Starting From Saturday Night

Starting From Saturday Night
4 - denganmu terasa berbeda



Saat ini, tim kreatif design, dan promosi tengah berkumpul diruangan meeting. meeting kali ini diadakan dengan dua orang perwakilan dari perusahan Ccarlot Group yang natinya akan menjalin kerjasamana dengan G Group untuk membuat suatu produk baru. GG X Ccarlot.  kerjasama kali ini sangatlah penting, selain G Group, Ccarlot juga merupakan suatu perusahaan yang berpengaruh karena setiap produk fashion yang diluncurkan selalu berhasil melampaui target pasar. bahkan bahkan baik pengusaha, selebriti, politikus memakai brand hasil dari Ccarlot group. 


"kita tertarik dengan konsep yang dibuat untuk mempromosikan produk kita. namun saya ingin ada tambahan sedikit dan nanti tim kami akan memberi tahu tim anda pak Genando." papar Simon selaku perwakilan Ccarlot. "oh ya dan untuk model , pihak kita yang tentukan, namun untuk urusan jadwal pemotretan dan lain sebagainya tim anda yang mengurusnya. ya saya rasa itu saja. untuk keseluruhan saya puas dengan meeting ini." lanjutnya lagi 


"baik pa Simon, kami akan bekerja semaksimal mungkin agar kerjasama kita bisa berjalan dengan lancar dan sukses." Ujar Genando


Genando mengantar keluar perwakilan dari Ccarlot, setelah semuanya selesai Genando belum mempersilahkan karyawannya untuk keluar, karena ada beberapa point penting yang harus disampaikan.


"oke semuanya. seperti yang kalian ketahui kalau kita akan bekerja sama dengan perusahan penyandang brand terbesar." ujarnya lantang. "dan seperti yang sudah kita bahas, saya berharap sekali kalian bisa melakukan pekerjaan ini dengan teliti, saya tidak mau kalian asal-asalan."


Genando menunjuk ke setiap divisi. "tim design, kasih saya 3 referensi disetiap tema produk, dan bagian promosi, saya mau kalian buat semenarik mungkin, dan segera berikan konten promosi ke tim kreatif design." elasnya dengan tegas dan masing-masing tim mencatat setiap kebutuhan dan apa yg ahrus mereka lakukan.


"nanti tim Ccarlot akan menghubungi setiap devisi. jadi saya rasa itu saja. ingat saling komunikasi jangan ada miss sedikitpun." tambahnya. "kalian boleh keluar sekarang."


 


Jam istirahat biasanya tim KD (kreatif design), akan makan siang bersama dikantin, namun entah ada angin apa, hari ini Eko mentraktir semua tim design dengan layanan pesan antar.


"mantaaap gue doakan semoga rejeki bertambah." Ujar Tita mendoakan kemudian mengambil 1 box hokben dan 1 thai tea, begitupun yang lainnya. semuanya sama.


"oya ra, nanti jadi ke tempat event sama pak Ge?" tanya Tita sembari mengunyah makanannya


mengangguk pelan. "Jadi, jam satu jalan."


"enak banget sih, kenapa lo mulu yang disuruh kesana." ujar Tita dengan kesal yang dibuat-buat.


"Ember. pake pelet ya?" sela Eko


"emang situ pake pelet." celetuk Tama. jika seperti ini tim muda akan saling mengejek dan membully, tidak berlaku untuk tim tua, kecuali Vira. tapi kali ini Vira hanya diam berhubung perutnya sedang sakit karena datang bulan, karena jika tidak, maka Vira akan menghujat eko habi habisan.


"sini balikin makanan sama minumannya." paksa Eko


"yang sudah diberi tidak bisa diambil lagi." sela Rafiq


"punya saya ini." tolak Tama tak rela, kemudian menjauh dari Eko.


"gini nih, manusia kadang suka gak tahu terimakasih. udah di traktir begini. bukannya puji dikit malah tetep aja dibully." ujar Eko pasrah entah pada siapa. yang lain hanya tertawa


"ingat kata-kata pa Rafiq kemarin, harus tulus. lagian kita tuh jahat didepan bukan dibelakang, itu namanya teman yang benar benar teman." Ujar Tita.


"Kalau Fake Friend, hujatnya dibelakang manis didepan. Pilih mana?". lanjut keynara


"kamu maunya aku pilih yang mana?" katanya manja


"okee selamat makaaan". potong Vira yang akhirnya buka suara. jika seperti ini mereka tidak akan pernah selesai makan.


 


saat ini Keynara dan Genando sedang menuju perjalanan ke tempat dimana Event G Group akan dilaksanakan, tempat dimana Genando bertemu dengan Shela. Gedung Exhibiton Center.


keduanya hanya diam, sesekali Genando bertanya mengenai kesiapannya dalam membuat design GG x Ccarlot bahkan sampai mereka sampai di gedung.


"Art town." guman Keynara tanpa sadar, matanya dan tangannya masih sibuk dengan ponselnya.


"kamu mau kesana?" tanya Genando membuat Keynara memandangnya tak percaya.


Exhibiton Center memang sangat luas. beberapa hall dipakai untuk berbagai pameran apapun. dan satu hal, Keynara sangat menyukai lukisan, dan dia sangat senang ketika mengetahui jika ada pameran Art Town digedung yang saat ini ia datangi. pameran ini jarang diadakan. terkadang 2 tahun sekali, dan berbagai macam lukisan dari pelukis ternama yang disuguhkan.


"Tentu" jawabnya


"kalau begitu setelah ini kita kesana." ujar Genando kemudian melangkah terlebih dahulu, meninggalkan Keynara yang masih diam ditempatnya.


