Starting From Saturday Night

Starting From Saturday Night
5 - Tiba tiba



Genando dan Keynara saat ini sudah berada di Art Town. Satu hal yang baru Keynara ketahui, yaitu Genando juga pecinta lukisan, bahkan beberapa orang disana yang mengikuti pameran sudah mengenal Genando dengan baik.


"mau cari lukisan lagi pak?" tanya seorang wanita yang diketahui bernama Sindy. terlihat dari name card nya yang digantung dileher.


lagi? pikir Keynara


"tidak. saya mengantar teman saya".


gak salah dengar? teman? kenapa gak sebut karyawannya aja.


Genando dan spg itu asik mengobrol, membahas lukisan apa saja yang sudah terjual dan hal lainnya. ketika Genando asik berbincang, mata Keynara menangkap satu booth yang berisi lukisan-lukisan abstrak. salah satu jenis lukisan yang sangat disukai Keynara.


"pa saya mau kesana dulu ya." ujar keynara menunjuk salah satu booth yang dimaksud.


Genando memandang arah booth itu dan menatap Keynara. "saya ikut." ujarnya kemudian pamit dengan spg itu.


Keynara mengamati lukisan abstrak itu dengan seksama. melihat setiap detail dari konsep lukisan itu kemudian matanya tertuju dengan satu lukisan abstrak yang berjudul 'seperti apa', lukisan itu menunjukkan beberapa wajah seseorang dengan bentuk yang berbeda-beda. mungkin ini menunjukkan seperti apa kepribadianmu.


"tahu lukisan Alm. Affandi? potret diri dan topeng-topeng kehidupan." tanya Genando


"ya. siapa yang tidak kenal dengan alm. Affandi. apalagi karya nya." Ujar Keynara masih melihat lukisan yang sedari tadi ia amati.


"saya kira tidak tahu. beliau meninggal bahkan saat kamu belum lahir."


"tidak perlu lahir lebih dulu untuk tahu. ini sudah jaman modern, bisa cari informasi apapun lewat internet. saya juga pernah ke museumnya saat di Jogja." ujar Keynara yang diangguki Genando.


"hampir sama dengan konsep lukisan itu." ujar Genando menunjuk kearah lukisan dengan berbagai bentuk wajah.


"hampir, tapi saya rasa mempunyai arti yang berbeda." ujar Keynara tak setuju membuat Genando menautkan alisnya.


"setiap lukisan punya arti, bahkan pelukis maupun pengamatnya bisa saja menafsirkannya berbeda. ya.. tergantung pemikiran masing-masing juga sih." ujar Keynara kemudian memandang Genando yang juga sedang menatapnya.


"tapi kalau lukisan Alm. Affandi berbeda, ada satu wajah manusia dengan banyaknya topeng disekelilingnya, lukisannya mengandung nilai falsafah dimana artinya manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna diantara makhluk yang lain. Namun dengan kesempurnaan itu, manusia cenderung banyak kelemahan dengan adanya hawa nafsu dan sering berbuat salah dan juga mengingkari kodrat. Hawa nafsu itu digoda oleh bisikan-bisikan yang  digambarkan melalui topeng-topeng yang ada dilukisan itu, dimana topeng itu berperan jahat pada cerita Jawa." Keynara menoleh kembali, menghadap kearah lukisan ketika ada perasaaan aneh saat bertatapan dengan Genando. "jadi topeng itu bukan wajah asli manusia melainkan perwujudan dari bisikan-bisikan jahat yang menutupi hati dari kebenaran." papar Keynara.


"apa bedanya dengan lukisan itu?" tanya Genando.


"entahlah, bapak bisa menafsirkannya sendiri." jawab keynara acuh


"kalau menurut kamu?" tanyanya lagi


"emm..mungkin setiap manusia mempunyai kepribadian masing-masing, atau mereka yang tidak sadar bahwa dalam diri kita tidak hanya memiliki satu kepribadian." jawab Keynara sembari menghedikkan bahunya.


"bapak senyum kenapa?" tanya Keynara heran ketika melihat Genando tersenyum.


"ternyata menyenangkan ngobrol sama kamu." kata Genando jujur


"ternyata menyenangkan melihat bapak yang ramah seperti ini, tidak seperti dikantor. galak." sindir Keynara kemudian keduanya tertawa.


**********


Keynara membaca novelnya dengan serius, sedangkan Tita, dia sibuk mencari komik yang bagus untuk dibaca. saat ini Tita sedang berada dirumah Keynara, biasanya jika libur dia akan datang dan menginap.


"komik lo yang kiss or dead kemana?" tanya Tita


"ada di rak. cari aja." Jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari  novel.


"oh ya ada." ujar Tita


"jadi semalam pulang jam berapa?" tanya Tita yang kini tengah duduk di sofa kamar Keynara sembari membaca komik.


"jam 8 malam". jawabnya


"gak nyangka si bos mau diajak makan di mbah mun."


