
Ini minggu kesmpat setelah pertemuan terakhir Jinny dan Arkan, siapa yang sangka Windy bakal satu kelas dengan mereka, bahkan duduk di bangku yang bersebrangan dengan Jinny dan Jimin
Jinny dan Jimin merupakan murid dengan IQ yang hampir diatas rata", mereka mengambil alih semua posisi 1 dan 2 baik juara kelas ataupun juara paralel.
Kabar baiknya Jinny dan Jimin juga akan mendapatkan lompatan kelas di semester depan karena minggu lalu mereka berhasil membawa pulang banyak trofi untuk sekolah saat mengikuti berbagai macam olimpiade
Windy sendiri sudah mendapatkan debut resminya 3 minggu yang lalu dan kini dia sedang berada ditengah padatnya jadwal sebagai idol dan juga jadwal sekolah. Tapi Windy tidak ingin menelantarkan sekolahnya, dia bertekad untuk lulus dengan baik di sekolah walaupun tidak tau bagaimana kabar nilainya
Windy menjadi penguasa kabar utama di mading sekolah selama seminggu penuh dengan kabar dia yang berhasil debut. Disamping itu ada juga Jinny dan Jimin yang juga menjadi berita utama sekolah karena membawa pulang banyak trofi olimpiade
Sejak 2 minggu yang lalu Jinny dan Jimin tak ada dikelas, jadi Windy merasa nyaman saja bersekolah disini. Tapi hari ini mereka berdua kembali mengikuti pelajaran sekolah setelah beristirahat 1 minggu full
Kedatangan Jinny dan Jimin disambut hangat oleh seluruh sekolah, saat upacara dipagi hari Jinny dan Jimin diperkenalkan oleh kepala sekolah karena sudah mengharumkan nama baik sekolah
Dibarisan kelas 10-A terlihat Uchi dan Laura yang betepuk tangan paling semangat, sedangkan dibarisan belakang ada seseorang yang merasa iri dengan ini
"Hanya memenangkan olimpiade saja sampai dibuat upacara, cih.."
Windy mendecih, teriknya matahari tidak sebanding baginya hanya karena kepala sekolah ingin mempamerkan trofi trofi itu
"Kalo ga bisa seperti mereka, jangan sewot"
Deg!
Suara serak sedikit berat disertai hembusan terdengar ditelinganya, Windy panik. Dia tercyduk
"Gue denger denger lo itu idol kan?"
Deg!
Jantung Windy berdegup kencang mendengar kalimat yang terakhir, sungguh dia melupakan pekerjaannya yang sangat sangat sensitif itu
"Jangan ganggu temen temen gue kalo masih mau hidup tenang"
Suara lelaki itu terdengar penuh penekanan, kemudian lelaki itu menjauhkan diri Windy. Windy sendiri tidak berani melihat siapa yang tadi berbicara dengannya, tapi sepertinya suaranya familiar banget, hanya saja sedikit berbeda intonasinya
...
Gleg! Dug!
"Cari masalah tu cewe keknya", Uchi sedikit emosi mendengar cerita dari Chen-yi
"Yaudah sih biarin aja, menurut gue dia ada benernya juga, kepala sekolah berlebihan banget ngadain upacara cuma buat pamerin kita doang", ucap setelah Jinny menyesap susu kotak ditangannya hingga habis
"Btw lo berdua beneran lompat kelas?", Osaki baru datang membawa snack ditangannya yang langsung disambar Chen dan Laura
"Semester depan gue sama Jinny bakal langsung capcus ke kelas 11"
Jimin sebenarnya tidak terlalu excited tentang lompat kelas, tapi kemudian dia mengingat kalau dia memiliki tujuan lain yang harus cepat diselesaikannya
"Wah enak banget lu bedua, semester 1 kelas 10, semester 2 kelas 11, ntar semester 3 udah kelas 12, gitu kan?"
"Tau gitu gue juga harusnya ngajukan diri kemaren",
"Kan gue udah bilang Chen, lu aja yang ga percaya"
"Kalo gitu akhir tahun nanti kita harus liburan bareng buat kenang-kenangan"
Uchi memberi ide dengan semangat dan semakin semangat lagi saat idenya disetujui oleh yang lain
"Mau kemana emang?"
