Sorry, I Did

Sorry, I Did
eps 10 - Laura



Laura terbangun dari tidurnya karena merasa tenggorokannya mengering, dia berjalan kearah dapur dengan mata 5 watt.


Laura melirik kearah jam dinding didapur, setelah meneguk 2 gelas air putih


"Sudah jam 12 malam?"


Laura lalu berjalan menuju kamar ayahnya, diketuknya pintu besar itu


Tok! Tok! Tok!


"Ayah didalam?"


"Ayah.. ini Laura"


Tak kunjung ada jawaban setelah ketukan ketiga, Laura membuka pintu kamar ayahnya


"Kosong?"


Ranjang besar itu masih tersusun rapi karena belum disentuh seharian oleh penghuninya, dia kembali menutup pintu kamar ayahnya. Tapi tiba tiba tangannya terhenti saat matanya melirik sebuah map coklat diatas nakas


Laura masuk dan mengambil map itu


"Boleh ga ya?"


Dia berfikir maju mundur menatap map besar ditangannya


"Yaudah sih gas aja, kan ga ada ayah"


Jari cantik Laura kemudian membuka map itu, tapi karena salah posisi membuka, membuat isi map itu tercecer dilantai


"Duh.."


Laura pun mengumpulkan kembali isinya satu persatu, tapi kemudian dia tercengang setelah melihat sebuah foto


"Uchi?", Tangan Laura semakin cepat membuka dan melihat semua isi map itu


Laura tau pekerjaan ayahnya adalah seorang tangan kanan tersembunyi milik salah satu seorang yang paling berpengaruh di Korea Selatan. Harusnya dia tidak terkejut jika ayahnya bisa menemukan semua fakta dengan secepat kilat, tapi harus diingat juga jika Laura adalah seorang yang ekspresif


Map itu berisi bukti bukti masa lalu Uchi. Dia melihat Uchi bersama seorang lelaki yang dia duga adalah ayahnya dan seorang wanita yang dia duga adalah ibunya, tapi kemudian mata Laura membola...


"Loh? Ini kan om om yang tadi gedor gedor pintu mobil?"


"Tapi kok Uchi ketakutan?"


Tangan Laura meraih sebuah surat dari kepolisian jepang yang menyatakan bahwa Tsugayo ayah dari Uchi itu ditahan dengan banyak tuduhan dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup


"Pemerko..saan.. pembu..nuhan.. penga..niayaan anak dibawah umur, narkotika... Penggelapan dana perusahaan.."


"Wah punya kasus kok diborong semua, serakah banget ni om om satu"


"Pantes Uchi takut gitu, dia pasti trauma sama ni orang gila"


Laura kemudian menggeleng cepat


"Ngga ngga ini bukan orang gila, ini psikopat!"


Laura berbicara dengan diri sendiri sambil tangannya yang terus melihat lihat surat surat tadi, tapi kemudian dia berhenti saat melihat ada satu foto yang masuk kebawah kolong ranjang


Laura mengambil foto tersebut, dan


"Wahh!! Apanih? Om Jihoon?"


"Sama... Ayah Uchi?!"


"What the-"


"Eh?!"


"Loh? Mereka kenal?"


"Aku harus tanya ini ke ayah nanti"


Laura kemudian meletakkan lagi semua barang barang itu pada tempatnya seperti semula dan keluar dari kamar ayahnya. Dia duduk didapur dan menegak banyak air putih, masih shock dengan fakta yang baru saja dia lihat


Laura melirik kearah jam dinding, sudah pukul 1 dini hari, tapi ayahnya belum juga ada tanda tanda untuk kembali. Dia pun memustuskan untuk tidur disofa ruang tengah supaya bisa tau kapan ayahnya pulang


Laura merasa baru beberapa menit memejamkan mata, tapi kemudian terusik saat mendengar suara pintu apart terbuka dan suara langkah kaki, namun kesadarannya belum juga kembali, dia masih enggan untuk membuka mata


"Arghh.. badanku.."


Laura membuka mata saat mendengar suara berat yang sangat familiar ditelinganya, dia terduduk dan mencari cari darimana suara itu berasal. Kemudian Laura mendengar sesuatu diteguk melewati tenggorokan, dia langsung melihat kebelakang sofa


"Ayah?"


Haikal menoleh keatas nya saat mendengar suara gadis cantik itu


"Hm? Ra? Belum tidur sayang?"


"Ih ayah mabok ya?"


