru untuk membangun image bagus pada brand kita". jelasnya
keynara mengangguk membenarkan perkataan Genando. "kayaknya kamu akrab sama model itu". akhirnya Keynara memberanikan diri untuk memulai pembicaraan tentang mereka.
"kita pernah satu SMA, tapi tidak begitu dekat. dan aku kenal orangtuanya, mereka teman mama juga. Tapi terlepas dari itu, Aurel cukup berpengaruh sebagai model. jadi aku harap produk baru kita akan sukses". paparnya
Keynara tersenyum memandang Genando, dengan melihat wajahnya membuat dia berpikir bahwa Genando tidak mungkin macam², dia hanya berpikir jika aurel dapat memberikan pengaruh positif, lagipula Keynara juga harus yakin kalau kekasihnya itu bisa menjaga hatinya.
"nanti ke apartemenku, ada Elizabeth disana". ajaknya
"iya". jawab Keynara
**********
Saat ini mereka sudah sampai di Apartemen. dan hal ini mengingatkan Keynara ketika pertama kali mengantar Genando ke Apartenennya.
Genando Menggandeng tangan Keynara erat, kemudian membawanya ke lantai 15 dimana tempat tinggal lelaki itu berada.
saat memasuki apartemennya, Genando tidak mendapati Elizabeth disana, padahal saat mereka melakukan perjalanan kesini Elizabeth mengatakan dia sudah berada di apartemen Genando.
Genando menyuruh Keynara duduk, kemudian dia mengambil ponselnya untuk menghubungi adiknya.
"kamu dimana?". tanya Genando saat Elizabeth mengangkat tlp nya.
"yasudah. kita sudah sampai. kamu jangan lama²". katanya lagi.
"gimana?". tanya Keynara
"dia sedang beli makanan dibawah". ujar Genando. "kamu mau minum apa?". tanyanya
"memang ada minuman lain selain air putih?". tanya Keynara
"tidak ada". jawab jawab Genando kemudian Keynara terkikik geli. hanya ada air putih kenapa dia bertanya mau minum apa - batin keynara
selang beberapa menit, Keynara dikejutkan dengan suara pintu apartemen yang terbuka begitu saja. membuat jantung Keynara berulah.
"kaget ya?. sorry". ujar Elizabeth merasa bersalah. ya, dia memang pandai membuat orang lain jantungan.
"hah.. bagaimana bisa seorang direktur kaya tidak punya apapun didalam kulkasnya". celoteh Elizabeth tiba², kemudian dia menuju kulkas, memasukkan beberapa minuman dan buah²an dan juga memberikan minuman soda dingin ke Keynara.
"siapa tau bosen minum air putih". ujarnya sembari terkikik. dia membawa 3 kantong makanan dan menuangkannya ke mangkuk yang di sediakannya.
"sini bair kubantu". tawar Keynara.
"nikmatnya". ujar Elizabeth. "udah lama gak makan seblak". katanya dengan tatapan laparnya.
"kamu harus paksa kak Genanso makan ini". pintanya
"memangnya dia tidak suka?".
"suka, tapi dia tidak suka pedas. aku sengaja kasih level 3, tadinya sih mau kasih level 5 tapi aku takut nanti dia mati kepedesan".
"kemarin seblak, sekarang seblak lagi?". tanya Genando ketika keluar dari kamarnya kemudian duduk disamping Keynara.
Elizabeth berdecak kesal. "mumpung di indo". ujarnya. "ini aku udah beli, jadi kaka harus makan sampai habis".
"gak!.merah banget kuahnya". Genando bergidik ketika melihat seblak yang kuahnya sangat merah.
Elizabeth melotot tajam ke arah Genando, kemudian melirik sekilas kearah Keynara. Dia mengisyaratkan sesuatu.
Keynara tertawa meremehkan. "kamu takut makan pedes?".
"gak..bukan takut, maksudnya". Genando memberi jeda kemudian menghela nafasnya pelan. "ya ya aku jujur, aku gak suka pedas. aku gak bisa makan pedas".
"dikit aja, makanan pedas enak kok". ujar keynara meyakinkan.
"gak mau. aku gak bisa".
"bukan gak bisa, tapi gak mau coba". kata Elizabeth meremehkan.
"gak eliza!". tolak Genando tegas
"aku udah beliin cape² loh ini". ujar Elizabeth kesal
Keynara hanya memandang jengah kelakuan 2 orang itu. "yaudah gini aja, mendingan kalian suit, siapa yang kalah harus turuti perkataan yang menang. dari pada debat gak selesai²".
