
Sudah dua hari ini Keynara menemani Elizabeth menonton atau melakukan kegiatan lainnya, ada beberapa kesamaan antara Keynara dan Elizabeth. Mereka sama² menyukai makanan korea, sama² menyukai film horor, sama² suka shoping dan hobi makan, hanya dua perbedaan antara mereka. Jika Elizabeth sangat menyukai minuman matcha maka Keynara akan lebih memilih Thai tea, dan urusan film, Keynara akan menolak jika Elizabeth mengajaknya menonton film thriller, dia tidak suka itu. Keynara juga menyadari bahwa Elizabeth itu unik, dia tidak jauh beda dengan Genando, sama Galak dan tegas, cuek tapi perhatian, meskipun terkadang bicaranya suka ceplas ceplos dan seenaknya, namun dia adalah pribadi yang baik, dia juga sangat menyayangi mamanya. Dan soal papanya, sampai saat ini Keynara tidak tau kenapa, pasalnya tidak pernah sedikitpun Genando ataupun Elizabeth menyinggung tentang papanya, mereka selalu membicarakan tentang bagaimana mamanya suka merajuk, atau bagaimana mamanya senang dan bahagia hanya karena Genando ataupun Elizabeth mengajaknya ke wahana bermain.
"jadi bagaimana ceritanya kamu bisa suka dengan kak Genando?". tanya Elizabeth penasaran, saat ini mereka sedang berada di restoran salah satu mall di Jakarta.
Mengheddikkan bahunya. "entahlah". jawab Keynara
"kenapa tidak tau?, aneh. harus ada alasan. aku tidak terima jawaban seperti itu". katanya tak terima namun dengan nada bercandanya.
"tidak ada alasan untuk menyukai seseorang, semuanya mengalir begitu aja". jawabnya lagi yang membuat Eliza pasrah akan jawaban Keynara
"ya ya ya ,kamu terlalu naif, aku lebih suka kalau kamu jawab kalau Genando kaya, tampan, cool atau yang lainnya". paparnya dengan mulut yang tiada henti memakan ice cream.
"terserah kamu bilang aku naif atau munafik. bebas. tapi aku tidak seperti itu. dan kamu tahu". Keynara memberi jeda pada kalimatnya, dia agak mencondongkan tubuhnya kearah Elizabeth untuk memberi tahu sesuatu. "aku dulu benci sekali dengan Genando. sangat benci".
Elizabeth tercengang, memandang Keynara tak percaya. "oya?. kenapa?". tanyanya penasaran
"kakakmu itu galak sekali, saat dikantor aku sering lembur karena dia selalu minta revisi deaign, dan aku juga kena ocehannya setiap hari, salah sedikit marah, berisik sedikit marah. semua orang memanggil dia Devil. aku bahkan setiap hari tidak lupa untuk mengumpatnya dan menyumpahinya". jelasnya semakin membuat Elizabeth tak percaya dan sedikit tertawa.
"biasanya orang akan semakin tergila-gila dengan sifatnya. oh my god. tapi aku suka itu". katanya tak disangka-sangka. "lain kali kita harus kerjasama untuk mengerjainya".
Keynara nampak berpikir kemudian menganggukkan kepalanya. "setuju". jawab Keynara.
Mereka hanyut dalam pembicaraan mereka. saling bertukar pikiran dan saling menceritakan hal² tentang kesamaan hobi mereka menonton drama korea atau hobby mereka yang suka traveling. Elizabeth senang dia bisa bertemu orang seperti Keynara. Dari dulu dia ingin sekali mempunyai saudara perempuan. orang yang bisa diajak bicara seperti saat ini, dan bukan orang yang selalu menyalahkan dirinya bahkan memanfaatkan dirinya.
**********
Office G Group
Vira memandang heran kearah Tita yang sedari tadi terlihat badmood. biasanya wanita itu akan banyak mulut tanpa mengenal waktu, tapi hari ini tidak seperti Tita yang biasanya.
