Starting From Saturday Night

Starting From Saturday Night
16 - He's Back



Eko memandang herap pada kedua rekan kerjanya, terutama Tita. wanita itu sejak datang ke kantor dan tiba di meja kerjanya, dia tidak mengatakan apapun. hanya berbicara seperlunya saja.


Sedangkan Keynara?. dia bahkan sudah beberapa kali melirik Tita. Mencoba untuk mengajaknya bicara namun usahanya selalu nihil. Tita berhasil menjauhkan diri agar tidak ada celah sedikitpun untuk Keynara mengajaknya berbicara.


"ilalang ilalang.....aku menembus awaann.........". senandung Eko menyanyikan lagu lawas khas nya dan segala plesetan liriknya. "heeeyyy kalian. Lagi pada datang bulan semua?. Muka kaku banget kayak kanebo kering!". celetuknya lagi namun diabaikan oleh Tita dan Keynara.


"astaagaaaaa caaang kacaaaanggg. woy gue dikacangin woy". teriaknya dengan suara lelakinya. "cang kacang anggur".


"berisik banget om. Kerja jangan banyak ngomong kenapa!!". Timpal Tama membuat Eko menoleh geram nan lambay.


Tama hanya memandang jengah kelakuan Eko. lalu dirinya bangkit berdiri untuk keluar dari ruangan, sebelum pergerakan eko untuk menerjangnya berhasil.


"sialan. awas ya!, lama-lama gue bius, gue bawa lo ke hotel". kesalnya lalu melanjutkan dirinya bekerja setelah ocehannya di acuhkan rekan kerjanya. bahkan Rafiq dan Vira sekalipun tidak ada yang memperdulikannya.


*Keynara Writing a Message *


Ta. bisa bicara setelah pulang kantor?


please :'( . Gue tunggu lo di kafe samping kantor.


send to Tita


status : Read


Keynara mendesah pelan. Bahkan dengan jarak yang begitu dekat seperti ini dia hanya bisa mengirim pesan tanpa bisa mengatakannya secara langsung.


keadaan seakan berubah begitu celat, perasaan senang dan runyam terkadang suka datang secara bersamaan. Sungguh ini membuat Keynara tidak bisa berhenti memikirkannya. Hal sekecil apapun yang terjadi dalam hidupnya, selalu singgah setiap detik dalam pikirannya. Dan hanya akan pergi jika dia menyelesaikannya.


***one hour later ***


Sudah 2 gelas Vanilla latte Keynara habiskan, namun yang ia tunggu belum juga datang. Bahkan hari ini dia membatalkan janjinya dengan Genando. pasalnya setelah Keynara selesai bertemu dengan Shela, dia belum sempat bertemu bahkan memberitahu Genando apa yang ia bicarakan oleh mantan kekasihnya itu.


Genando's calling~


G : Masih di kafe?


K : Hmm tapi dia belum datang. Aku rasa dia benar-benar marah Ge.


G : atau kamu mau aku kesana?


K : No. aku tidak mau membuatnya semakin runyam.


G : baiklah kabari aku.


K : iya


Phone Calls Ended~


Keynara memandang gusar jam tangannya. Haruskah dia pergi?. atau tetap menunggunya?.


seketika Keynara melonjak kaget, membuat dirinya bangun dari tempat duduknya, memandang Tita yang berjalan kearahnya.


"gue udah pesenin minuman kesukaan lo". ujarnya lalu duduk kembali.


Tita memandang sejenak minuman yang ada didepannya, lalu menatap Keynara pasti. "to the point. gue mau anter nyocap pergi".


"saat event exhibition, dan yang lainnya. Gue selalu ditugaskan pak genando kan Ta?. Gue gatau awalnya bagaimana. hanya saja semua berjalan begitu saja. sampai kita makin deket, makin berani untuk saling mengobrol, dan sampai akhirnya dia, — dia bilang kaaunudah lama suka sama gue". Paparnya yang sukses memancing rasa penasaran Tita.


"maksudnya?".


Keynara menarik nafasnya panjang, kemudian diam sejenak untuk merangkai kata dalam otaknya. berniat untuk memberitahu Tita secara detil tanpa berniat menyembunyikannya barang sedikitpun.