"sama gue juga. kata dia enak, lain kali mau makan disana lagi." ujar Keynara membuat Tita kaget


Tita  menghampiri Keynara yang tengah duduk diatas ranjang. "serius?" tanyanya tak percaya.


mengangguk. "iya serius." ujarnya meyakinkan


"lain kali harus ajak gue kalau lo mau nemenin pa bos makan di mbah mun." pintanya dan diangguki Keynara. sebenarnya biar Tita diam dan tidak lagi menggangunya.


kemarin saat pulang dari Art Town, Genando mengajak Keynara untuk makan malam terlebih dahulu, namun karena arah jalannya sejalan dengan pecel ayamnya mbah mun maka Keynara mengajak Genando makan disana yang ternyata langsung disetujui.


flashback


"saya kira bapak tidak mau makan ditempat seperti ini". ujar Keynara


"memang kenapa?" tanya Genando


"ya gak papa sih." jawabnya. Keynara menatap kesekeliling tempat, karena saat tiba ia tidak melihat mbah Mun ditempat. mbah Mun ini sebenarnya tidak tua sekali, umurnya pun masih 40 tahunan, hanya saja karena mereka dari jawa dan suaminya yang memang lebih tua, akhirnya Keynara dan teman temannya sepakat untuk memanggilnya mbah.


"mbah Mun nya kemana mas Ikin?" tanya Keynara. Ikin adalah keponakan dari mbah Mun sekaligus pegawainya.


"lagi antar pesanan pecel lele di toko sebelah mba". jawab ikin memberitahu.


"oh gitu. mas Ikin, saya mau nasi setengah sama ayam bakar ya". pesan Keynara. "bapak mau apa?" tanya Keynara


Genando nampak bingung. "mau disamain aja kayak saya?" usul Keynara


"boleh." jawab Genando


"satu lagi ya Mas ikin, tapi yang satu lagi nasinya full jangan setengah."


"kamu sering kesini?" tanya Genando


"ya gak sering-sering banget sih Pak, kadang sama anak-anak design." ujar Keynara


"pantesan. sudah seperti dirumah sendiri." katanya lagi


"si neng dateng toh. sama siapa neng?. pacarnya ya?" ujar mbah mun tiba-tiba ketika datang membawa beberapa piring kotor.


Genando dan Keynara saling melirik. "bukan mbah, ini bos saya, kebetulan lewat jadi saya ajak makan sekalian." bantahnya. tapi memang benar, mereka bukan sepasang kekasih.


"kirain pacar." ujarnya lagi dan Genando hanya tersenyum menanggapi perkataan mbah Mun.


"ini yang punya tempat makan, namanya roehatunimun khodijah." kata Keynara memberitahu Genando


"kamu panggil mbah mun?".


"kenapa gak panggil nama lengkap?". tanyanya iseng


"terlalu panjang. masa mau panggil mbah roe atau mbah roehatunimun, atau mbah jah, atau mbah khodijah. lebih simple Mun dan gampang diingat. buktinya sekarang lebih terkenal dengan pecel ayam mbah Mun". papar Keynara


"kalau mbah romunkho?". usul Genando


"apaan itu?


"singaktan dari roehatunimun khodijah". katanya dan tanpa sadar membuat Keynara tertawa. "kenapa ketawa?" tanya Genando


"hanya saja terdengar lucu." ujar Keynara. Genandopun ikut tertawa, sesekali melihat kearah Keynara yang masih saja tertawa, membuatnya merasa senang.


kebahagian bisa datang kapan saja dan dimana saja.


bukan dari hal yang besar. tapi dari hal kecil juga dapat mendatangkan tawa dan kebahagiaan.


 


Pagi ini hampir semua divisi sibuk dengan pekerjaannya. dua hari lagi event di gedung EC akan segera dilaksanakan, dan dalam tiga minggu pula produk GG x Ccarlot akan segera diluncurkan. dan itu artinya semua divisi sibuk untuk mengurus segala keperluannya dari sekarang, bahkan jauh jah hari.


Beberapa hari yang lalu, design untuk produk GG x Ccarlot yang bertema sport sudah di acc oleh pihak direksi dan saat ini Keynara dan Tama tengah memeriksa hasil sample yang dibuat oleh tim produksi. memastikan bahwa tidak ada kesalahan dalam pembuatan dan harus sama persis dengan design yang dibuat. mereka akan memperlihatkan keoada perwakilan Ccarlot perihal sample dari produk kerjasama mereka.


"Tam, lo bawa samplenya keruangan pak Genando ya." pinta Keynara


"gak bisa Key, gue harus ke tim promosi buat kasih liat hasil video iklan untuk promosi, buru-buru soalnya." tolak Tama


"gitu ya. yaudah deh gue yang kasih." ujar Keynara kemudian pergi menuju ruangan Genando.


tok tok tok


Keynara memasuki ruangan Genando ketika bosnya itu mempersilahkan dirinya masuk. "permisi pa."


"ya?"


"ini sample untuk diserahkan ke pihak Ccarlot pa." Keynara menyerahkan sample produk ke Genando.


Genando mengamati produk itu dengan teliti. "kenapa berdiri? duduk." perintah Genando ketika melihat Keynara yang masih saja berdiri. Genando mengalihkan pandangannya dari sample ketika ada seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.


