
"Ngga Jinny!"
"Pah, boleh yaa, pleasee"
"Papa bilang ngga ya sayang"
Sekarang ini Jinny sedang merengek membujuk papanya agar dia pindah ke Chicago, tentu saja supaya dekat sama ayangnya.
Sedangkan Jihoon, jelas saja dia melarangnya, anak gadisnya itu baru masuk kelas 10 beberapa minggu lalu, tapi tiba tiba aja minta pindah karena crushnya kuliah di Chicago(?) BIG NO!
Jinny cuma minta pindah aja sebenernya, Jihoon sendiri tau soal Arkan dari hasil dia mengintrogasi Uchi, Laura dan Jimin. Temen temen Jinny itu juga tadi yang bawa anak gadisnya pulang kerumah, jelas aja Jinny ga bisa pulang sendiri, kakinya masih luka gara gara jatuh dari tangga tadi pagi
Jinny pun pergi kekamarnya dengan kekecewaan, hanya bisa berguling guling dikasur dengan ending ketiduran sampai malam
*Flashback*
"YA AMPUN JINNY!! KAMU KENAPA?!"
Mama Kim berteriak panik melihat anaknya dibantu berjalan oleh Jimin dan Uchi, sedangkan Laura datang dari belakang sambil bawa tas mereka semua.
Hari ini pulang kerja lebih cepat dari biasanya, ada sesuatu yang mengganjal dihatinya seperti akan terjadi sesuatu. Jadi dia pulang lebih awal untuk memastikan keadaan rumah baik baik saja. Semua memang baik baik saja sampai anak gadis tersayangnya pulang sekolah
"MAS JII!! ANAK KAMU INI LUKA LUKA!!"
Mama Kim berteriak memanggil suaminya di tangga lalu berjalan kearah ruang tengah, terlihat anak gadisnya sedang duduk manis dan teman"nya, bedanya temennya yang lain ngos"an, sedangkan anaknya cengar cengir
"KAMU NGAPAI AJA SIH JINNY?!!"
Mama Kim mengecek tubuh putrinya dari ujung kepala sampai ujung kaki, lalu menopang pipi gembul Jinny
"Tadi jatoh dari tangga mah, gapapa kok ma, udah diobatin"
"Nggaa! Kita kerumah sakit sekarang"
"Gausah mama, Jinny gapapa kok"
Jinny gamau kerumah sakit, baginya itu cuma luka biasa bukan lumpuh
"Kamu kenapa lagi sayang?!!"
Jihoon turun dengan terburu buru dan langsung menghampiri Jinny, seperti mama Kim tadi dia juga mengecek tubuh Jinny dari kepala sampai kaki
"Aku gapapa kok pa, jangan ke ru-"
"Hamdan!!! Siapkan mobil! Kita kerumah sakit!"
Hamdan, sekretaris pribadi Jihoon langsung berlari keluar untuk melakukan perintah bos nya
"Mama bawa Jinny kerumah sakit, papa biar hubungi pihak sekolah"
Mama Kim langsung membantu putrinya berdiri dan membawanya pergi dari ruang tamu. Jimin, Uchi, dan Laura yang sedaritadi diam, ikut bangkit dan mencoba kabur, firasat mereka buruk tentang ini.
"Et et kalian bertiga ikut saya"
Nah kan bener!
'Jinny setan emang!'
'awas aja lo Jin! Kenapa harus gue coba yang di introgasi?!'
'padahal yang salah kan bocahnya!'
Tiga sejoli itu menggerutu dalam hati sambil berjalan kearah ruang kerja Jihoon. Ayah mereka adalah tangan kanan Jihoon, ayah angkat sebenarnya karena mereka bertiga berasal dari panti asuhan.
Hidup Laura, Jimin dan Uchi berubah saat mereka bertemu dengan Jinny di usia 8 tahun. Jinny yang menangis karena tersesat di pasar malam, tiga sejoli itu kemudian mengajak Jinny ke panti untuk meminta bantuan kepada ibu panti
Namun saat mama papanya menjemput, Jinny justru gamau pulang. Dia minta ke papanya buat ngebawa 3 temennya tadi pulang kerumah, jelas aja baik pihak panti ataupun pihak Jihoon juga melarang.