Keynara memberitahukan semuanya. memberitahu bagaimana mereka dekat, bagaimana Genando saat mengajaknya kerumahnya untuk pertama kali, bagaimana baiknya Tante Maira dan usilnya Elizabeth, lalu dekatnya orangtua mereka, hingga bagimana Genando mengungkapkan perasaannya.


Tak lupa juga Keynara menceritakan bagaimana keraguannya saat ingin memulai hubungan bersama Genando. Karena bagaimanapun Tita juga tau betul apa yang dialami Keynara sebelumnya.


"that's it?". Tanya Tita ketika Keynara selesai mengatakan penjelasan terakhirnya.


"ya".


Tita mengambil minumannya, menyesapnya sebentar lalu menyandarkan tubuhnya lada sandaran kursi. "lo mau gue maafin lo?".


Keynara hanya menghendikkan bahunya pasrah. "gue udah ceritain semua. tanpa kurang sedikitpun".


"haah.. gue benci saat seperti ini key". ungkapnya dengan tatapan nyalang ke beberapa sisi. "gue benci disaat gue marah sama lo tapi justru gue merasa bersalah disaat yang bersamaan". Tuturnya lagi.


"maaf". hanya itu yang keluar dari mulut Keynara. tidak tau lagi harus mengatakan apa agar Tita mau menerimannya kembali.


"lo kayaknya jauh lebih happy ya sama Genando dibandingin dengan mantan brengsek lo itu?". Ujarnya tiba-tiba. Membuat Keynara terperangah bingung.


"maksudnya?".


"well,—berhubung gue mau lihat temen gue bahagia, jadi gue maafin lo".


"Ta. Serius?". tanyanya memastikan


Tita memandang Keynara tersenyum, dan memicingkan pandangannya. "gue ngerasa akhir² ini lo jauh lebih menikmati hidup. Mungkin itu karena Genando. gue memang marah sama lo karena gak ngasih tau gue dari awal. tapi,—


—lo tau kan gue gak bisa marah lama² sama lo. gue cuma berharap lo bahagia sama dia. dan apa yang lo alamin dulu gak akan terjadi lagi. satu lagi". Tita lebih dulu menjitak kecil kepala Keynara sebelum kembali melanjutkan kalimatnya. "gue berharap hal apapun itu, lo bisa cerita ke gue lebih awal tanpa harus gue marah-marah duluan". Tutupnya membuat Keynara lega namun masih tetap dengan rasa bersalahnya.


"Thanks Ta. Dan untuk hubungan gue sama Genando, please jangan kasih tau ke yang lain. cukup lo aja yang tau untuk saat ini". Pintanya yang disetujui oleh Tita.


See?. Terkadang waktu memang suka sekali mempermainkan kita.


Membuat kita resah, kemudian mengembalikkan keadaan seperti sedia kala dalam waktu yang singkat.


Terkadang semudah itu.


_________________________________________________


"Jadi sekarang kita tidak perlu sembunyi² lagi didepan Tita?". Tanya Genando ketika mengetahui bahwa Tita sudah mengetahui segalanya. Tentang Keynara dan Genando.


"hm".


"lalu bagaimana dengan Shela?". Tanya Genando.


Saat ini Keynara memang berada di apartemennya setelah melakukan sesi maaf maafan dengan Tita.


Keynara meringsuk disamping Genando, menyandarkan kepalanya didada bidang kekasihnya itu untuk mencari sebuah kenyamaman.


"kamu kepo". ledek Keynara


"ra. aku serius". Ungkap Genando


Keynara mengubah posisi duduknya untuk menghadap kearah Genando, Kemudian tersenyum simpul.


"tidak ada apa², dia hanya mengatakan kalau dia,—dia memintaku untuk hadir diacara pertunangannya".


"pertunangan?".


"ya. Dia juga mengakui bahwa mempertahankan perasaannya padamu itu hanya membuang-buang waktu saja. so, she was move on from u".


"kamu serius?.


Keynara mendesah pelan. merasa jengah dengan pertanyaan balik Genando. "aku serius. kenapa kamu cemburu?. menyesal?". Tuduh Keynara bercanda namun memasang wajah kesalnya.


"Tidak. Aku cuma kaget karena dia lebih cepat pergerakannya dariku".


"kamu tidak tanya dia bertunangan dengan siapa?".


