
Berhari hari setelah kejadian di toilet Jinny menjadi lebih pendiam dan dingin, dia sangat irit bicara, hanya seperlunya saja. Hal ini tentu saja membuat orang orang terdekatnya merasa khawatir, tak terkecuali mama dan papanya
...
Sementara disebuah gedung pencakar langit, terlihat Jihoon yang sedang gelisah. Sulit untuk fokus dengan pekerjaannya karena memikirkan sikap putrinya belakangan ini
Dia memanggil Hamdan untuk masuk keruangannya dengan teh chamomiledan sedikit cemilan, mungkin ini bisa membantu
"Hamdan, coba cari tau apa yang terjadi dengan anakku, siapa yang berani menyakiti dia seperti ini"
"Saya sudah mencari tau soal ini pak sejak hari pertama perubahan non Jinny, tapi sampai sekarang belum menemukan hasil"
"Sudah hubungi Haikal? Mungkin saja dia tau"
"Sudah pak, dan jawaban tetap sama. Mungkin saja non Jinny sedang dalam priode wanita pak, jadi bisa seperti ini"
Jihoon menghela nafas kasar, memang benar kata Hamdan, terkadang putrinya itu bisa tiba tiba berubah moodnya jika sedang dalam periode 'wanita'.
"Apakah menurutmu aku khawatir terlalu berlebihan?"
"Tidak berlebihan pak, itu wajar kok, bapakkan seorang ayah"
Jihoon menganggukkan kepalanya
"Ohiya pak, soal Tsugayo ayah dari Uchinaga, ada kabar mengatakan bahwa dia melarikan diri dari penjara"
"Cari dan temukan dia sampai dapat, jangan sampai dia mendekati Uchi. Itu sama saja dengan membahayakan Jinny"
"Baik pak, Haikal sekarang sedang bekerja mencari informa-"
Drrtt drttt! Drrtt drrtt!
Suara getaran handphone ditangan Hamdan membuat sang empu mengehentikan ucapannya, dilihatnya ada nama Haikal terpampang dilayarnya
"Haikal pak"
"Speaker"
Hamdan punya firasat buruk tentang ini, jantungnya memberi isyarat dia akan bekerja lembur lagi
"Gawat Dan!"
"Gawat kenapa Kal?"
"Tsugayo kabur dari penjara, dia udah jadi buronan di Jepang"
"Cari dia sampai dapat! Jangan sampai lepas!", Suara tegas Jihoon menyahuti setelah merampas handphone Hamdan
"Saya sudah mencari informasinya pak dan ini sudah tingkat darurat"
"Jelaskan dengan detail Haikal!"
"Tsugayo di Korea, dia mau.. ngambil.. putrinya lagi"
Suara Haikal sedikit tercekat dari seberang sana, sedang berusaha untuk profesional dihadapan bosnya ditengah kekhawatirannya sebagai seorang ayah
"Kerahkan anak buah kita untuk mencarinya! Jangan sampai dia berani memasuki wilayahku! Aku percaya padamu Haikal!"
"Baik pak! Akan saya laksanakan!"
Hening sejenak..
"Haikal, jangan khawatir, kita pasti bisa, anak kamu juga bagian dari tanggung jawab saya"
"B-baik.. pak.. terima kasih"
Tut!
Sambungan telefon diputuskan Jihoon
"Kerahkan perlindungan lebih kuat ke anak anak dan istri saya!"
"Baik pak!"
"Juga.. kamu dan Haikal! Lindungi diri kalian! Kita harus bergerak lagi, Tsugayo bukan sembarang orang yang bisa kita singkirkan seperti biasanya, dia lebih licin"
"Baik pak!"
...
"Jin.. lo serius gamau bareng kita?"
