Sorry, I Did

Sorry, I Did
eps 2 - Settingan



Jinny, Jimin, Laura dan Uchi keluar kelas dengan cara mengendap- endap, pasalnya sekarang jam pelajaran masih berlangsung di kelas lain, Jinny gamau gagal ketemu crush gara gara keciduk berkeliaran di jam pelajaran begini


Mereka berempat berjalan sedikit cepat kearah lantai 1 namun berusaha untuk tidak menimbulkan suara


Dilantai 1 ada kantor guru, ruang kepala sekolah, segala macam fasilitas untuk ekskul sekolah, Uks 1, dan juga lapangan. Sementara dilantai 2 sampai 4 merupakan ruang kelas untuk anak anak belajar


Sementara untuk perpustakaan, Uks 2 dan segala jenis laboratorium berada di gedung sebelah, gedung yang berbeda dari gedung utama sekolah


...


Hyunjae, Xavier, Wiliam, Arkan dan gandengannya berjalan menuju finding machine yang berada dekat tangga


"Lepas elah tu tangan, digandeng mulu kek truk"


Xavier mulai risih dengan tangan Arkan yang sedaritadi terus menggenggam tangan gadis disebelahnya


"Iri lu?!"


"Iri pala lo! Itu adek gue ya anjj! Gue bilangin daddy mampus lo!", Xavier nyolot dengan mata bobanya yang hampir keluar dan bibirnya yang maju


"Woyy santai santai, kita alumni cuy, ga boleh ribut disini, ntar aja diluar gerbang ngebogemnya", Hyunjae menarik Xavier mundur beberapa langkah sambil ketawa


Tok! Tok! Tok!


Suara nyaring dikepala Arkan, Hyunjae, dan Xavier karena botol minuman yang digetokkan Giselle


"Gue gamau ya ijazah gue ditahan gegara tingkah lu pada!"


"Mas Ar lepasin tangannya, ntar kalo ada yang liat gimana? Yang ada aku belum masuk sini tapi udah jadi bulan bulanan murid sini"


Windy kini bersuara, dia baru saja akan mengurus pindahannya kesini dan ingin menjalani kehidupan sekolah dengan normal tanpa ada halangan apapun.


Tapi Arkan tadi datang meminta tolong padanya agar pura pura menjadi pacarnya. Arkan hanya lelah menghadapi ciwi ciwi yang terus memandanginya ketika dia berjalan, jadi berfikir mungkin mereka akan mundur jika melihatnya menggandeng seorang gadis kesini


Tapi bukannya mundur, justru mereka semakin gencar melihat Arkan dan teman"nya.


"Arghh!!!"


Suara jeritan dari atas tangga mengejutkan Arkan dan komplotannya, seketika mereka langsung melihat kearah belakang


Terlihat seorang gadis yang jatuh terpeleset kebawah, lututnya berdarah. Sementara ada 3 gadis lainnya dari atas tangga juga yang langsung berlari dan membantu temannya untuk bangkit


"Tangga sialan! Besok gue suruh ganti lift aja deh anj- eh?! Kak Ar?"


Jinny mengumpat dan menangis, dia juga merutuki dirinya sendiri yang ceroboh karena terlalu bersemangat untuk melihat crush idamannya.


Namun bukannya bertemu dengan keadaan yang baik, kini dia malah terduduk di anak tangga, 3 anak tangga dari bawah dan berhadapan langsung dengan Arkan yang kebetulan juga sedang duduk di tangga


"Loh? Jinny kan?"


"Hehe iya kak, kakak kok disini? Bukannya udah alum- Aww pelan anj!-"


Ucapan basa basi Jinny terhenti karena Laura dan temannya yang lain datang dan langsung heboh melihat lutut Jinny yang masih terus mengeluarkan darah


"Berdarah Jin kaki lo! Anjir gimana ni?!",


Laura heboh dan sibuk mengecek bagian tubuh temannya yang lain, tapi malah tangannya menyentuh luka Jinny dan membuat sang empu berteriak sakit


"Lo punya mata ga sih bego?!! Tangga segede gini lu tendang?!"


"Buta mata lo Jin?! Kalo bokap lo tau bisa mampus gue!"


Uchi dan Jimin ikut turun dan mengecek Jinny, mereka berdua juga menggeser posisi Windy yang tadinya duduk disebelah Arkan


"Loh? Itu bukannya-"


"Lo Jinny anaknya pak Jihoon kan?"