"memangnya dengan siapa?". Kini Genando bertanya.


"Tomy".


Genando mengakat alisnya ketika mendengar jawaban Keynara. Dia merasa sudah tidak heran lagi jika Shela bertungangan dengan Tomy. Seseorang yang pernah ikut andil dalam menghancurkan hubungannya dengan Shela. Tapi dia tidak menyesal karena itu. Sebab Shela tergantikan oleh Keynara, seseorang yang jauh lebih baik, seseorang jauh lebih mampu membuat dirinya bahagia. Baiklah itu terdengar sedikit lebay-mungkin-, namun Genando mengakui itu


Genando paham betul jika Keynara sedang menggodanya. "hm. hatiku merasa sakit". Godanya balik yang sukses membuat Keynara mengubah raut wajahnya secepat kilat.


"oh". Jawab Keynara kecewa, lalu berangsur sedikit menjauh dari Genando.


Genando hanya mengulum senyumnya. Berangsur mendekat pada Keynara lalu memenjara kekasihnya itu dengan kedua tangannya yang ia letakkan diatara ruang sofa. Dia meneliti penuh wajah kekasihnya itu lalu mengecup bibirnya singkat. "aku merasa sakit hati karena harusnya aku yang bertunganan terlebih dahulu. Bukan dia".


"bohong". Tentu saja Keynara paham jika Genando jujur. Dia hanya perlu sedikit drama dalam percakapannya kali ini


"aku kecewa sekali kamu tidak percaya". Ungkapnya masih dengan posisinya yang sama.


Keynara mengalungkan pada leher Genando, kembali mengikuti jejak Genando dengan mengecup bibir lelaki itu. "Aku bercanda. Kamu bisa mengikuti jejak Shela dengan menemui kedua orangtuaku terlebih dahulu. Bagaimana?". Tawar Keynara.


"kamu serius??. Bukannya kamu bilang belum siap untuk menikah".


"aku menyuruhmu untuk bertunangan terlebih dahulu. Bukan menikah". Ujarnya meluruskan


Genando memandang kecewa. "padahal aku maunya menikah".


"Tidak mau ya sudah".


"aku lelaki yang sangat bodoh jika menolak suruhanmu". Jawabnya lalu membawa dagu Keynara untuk mendekat pada dirinya untuk menyatukkan kedua bibir mereka. Dengan menciumnya dengan gerakan yang pelan dan lembut, Genando mampu membuat Keynara merasa kembali melayang. Merasa semakin dan semakin dicintai oleh Genando.


"bermalam disini?". Tawar Genando pada Keynara ketika dia berhasil melepaskan pangutan bibirnya.


Keynara mencerna perkataan Genando, sedetik kemudian memahami apa yang lelaki itu katakan. "bermalam?. disini?. sama kamu?".


"hm".


Keynara tersenyum lalu menggeleng pasti. "Big no" Jawabnya tegas. "aku bisa dikuliti habis habisan sama mama".


"aku tidak akan macam-macam". Ujarnya meyakinkan. Genando mengubah posisinya, lalu menarik Keynara untuk duduk sejajar denganya. Membawa kepalanya untuk bersandar di dada bidangnya. Keynara tidak melewatkan kesempatan itu untuk memeluk pinggang Genando dengan kedua tangannya.


"jaminannya apa?".


Keynara sebenarnya paham betul jika Genando tidak akan semudah itu merusak dirinya atau melakukan hal yang dapat membuat mereka berdua menyesalinya. Ia yakin jika lelaki itu akan menjaganya, melindunginya. Meyakini dirinya jika cinta Genando bukan hanya sebatas sentuhan fisik. Dia percaya Genando mencintainya dan melindungi dirinya dari segenap jiwa dan raganya.


"Tidak perlu jaminan sayang" Ungkap Genando. "Aku tahu betul apa yang harus aku lakukan untukmu".


"Dengar". Keynara mengendurkan pelukannya dan menatap Genando pasti. "aku yakin kamu tidak akan melakukan hal-hal aneh,tapi—tidak untuk sekarang sayang. Aku hanya melaksanakan amanah mamaku". Paparnya menjelaksan satu alasan pasti yang membuat Genando mengerti.


"see?. bagaimana bisa kamu membuat aku semakin mencintai kamu".