Elizabeth dan Genando akhirnya menyetujui saran Keynara. diluar memang Keynara mendukung Elizabeth, tapi didalam hatinya Keynara berharap jika Gennado menang, karena bagaimanapun dia tidak mau melihatnya sakit perut. Tapi ternyata dewa keburuntungan sedang berpihak kepada Elizabeth.
"yes aku menang. kakak harus habisin seblaknya. kaka hanya boleh minun setiap lima suap sekali". katanya penuh kemenangan, dan Genando hanya pasrah menuruti perkataan adiknya
memang adik kurang ajar. gerutu Genando dalam hati
Tidak butuh lama untuk Elizabeth memakan habis seblaknya, bahkan tidak ada sisa kuah dimangkuknya. Serasa hanya makan kuah biasa, kalau Keynara dia tidak menghabiskan seblaknya karena memang sudah kenyang, dia hanya menghabiskan setengahnya.
Kalau Genando?. dia sudah berkeringat dan kepedesan sampai Keynara benar² tidak tega melihatnya karena Genando makan satu suap dengan waktu yang lama, menghilangkan pedasnya baru dia memakannya lagi, itupun tidak satu sensok full.
"ingat!. lima suap baru minum". ujar Elizabeth memperingati.
Keynara ingin sekali memberi minuman ke Genando, tapi melihat Elizabeth selalu mengawasi, dia hanya bisa diam saja. Tapi tidak lama setelah itu, ponsel Elizabeth berdering, membuatnya ijin sebentar untuk mengakat tlp yang entah dari siapa. Ketika Keynara melihat Elizabeth sudah keluar dia buru² memberikan Genando minum, dan mengelap keringat diwajahnya dengan tisu.
"minum". suruhnya. "sini aku yang makan". ujar Keynara dan mengambil mangkok yang ada di tangan Genando
"jangan, punya kamu aja gak habis". ujarnya masih dengan mulut yang terasa pedas.
"aku pergi ya". Ujar Elizabeth tiba².
"kamu mau kemana?". tanya Genando
"aku mau ketemu samuel". ujarnya memberitahu
"oh". jawab Genando singkat.
"yaudah bye. oya jangan lupa habisin seblaknya". ujarnya lagi sebelum benar² menghilang dari apartemen Genando.
Genando dan Keynara bernafas lega ketika Elizabeth pergi. setidaknya dia tidak harus menghabiskan seblaknya.
"pedas banget ra". keluhnya kemudian meneguk habis minumannya.
"sabar ya". kata Keynara dengan sedikit tertawa.
Genando memeluk pinggang Keynara kemudian mendekapnya erat. "seneng ya kamu liat aku begini". ujarnya dan dengan mulut yang masih terasa pedas, dia mendekatkan bibirnya ke Keynara. berencana berbagi rasa pedasnya dengan kekasihnya itu.
Keynara merasa pedas pada bibirnya saat bibir Genando menempel sempurna, ini memberikan sensasi yang berbeda. ciuman yang terasa panas dan... rasa seblak (mungkin?).
Genando melepaskan ciumannya ,kemudian mengecup bibir Keynara singkat. "gimana?. pedas kan?". tanya Genando dan Keynara hanya tertawa. Dan tak lama setelah itu Genando kembali mencium Keynara, melumat bibir atas dan bawahnya lembut. membuat Keynara merasa dicintai dan disayangi. Genando mampu membuatnya merasa berbeda, merasa bahwa dia adalah wanita yang beruntung karena memilikinya.
Keynara mengalungkan tangannya dileher Genando ketika lelaki itu mampu menciptakan permainan yang mampu membuatnya hilang akal, dan Genando mengeratkan pelukannya di pinggang Keynara. membuat jarak diantara mereka terkikis.
Keynara mengerang pelan ketika kekasihnya itu berhasil memasukkan lidahnya, dan terus melumatnya, ciuman itu terus berlanjut sampai bibir Genando kini berada di ceruk leher Keynara dan mengecupnya disana. sungguh ini memberikan rasa yang aneh dan nyaman bagi Keynara.
"ge". panggil Keynara pelan ketika Genando berhasil menyesap dan membuat tanda dilehernya
"hm". gumanya kemudian mengangkat wajahnya untuk menatap wajah Keynara lalu mengecup lagi bibir Keynara singkat.
"kamu milik aku" ujarnya kepada Keynara kemudian kembali melakukan permainan bibirnya.
Malam ini Keynara temukan sisi Genando yang berbeda.
Genando yang tak suka makan pedas
Genando yang posesif tapi Keynara suka
Genando yang mampu membuatnya berbeda
dan Genando yang mampu menciptakan arus ciuman yang membuat Keynara lupa dengan sekelilingnya.