"kurang belaian?. lesu amat". ujar Vira
"emang gak ada yang belai gue mba". jawab tita dengan nada kesal
"kenapa sih. lagi tamu bulanan ya?". tanyanya lagi
bukannya menjawab, Tita hanya menghela nafasnya kasar kemudian melirik kearah Keynara yang sedang mengerjakan design dengan dua earphone di telinganya.
"yah kurang belaian jadi budek dia". ujar Vira entah kepada siapa, dan karena Tita masih saja diam, akhirnya Vira melanjutkan pekerjaanya.
Keynara memanggil Tita ketika ia melepaskan earphonenya. menunjukkan sesuatu Ke Tita yang bahkan sepertinya sahabatnya itu tidak tertarik.
"ada diskon. mau kesini pulang kerja?". tanya Keynara saat menunjukkan diskon besar²an di toko sepatu langganan mereka.
"tumben ada waktu. dari kemarin kemana aja?". ujar Tita masih dengan menatap komputer didepannya. Dia memang sedang kesal dengan Keynara, pasalnya sahabatnya itu akhir² ini tidak ada waktu untuknya. seperti kemarin saat Tita memintanya menemaninya ke mall untuk membeli sesuatu atau saat Keynara membatalkan janjinya dengan Tita yang memintanya untuk menemaninya kerumah Tantenya. Keynara tidak pernah bisa. tidak seperti biasanya. dan karena itu Tita kesal, ia merasa jika Keynara sudah sibuk dengan hal lainnya.
"kok gitu sih ta". Ujar Keynara dengan nada sedihnya
"masih marah soal kemarin?. maaf". ujarnya tak enak. Ini memang salah dia, dia lebih dulu janji dengan Tita tapi malah membatalkannya. saat itu Keynara bingung karena Genando meminta Keynara untuk menemani mamanya sebentar karena sedang sakit, dan Genando harus bertemu clien di hari weekend, sedangkan Elizabert bertemu dia harus ke universitas lamanya untuk menjadi pembicara mengenai program studi S2 yang saat ini ia jalani.
"ta". panggil Keynara
"hm".
"jangan maraah. janji deh gak gitu lagi. jangan marah ya". bujuknya
"traktir gue".
Keynara menghela nafasnya panjang, ini adalah salah satu kebiasaan Tita jika marah. dia akan meminta Keynara mentraktirnya. masih mending jika hanya 1 tempat makan. tapi Tita tidak seperti itu, dia akan memilih banyak makanan untuk dibelinya.
"gue bisa apa selain menuruti permintaan lo". kini Keynara yang merasa kesal sedangkan Tita hanya terkikik geli.
"ini baru Keynara. love u".
"basi". celetuk Keynara.
"tadi aja kecut banget muka kayak cuka, sekarang maunya udah diturutin baru seneng". ledek Vira
"biarin". balas Tita
"harga lo murah amat mba?. semurah harga makanan". sindir Eko
"gue seharga makanan mahal kelas atas, kalo lo seharga macilor yang satu sendok seribu". ledek Tita tidak mau kalah. "atau tahu bulet di goreng dadakan satu gope kalau dua seribu". lanjutnya lagi
Rekan kerjanya yang lain hanya menjadi pendengar dan penonton setia, meskipun terkadang mereka berisik dan mengganggu pekerjaan, tapi berkat Eko dan Tita pula suasana tim kreatif design selalu hidup, selalu ada tawa diantara mereka.
"saya harap ada yang menerima kamu apa adanya ya Tita". ujar Rafiq tiba²
"ih pa Rafiq kok bilangnya gitu, lihat apaan sih". ujar Tita sedih, dia selalu menganggap perkataan Rafiq adalah hal yang serius, pasalnya lelaki itu tidak hanya kuat imannya, tapi terkadang bisa menebak sesuatu dengan tepat, dan membaca masa depan dengan tepat. hanya sesekali dia bisa membaca atau melihat masa depan atau apa yang akan terjadi nanti. karena menurut Rafiq dia tidak bisa membaca dan melihat masa depan setiap saat atau sesuai kemauan dia. hanya jika sedang diperlihatkan saja.