Tanya Hyunjae mendekat melihat wajah Jinny, tapi bukannya jawaban yang didapat, Hyunjae justru di geplak Laura dan mendorong kepala Hyunjae mundur


"Mau apa lo? Jangan modus lo ya?!", Suara melengking Laura membuat mereka menutup telinganya


"Gue cuma mau bantu, lo aja yang udah su'udzon duluan", bantah Hyunjae


"Kakak bantu ke Uks ya dek? Ini berdarah kaki kamu",ujar Arkan mendekati Jinny


Jinny mengangguk, rasa sakit dikakinya tiba tiba menghilang saat wajahnya dan Arkan berhadapan, dia malah seperti dapat jackpot


Arkan melepas jaketnya untuk menutupi rok pendek gadis itu lalu membawanya ke Uks.


Jinny ingin berteriak karena senang, kapan lagi coba dia bisa digendong seorang Arkan Johnny Reebencluv. Penciuman Jinny kini tengah dipenuhi harum tubuh maskulin Arkan, rasanya ingin pingsan aja


Windy dengan jelas melihat semua kejadian didepan matanya, ada rasa cemburu dan tidak terima. Namun mengingat dia dan Arkan tidak memiliki hubungan resmi,membuatnya tidak bisa melakukan apapun selain melihat mereka berdua menghilang dibalik lorong leter L menuju Uks


"yaudah gue ngurus Windy duluan ya, ntar gue nyusul kalian"


Xavier lalu membawa Windy menuju ruang kepala sekolah untuk mengurus lanjutan soal pindahan adiknya


"Cemburu?"


Kini Xavier bersuara setelah mereka hanya berdua, tapi pertanyaannya hanya dijawab oleh angin yang berhembus melalui jendela jendela lorong


"Lagian kamu diajakin pacaran sama Arkan gamau, giliran liat dia sama cewe lain, malah panas"


"Kamu yakin ga ada perasaan sama Arkan?"


Dia tahu betul perasaan Windy ke Arkan, tapi apa boleh buat, dia juga tetap harus menghargai keputusan adiknya


...


Kini Giselle, William, dan Hyunjae sedang berjalan menuju ruang TU


"Itu bocil bocil tadi anak kelas 10 kan?"


"Rese banget anjir tu bocil bocil, masih untung gue udah tamat, kalo belom udah gue-"


"Pacarin?"


"kaga!"


"bilang aja lo naksir, yang kepala anggur cantik juga loh"


Kepala anggur yang dimaksud Giselle adalah Laura, sejak awal memang dia yang menarik atensi Hyunjae


"boljug tuh Jae! Tapi ya lo siapin dokter THT aja sih kalo kata gue", jawab William setelah berfikir beberapa saat


"gausah ngadi ngadi lo berdua"


"yaudah cepetan gih ambil ijazah, gue males disini lama lama, bentar lagi bel istirahat soalnya"


Giselle mendorong dua lelaki itu yg terhenti langkahnya karena mengingat bocil kepala anggur tadi


...


"yess!!!" Teriak Laura sedikit tertahan didalam kelas


"pinter juga otaknya Jinny ya", gumam Uchi sambil mengunyah snack milik Laura


"gue beneran panik! Setan lo pada! Bukannya bilang bilang!"


Jimin tidak menyangka adegan jatuh ditangga adalah settingan rencana dari tiga temannya itu, dia tadi sempat ketinggalan jauh karena tali sepatunya lepas. Tapi kemudian mendengar Jinny berteriak saat jatuh dari tangga


Laura dan Uchi tertawa puas melihat wajah panik Jimin


"kok bisa kepikiran sih?"


Tanya Jimin lagi, siapa yang nyangka Jinny bakal senekat itu demi Arkan?


"tau tuh temen lo, encer banget otaknya kalo soal cowo"


"trus itu lukanya Jinny? Beneran atau boongan?"


"kalo itu beneran luka, padahal niatnya jatuh boongan"


"mampus dah tu bocah"


Jimin memijat keningnya karena ulah Jinny, dia yakin setelah ini papa Jinny akan mengintrogasinya lagi


"eh tapi gue ngerasa cewe yang tadi tuh seumuran kita deh", celetuk Laura


"iyaa keknya"


"cewe yang mana?", Tanya Laura


"yang rambut nya cetar membahana"


"Windy namanya"


Laura, Jimin, dan Uchi kompak menoleh kearah suara berat di depan mereka.


"Huang Chen-yi?"


✓New Character Unlocked



Arkan Johnny Rebeencluv





Jung Hyun-Jae





Xavier Atmaqueto





William Robertson





Windy Atmaqueto





Giselle Robertson