Jinny dengan berat hati harus pulang, tapi Jinny tetaplah Jinny, dia harus dapat apa yang dia mau. Besoknya Jinny memakan seafood di sekolahnya, dia yang alergi seafood pun langsung demam tinggi dan dilarikan kerumah sakit
Karena tingkah anaknya itu Jihoon terpaksa membawa 3 gadis panti itu kerumahnya, dia juga menyuruh tangan kanannya untuk menjadi ayah angkat dari anak anak panti itu agar Jinny punya teman
Haikal tangan kanan Jihoon pun menurutinya, dia jadi ayah diusianya yang masih berumur 21 tahun dari 3 bocah yang berusia 8 tahun. Mama Haikal menerima mereka dengan senang hati, dia sendiri sudah lama ingin memiliki anak perempuan, namun tidak kesampaian karena suaminya sudah meninggal
Jihoon menatap tajam kearah tiga anak didepannya
"Jinny kenapa? Kenapa dia sampe luka kaya tadi? Saya bawa kalian kesini buat ngejaga anak saya!"
Suara Jihoon meninggi membuat 3 org didepannya sedikit terkejut
"Astaga"
Jihoon memijat keningnya pelan, sungguh diluar nalar tingkah anaknya ini dan selalu saja begini
"Yaudah kalian pulang aja"
Jihoon hendak melangkah keluar tapi kemudian terhenti saat Jimin membuka suara
"Om, Jinny pasti nanti bakal minta sesuatu ke om"
"Hm?", Jihoon mengerutkan dahinya
"Biarkan aja saya juga bakal kasih apa aja yang dia minta", sahut Jihoon cuek
"Termasuk pindah ke Chicago?"
Bukan Jimin, itu Laura
"What?!"
"Arkan kuliah di Chicago, dan Jinny bilang dia bakal nyusul itu, om hati hati deh sama gerakan Jinny",
"Oke terima kasih informasinya"
"Dan maafkan ucapan saya yang tadi, saya hanya panik melihat anak saya luka luka begitu",
"Gapapa om, kan emang itu fungsi kita disini", jawab Jimin dengan senyuman tipisnya
Kemudian mereka keluar dari ruang kerja dan pulang ke apartemen.
*Flashback selesai*
Haikal mendengar suara pin apartemen di tekan, pintu terbuka, dan langkah kaki beberapa orang masuk. Dia membuka celemeknya dan berjalan kearah pintu untuk melihat anak anaknya yang baru pulang sekolah
Haikal sudah tau mengenai kejadian hari ini, semuanya termasuk yang diruang kerja bosnya. Dia membuatkan makanan kesukaan anak anaknya, Haikal tahu betul mood anak anaknya pasti sedang buruk
"Ayah.. Jimin pulang"
"Ayah.. Uchi pulang"
"Ayah.. Laura pulang"
Suara lelah letih lemas itu memasuki dapur, Haikal mendekati mencium pipi mereka satu persatu sebagai energi tambahan untuk hari ini. Dia tidak bisa melakukan apapun jika itu berkaitan dengan Jinny anak bosnya
"Aigoo.. uri aegii.."
"Sini sini princess princess ayah duduk manis,ayah udah masak buat ngecharge energi kalian"
Haikal membawa satu persatu anak nya ke kursi meja makan lalu memimpin doa untuk makan
"Ayah.. hidup kita kayak boneka ya..",
Suara Jimin bergetar mengucapkan kalimat itu dengan makanan yang berada dimulutnya, dia ga tahan lagi untuk membendung air matanya. Entahlah biasanya juga begini, tapi hari ini rasanya lebih melelahkan
Haikal mengerti perasaan anak anaknya dengan baik, walaupun bukan ayah biologis tapi dia adalah orang yang peka dengan keadaan. Dia membawa Jimin kedalam pelukannya dan mencium kening anaknya sedikit lama
"Maaf ya sayang, ayah ga bisa apa apa"
✓ New Character Unlocked
Haikal Seoveerqa
Hamdan Seoveerqa (adik Haikal)