"selamat siang Pak Genando dan keynara." sapa Wawan selaku pengurus Gedung EC saat keduanya tiba. Wawan memang sudah kenal dengan Genando dan keynara. mengingat keduanya memang sering mengunjungi EC.


"siang pak." balas Genando dan Keynara bersamaan


"bos sama karyawan kompak ya". ledeknya, namun keduanya hanya tersenyum


"saya liat orang-orang bapa gesit semua, semua persiapan sudah disiapkan. sepertinya sisa 30%". ujar Wawan. memang saat ini ada beberapa karyawan G Group terutama bagian umum untuk mengurus segala keperluan pameran baik interiornya maupun keperluan lainnya.


"iya. saya kesini untuk melihat progressnya." ujar Genando


"oya beberapa hari yang lalu saya tidak sengaja melihat bapak berbicara dengan bu Shela. bapak kenal?" tanya Wawan.


"Pak Wawan kenal dengan Shela?" kali ini Keynara bertanya


"itu juga baru kenal kemarin. katanya sih calonnya pemilik gedung ini."


Keynara mengangguk, kemudian melirik sekilas ke arah genando yang tampak biasa saja.


"sepertinya saya harus pergi terlebih dahulu pa. saya harus ke hall lain untuk pengecekan." kata Wawan kemudian kemudian pergi.


Keynara dan Genando melanjutkan untuk melihat-lihat bagian umum yang sedang mengerjakan booth pameran. Genando tampak serius, sesekali memberitahu bawahannya dan memberi saran harus mengerjakannya seperti apa. jika sudah menyangkut tentang pekerjaan, dia akan sangat serius.


Keynara memandang Genando yang sedari tadi memegang lehernya. merasa tidak nyaman. "bapak baik-baik saja?" tanya Keynara


"tenggorokan saya sedikit sakit." jawab Genando masih memegangi lehernya


"sebentar." ujar keynara kemudian hendak pergi


"kamu mau kemana?" teriak genando ketika Keynara pergi begitu saja.


"bapak tunggu sini sebentar." Keynara tidak menjawab, kemudian pergi begitu saja.


Tidak lama, hanya butuh waktu lima menit saja untuk Keynara pergi. dia kembali membawa kantong plastik berisikan minuman untuk panas dalam kemudian menghampiri Genando yang tengah duduk. tidak ada niat apapun, hanya saja sebagai bawahan keynara perlu memberikaan ini.


"bapak minum ini." keynara memberikan minuman panas dalam ke genando. "itu panas dalam, kungkin bapak kurang minum air putih."


"saya memang tidak begitu suka air putih." ujar Genando memberitahu


"pantesan." gumam Keynara dan Genando hanya tersenyum melihatnya.


"kamu beli ini dimana?" tanya Genando


"di minimarket depan gedung. Apa sakit sekali? maksudnya apa sudah parah?" tanya Keynara memastikan


Genando menggeleng. "baru berasa tadi pagi. belum parah."


"syukurlah. besok-besok bapak harus minum air putih yang banyak, yang hangat juga. tidak enak jika tenggorkan sakit. mau makan apapaun susah, mau makan pedas juga susah, apalagi kalau sudah parah." Keynara duduk menyamping menghadap Genando. "kalau sudah parah, mau telan makanan ,ya ampuun serasa tenggorokkan di sayat sayat pakai cutter. jadi bapak harus minum air putih, dan minuman panas dalam sebanyak mungkin agar tidak parah." lanjutnya lagi panjang lebar. Genando hanya mengamatinya, terasa lucu melihat karyawan didepannya itu bicara tanpa ragu.


"kamu seperti mama saya." ujarnya dengan senyuman yang tidak bisa disembunyikan.


"maaf." ujar keynara merasa dirinya tidak sopan berbicara seperti itu.


"kenapa minta maaf?" tanya Genando heran.


"sudah menggurui."


"kamu tidak menggurui dan saya senang kamu peduli sama saya." jujurnya kemudian menatap Keynara yang saat ini ikut melihat kearahnya.


Keynara berdehem, mengalihkan pandangannya ketika bosnya itu menatapnya dengan senyuman yang menurutnya aneh. aneh karena Keynara merasa itu senyuman yang diberikan laki laki ke perempuan yang disukai. seperti Marko ke Keynara


"saya merasa akhir akhir ini jauh lebih menyenangkan." ujar Genando entah kepada siapa


"maksud bapak?" tanya Keynara heran


"tidak. terimakasih untuk ini." katanya dengan menunjukkan kantong plastik berisi minuman yang diberikan oleh keynara.


Keynara mengangguk dan reflek menjauh ketika tangan Genando terulur kerah rambutnya. melihat itu Genando malah semakin mendekat kearah Keynara. membuatnya salah tingkah


Genando tersenyum melihat reaksi Keynara. "memang kamu tadi lewat mana sampai ada daun di rambut kamu?" tanyanya sembari mengambil daun yang ada dirambut Keynara. Keynara bisa melihat jika Genando ingin tertawa namun ditahan olehnya.


astaga malunya .....


Keynara tersenyum kikuk, merutuki dirinya sendiri dan rasanya saat ini ia ingin menertawakan dirinya sendiri.


~Genando Quote~


untuk pertama kalinya aku merasa tidak perlu khawatir


dan untuk pertama kalinya aku merasa ada yang berbeda


sebelumnya aku pernah merasakan cinta namun denganmu semua terasa berbeda


yang aku rasakan kemarin tidak seperti yang aku rasakan sekarang.