Laura menutup hidung saat aroma alkohol dan bau anyir darah menguap ke hidungnya


"Cantiknya ayah kok belum tidur sih? Hm?"


Haikal memeluk erat gadis didepannya, menelusupkan kepalanya dileher jenjang Laura, menghirup aroma tubuh anak dibawah umur ini membuatnya turn on


"Ayah kenapa kok berdarah darah gini? Ayah darimana?"


Laura panik bukan main saat melihat baju ayahnya berlumur darah yang sudah mengering dan darah di tangannya yang terluka pun sudah mengering


"Gapapa sayang, ayah cuma lagi butuh pelukan aja"


Suara berat dan nafas hangat Haikal terdengar ditelinga Laura, membuat gadis itu merinding. Tapi kemudian dia melingkarkan tangan ayahnya dilehernya dan bangkit dari sofa


"Ayah ayo kekamar, bersihin badan ayah, bau banget ih"


Haikal berjalan sempoyongan sambil memeluk anaknya


"Gantiin baju ayah ya, kepala ayah pusing banget sayang"


"Iya iya iyaa... Cepetan dong jalannya yah.. ih bau banget"


Laura terus mengomel sepanjang perjalan dari ruang tengah ke kamar ayahnya, sungguh dia tidak tau apa yang terjadi hari ini, kepalanya hampir pecah mencerna semuanya


...


Jihoon dan Minji berlari menuju ruang kamar tempat, jam 5 pagi pihak rumah sakit menghubungi mereka mengatakan putrinya sudah siuman, tapi karena pergelutan panas tadi malam tak ada satupun dari mereka yang menjawab telfon, hingga saat jam 10 pagi Hamdan datang kerumah dan menggedor pintu kamar bossnya itu


Jinny menggeliat pelan saat mendengar suara berisik papa dan mamanya


"Kamu udah bangun sayang? Gimana kondisi mu? Mana yang sakit? Bilang sama mama"


"Sudah dikatakan dokter jangan membuat dia lelah dulu sayang, Jinny masih butuh istirahat"


"Aku gapapa kok ma",


Jawaban dari Jinny berhasil membuat Minji menghela nafas lega kemudian memeluk putrinya


"Pa, Jimin mana? Kayanya dia luka juga deh pa, tolong cek Jimin ya pa"


Minji bertatapan sejenak dengan Jihoon, kemudian mengangguk samar. Jihoon duduk disamping ranjang anaknya dan mengelus pelan rambut hitam legam Jinny


"Jimin sedikit parah kondisinya sayang, tapi sudah ditangani, tenang saja, dia belum bisa dijenguk sementara waktu, dokter yang bilang gitu"


Mendengar papanya menjelaskan panjang lebar membuat anak gadis itu mengangguk patuh


...


Haikal terbangun dari tidurnya karena cahaya mentari yang mengusik matanya, kepala, tubuh dan tangannya terasa sangat berat, Haikal hendak menggeliat tapi kemudian dia langsung menutup mulutnya melihat sesuatu diatas tubuh nakednya


Wait


Naked?


"Damn it-"


"Siapa nih?"


"Buset gue abis ngapain?"


Haikal berbisik pelan pada dirinya sendiri dan memijit pelan keningnya, dia melihat seorang gadis berkepala anggur sedang tidur nyenyak diatas tubuhnya


Laura?!


What?!


Laura terbaring diatas tubuh naked Haikal, terlihat juga atasan Laura yang hanya memakai bra merah, keduanya sedang berada dibawah selimut tebal berwarna coklat tua milik Haikal


Belum lama Haikal loading, tiba tiba Laura menggeliat dan menyesap leher Haikal pelan


"Ayahh..."


"Oh ****!"


'Jangan Kal jangan.. masih dibawah umur Kal'


...


Sudah seminggu terhitung sejak kejadian kecelakaan itu, Laura dan Uchi sudah masuk sekolah lebih dulu karena tidak terluka parah, sedangkan Jinny baru masuk hari ini dengan kepalanya yang masih ada luka sedikit


Terhitung sudah seminggu juga Jinny tidak melihat Jimin, papa bilang kepadanya kalau Jimin masih butuh istirahat total tanpa gangguan apapun, bahkan Jimin tidak berada diapartemen om Haikal.


Tak hanya Jinny, bahkan Laura dan Uchi pun belum bertemu Jimin pasca kecelakaan, tak ada yang tahu dimana Haikal meletakkan Jimin untuk pemulihannya