SMP X

SMP X
23. Hari Terakhir



Semester akhir sebelum kenaikan kelas di tahun 2021.


"Hei lihat ! Itukan Kak Riendly."


Christin yang mendengar beberapa siswi yang girang melihat kedatangan Riendly ke SMP X langsung berlari untuk melihat kebenaranya.


Saat Christin menemukanya ternyata Riendly sedang berada di kantin bersama Chrysant. Riendly juga terlihat memakaikan jaket berwarna biru muda pada Chrysant.


"Eh, mungkin bukan saat yang tepat." Chrysant melepaskan jaket dari tubuhnya. "Hari ini sangat panas dan Aku sedang makan."


"Baiklah, terserah pemilik barunya." Riendly tersenyum hangat melihat Chrysant yang sebelumnya terlihat sangat manis memakai jaket pemberianya.


Christin yang di penuhi rasa cemburu dan iri melangkahkan kakinya untuk melewati Chrysant dan Riendly. Tetapi Riendly yang tidak mengenali Christin yang baru hanya mengabaikanya.


"Selamat untuk kemenangan Kamu makanya Aku memberikan jaket itu yang siapa tahu kalau nanti Chrysant harus keluar kota lagi.. yah Kamu bisa memakainya."


"Terimakasih."


"Sama-sama, jadi tidak lama lagi kenaikan kelas yah ? Akhirnya Kamu akan naik kelas tiga."


"Hm.."


"Kamu dan Amelaty belum baikan ?"


"Memangnya Kami berkelahi ?"


"Tentu saja."


"Bukankah di setiap pertemuan akan ada perpisahan !"


"Hei! Hei! Hei ! Itu tidak berlaku untuk kita berdua Oke !"


". . ."


"Jadi kalian tidak dapat hadiah lebih ? Hanya uang ? Hm.. Membosankan."


"Ada ! Hadiahnya liburan satu minggu ke Jepang."


"Memangnya bisa dalam keadaan yang kacau seperti ini ?"


"Kamu bisa diam ? Lagi pula kalau Kak Riendly coba mengikutiku sekali lagi.. Aku akan berpaling dari Kak Riendly dan Kak Riendly tidak boleh menegur Aku lagi."


"Ih percaya diri sekali.. Memangnya Aku suka sama gadis miskin, angkuh dan sombong seperti Chrysant ?"


". . ." Chrysant terdiam, kembali memperhatikan Riendly dengan serius. Entah kenapa Chrysant merasa sedang makan dengan orang dewasa.


"Kenapa lihat-lihat jatuh hati yah ?"


". . ." Chrysant memutar bola matanya.


"Setiap melihatku Kamu seperti berhadapan dengan kotoran. Apa Aku sejelek itu ?"


"Bukan ! Kak Rin makan apa selama ini ? Kenapa Kak Rin terlihat seperti Mahasiswa ? Apalagi saat memakai baju biasa seperti ini"


"Wah, bukankah Kamu sudah melihat Adam Ayahku ? Seharusnya Kamu tidak perlu bertanya lagi."


"Benar juga, Ayahmu seperti raksasa saat Aku bertemu denganya. Mungkin Aku hanya sampai di pinggulnya."


"Oh iya, dimana Aisyah ?"


"Pacaran mungkin."


"Chrysant tidak pacaran ?"


". . ." Chrysant menarik nafas panjang.


"Hai Kak Riendly ?" Suara lembut Christin memanggil dari arah belakang Riendly.


Chrysant akhirnya kesal dengan Riendly yang terus menggodanya dan langsung berdiri meninggalkanya dengan cepat.


"HEI ! CHRYSANT !" Riendly yang teralihkan dengan kepergian Chrysant juga langsung berdiri dan mengejarnya tanpa sempat memandang Christin yang berada di belakang. "KENAPA TIDAK DI BAWA JAKETNYA !"


Riendly yang melihat Chrysant mengabaikan jaket pemberianya langsung mengambil jaket tersebut dan kembali mengejar Chrysant.


Mei 2021


"Hari ini Kamu demam lagi Nak, ini sudah dua hari !" Sumirna yang sedang membangunkan Chrysant mencoba mengusap dahinya.


"Ng !" Chrysant yang belum sepenuhnya sadar.


"Hari ini kita ke Dokter yah !"


". . ." Chrysant menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu habiskan obat sirup yang Ibu berikan, kalau masih belum membaik walaupun Kamu keras kepala Ibu akan menyeret Kamu ke rumah sakit paham !"


"Hehe.. Iya."


"Surat pindah Kamu sudah di tanda tangani Kepala Sekolah. Sebaiknya Kamu membereskan barang-barangmu dengan lebih teliti supaya nanti tidak ada yang terlupakan."


Chrysant meminta agar Sumirna mengizinkanya untuk pindah saat kenaikan kelas sehingga mempermudah Chrysant untuk mempersiapkan diri.


Chrysant tidak memberitahukan tentang dirinya yang akan pindah pada siapapun dan Chrysant meminta Sumirna untuk mengurus kepindahanya karena Ia tidak ingin banyak orang yang tahu.


"Iya Bu Sum."


"Kamu tidak ingin pergi bersama teman-teman Kamu ? Yah.. sekedar perpisahan kecil-kecilan. Ibu akan beri uang jajan."


"Hm.. Kita berdua saja Bu Sum."