"maksudmu?". Tanya Keynara bingung


"apapaun yang kamu katakan. Caramu berpikir semuanya". Paparnya yang justru kini berbalik membuat Keynara semakin luluh.


"Gombal".


"aku?. Gombal?,—hanya denganmu". Jawabnya lalu kembali meraih bibir Keynara dengan cara yang lembut.


_________________________________________________


*Newsletter ~


DANI KUSUMA KEMBALI MEMPERLUAS JARINGAN INDUSTRINYA*


Judul headline yang sukses membuat seorang Widia terperangah kaget. Membuat niatan awalnya kembali runtuh lalu menutup koran itu dan meleparnya asal. sudah lama, bahkan sudah lama dia tidak mendengar nama itu.


"ma". panggil Keynara pelan. "mama baik-baik saja?". Tanyanya heran ketika melihat mamanya itu terdiam ditempatnya. Menatap kearah lipatan koran dengan tatapan kosong.


Widia melempar senyum. Menunjukkan ekspresi ke anaknya bahwa dia baik-baik saja. "mama baik-baik saja. Memangnya ada yang aneh dengan mama?" Tanya nya balik.


"Tadi mama bengong".


"mama baik-baik saja, dan—kamu cantik sekali. Mau kemana?".


"aku mau ke acara pertunangan teman ma". Jawabnya


"Dengan Genando?".


"Itu sudah pasti ma". Jawabnya dengan nada terkikik. "aku pergi dulu ma".


"hati-hati sayang".


_________________________________________________


"acara pertunangan yang cukup meriah Ge". Celetuk Keynara tiba-tiba ketika mendapati suasana pertunangan yang bahkan lebih mirip dengan acara pernikahan. "sepertinya mantanmu itu suka dengan sesuatu yang WOW".


"u know her so well". Balas Genando


"No. aku hanya menebaknya". Jawabnya membantah tuduhan Genando


"Ternyata yang namanya Tomy tampan juga. Pantas saja Shela berpaling darimu".


"kamu serius mengatakan itu?". Kesal Genando


Tentu saja lebih tampan kamu Ge. aku hanya bercanda. "ya aku serius".


"menyebalkan kamu". Ujar Genando membuat Keynara tersenyum geli melihat tingkah cemburu yang Genando tunjukkan.


"ge. kamu tidak menemui orangtua Shela?". Tanya Keynara. "sepertinya mereka melihat kearah kita".


"haruskah aku kesana?".


"ya. dia mau kesini tapi banyak tamu menghampiri mereka. Jadi lebih baik kamu yang kesana".


"sama kamu".


Keynara menggeleng pelan. "Tidak Ge. Aku tunggu disini saja. Kamu tau kan aku tidak suka ikut terseret kedalam perbincangan kalian yang bahkan aku tidak tahu sama sekali". Paparnya berharap Genando mengerti


"Baiklah. Tunggu disini. Aku tidak akan lama".


"ya".


Meskipun Genando mengatakan tidak akan lama, namun waktu yang sudah berangsur 5 menitpun seakan 5 jam bagi Keyara.


Merasa bosan dengan situasi yang ada, Keynara memilih untuk mencari tempat duduk. Menyendiri disana dengan berkutik dengan ponselnya.


"lama tidak bertemu Nara".


Keynara menoleh cepat. Tubuhnya menegang kaku ketika telinganya dengan jelas mendengar suara laki-laki yang amat sangat dia kenali. Lelaki yang selama ini sangat ia hindari.


"Aku rasa bukan suatu kebetulan bertemu kamu disini". Ungkapnya


haruskah disituasi seperti ini?. haruskah dia datang disaat Keynara sudah kembali menata kehidupan percintaannya dengan sangat baik?.


Keynara seakan merasa kenapa waktu tidak pernah benar-benar memihak kepadanya???


________________________________________________


**To be continue~


hay readers, maaf banget baru update ☹


ada beberapa kesibukan, dan kemaein author menjalani operasi kecil dan harus rehat. Dan maaf part kali ini gak panjang :(


untungnya sekarang udah baikan, jadi semoga kedepannya bisa up lebih sering.


terimakasih buat semuanya yang sudah berkenan membaca cerita [starting from saturday ngiht]


luv u**