Sorry, I Did

Sorry, I Did
eps 12 - 'Best'



Jinny berlari kearah ruangan ayahnya, dia benar benar pergi kekantor ayahnya setelah pulang sekolah. Sementara Uchi dan Laura juga mengekor belakang, hanya saja langkah mereka sangat lambat hingga tertinggal jauh dari Jinny


Ayahnya menelfon untuk mengantarkan Jinny kekantor G&J Company, perusahaan raksasa milik Jihoon.


"Lu beneran ikhlas Chi? Kalo gue sih ngga"


Laura memasang wajah dinginnya sejak menginjakkan kaki disini, sungguh dia ingin pulang dan bermain dengan kucing kucingnya saja daripada disini melihat drama anak papa itu


"Gue punya alasan buat milih ini Ra, saran gue, lu jauhin Windy, dia busuk"


"Setidaknya ga munafik"


"She's so so so bad more than Jinny"


Langkah mereka terhenti ketika melihat ayahnya merentangkan tangannya didepan pintu ruangan besar milik CEO itu, Laura melihat itu dan langsung berlari kearah ayahnya


"Ayah kangen"


"Cup cup cup anak ayah kenapa ini? Hm?"


Haikal mengecup dan mengelus rambut Laura yang sudah mulai luntur warnanya, lalu kemudian melihat anaknya yang satu lagi masih berdiri diam didepannya


"Yang sana gamau peluk ayah juga? Masih kosong nih sebelah kiri"


Uchi tertawa kecil lalu ikut memeluk ayahnya


"Kita keruangan ayah yuk"


...


"PAPAAAA!!!"


Teriakan Jinny menggelegar diruangan besar itu membuat Jihoon merentangkan tangannya juga


"Congrast putri papa!"


Beberapa kecupan hinggap diwajah Jinny


"Makasih pa, padahal aku belum ulang tahun yang ke 17, tapi udah diizinin"


"Papa lihat keinginan kamu buat jadi model tuh... besar, jadi papa dengan sengala pertimbangan akhirnya kasih izin ke kamu"


"Tapi pa, mama kemana ya? Udah lama ga telfon Jinny nih"


"Mama lagi ada kerjaan di Eropa sayang, nanti pasti langsung pulang, percaya deh"


"Oke pa, makasih ya pa sekali lagi"


...


Kabar debut nya Jinny sudah naik ke publik, banyak warga net dan para media yang mulai menyoroti Jinny. Semua informasi tentang Jinny langsung melejit naik ke sosial media, dari mulai asal usul Jinny, keluarga Jinny, teman Jinny, hingga sekolah dan prsstasi Jinny pun tak luput dari perhatian semua orang


Debutnya Jinny sudah tersebar keberbagai kota hingga negara, banyak brand brand ternama yang ingin mengikat kontrak dengan Jinny. Selain karena kecantikannya yang elegant, keluarga Jinny yang merupakan salah satu orang orang paling berpengaruh di Korea Selatan, Jinny merupakan investasi besar bagi agensinya


Hal ini tak luput dari perhatian seseorang yang sedang berada dibelahan dunia bagian lain, dia tersenyum menatap layar ponselnya yang sedang menunjukkan artikel tentang Jinny


"Makin cantik aja lu Jin"


"Andaikan gue kenal lo lebih cepat, gue ga bakal repot repot minta kuliah di Chicago"


"Duh nyesel banget gue!"


"Kalo gini caranya gue makin banyak saingan dong?!"


"Ga ga ga! Gue harus buktiin kalo gue pantes buat lo Jin! Tungguin gue ya Jin"


Lelaki itu bermonolog sendiri sambil melangkahkan kaki kearea kampusnya disalah satu kota Amerika, Chicago


...


Debut Jinny jauh lebih booming daripada debutnya Windy beberapa waktu lalu, hal ini membuat Jinny mendapatkan perhatian lebih besar daripada Windy, baik dari agensi, media ataupun warga net. Tak jarang mereka dibanding bandingkan satu sama lain bahkan fans mereka pun sampai bertengkar di sosmed


"Brengsek!"