"gak lihat apa², saya cuma bicara asal. kamu kan gitu kelakuannya masih kayak anak SMA. jadi semoga aja ada laki² dewasa yang terima kamu seperti itu". jelasnya
"kirain apaan, bikin jantungan aja deh pa Rafiq".
meskipun begitu, Tita tetaplah Tita, dia hanya khawatir sebentar kemudian akan kembali ke sifat aslinya. buktinya sekarang ini masih saja sibuk untuk saling mengejek dengan Eko. membuat yang lainnya hanya bisa mendengus pelan melihat tingkah rekan kerjanya itu.
**********
Widia - mama Keyanara, ia sedang duduk diruang TV dan memandang ke halaman belakang dengan senyum, penyekat ruangan tv dan halaman belakang hanya menggunakan pintu kaca, sehingga widia dapat melihat apa yang sedang terjadi disana. Dia melihat dua laki laki sedang asik bermain catur dengan serius. dan saat melihat Keynara yang sedang menghampirinya, dia juga tersenyum kemudian menyuruh anaknya itu untuk duduk mendekat pada dirinya, Widia memegang erat tangan anaknya, kemudian menatapnya.
"kamu tahu?". ujar Widia. "mama bahagia sekali kamu bisa lepas dari keterpurukanmu, mama senang, mama bahagia ada seseorang yang bisa buat kamu tersenyum lagi". lanjutnya lagi
"aku bahagia setiap hari, karena ada mama,papa, Amel, Tita, dan teman Rara dikantor".
"hidup seperti soal ujian ma. ada pertanyaan ada pula jawabannya. dulu Rara bertanya-tanya kenapa dulu semua itu terjadi pada Rara, tapi kali ini tuhan menjawabnya. tuhan kirim yang lebih baik dari dia. Rara tahu, rasanya aneh mengatakan ini karena baru beberapa minggu Keynara menjalani hubungan dengan Genando. tapi disini Rara juga harus yakin, dan Rara butuh doa dari mama dan papa. doakan agar rara tidak jatuh kelubang yang sama untuk kedua kalinya. Rara juga tidak akan membiarkan mama atau papa menangis untuk kedua kalinya". paparnya dengan menghapus air mata yang mengalir dipipi mamanya.
"mama selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu".
Keynara tersenyun lembut kemudian memeluk mamanya dengan erat. kini dia membawa mamanya untuk menghampiri Genando dan papanya yang sedang bermain catur dan juga membawakan dua gelas kopi hanat untuk mereka.
"aku kalah". ujar Genando sedih ketika permainan caturnya sudah dua kali dikalahkan oleh papa Keynara.
"papa itu jago, Tama sama pa Rafiq aja kalah terus". paparnya.
"mereka suka kesini?". tanyanya dan Keynara mengangguk
"papa bosen ma". ujar handoko kepada Widia. "papa bosen tidak pernah kalah main catur". ujarnya bangga dan yang lainnya hanya tertawa kecil.
"maaf, papa Rara memang suka sombong". katanya ke Genando
"loh jadi papa yang kena sasaran". rajuknya
"yasudah kalian lanjut saja ngobrolnya, kita kedalam dulu ya". ujar Widia kemudian menarik suaminya itu untuk kedalam rumah dan memberikan waktu untuk Keynara dan Genando, karena bagaimanapun Widia juga pernah muda dan ingin selalu berduaan dengan pasangannya.
"aku akan belajar trik catur sama Niko (orang kepercayaan Genando). lain kali aku harus menang". ujarnya kemudian menyesap kopi. mereka kini berada diruang TV, karena diluar gerimis maka mereka memutuskan untuk pindah kedalam.
Keynara menyenderkan kepalanya di dada Genando, kemudian memainkan game diponselnya. The sims.
"suka main game?". tanya Genando
"iya, hanya game ini". ujarnya kemudian menunjukkan ke Genando.
Genando mengecup kepala Keynara dan mengelusnya. "kamu gak jauh beda sama Elizabeth. dia suka sekali main game, tapi dia sukanya main game cowo. aku kalah terus kalau sama dia".
"oya?".
"hm".