"Kalau Ibu akan ada acara perpisahan di kantor jadi Kamu mau ikut ?"


"Tidak usah, lagi pula Aku sedang dalam keadaan tidak baik, apalagi mendengar pembicaraan ibu-ibu yang lama.. Aku sebaiknya bersiap hari ini Aku ada kegiatan di sekolah."


"Nak, Kamu tidak apa-apa tidak masuk sekolah sampai Kita berangkat lagipula sekarang kan sudah tidak belajar dan saat memasuki sekolah baru Kamu sudah langsung menjadi murid kelas sembilan."


"Sebenarnya Chrysant akan di wawancara hari ini. Akan ada liputan siaran langsung di SMP X dari Berita pagi."


"Ibu tidak peduli dengan siaran televisi, kalau sakit Kamu tambah parah Ibu janji di rumah baru Kita Kamu tidak punya kamar dan Kamu akan tidur dengan Ibu sampai Kamu menikah ! Mau !."


"Tentu saja mau haha."


"Sudahlah.. Dan ingat yah ! jangan lupa ! pakai jaket Oke !"


"Iya !"


Sumirna meninggalkan Chrysant dengan menghela nafas panjang. Sumirna menjadi sangat gelisah semenjak Chrysant demam.


Hatinya bahkan selalu berdoa setiap saat ketika wajah Chrysant terlintas di pikiranya agar Chrysant terlindungi dari semua mara bahaya dan sakit-penyakit.


Pandangan Chrysant kembali ke arah jaket pemberian Riendly yang sedang tergantung di dinding kamarnya. "Hari ini Kamu berguna biru."


Saat keluar rumah untuk menunggu ojek, Sumirna datang menawarkan diri untuk mengantar. "Kenapa setiap kali Bu Sum mau mengantar.. Kamu selalu menolak ?"


"Hm." Chrysant tersenyum. "Seandainya Ibu bisa lebih dari dua puluh mungkin Aku sendiri yang akan memintanya."


Setelah bercengkrama dengan Sumirna, Chrysant akhirnya pergi ke sekolah dengan ojek dan saat sampai di sekolah rupaya Raja yang telah keluar dari penjara sedang mengawasinya dari kejauhan.


Raja sebelumnya hanya di hukum enam bulan penjara tetapi Ia tidak pulang karena merasa sangat malu dan memutuskan meminta bantuan kenalanya untuk ikut merantau.


Raja merantau untuk menebus kesalahanya dengan mengirimkan uang setiap bulan berharap istri dan anaknya hidup dengan layak.


Istri dan anaknya selalu menyembunyikan keadaan Agung dengan mengatakan bahwa Agung juga merantau seperti Ayahnya.


Hingga tetangganya datang untuk bekerja di Perusahaan yang sama dengan Raja, barulah semua terungkap hanya dari beberapa menit pembicaraan.


Raja yang mengetahui anaknya Agung telah masuk penjara karena membalaskan dendamnya sangat bangga terhadap tindakan Agung dan ingin menyelesaikan semua kebencianya.


Raja yang datang hanya untuk memberi pelajaran terhadap Chrysant tidak memberitahu siapapun agar memudahkanya untuk melarikan diri.


Saat Chrysant telah sampai di gerbang sekolah Ia mengingat kembali saat-saat Ia pertama kali berkenalan dengan Amelaty.


Chrysant mengingat masa dimana Ia terlambat, Rike yang mengambil cincinya dan Ruby yang mengantarnya untuk perlombaan.


"Aku berharap di tempat yang baru Aku tidak akan terlambat lagi."


Chrysant melihat sekitarnya yang sangat sepi dan hanya dirinya sendiri yang datang bersekolah.


"Baiklah, setidaknya tidak ada perpisahan yang dramatis."


"Nak, sedang apa ke sekolah ?" Tanya Dody.


"Ah Saya ? Ada keperluan Pak."


"Iya Saya heran Nak, kenapa hari ini banyak murid yang datang padahal kan cuma liputan berita. Biasa juga ada liputan tapi tidak seramai ini apa lagi ini bukan hari belajar formal."


"Oh ! banyak orang Pak ?"


"Iya, sepertinya Kamu terlambat Nak.. semuanya sudah berkumpul di lapangan."


Saat Chrysant berjalan menuju ke lapangan semua orang yang berkumpul langsung bertepuk tangan menyambut sang juara yang telah mengharumkan nama Negara dan juga sekolah.


"Baik Pemirsa Sang juara Kita telah tiba, Mari kita beri tepuk tangan.. Chrysant Amon."


Jantung Chrysant berdetak kencang, entah mengapa baginya kali ini berbeda di bandingkan saat Ia di bangku Sekolah Dasar.


Chrysant mendekat ke arah panggung yang di buat sederhana oleh sekolah. Disitu telah duduk wartawan yang siap mewawancarainya.


Siaran live Berita pagi di mulai.


"Baiklah karena ini live kita hanya diberikan waktu dua puluh menit untuk membahas perjuangan narasumber kita, Anak tercinta Chrysant Amon. Halo Nak Apa kabar ?"


"Baik."


Dibalik banyaknya orang yang mengagumi kecantikan dan talenta Chrysant dari siaran televisi, ada dua orang yang dengan penuh kebencian menyaksikanya yaitu Raja dan Christin.