Windy membanting handphonenya setelah melihat sosial medianya, semua tagar, feed dan hotline berpusat pada Jinny. Ini membuatnya semakin membenci Jinny, bukan hanya tentang Arkan saja sekarang, tapi juga tentang karirnya


"Awas aja lu Jin, tunggu tanggal mainnya"


...


Sudah dua bulan sejak Jinny berkarir sebagai model, dan selama itu juga dia berusaha keras untuk tetap mempertahankan sekolahnya ditengah tengah padatnya jadwal photoshoot


Hanya Uchi satu satunya yang mendukung Jinny dan senantiasa bersama dengan Jinny, hal ini bukan semata mata tulus untuk Jinny, melainkan supaya Jihoon bisa menotice nya dan kembali menjadwalkan debut untuknya


"Lu gamau istirahat dulu Jin? Keknya capek banget"


"Ngga deh Chi gue harus sekolah"


Uchi melihat wajah Jinny yang kelelahan itu, lalu memberikan kompres es batu untuk menenangkan mata Jinny yang sedikit menghitam


"Chi.. lu beneran gatau dimana Jimin? Gue kangen banget sama dia"


Uchi menggeleng pelan, dia juga tidak tahu keberadaan Jimin, ayahnya selalu tutup mulut soal Jimin. Bahkan belakangan ini ayahnya jarang pulang kerumah, kalaupun pulang pasti saat dini hari.


"Oh iya Chi, gue bakal ngomong ke papa soal lu sama Laura"


Deg!


'apalagi nih?'


"Gue bakal minta ke papa buat debutin kalian juga, biar kita bisa sibuk bareng bareng"


"Se-serius Jin?"


Jinny mengangguk semangat lalu melepas kompres es diwajahnya


"Gue udah tau semuanya, soal lu, Laura dan Jimin"


"M-maksud lo?"


"Kalian udah jadi trainee sejak lama kan? Bahkan sebelum gue masuk kelas modeling"


Deg!


Jantung Uchi rasanya mau lari dari tempatnya sekarang ini


"I-itu Jin gu-gue bi-"


"Tenang aja, gue ga marah kok, gue bakal usahain supaya kalian debut dan kita bisa sukses bareng bareng"


"Ma-makasih Jin"


"Heh! Gue bilang ini semua tuh supaya ga ada lagi yang gue tutupin lagi dari kalian Chi, jangan canggung gitu dong"


Uchi menangis dan memeluk Jinny, sungguh dia terharu perjuangannya tidak sia sia


"Makasih banget Jin, maafin gue Jin, maaf"


"Itu bukan kesalahan, tenang aja"


...


Jinny benar benar menepati ucapannya, hari ini Laura dan Uchi mendapat kabar dari agensi bahwa tanggal debut mereka sudah ditentukan kembali, hanya beberapa hari dari sekarang. Photoshoot memang sudah dilakukan sejak lama bahkan sebelum kecelakaan waktu itu


"Ini seriusan Chi?"


"Udah gue bilang, lo harus percaya sama Jinny"


Laura memeluk Uchi sambil melompat lompat, sungguh hatinya benar benar dibawa keatas awan sekarang


"Tapi Jimin..."


Laura kemudian langsung diam dan kembali mengingat Jimin yang sampai sekarang belum ada kabar


"Jimin bakal balik lagi kesini dan akan segera debut juga seperti kalian, hanya saja butuh waktu sedikit lebih lama lagi"


Haikal bersuara dari balik pintu kamar anak anaknya, kemudian langsung diserang dua gadis itu yang berlari memeluknya


" Eh eh satu satu dong jangan keroyokan gini"


"Jimin beneran bakal balik kan Yah?"


"Iya sayang, dia udah pulih, cuma emang belum pulih total untuk bisa beraktifitas padat seperti Jinny nantinya, makanya debut dia sedikit lebih lama dari kalian"


"Sayang ayah deh!"


"Ayah bener bener best!"


Haikal tersenyum miring mendengar kata 'best', ah sungguh dia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi mereka jika tau apa yang terjadi dengan Jimin


...