"permisi pak, ada tamu mau bertemu bapak." ujar fitri memberitahu.


"siapa?" tanyanya tenang. dan sebelum fitri memberitahu, seseorang muncul diantara mereka


dia wanita yang di gedung event itu?!.


"hai." sapa seseorang yang ternyata adalah shela.


"kalau begitu saya permisi." pamit fitri


shela melirik ke arah keynara, dan keynara yang menyadari itu seakan tersadar, bahwa sekarang dia harus pergi.


"kamu disini saja." larang genando ketika ia hendak keluar ruangan.


keynara menatapnya tak percaya."tapi pak."


"ini perintah." tegasnya lagi dan keynara hanya bisa pasrah untuk menuruti keinginan genando.


"ge, aku rasa kita perlu bicara berdua. tidak dengan adanya orang lain disini." ujar shela ketika merasa tidak nyaman dengan adanya keynara.


"hal penting apa yang mau kamu bicarakan ?" tanya genando cuek.


"hubungan kita ge." tukas shela


keynara merasa suasanya semakin memburuk, berulang kali dia ingin menyela untuk keluar ruangan, namun entah genando yang punya indra keenam atau semacamnya, dia langsung menatap keynara dan mengisyaratkannya untuk tetap diam ditempatnya.


"hubungan yang mana? dan seperti apa?". tanya nya lagi. "hubungan kita sudah selesai shela."


shela menggeleng, tidak terima dengan apa yang dikatakan genando. "bahkan kamu tidak mengatakan putus."


"jika kamu lupa akan aku ingatkan". ujar genando. "saat aku melihatmu Bersama temanku, tiga bulan yang lalu di Kafe Ocean. dan bertingkah layaknya sepasang kekasih. disitulah hubungan kita berakhir."


ini gila, kenapa gue harus berada disituasi kayak gini. batin keynara


menunduk lemas. "Bukan seperti itu ge. Please dengarkan aku. aku mencoba menghubungimu untuk menjelaskan semua, tapi kamu menghindar".


"dan saya rasa tidak perlu ada penjelasan dengan apa yang sudah kamu lakukan. tidak ada pembenaran dalam perselingkuhan shela. Sudah berakhir sejak tiga bulan yang lalu, dan sekarang." genando melirik sekilas kearah keynara yang sedari tadi hanya diam.


Menghela nafasnya kasar, dan dengan yakin Genando menarik tangan keynara, kemudian merangkul pundaknya. "Aku dan dia. kita sudah menjalin hubungan". Keynara membelalakan matanya, menatap bosnya tidak percaya.


"Pak,tapi-"


"Aku tau, kamu tidak ingin semua orang tahu. Tapi aku rasa kita perlu memberitahunya juga. Tidak usah malu." Potongnya, sebelum keynara mengatakan bahwa mereka tidak memiliki hubungan apa-apa.


Shela menggeleng, tidak percaya dengan apa yang dikatakan genando. "Kamu bogong kan ge? Kamu lakukan itu supaya aku berhenti." Tuduhnya. "kalau memang iya. aku tidak akan pernah berhenti menemui kamu sampai kamu dengarkan penjelasan aku." ujarnya tidak rerima


"Aku tidak berbohong." Katanya, matanya menatap datar shela.


"Gak! Aku tetap tidak percaya. Bahkan dia." Ujarnya dengan menunjuk kearah keynara. "Seakan tidak nyaman berada didekatmu."


Genando memejamkan matanya sesaat ,kemudian menghembuskan nafasnya pelan. Sepertinya dia harus melakukan sesuatu.


Ya aku harus melakukan ini.


Genando menangkup wajah keynara dengan kedua tangannya. Keynara hanya diam terpaku karena tatapan Genando, dan sedetik kemudian genando memiringkan wajahnya untuk mendekat ke arah keynara, seakan ingin  menciumnya dan Genando membelakangi shela. Genando berharap agar Shela berpikir bahwa dia dan Keynara memang berciuman, meskipun pada kenyataannya jarak antara bibir mereka hanyalah sebatas ibu jari.


Genando bisa merasakan kekecewaan dan kekesalan Shela. Dan setelah merasa bahwa Shela sudah pergi, Genando segera menjauhkan wajahnya dari keynara.


Keynara diam terpaku ketika Genando sudah mulai menjauhkan wajahnya, namun tangannya masih berada di pipi Keynara. Mereka memang tidak berciuman, namun tetap saja hal itu membuat Keynara lupa bagaimana caranya bernafas, bahkan saat ini jantungnya tidak bisa diajak kompromi. terlalu berdetak cepat.


Dan apa apaan itu? Genando bertingkah kikuk dan tidak mengatakan apa-apa setelah kejadian itu. suasananya bahkan lebih canggung dan menyeramkan dibandingkan saat shela berada diruangan Genando.


~SFSN Quote~


kita tidak tahu kapan cinta itu tumbuh


terkadang tanpa kita sadari, tiba-tiba sudah mencintainya begitu saja