"kamu kayaknya gak jago main game. kamu jagonya marah²". ledek Keynara
"itu gimana mainnya?". tanya Genando penasaran. "kok ada bayi?". tanyanya lagi ketika dia melihat ada bayi si satu ruanha yang tentunya bukan bayi sungguhan karena itu hanya animasi.
"ini game kayak kehidupan sehari-hari aja, butuh makan, minum,masak, buat rumah, dekor rumah, mobil, pacaran. nah kalo punya aku yang ini udah nikah. udah punya anak satu". katanya memberi tahu.
"game cewe banget. gak ngerti aku begituan".
"cowo juga ada yang main kok, masa kamu gatau game The sims?. ini awalnya di komputer tapi sekarang udah ada versi android".
"jadi gimana bisa punya anak?. begituan?". tanya Genando
Keynara tersenyum geli. "iyalah. emang ada cara lain buat punya kalau gak begituan?".
"terus?". tanyanya lagi
"terus apa?". tanya Keynara bingung
"iya. itu kamu yang nyuruh mereka atau otomatis mereka begitu".
"kok kamu kepo?. main sendiri sana". ujar Keynara membuat Genando merengut, pasalnya dia penasaran.
Keynara yang melihat ekspresi Genando hanya tersenyum geli. namun akhirnya menjelaskan ke Genando. "jadi disini itu kamu harus selesain quest the sims love in the air gitu jadi baru bisa menikah". uajrnya kemudian memperlihatkan gamenya sembari ia mainkan. "nih cowonya kamu undang, klik badannya ada pilihan kiss, dll. kamu harus klik ini berkali-kali sampai level romancenya full, baru bisa nikah. kalau mau buat anak tinggal klik ini, udah deh gitu doang". jelasnya
"kamu liat dong mereka bikin anak". godanya
"di blur. ini indonesia mas". selanya
"kirain". ujarnya terkikik. "kalau kamu kapan siap nikah?". tanyanya tiba²
"kalau gak sabtu ya minggu". jawab Keyanra bercanda
"Jakarta banget ya. sabtu minggu". ujarnya terkikik. "aku serius loh nanyanya".
"hm. jangan buru², setidakanya biar kita saling yakin terlebih dahulu". jawabnya. Keynara mematikan pinselnya kemudian tangannya memeluk pinggang Genando dengan kepala yang masih bersandar di dadanya. Genando tidak ingin memaksakan Keynara, karena bagaimanapun dia juga bersyukur saat ini sudah bisa bersamanya, dia hanya bisa berusaha saat ini dan urusan kedepannya dia serahkan kepada tuhan.
"aku beruntung dan bersyukur bisa bertemu aama kamu" ujar Genando
"gombal banget".
"aku serius. Tuhan selalu punya cara yang tidak terduga untuk hambanya. dan aku suka cara dia mempertemukan aku sama kamu, aku suka caranya ketika dia mendekatkan aku sama kamu". Keynara hanya terdiam, mendengarkan perkataan Genando dengan seksama.
"aku berharap kita akan saling terbuka. jangan sembunyikan apapun. tegur aku kalau aku salah, atau buat kamu kecewa dan sedih, karena aku tidak tahu kedepannya akan terhadi hal apa. jadi, jika ada suatu hal yang mengganjal dihati dan pikiran kamu. beritahu aku. kita jalani hubungan ini berdua jadi aku mau kita lalui sama², kita hadapi sama². ujarnya panjang lebar.
"iya aku akan lakukan sebaik mungkin". jawab Keynara
Genado mengeratkan pelukannya ke Keynara, sesekali mengecup kepalanya, dan Keynara hanya tersenyum malu, bersembunyi di dada Genando ketika kekasihnya itu beberapa kali mengatakan kalau dia amat mencintainya.
Quote SFSN~
Jika kamu merasa hidup itu tidak adil
jangan pernah sesekali menyalahkan tuhan
karena terlepas dari itu, dia jauh lebih tau apa yang kamu butuhkan
dan ingat, tuhan akan memberikan apapun untukmu ketika kamu memintanya dengan sungguh-sungguh