"Biar gue yang atur", Jinny tersenyum dan menaik turunkan alisnya
"Oke kalo gitu, fix nih ya"
"Gue ajak temen gue juga ya, biar ada cowo lagi", Chen mulai mengeluarkan ponselnya
"Boleh tu, yang ganteng ya"
...
Jinny pergi ke toilet sendiri karena udah kebelet banget, dia lari masuk toilet dan menuntaskan urusannya.
Setelah lega, Jinny yang hendak keluar dari toilet menghentikan aktifitasnya karena mendengar suara orang masuk ketoilet disebelahnya dengan tangisan
'suaranya ga asing?'
Beberapa detik kemudian terdengar suara org masuk lagi ke toilet, dan org disebelah toilet Jinny ikut keluar juga
Jinny menempelkan telinganya pintu toilet
"Gue gamau ngalah lagi dari Jinny! Gue bakal menang kali ini dan seterusnya!"
Deg!
"Gue udah cape Chi jadi boneka dia terus! Emangnya lo ga cape apa?! Kenapa sekarang ngebela Jinny?!"
"Min gimana pun juga Jinny itu emang menganggap kita tulus sebagai sahabatnya, emang dia agak manja tap-"
"Agak?! Dia emang manja Chi! Apasih yang ga bisa Jinny dapat?! Semuanya dia bisa!"
"Min udah dong, lo lupain Arkan untuk kali ini aja, ngalah lagi"
'kok? Arkan? Hah?-'
"Ga Chi!"
"Yaudah deh terserah lo aja Min"
Salah satu dari mereka hendak pergi, namun baru beberapa langkah kembali berhenti karena satu suara
"Lo juga suka kan sama Arkan?"
'hah?'
"Iya"
'whatt the-?!!'
"Tapi gue bakal mundur, ga masalah kok masih banyak cowo lain"
"Gue juga bakal debut jadi model, gue udah daftarin diri ke kelas modeling yang dikasih Jinny kemarin, gue gamau jadi boneka dia lagi, gue harus bisa hidup sendiri"
"Gue juga Min, sejujurnya ayah udah ngizinin gue jadi model, gue udah training 1 tahun dan bulan depan gue debut resmi, lo juga udah tau kan soal itu?"
'jadi-'
"He'em, bareng Laura kan? Nyesel gue ga ngikut kalian waktu itu"
"Lo sih bandel, udah gue ajakin tapi tetap nolak, nyesel kan lu"
"Tapi boong!"
"Maksud lo?"
"Gue bakal debut model juga bulan depan"
"Wahh!!"
"Gue udah jadi trainee juga, sejak gue tau Jinny ikut kelas modeling, gue daftarin diri juga ke agensi gede buakn jadi trainee, dan bulan depan debut gue"
"Wah gila lo! Sat set sat set langsung debut!"
"Udah ah gue mau makan, laper gue gara gara marah sama lu"
"Yaudah ayok kantin, Laura udh nungguin daritadi"
"Duh males banget gue liat muka Jinny lagi"
"Udah ah Min, jangan gitu"
"Inget Min, kita bisa hidup mewah kek gini juga karna Jinny, lo ga inget kita dulu di siksa dipanti sampe ga makan berhari hari cuma karena ngelakuin kesalahan kecil?"
"Tapi tetap aja gue juga manusia bukan boneka dia Chi"
"Udah udah ayok, kesian tu bocah udah pada laper"
Dua gadis yang tadi berdebat kembali berdamai dan keluar dari toilet, sedangkan Jinny yang masih ada didalam toilet sedang menutup mulutnya, berusaha agar tidak menimbulkan suara apapun
Jinny terlalu shock untuk memberikan reaksi kepada hal hal yang baru saja dia ketahui beberapa detik lalu, hanya menangis dalam diam. Benar benar tanpa suara
Belum selesai dengan shock yang tadi,Jinny kembali mendengar suara pintu toilet disebelahnya kembali terbuka, kali ini sebelah kanan, yang tadi sebelah kiri
"Oh~ jadi mereka juga serigala berbulu domba~"
'itu kan?-'
"Bagus sih, jadi gue lebih gampang ngehancurin Jinny dan menghempaskan dia jauh jauh dari Arkan"
"Tapi lebih menarik lagi kalo gue adu domba dulu kali ya, siapa yang polos? Hm~ Laura?"
'bajingan!'