Jimin, Laura dan Uchi sedang berusaha membujuk Jinny agar mau pulang bersama dengan mereka bertiga. Ayahnya menelfon untuk berhati hati karena mereka sedang dalam keadaan urgent, entah apanya yang urgent Jimin juga ga ngerti tapi yang pasti dia harus menuruti perintah ayah ya
Sedangkan Jinny kembali memberikan gelengan kepalanya, entahlah.. hatinya belum siap untuk bersama mereka lagi dengan semua fakta yang sudah didengarnya beberapa hari yang lalu
Suara dingin Jinny kembali didapatkan Jimin dan yang lainnya
"Lo lagi ada masalah ya Jin? Kan bisa cerita sama kita Jin, jangan gini dong", Laura mendekati Jinny berusaha membujuknya, sungguh ini tulus membujuk sahabatnya tanpa embel embel yang lain
"I need space Ra", suara Jinny pekan penuh penekanan
"Jin kalo lo ga pulang bareng kita, trus ada apa apa sama lo dijalan, pasti kita juga yang bakal kena imbasnya", kesabaran Jimin sudah sangat menipis tapi dia sedang berusaha melembutkan intonasinya agar tidak memancing api
"Jadi kalian ngajak gue pulang bareng cuma karna takut kena 'imbas'nya gitu?", Tanya Jinny yang menekankan kata terakhirnya
"Ngga gitu Jin-"
"Ngga gitu gimana? Coba deh sekarang gue tanya ke kalian, kalian beneran tulus temenan sama gue? Atau karna harta doang?"
"Maksud lo apa Jin?"
"Gausah pura pura bego deh Min, gue tau muka asli lo!"
"Jin gue ga ngerti maksud lo ap-"
Bruk!
Tiba tiba Uchi masuk kedalam mobil dengan raut wajah ketakutan, sontak saja perdebatan antara Jinny dan Jimin terhenti. Mereka langsung menyusul kearah mobil, melihat Uchi bergetar ketakutan dan menangis
Laura masuk kedalam mobil dan memeluk Uchi yang tiba tiba ketakutan seperti ini, tidak ada yang tau apa yang terjadi
"Kenapa Chi? Ada apa?"
"Ayo pulang! Gue mau pulang! Gue takut...", Suara Uchi memohon kepada teman temannya sambil menangis
Jimin pun langsung menarik paksa Jinny agar masuk kedalam mobil dan mengunci pintunya, lalu dia berjalan kebangku yang diduduki Laura dan Uchi.
"Jalan pak!", Perintah Jimin kepada pak supir
Pak supir melajukan mobilnya sedikit lebih cepat, karena merasa keadaan urgent, dia menghidupkan sinyal bahaya dimobil yang dapat dideteksi langsung oleh Jihoon, Hamdan dan Haikal
Jinny tak membantah lagi, dia menghadap kebelakang melihat Uchi yang sedang berusaha ditenangkan oleh Jimin dan Laura. Tapi itu tak berlangsung lama, sampai tiba tiba mobil mereka dihadang oleh seorang pria berwajah jepang
Cittt!
Jinny yang belum memakai seatbelt pun terhuyung kedepan, kepalanya terbentur dashboard mobil dan berdarah. Jimin melihat itu dan langsung panik, dia mengecek keadaan Jinny dari bangku belakang
"Jin lo kenapa? Mana yang luka?"
Jinny meringis sebentar, ingin menjawab pertanyaan Jimin tapi belum saja membuka mulut, dia kembali terlonjak kaget saat kaca mobilnya digedor kuat
"Tolong.. ayah tolong..." uchi menangis semakin kuat didalam dekapan Laura
Tak hanya kaca pintu Jinny, tapi pintu yang lain juga digedor kuat oleh segerombol orang yang tiba tiba datang
"Jalan pak!! Cepetan!"
Supir pun kembali melajukan mobil mereka, tapi tak lama kemudian mobil mereka oleng
"Pak ada apa ini?",
Tanya Jimin panik sambil berusaha memeluk Jinny dari belakang agar tidak terhuyung lagi, sementara Laura memeluk Uchi erat di bangku belakang
"Sepertinya mereka sudah merusak ban mobil kita, hubungi pak Haikal!"
Laura dengan cepat menghubungi ayahnya, tapi tidak tersambung
"Ga bisa Min.."
"Ayah pliss angkat dong!"
Tangan Laura kini ikut bergetar, kemudian handphone ditangannya tercampak ntah kemana bersamaan dengan mobil mereka yang menabrak pohon dipinggir jalan
Karena benturan mobil yang kuat, pelukan Jimin ke Jinny terlepas dan membuatnya ikut terbentur pintu mobil. Sementara Jinny yang terluka parah dikepalanya karena berbenturan kuat dengan dashboard dan kaca depan mobil
Sedangkan Uchi juga terhuyung kedepan dan Laura kesamping, masing masing dari mereka mendapatkan luka ringan dipelipisnya.
✓ New Character Unlocked
Fujimara Tsugayo